Mengenal Berbagai Jenis Sakit Kepala yang Paling Umum Terjadi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: Annisa Hapsari

Sakit kepala adalah jenis sakit yang paling umum yang dialami setiap orang. Rasa sakit ini bisa berupa sakit yang ringan sampai berat di kepala, kulit kepala, dan kadang-kadang mungkin menjalar ke leher. Namun, sakit kepala ternyata juga terdiri dari berbagai jenis yang berbeda-beda. Tahukah Anda apa saja jenis sakit kepala? Simak penjelasannya berikut.

Apa saja jenis-jenis sakit kepala?

Pada dasarnya, sakit kepala terbagi ke dalam dua jenis, primer dan sekunder. Kedua jenis sakit kepala ini dibedakan berdasarkan penyebabnya. Berikut adalah penjelasan mengenai tipe sakit kepala yang termasuk primer dan sekunder, di antaranya:

1. Sakit kepala primer

Jenis sakit kepala ini adalah sakit kepala yang sering kali terjadi atau dialami oleh banyak orang. Kondisi ini muncul akibat struktur otak yang sensitif terhadap rasa sakit bekerja terlalu keras atau mengalami masalah. Sakit kepala primer bukan disebabkan oleh adanya kondisi kesehatan lain.

Jenis sakit kepala ini mungkin juga terjadi akibat aktivitas zat kimia pada otak seperti saraf atau pembuluh darah di kepala, atau kondisi otot yang berada di kepala dan leher. Bahkan mungkin terjadi akibat kombinasi akan kedua faktor tersebut.

Tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa sakit kepala primer juga terjadi akibat riwayat kesehatan keluarga. Artinya, penyakit ini bisa diturunkan melalui genetik. Namun, umumnya, sakit kepala primer dipicu akibat gaya hidup seperti:

  • penggunaan alkohol, khususnya anggur merah
  • kebiasaan makan makanan tertentu, misalnya daging olahan yang masih mengandung nitrat
  • perubahan kebiasaan tidur atau kurang tidur
  • kebiasaan mempraktikkan postur tubuh yang buruk
  • kebiasaan melewatkan makan
  • stres

a. Sakit kepala tegang (tension headache)

Jenis sakit kepala yang satu ini adalah yang paling sering dialami oleh banyak orang. Bahkan, sebagian besar orang menyebutnya sebagai sakit kepala yang terjadi sehari-hari, karena memang hampir semua orang pernah mengalami jenis sakit kepala yang satu ini.

Umumnya, rasa sakit kepala yang satu ini tidak terlalu parah, tetapi akan memberikan rasa sakit seperti kepala sedang ditekan atau diikat erat-erat sehingga menimbulkan tekanan di kepala. Sayangnya, meski kondisi ini tergolong yang paling sering terjadi, masih belum dapat diketahui dengan pasti apa penyebabnya.

Jenis sakit kepala ini masih terbagi ke dalam beberapa jenis lagi, seperti berikut:

Sakit kepala tegang episodik

Kondisi ini bisa terjadi selama 30 menit namun bisa juga bertahan hingga satu minggu lamanya. Jika berlangsung cukup sering, kondisi ini biasanya muncul kurang dari 15 hari dalam sebulan dan akan berlangsung selama tiga bulan. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini bisa berubah menjadi kondisi yang cukup serius.

Sakit kepala tegang kronis

Salah satu jenis tension headache yang satu ini mungkin berlangsung selama berjam-jam. Sakit kepala tegang yang Anda alami tergolong kronis jika berlangsung lebih dari 15 hari dalam sebulan dan terulang setidaknya selama tiga bulan berturut-turut.

Siapa saja, pada usia berapa saja, bisa mengalami kondisi ini. Namun, orang yang depresi, sering merasa cemas, kurang tidur, memiliki artritis di bagian leher, dan kelebihan berat badan memiliki potensi yang lebih tinggi mengalami jenis sakit kepala ini.

Namun, Anda tidak perlu khawatir, karena pada umumnya sakit kepala ini akan hilang seiring berjalannya waktu. Jika tidak, Anda harus segera menghubungi dokter.

b. Migrain

Jenis sakit kepala lainnya adalah migrain. Kondisi ini adalah serangan sakit kepala sebelah berulang yang diikuti rasa nyeri yang biasanya parah dan sering membuat penderitanya tidak berdaya. Banyak orang menyebut kondisi ini sebagai sakit kepala sebelah.

Rasa sakitnya berdenyut intens atau berupa rasa sakit ekstrem seperti dihantam oleh benda keras. Walaupun begitu, kondisi ini tergolong sebagai gangguan neurologis turunan akibat ketahanan yang lebih rendah terhadap rangsangan penyebab migrain. Maka dari itu, kondisi ini berbeda dari sakit kepala tegang ataupun cluster.

Migrain akan lebih mudah menyerang orang yang sering melewatkan jam makan, kurang tidur, sering mengalami stres, merokok, depresi, terlalu banyak mengonsumsi alkohol, atau sering mendengarkan suara-suara yang terlalu keras. Kondisi ini juga lebih sering terjadi pada orang yang sedang menstruasi.

Biasanya, rasa sakit kepala sebelah ini didampingi dengan gejala seperti mual, muntah, atau sensitivitas terhadap suara bising atau cahaya. Kondisi ini terbilang umum karena dapat memengaruhi sekitar 1 dari setiap 5 wanita dan sekitar 1 dari setiap 15 orang pada pria. Namun, kondisi ini lebih sering terjadi pada remaja.

Jenis sakit kepala ini tergolong serius bila berlangsung dari 4 jam sampai 3 hari dan disertai dengan gejala lainnya yang sangat parah hingga menghambat Anda untuk beraktivitas normal. Sakit kepala sebelah juga dikatakan parah jika penderita memiliki riwayat serangan sakit kepala setidaknya 2-5 kali serangan dengan pola yang sama.

Migrain dengan aura

Sedikit berbeda dengan migrain biasa, migrain yang disertai dengan aura berarti membuat penderitanya mengalami gejala lain yang disebut aura. Aura adalah gejala berupa kilatan cahaya, titik-titik cahaya atau perubahan lain pada pandangan mata. Selain itu, aura juga bisa berupa mati rasa pada wajah atau tangan.

Biasanya, aura muncul tepat sebelum atau bersamaan dengan datangnya migrain. Penanganan dari jenis sakit kepala yang satu ini sebenarnya tidak berbeda dengan mengatasi migrain biasa. Pasalnya,

c. Sakit kepala cluster

Sakit kepala cluster termasuk jenis sakit kepala yang juga sering terjadi pada beberapa orang. Jika mengalami kondisi ini, Anda mungkin merasakan sakit kepala sebanyak satu hingga maksimal delapan kali dalam sehari. Sama seperti migrain, kondisi ini juga bisa menyebabkan sakit kepala sebelah di salah satu sisi kepala. Bedanya, rasa nyeri yang intens terjadi secara tiba-tiba dan cenderung muncul di belakang mata atau area sekitar mata.

Jenis sakit kepala ini terbilang cukup unik, karena terjadi secara periodik atau terjadi pada waktu-waktu tertentu saja. Namun, jika rasa sakit sudah muncul, rasa sakitnya bisa bertahan dari berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.  Sebaliknya, jika sedang tidak kambuh, penderitanya mungkin tidak merasakan sakit kepala sama sekali, dan kondisi ini bisa bertahan selama 12 bulan lamanya.

Umumnya, saat periode sakit kepala cluster muncul, rasa sakitnya akan muncul setiap hari. Bahkan, mungkin terjadi beberapa kali dalam sehari. Dalam satu kali serangan sakit atau kemunculannya, rasa sakit ini bisa bertahan selama 15 menit hingga tiga jam. Biasanya, serangan rasa sakit ini akan muncul di waktu yang sama setiap harinya. Misalnya, pada malam hari, kira-kira 1-2 jam sebelum Anda pergi tidur.

Rasa sakit yang dialami berhenti secara tiba-tiba, sama halnya dengan kemunculan rasa sakit itu sendiri. Setelah serangan rasa sakit berhenti, sebagian besar orang yang mengalaminya tidak akan merasakan sakit namun akan merasa sangat amat lelah.

Sebenarnya, kondisi ini bisa menyerang siapa saja, namun laki-laki memiliki risiko yang lebih tinggi. Apalagi pada usia 20-50 tahun. Selain itu, orang yang pernah menjalani operasi di bagian kepala atau orang yang pernah mengalami cedera kepala juga memiliki potensi risiko yang sama.

2. Sakit kepala sekunder

Jenis sakit kepala lainnya adalah sakit kepala sekunder. Sakit kepala yang satu ini biasanya terjadi akibat adanya kondisi kesehatan lain di dalam tubuh yang memicu sakit di area kepala. Kondisi kesehatan ini biasanya menyerang bagian kepala yang sensitif terhadap rasa sakit.  Beberapa kondisi yang mungkin menyebabkan sakit kepala adalah sebagai berikut:

  • tumor otak
  • dehidrasi
  • infeksi telinga
  • glaukoma
  • tekanan darah tinggi
  • flu
  • penggunaan obat-obatan
  • serangan panik
  • stroke
  • dan masih banyak lagi

Berikut adalah beberapa kondisi sakit kepala yang disebabkan oleh beberapa kondisi kesehatan tertentu, misalnya:

a. Sakit kepala sinus

Jenis sakit kepala lainnya adalah sakit kepala sinus. Sakit ini terasa seperti infeksi sinusitis. Saat mengalaminya, Anda mungkin akan merasakan tekanan di area pipi, mata, dan kepala. Bahkan, sama halnya dengan migrain, sakit kepala ini juga bisa menimbulkan rasa sakit yang berdenyut-denyut.

Gejala khas dari kondisi ini adalah rasa sakit yang akan terasa semakin parah saat Anda berbaring atau mengayunkan tubuh Anda ke depan. Lalu, hidung Anda juga mungkin akan terasa berair. Anda juga akan merasa lelah dan gigi bagian depan Anda akan merasa sakit.

Sebenarnya, sakit kepala sinus dan migrain tidak memiliki banyak perbedaan. Keduanya sama-sama menyebabkan kepala berdenyut dan akan terasa semakin sakit jika Anda membungkukkan tubuh ke depan, namun jenis sakit kepala ini biasanya tidak menyebabkan rasa mual dan ingin muntah. Rasa sakit kepala ini juga tidak terpicu karena terlalu sering mendengarkan suara keras atau cahaya yang terlalu terang.

Sakit kepala akibat sinusitis biasanya muncul setelah terjadi infeksi virus. Virus ini akan menyebar ke rongga sinus dari saluran pernapasan atas, sehingga pada akhirnya menyebabkan dinding sinus (ruang kecil di bagian tengkorak) mengalami peradangan.

Rasa sakit kepala yang disebabkan sinusitis ini biasanya bertahan selama beberapa hari atau lebih. Rasa sakit biasanya datang bersamaan dengan gejala sinus lainnya, seperti hidung mengeluarkan cairan terus menrus atau tersumbat, telinga berdenging, demam, serta sakit tenggorokan.

b. Sakit kepala akibat penggunaan obat-obatan

Jenis sakit kepala yang satu ini biasanya disebabkan oleh penggunaan obat pereda rasa sakit dalam jangka panjang atau terus-menerus. Obat-obatan pereda nyeri atau rasa sakit memang dapat digunakan untuk mengatasi sakit kepala. Namun, penggunaan dalam jangka panjang, misalnya lebih dari dua hari dalam seminggu, dapat menyebabkan sakit kepala.

Segala obat pereda rasa sakit memang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami sakit kepala akibat penggunaan obat. Tetapi, rasa sakit akibat penggunaannya hanya timbul jika Anda menggunakannya untuk meredakan rasa sakit di kepala. Jika Anda menggunakannya untuk rasa sakit lainnya, belum tentu obat dapat menyebabkan rasa sakit di kepala. Apalagi jika Anda tidak mengalami kondisi sakit di kepala sebelumnya.

Kondisi ini biasanya ditandai dengan kemunculannya setiap hari, khususnya di pagi hari saat Anda baru bangun tidur. Selain itu, obat ini membuat Anda ketergantungan. Pasalnya, sakit kepala yang ada sebelumnya hanya akan sembuh saat efek obat masih terasa. Jika efek obat hilang, sakit kepala akan muncul kembali.

Tetapi Anda tidak perlu khawatir, karena rasa sakit yang muncul biasanya akan berhenti saat Anda tidak menggunakan obat-obatan pereda rasa sakit ini lagi.

c. Sakit kepala setelah olahraga

Rasa sakit yang satu ini biasanya muncul setelah olahraga yang cukup berat. Olahraga-olahraga ini termasuk berlari, mendayung, bermain tenis, berenang, dan angkat beban.

Jenis sakit kepala yang satu ini terbagi ke dalam dua kategori, yaitu sakit kepala primer dan sakit kepala sekunder. Namun, sakit kepala yang satu ini biasanya tidak ada kaitannya dengan penggunaan obat-obatan atau kondisi medis lainnya.

Gejala yang mungkin terjadi akibat sakit kepala akibat olahraga ini biasanya adalah rasa sakit kepala yang berdenyut, dan biasanya muncul tepat setelah aktivitas olahraga yang cukup serius, dan menyerang kedua sisi kepala.

Jika Anda mengalami sakit kepala ini, Anda tidak perlu khawatir karena kondisi ini sudah cukup umum terjadi. Biasanya, kondisi ini akan bertahan selama lima menit hingga 48 jam setelah olahraga. Namun, pada beberapa kasus, jenis sakit kepala ini bisa bertahan lebih lama dari itu.

Sebenarnya, kondisi ini masih belum dapat dipastikan alasannya. Namun, diduga jenis sakit kepala ini terjadi karena saat melakukan aktivitas yang berat, pembuluh darah di dalam otak melebar sehingga menyebabkan sakit kepala.

Kondisi ini akan lebih mudah menyerang orang yang berolahraga di cuaca yang panas, di dataran tinggi, atau memiliki riwayat sakit kepala migrain. Oleh sebab itu, akan lebih baik jika Anda berolahraga di tempat dan suasana yang tepat.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca