Penyebab Sakit Kepala Secara Umum yang Perlu Diketahui

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Sakit kepala merupakan hal yang umum terjadi pada siapa saja. Kebanyakan orang, termasuk Anda paling tidak pernah mengalami rasa sakit yang datang di area kepala. Walaupun datang secara tiba-tiba, Anda perlu mengetahui penyebab sakit kepala yang bisa mempengaruhi kondisi. Simak terlebih dahulu mengenai berbagai penyebab sakit kepala secara umum yang perlu Anda ketahui.

Penyebab sakit kepala secara umum

Sakit kepala adalah kondisi kesehatan yang umum. Biasanya, kondisi ini merupakan gejala dari salah satu penyakit tertentu. Dikutip dari Medical News Today, saat terjadi sakit kepala hal ini bisa menjadi tanda stres atau tekanan emosional serta kondisi medis tertentu. Simak penjelasan beberapa penyebab sakit kepala secara umum di bawah ini.

1. Sakit kepala primer

Sakit kepala primer biasanya disebabkan oleh aktivitas yang berlebihan. Tidak hanya itu saja, penyebab yang satu ini juga dapat terjadi akibat struktur sensitif yang rentan di area kepala sehingga menimbulkan rasa sakit atau nyeri. Faktor-faktor yang berperan terjadinya sakit kepala primer, di antaranya:

  • Aktivitas kimiawi di dalam otak.
  • Saraf atau pembuluh darah yang mengelilingi tengkorak.
  • Gangguan di otot kepala serta leher.
  • Faktor genetik untuk sebagian orang.

Kondisi sakit kepala primer juga terbagi dalam jenis sakit kepala lain seperti:

  • Sakit kepala kluster

Diklaim merupakan sakit kepala yang paling parah. Hal ini dikarenakan Anda bisa merasakan panas yang membakar atau menusuk di belakang mata. Rasa sakitnya pun tergolong konstan dan cukup buruk sehingga kebanyakan orang tidak bisa duduk diam saat serangan datang.

Tidak hanya rasa sakit, gejala lainnya adalah mata menjadi merah, kelopak mata terlihat lelah, pupil mengecil, juga keluar air mata. Sakit kepala kluster bisa berlangsung selama 15 menit sampai 3 jam.

  • Migrain

Saat terjadi migrain, Anda akan merasakan sakit kepala yang berdenyut dan hanya terasa di salah satu bagian kepala, yaitu kanan atau kiri. Penyebab sakit kepala yang satu ini bisa terasa ringan, membuat pandangan buram, sampai gangguan sensori.

Rasa sakit kepala yang disebabkan migrain dapat disertai dengan penglihatan menjadi kabur juga pusing disertai mual. Dapat menjadi dampak yang cukup signifikan, migrain dapat berlangsung beberapa jam, yaitu antara 2 sampai 3 jam.

Tak hanya itu saja, mirain merupakan sakit kepala paling umum yang mempunyai dampak signifikan pada kehidupan Anda

  • Migrain dengan aura

Ada sedikit perbedaan antara migrain biasa dengan migrain aura. Migrain aura merupakan penyebab sakit kepala yang kondisinya terdapat kilatan cahaya atau bintik-bintik cahaya saat Anda melihat suatu objek. Hal ini terjadi sebelum atau tepat saat migrain terjadi yang biasanya berlangsung antara 5 sampai 60 menit.

Gejala yang dirasakan adalah:

– Melihat garis zig-zag atau lampu berkedip.

– Hilangnya sebagian penglihatan.

-Mati rasa serta lemah di bagian otot.

-Kesulitan berbicara.

  • Sakit kepala tegang

Penyebab sakit kepala primer yang satu ini merupakan jenis sakit kepala yang paling umum di antara orang dewasa dan remaja. Hal yang akan dirasakan adalah rasa sakit kepala ringan sampai sedang.

Rasa sakitnya pun datang dan pergi seiring waktu namun bisa berlangsung selama 30 menit sampai beberapa jam ke depan. Pemicu umumnya adalah stres, rasa cemas, serta depresi.

Sakit kepala tegang mempunyai gejala yang bisa Anda rasakan seperti:

-Sensitivitas pada wajah, kepala, leher, dan juga bahu.

-Ada tekanan di bagian belakang mata.

-Sensitivitas terhadap suara juga cahaya.

  • Sakit kepala hipnik

Merupakan penyebab kepala sakit yang langka dan biasanya terjadi di awal umur 50 tahun atau lebih cepat. Kondisi ini membuat Anda terbangun di malam hari sehingga juga biasa disebut sebagai ‘jam alarm’.

Sakit kepala hipnik terjadi ketika kedua sisi kepala terasa berdenyut ringan hingga sedang dan bisa bertahan sampai 3 jam. Walaupun tidak berbahaya, sebaiknya Anda berkonsultasi kepada dokter untuk berkonsultasi.

Pilihan pengobatan yang bisa dilakukan adalah minum kafein, atau pengobatan seperti indometasin juga melatonin.

Beberapa kondisi sakit kepala primer juga dapat dipicu oleh beberapa faktor gaya hidup lainnya, seperti:

  • Terlalu sering mengonsumsi alkohol terutama anggur merah.
  • Makanan tertentu seperti daging olahan.
  • Perubahan jam tidur atau jam tidur yang tidak menentu.
  • Pola makan yang buruk.

2. Sakit kepala sekunder

Sedangkan sakit kepala sekunder merupakan gejala penyakit yang dapat mengaktifkan saraf yang peka terhadap rasa sakit di kepala. Kondisi ini pun cukup bervariasi karena tergantung dengan tingkat keparahan yang menjadi penyebab utama.

Beberapa penyebab sakit kepala sekunder, di antaranya:

  • Infeksi sinus

Sinus merupakan kondisi saat masuknya udara di dalam dahi, tulang pipi, serta hidung. Saat terjadi peradangan, maka terjadi pula pembengkakan di area tersebut. Adanya penumpukan tekanan ini lah yang menyebabkan sakit kepala.

Penyebab kepala sakit yang satu ini biasanya disertai dengan keluarnya cairan dari hidung. Gejala lainnya termasuk hidung tersumbat, demam, juga mual. Namun, kondisi ini jarang terjadi.

Sakit kepala yang disebabkan oleh sinus dapat diobati dengan obat penghilang rasa sakit serta dekongestan hidung. Namun, Anda perlu menemui dokter apabila tidak kunjung sembuh dalam waktu seminggu.

  • Sakit kepala rebound

Penyebab sakit kepala yang satu ini adalah karena adanya penggunaan obat yang berlebihan saat mengobati gejala sakit kepala. Sakit yang terjadi biasanya dimulai pada pagi hari dan bertahan sepanjang hari.

Rasa sakit bisa berkurang dengan obat penghilang rasa sakit namun memburuk ketika efeknya hilang. Hal ini pun bisa menimbulkan kondisi lain seperti sakit leher, kegelisahan, hidung tersumbat, dan kualitas tidur berkurang.

  • Darah menggumpal

Blood clot atau gumpalan darah merupakan kondisi dimana cairan darah yang berubah menjadi seperti gel atau semi padat. Saat terjadi gumpalan darah di otak, hal ini dapat menyebabkan sakit kepala mendadak dan gejala lainnya.

  • Tekanan darah tinggi

The American Heart Association (AHA) melakukan penelitian yang mengklaim bahwa sakit kepala bukanlah gejala tekanan darah tinggi. Namun, AHA juga menujukkan bahwa orang dengan kondisi tekanan darah tinggi dapat memicu hipertensi maligna.

Namun, sakit kepala yang dirasakan berbeda dengan biasanya sehingga perawatan sakit kepala dengan minum obat seperti aspirin tidak efektif untuk menghilangkan rasa sakit.

  • Tumor otak

Saat Anda mengalami sakit kepala yang lebih menyakitkan daripada biasanya, atau rasanya beda dari sakit kepala atau migrain, tumor otak bisa menjadi penyebabnya. Namun, perlu diingat kembali bahwa sebagian besar penyebab kepala menjadi sakit pun bukan karena tumor otak. Mayoritasnya, tumor otak dimulai di tempat lain di tubuh dan menyebar ke otak.

  • Sakit kepala karena hangover

Mengonsumsi terlalu banyak alkohol juga dapat menyebabkan kepala menjadi sakit yang disertai dengan denyut di bagian kepala pada keesokan harinya. Penyebab sakit kepala ini dirasakan pada kedua sisi kepala yang diperburuk oleh gerakan. Biasanya, Anda juga mengalami rasa mual dan sensitif terhadap cahaya.

Risiko terkena hangover dapat dikurangi dengan cara minum secukupnya, tidak minum alkohol dengan perut kosong, minum air putih di antara minuman beralkohol.

Saat terjadi benjolan kecil dan pukulan di kepala juga leher, Anda tidak perlu khawatir. Kondisi ini bisa menjadi penyebab sakit kepala ringan atau sedang. Hal yang biasa dirasakan adalah mirip sakit kepala tegang dan bisa diobati dengan penghilang rasa sakit.

Namun, saat sakit kepala tidak kunjung reda, segera hubungi dokter. Gejala setelah terjadi cedera kepala biasanya adalah tidak sadar, muntah, hilang ingatan, dan masalah pendengaran.

  • Dehidrasi

Dehidrasi merupakan kondisi saat tubuh tidak memiliki asupan cairan yang cukup. Hal ini bisa membuat otak menjadi berkontraksi sementara karena kehilangan cairan. Penyebab sakit kepala yang satu ini bisa terasa relatif ringan atau berat seperti migrain.

Nyeri karena sakit kepala dehidrasi dapat terjadi di bagian depan, belakang, samping, atau di seluruh bagian kepala. Apabila Anda mengalami hal ini, kemungkinan tidak akan mengalami sakit atau tekanan pada wajah serta belakang leher.

Penyebab sakit kepala lainnya

Selain sakit kepala primer dan sakit kepala sekunder, sakit kepala juga disebabkan oleh hal lainnya yang terkadang tidak Anda sadari, seperti:

1. Postur tubuh

Jangan salah, postur tubuh yang buruk bisa jadi penyebab timbulnya sakit kepala. Membungkuk terlalu lama atau posisi duduk tertentu dapat menjadi penyebab ketegangan di punggung bagian atas, leher, dan bahu, bisa jadi penyebab sakit kepala yang Anda alami.

Oleh karena itu, untuk mengatasi penyebab sakit kepala ini, Anda bisa membiasakan diri melakukan postur tubuh yang baik.

2. Makanan

Makanan yang diasapi, diasamkan, dikeringkan, atau dipanaskan beberapa kali, cenderung mengandung zat sulfit yang dapat melebarkan pembuluh darah Anda. Ini bisa menjadi penyebab sakit kepala Anda, terutama yang muncul tepat setelah makan. Keju juga mengandung sulfit yang bisa jadi penyebab sakit kepala pada beberapa orang.

3. Jadwal tidur yang tidak teratur

Jadwal tidur yang tidak teratur bisa menjadi salah satu penyebab sakit kepala. Banyak orang yang “membalas” waktu begadang selama hari kerja dengan bangun siang selama akhir pekan.

Diam-diam, ini bisa menjadi salah satu penyebab sakit kepala Anda sering kumat. Jadwal bangun dan pergi tidur yang tidak teratur bisa mengacaukan ritme sirkadian tubuh yang kemudian menjadi penyebab sakit kepala yang muncul tiba-tiba.

Sebaiknya tetap bangun di waktu yang sama setiap hari, termasuk akhir pekan. Ini cara terbaik untuk menjaga ritme sikardian Anda tetap konsisten. Jika Anda tidak ingin alasan ini menjadi penyebab sakit kepala Anda, tambahkan tidur siang di akhir pekan Anda.

4. Menatap layar gadget

Menatap layar komputer sepanjang hari bisa menjadi penyebab sakit kepala. Pasalnya, kebiasaan ini dapat memberikan tekanan berlebih pada mata Anda. Begitu pula dengan layar ponsel pintar Anda.

Variasi dalam cahaya dan kecerahan layar akan mengaktifkan retina dan saraf di belakang mata. Nah, hal tersebutlah yang dapat menjadi penyebab sakit kepala Anda. Coba untuk mengurangi

5. Cahaya terang matahari

Tahukah Anda bahwa menatap cahaya atau sinar matahari secara langsung bisa menjadi penyebab kepala sakit? Ya, melihat cahaya silau sinar matahari atau bahkan melihat pantulan matahari saja pun dapat menjadi penyebab sakit kepala.

Hal ini dikarenakan pantulan cahaya langsung ke mata dapat merangsang kerja talamus, bagian otak yang mengirimkan sinyal rasa sakit ke tubuh Anda untuk menyebabkan rasa sakit.

6. Memiliki berat badan berlebih

Obesitas atau berat badan berlebih rupanya bisa menjadi penyebab kepala sakit. Para peneliti dari Johns Hopkins University School of Medicine menemukan bahwa seseorang yang memiliki obesitas mengalami sakit kepala dua kali lebih banyak dari orang yang memiliki berat badan yang sehat. Maka dari itu, tidak ada salahnya jika Anda melakukan penurunan berat badan secara bertahap.

Bagaimana cara mengatasi penyebab sakit kepala?

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk meredakan ketika sakit kepala datang menyerang, diantaranya adalah:

  • Mengompres bagian kepala serta leher dengan menggunakan handuk panas atau handuk dingin. Namun, hindari suhu yang terlalu tinggi.
  • Hindari kegiatan yang dapat membuat Anda menjadi stres.
  • Perhatikan makanan yang Anda konsumsi. Sebaiknya lebih berhati-hati untuk menjaga kadar gula darah agar tetap seimbang.
  • Coba untuk mandi air hangat untuk membantu redakan sakit kepala.
  • Berolahraga secara teratur, istirahat yang cukup, dan tidur dengan waktu yang teratur dapat membantu mengurangi stres.

Anda juga bisa melakukan beberapa perawatan alternatif untuk sakit kepala seperti:

  • Akupuntur
  • Terapi perilaku kognitif
  • Meditasi
  • Mengonsumsi obat-obatan herbal

Sebelum melakukan peawatan alternatif untuk mengatasi masalah sakit kepala, ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Apalagi, belum ada bukti konkrit yang mengkonfirmasi bahwa metode ini berfungsi sebagaimana mestinya.

Terkadang, sakit kepala juga bisa terjadi ketika Anda kekurangan asupan nutrisi tertentu seperti magnesium dan vitamin B. kekurangan nutrisi juga dapat disebabkan oleh pola makan berkualitas yang buruk.

Kapan saya harus mengunjungi dokter?

Meskipun sebagian besar kondisi in bisa hilang dengan istirahat dan relaksasi, rasa nyeri di kepala sebelah kanan atau keseluruhan yang parah dapat menunjukkan masalah serius. Oleh sebab itu, perhatikan dengan baik gejala dari berbagai kemungkinan penyebab yang Anda alami. Berikut ini beberapa kondisi yang harus diperiksakan ke dokter:

1. Tidak mempan diobati

Jika obat pereda nyeri tidak juga membantu meredakan sakit kepala Anda, maka segeralah periksakan diri Anda ke dokter. Hal ini dilakukan agar Anda segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Anda juga disarankan untuk ke dokter kalau sakit kepala belakang ataupun sebelah yang menyerang tidak mereda juga meskipun sudah lebih dari 24 jam dan Anda sudah mencoba mengatasi penyebab sakit kepala akibat minum obat pereda nyeri.

2. Muncul secara tiba-tiba dan terasa sangat menyakitkan

Kalau tiba-tiba Anda diserang sakit kepala belakang atau sebelah yang sangat hebat dan tak tertahankan, segera cari layanan kesehatan darurat. Apalagi kalau kondisi ini belum pernah Anda alami sebelumnya.

Menurut seorang spesialis saraf dari Hartford HealthCare Headache Center di AS, dr. Brian Grosberg, biasanya kondisi ini terasa seperti kepala Anda dipukul keras-keras dan tingkat kesakitannya bisa tambah parah hanya dalam hitungan beberapa menit.

3. Gejala tambah parah kalau berganti posisi

Perhatikan, apakah rasa sakit di kepala yang menyerang jadi makin menyiksa kalau Anda ganti posisi? Misalnya kalau Anda membungkuk, bangkit berdiri, atau duduk.

Jika kondisi Anda merasa tambah parah kalau ganti posisi, bisa jadi ini adalah salah satu gejala bocornya cairan serebrospinal dalam otak. Konsultasikan ke dokter untuk memastikan ada tidaknya gejala dari penyebab sakit kepala tersebut.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: April 29, 2018 | Terakhir Diedit: Februari 18, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca