9 Penyebab Sakit Kepala Nyut-nyutan di Belakang Mata

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Sakit kepala yang terjadi di belakang mata bisa menjadi gejala adanya masalah mata atau sesuatu yang lebih serius. Umumnya orang yang mengeluh sakit kepala di belakang mata atau kedua matanya merasakan sensasi berdenyut, mata terasa kencang, panas, perih, dan nyeri yang sangat tajam. Banyak penyebab yang membuat orang bisa mengalami sakit kepala di belakang mata. Berikut penjelasan yang lebih lanjut penyebab sakit kepala di belakang mata.

1. Mata kering

Mata kering umumnya terjadi bagi mereka yang lebih banyak bekerja di depan komputer. Orang yang mengalami mata kering biasanya merasakan gatal, panas, dan nyeri tajam pada matanya. Jika kekeringan mata berlangsung lama maka akan mengakibatkan keluarnya air mata berlebihan sebagai respon iritasi untuk melindungi diri dari pengeringan lebih lanjut.

Anda bisa menggunakan obat tetes air mata agar mata kembali lembab, namun Anda harus segera konsultasi ke dokter jika mengalami keluhan yang lebih parah.

2. Gangguan refraksi

Saat Anda mengalami gangguan refraksi seringnya akan menyebabkan kelelahan mata dan ketidaknyamanan di area mata. Sakit kepala di belakang mata biasanya disebabkan akibat adanya astigmatisme, rabun dekat dan rabun jauh.

3. Skleritis

Skleritis adalah penyakit radang selaput putih (sklera mata). Biasanya orang yang mengalami skleritis mengalami kemerahan, nyeri, dan sensasi panas di bagian mata. Rheumatoid arthritis dan penyakit jaringan ikat dapat meningkatkan risiko terkena skleritis. Jika Anda mengalami mata merah disertai rasa sakit yang intens, Anda harus segera melakukan pemeriksaan ke dokter mata.

4. Orbital inflammatory syndrome

Orbit adalah bagian tulang tengkorak yang berongga, tempat mata dan struktur sekelilingnya berada. Penyakit orbita dapat timbul dari dalam orbita itu sendiri atau sebagai bagian dari penyakit sistemik yang mempengaruhi beberapa jaringan atau organ tubuh. Peradangan bisa terjadi di daerah ini, namun penyebab pastinya masih sulit ditentukan. Rasa sakit dan ketidaknyamanan terjadi ketika mata melirik ke kanan-kiri atau atas-bawah dan saat area sekitar mata di sentuh.

5. Kelumpuhan saraf kranial

Saraf kranial adalah saraf yang muncul dari otak melewati lubang-lubang di tengkorak. Saraf ini berfungsi untuk mengumpulkan dan mengirim informasi antara otak dan bagian tubuh lainnya. Bila satu atau lebih saraf mengalami inflamasi dan terluka maka bisa menimbulkan berbagai gangguan seperti penglihatan ganda, kelopak mata terkulai, perubahan ukuran pupil dan bahkan rasa sakit yang signifikan di daerah mata. Diabetes adalah salah satu penyebab paling umum kelumpuhan saraf kranial.

6. Neuritis optik

Neuritis optik adalah kondisi mata yang mana lapisan mielin pada saraf optik meradang sehingga mempengaruhi saraf optik dan berpotensi menyebabkan kebutaan. Seseorang yang mengalami neuritis optik biasanya mengalami gejala seperti sakit mata , penurunan ketajaman penglihatan, buta warna, dan sakit kepala yang intens. 

 7. Migrain

Penderita migrain sering mengeluh mengalami rasa sakit di belakang mata dan sakit kepala sebelah yang terasa berdenyut mulai dari intensitas sedang sampai parah. Pada sebagian orang, serangan migrain ini muncul hanya beberapa kali saja, namun ada juga penderita lain yang mengalai migrain secara berulang atau terhitung sering. Jika Anda mengalami migrain, Anda bisa mengonsumsi obat penghilang rasa sakit seperti ibuprofen, obat tekanan darah, antidepresan, obat antikejang, dan yang terpenting adalah istirahat.  

8. Sinusitis

Sinusitis adalah inflamasi atau peradangan di dinding sinus. Namun tahukah Anda jika ada juga sejumlah rongga sinus di wajah dan kepala yang berpusat di sekitar mata? Nah, sakit kepala di belakang mata ini merupakan sensasi umum yang sering terjadi akibat sinusitis. Kondisi ini bisa terjadi akibat adanya alergi atau infeksi. Anda bisa menghilangkan rasa sakit dengan menggunakan antibiotik untuk membunuh bakteri penyebab infeksi. 

9. Sakit kepala cluster

Sakit kepala cluster mengakibatkan rasa sakit luar biasa, bersifat tetap, intensif, tidak berdenyut di dalam kepala atau di belakang mata pada satu sisi kepala. Pria mengalami jenis sakit kepala ini lebih sering dari pada wanita, namun riwayat keluarga juga ikut berperan.

Gejala yang paling umum terjadi jika seseorang mengalami sakit kepala cluster adalah serangan sakit kepala yang muncul secara tidak menentu dan susah ditebak. Kadang beberapa bulan bisa bebas tanpa sakit kepala, tapi kadang muncul secara periodik selama beberapa waktu.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca