Mengenal Berbagai Jenis Sakit Kepala yang Paling Umum Terjadi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Sakit kepala adalah jenis sakit yang paling umum yang dialami setiap orang. Rasa sakit bisa ringan sampai berat di kepala, kulit kepala, dan kadang-kadang mungkin menjalar ke leher. Sementara sebagian besar kondisi ini dapat bertahan untuk waktu singkat, jenis lainnya dapat berlangsung selama berjam-jam dan kadang-kadang berhari-hari. Perawatan mungkin termasuk perubahan gaya hidup, relaksasi dan terkadang terapi obat dibutuhkan. Berikut ini penjelasan lebih lanjut terkait berbagai jenis dan penyebab sakit kepala yang harus Anda ketahui.

Apa saja jenis-jenis sakit kepala?

Pada dasarnya kondisi ini memiliki sekitar 150 jenis. Namun jenis yang paling umum di antaranya:

1. Sakit kepala tegang (tension headache)

Ini adalah kondisi yang paling sering dialami orang. Bahkan banyak orang menyebutnya sebagai sakit kepala “sehari-hari” karena hampir semua orang pasti pernah mengalaminya dalam beberapa kali hidup mereka.

Anda mungkin akan mengalami sakit kepala sebelah kanan secara konstan. Rasa sakit pada bagian kanan kepala ini merupakan jenis yang paling umum, meskipun belum ditemukan kejelasan pasti penyebabnya. Selain itu, Anda juga mungkin merasa kaku di belakang leher dan otot bahu kemudian menyebar ke depan, dan merasa adanya tekanan di belakang mata Anda bersamaan dengan tekanan pada rahang Anda.

Kondisi ini dapat pada siapa saja dan pada usia berapa pun, tetapi tidak cukup parah untuk mengganggu kehidupan sehari-hari Anda. Dalam banyak kasus, sakit kepala sebelah kanan akan hilang setelah 30 menit hingga beberapa hari.

2. Migrain

Migrain adalah serangan sakit kepala sebelah berulang yang diikuti rasa nyeri yang biasanya parah dan sering membuat penderitanya tidak berdaya. Banyak orang menyebut kondisi ini sebagai sakit kepala sebelah.

Rasa sakitnya berdenyut intens atau berupa rasa sakit ekstrem seperti dihantam oleh benda keras. Walaupun begitu, kondisi ini tergolong sebagai gangguan neurologis turunan akibat ketahanan yang lebih rendah terhadap rangsangan penyebab migrain, berbeda dari sakit kepala biasa ataupun cluster.

Selain merasakan sakit kepala sebelah, beberapa orang juga mengalami mual, muntah, atau sensitivitas terhadap suara bising atau cahaya. Kondisi ini terbilang umum karena dapat memengaruhi sekitar 1 dari setiap 5 wanita dan sekitar 1 dari setiap 15 orang pada pria.

Sakit kepala sebelah dikatakan serius bila berlangsung dari 4 jam sampai 3 hari dan disertai dengan gejala lainnya yang sangat parah hingga menghambat Anda untuk beraktivitas normal. Sakit kepala sebelah juga dikatakan parah jika penderita memiliki riwayat serangan setidaknya 2-5 kali serangan dengan pola yang sama.

3. Sakit kepala cluster

Sama seperti migrain, kondisi ini juga menyebabkan sakit kepala sebelah di salah satu sisi kepala. Bedanya, rasa nyeri yang intens terjadi secara tiba-tiba dan cenderung muncul di belakang mata atau area sekitar mata.

Selain nyeri yang intens, gejala lainnya dari kondisi ini adalah mata memerah dan berair, pupil mengecil, serta hidung berair. Kondisi ini terbilang umum, akan tetapi paling parah di antara jenis lainnya.

Setiap serangan sakit kepala sebelah dapat berlangsung 15 menit hingga 3 jam dan sering membangunkan pasien dari tidur karena rasa sakitnya bisa sangat buruk dan intens. Gejala kondisi ini bisa terjadi setiap hari, dan berlangsung beberapa minggu atau bulan pada satu waktu, sebelum reda.

Kondisi ini mungkin akan hilang sepenuhnya selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, tapi bisa saja sesekali kembali lagi. Pria 3-4 kali lebih sering terkena kondisi ini daripada wanita.

4. Sakit kepala sinus

Gejala khas dari kondisi ini adalah nyeri yang intens dan konstan di tulang pipi, dahi, atau batang hidung Anda. Terkadang, gejala sakit yang dirasakan hampir mirip dengan gejala migrain. Kondisi ini disebabkan akibat adanya infeksi virus, seperti virus flu.

Virus ini akan menyebar ke rongga sinus dari saluran pernapasan atas, sehingga pada akhirnya menyebabkan dinding sinus (ruang kecil di bagian tengkorak) mengalami peradangan.

Rasa sakit biasanya datang bersamaan dengan gejala sinus lainnya, seperti hidung meler atau tersumbat, telinga berdenging, demam, serta sakit tenggorokan.

5. Sakit kepala hormon

Kondisi ini sering terjadi pada wanita khususnya saat mendekati atau selama siklus menstruasi atau menopause. Pemicu lainnya mungkin setelah kehamilan atau saat mengonsumsi pil KB.

Meski sakit kepala belakang ataupun sebelah tidak mengancam jiwa, namun kondisi ini bisa jadi tanda adanya kondisi kesehatan yang lebih serius, seperti stroke.

Itu sebabnya, jika Anda mencurigai memiliki gejala yang sudah disebutkan di atas berulang kali dan tidak juga kunjung membaik dalam beberapa waktu, ada baiknya Anda segera konsultasi ke dokter

Apa saja penyebab sakit kepala?

Mengetahui gejala yang Anda rasakan dapat membantu dokter menentukan penyebab sakit kepala sebelah dan obat sakit kepala yang tepat. Kebanyakan penyebab sakit kepala sebelah bukanlah hasil dari penyakit serius, tetapi beberapa mungkin disebabkan oleh kondisi yang mengancam jiwa yang membutuhkan perawatan medis segera

Kondisi ini umumnya dikelompokkan berdasarkan penyebabnya. Berikut ini beberapa penyebab sakit kepala belakang ataupun sebelah yang harus Anda ketahui:

Penyebab sakit kepala primer

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh reseptor nyeri yang terlalu aktif di kepala Anda. Diperkirakan bahwa ada aktivitas kimia yang terjadi di otak, saraf, pembuluh darah di dalam dan di luar tengkorak, serta otot-otot di kepala dan leher. Kondisi ini seringnya terjadi bukan sebagai dampak dari kondisi kesehatan tertentu.

Berikut ini beberapa penyebab sakit kepala primer yang paling umum:

  • Migrain
  • Sakit kepala tegang
  • Sakit kepala cluster

Gaya hidup tertentu juga bisa jadi penyebab sakit kepala primer, seperti:

  • Alkohol, terutama anggur merah
  • Makanan tertentu, seperti daging olahan yang mengandung nitrat
  • Perubahan waktu tidur atau kurang tidur
  • Postur tubuh yang buruk
  • Melewatkan makan
  • Stres berat

Penyebab sakit kepala sekunder

Kondisi ini biasanya didasari oleh kondisi kesehatan yang lebih serius. Berikut ini beberapa kondisi kesehatan yang bisa jadi penyebab sakit kepala sekunder:

  • Perdarahan di bagian otak dan jaringan tipis yang menutupi otak (subarachnoid hemorrhage)
  • Tekanan darah yang sangat tinggi
  • Infeksi otak, seperti meningitisensefalitis, atau abses
  • Tumor otak
  • Gegar otak
  • Penumpukan cairan di dalam tengkorak yang mengarah ke pembengkakan otak (hydrocephalus).
  • Penumpukan tekanan di dalam tengkorak, tapi bukan tumor (pseudomotor cerebri).
  • Keracunan karbon monoksida
  • Kekurangan oksigen saat tidur (sleep apnea)
  • Masalah dengan pembuluh darah dan perdarahan di otak, seperti arteriovenous malformation (AVM), aneurisma otak, atau stroke
  • Masalah gigi tertentu
  • Infeksi telinga
  • Influenza (flu) dan penyakit demam lainnya (demam)
  • Terlalu sering menggunakan obat nyeri
  • Serangan panik dan gangguan panik

sakit kepala pada diabetes

Kapan harus ke dokter?

Meskipun sebagian besar kondisi in bisa hilang dengan istirahat dan relaksasi, rasa nyeri di kepala sebelah kanan atau keseluruhan yang parah dapat menunjukkan masalah serius. Oleh sebab itu, perhatikan dengan baik gejala yang Anda alami. Berikut ini beberapa kondisi yang harus diperiksakan ke dokter:

1. Tidak mempan diobati

Sudah minum obat tapi nyeri belum kunjung hilang? Bisa jadi Anda tidak cocok dengan obat tersebut atau ada penyebab lain yang berbahaya. Untuk itu, sebaiknya Anda langsung periksa ke dokter supaya bisa mendapatkan pengobatan terbaik.

Anda juga disarankan untuk ke dokter kalau sakit kepala belakang ataupun sebelah yang menyerang tidak mereda juga meskipun sudah lebih dari 24 jam dan Anda sudah minum obat pereda nyeri.

2. Sulit bicara dan mati rasa

Bila Anda mengalami sakit kepala belakang ataupun sebelah diikuti dengan gangguan seperti bicara melantur, sulit menyusun kalimat, linglung, sulit berpikir, dan sulit memahami kata-kata orang lain, bisa jadi Anda mengalami stroke.

Apalagi kalau muncul gejala yaitu sulit menggerakkan anggota tubuh dan muncul rasa kesemutan atau kebas. Sebaiknya langsung kunjungi pusat layanan kesehatan darurat karena aneurisma bisa menyebabkan stroke atau kematian.

3. Disertai demam dan leher kaku

Hati-hati jika sakit yang Anda alami disertai demam dan leher kaku. Pasalnya, sakit kepala belakang atau sebelah yang disertai dengan demam dan leher kaku kemungkinan besar jadi gejala radang otak (ensefalitis) atau radang selaput otak (meningitis). Dua penyakit ini bisa berakibat fatal, apalagi kalau tidak cepat ditangani.

4. Disertai dengan gangguan penglihatan

Menurut dr. Emad Estemalik dari Cleveland Clinic Lerner College of Medicine di Amerika Serikat (AS), jika Anda mengalami kondisi ini disertai dengan gangguan penglihatan, bisa jadi gejala migrain yang serius. Misalnya penglihatan Anda jadi kabur atau berbayang. Perhatikan juga gejala lain seperti badan lemas dan kesemutan.

5. Disertai mual, muntah, dan peka terhadap cahaya atau suara

Dalam beberapa kasus, migrain bisa disertai dengan gejala mual, muntah, dan peka terhadap cahaya atau suara. Akan tetapi, berbagai penyebab lain seperti vertigo dan gegar otak juga mungkin mengakibatkan gejala-gejala tersebut. Itu sebabnya, jika Anda mencurigai gejala migrain yang tidak biasa segera ke dokter untuk memastikan lebih lanjut penyebabnya.

6. Muncul setelah melakukan aktivitas tertentu

Memang ada beberapa jenis nyeri kepala yang baru akan muncul setelah Anda melakukan hal-hal tertentu. Misalnya setelah batuk, habis berolahraga, atau bahkan setelah Anda berhubungan seks. Ini berarti Anda punya kondisi kesehatan khusus yang jadi penyebabnya. Konsultasikan ke dokter untuk mencari tahu penyebabnya

7. Muncul secara tiba-tiba dan terasa sangat menyakitkan

Kalau tiba-tiba Anda diserang sakit kepala belakang atau sebelah yang sangat hebat dan tak tertahankan, segera cari layanan kesehatan darurat. Apalagi kalau kondisi ini belum pernah Anda alami sebelumnya.

Menurut seorang spesialis saraf dari Hartford HealthCare Headache Center di AS, dr. Brian Grosberg, biasanya kondisi ini terasa seperti kepala Anda dipukul keras-keras dan tingkat kesakitannya bisa tambah parah hanya dalam hitungan beberapa menit.

8. Gejala tambah parah kalau berganti posisi

Perhatikan, apakah rasa sakit di kepala yang menyerang jadi makin menyiksa kalau Anda ganti posisi? Misalnya kalau Anda membungkuk, bangkit berdiri, atau duduk.

Jika kondisi Anda merasa tambah parah kalau ganti posisi, bisa jadi ini adalah salah satu gejala bocornya cairan serebrospinal dalam otak. Konsultasikan ke dokter untuk memastikan ada tidaknya gejala tersebut.

Bagaimana cara mendiagnosis kondisi ini?

Sama seperti ketika mendiagnosis penyakit lainnya, hal pertama yang akan dilakukan dokter adalah menanyakan riwayat kesehatan Anda. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan tentang gejala yang Anda miliki dan seberapa sering itu terjadi. Jika diperlukan, tes lanjutan seperti tes urin, tes darah, CT scan, MRI, ataupun EEG juga mungkin akan dilakukan.

Apa saja pilihan obat sakit kepala yang ampuh?

Pada dasarnya obat sakit kepala belakang ataupun sebelah yang Anda butuhkan tergantung pada banyak hal, termasuk jenis sakit di kepala yang Anda alami, seberapa sering Anda mengalaminya, dan apa penyebabnya.

Dalam banyak kasus, kondisi ini tidak membutuhkan bantuan medis sama sekali. Meski begitu, beberapa orang lainnya mungkin membutuhkan obat sakit kepala, konseling, ataupun terapi terapi biofeedback untuk meredakan gejala.

Jika rasa sakit yang Anda alami tergolong ringan, Anda dapat mengonsumsi obat sakit kepala atau pereda nyeri yang dapat dibeli di apotek tanpa resep dokter. Obat sakit kepala ini termasuk obat nonsteroidal anti-inflammatory (NSAID) dan paracetamol.

Sementara untuk sakit yang lebih berat, Anda mungkin membutuhkan obat sakit kepala dosis tinggi yang harus menggunakan resep dokter. Obat sakit kepala yang sering diresepkan dokter untuk mengurangi rasa sakit di antaranya:

  • Suntikan sumatriptan, yang dapat Anda berikan dua kali sehari.
  • Sumatriptan atau semprot hidung zolmitriptan, yang dapat digunakan jika Anda lebih memilih untuk tidak melakukan suntikan.
  • Terapi oksigen, di mana Anda menghirup oksigen murni melalui masker.

Penting untuk membaca dengan teliti bagaimana aturan pakai obat pada kemasannya. Ini supaya Anda tidak salah menakar dosis dan menentukan kapan obat harus diminum. Selalu konsultasikan pada dokter dulu jika Anda memiliki riwayat penyakit lain sebelum menggunakan obat pereda sakit kepala.

penyebab sakit kepala dan mata serta pusing

Cara lainnya untuk mengobati sakit kepala

1. Relaksasi

Jika Anda biasa bermeditasi, Anda bisa menggunakan teknik meditasi untuk meredakan sakit kepala Anda. Pejamkan mata, atur napas Anda. Bayangkan Anda sedang berada di tempat favorit Anda yang nyaman dan sakit kepala Anda berangsur-angsur menghilang.

2. Istirahat di ruangan gelap

Jika sakit kepala belakang muncul ketika Anda sedang beraktivitas, segeralah mencari tempat untuk berbaring atau untuk sekadar duduk. Usahakan Anda berisitirahat di ruangan yang tenang dan agak gelap. Hindari kebisingan yang berasal dari lingkungan sekitar. Tenangkan diri Anda dan cobalah melemaskan bagian kepala serta pundak Anda

3. Kompres

Anda bisa melakukan teknik kompres dingin dan kompres panas. Cobalah mengompres bagian kening dan belakang leher Anda menggunakan lap hangat, ini akan membantu melancarkan peredaran darah dan mengendurkan otot-otot yang kaku. Setelah itu, lanjutkan dengan mengompres bagian tersebut dengan kompres dingin.

Anda bisa menggunakan beberapa es batu yang dibalut dengan sapu tangan. Efek dingin ini akan mengecilkan pembuluh darah. Ketika pembuluh darah mengecil, tekanan terhadap saraf-saraf sensitif yang terdapat di kepala akan berkurang.

4. Pijat ringan

Jika Anda merasakan sakit kepala belakang, Anda bisa coba memijit bagian yang sakit menggunakan jari telunjuk dan atau ibu jari Anda. Berikan pijatan ringan dengan konstan selama 7-15 detik, lalu lepaskan. Ulangi lagi sampai Anda merasa sakit berkurang.

Cobalah minta bantuan orang lain untuk memijit area kepala, leher, dan pundak Anda. Mintalah untuk memijat dengan tekanan yang pas, karena jika terlalu pelan maka tidak akan mengendurkan otot-otot yang tegang, tetapi jika terlalu keras akan menambah sakit kepala Anda.

5. Peregangan

Sakit kepala Anda mungkin disebabkan oleh tegangnya otot-otot di bagian pundak dan leher. Ketegangan ini dapat diakibatkan oleh stres, kelelahan, atau posisi duduk yang sama untuk waktu yang terlalu lama.

Jika hal ini merupakan penyebab sakit kepala Anda, Anda bisa melakukan peregangan sederhana seperti tekuk kepala Anda ke satu sisi kemudian putar perlahan ke arah bawah membentuk gerakan setengah lingkaran, biarkan dagu Anda menyentuh dada. Anda bisa ulangi kembali ke sisi yang berlawanan.

6. Banyak minum air

Salah satu tanda dehidrasi adalah sakit kepala belakang yang jarang-jarang, cobalah untuk minum segelas air. Setelah kondisi Anda membaik, cobalah untuk mencari tahu apa penyebabnya.

Anda mungkin telat makan, kurang minum, stres, atau Anda terlalu lama duduk dalam posisi yang kurang nyaman. Hal-hal tersebut biasanya merupakan penyebab dari tension headache. Dengan mengetahui penyebab kondisi ini, Anda dapat menghindari serangan sakit di kepala di kemudian hari.

7. Makan

Turunnya kadar gula darah dapat menyebabkan sakit kepala belakang atau kedua sisi. Cobalah makan camilan atau minum teh manis hangat terlebih dahulu. Usahakan untuk makan selalu tepat pada waktunya untuk menghindari sakit kepala yang diakibatkan oleh penurunan kadar gula darah.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca