Para ahli menyarankan, perempuan yang aktif secara seksual atau yang berusia lebih dari 21 tahun, harus pergi ke dokter kandungan secara rutin. Paling tidak, setahun sekali melakukan check-up rutin untuk menjaga kesehatan rahim dan vagina. Karena, jika ada keluhan atau gejala tertentu, semakin cepat dideteksi, semakin baik dan langsung bisa ditangani. Simak beberapa keluhan dan kondisi yang mengharuskan Anda pergi konsultasi ke dokter kandungan.

5 Kondisi yang mengharuskan Anda pergi ke dokter kandungan

1. Nyeri pada bagian panggul dan perut

Sangat dianjurkan bagi Anda yang mengalami nyeri pada bagian pinggul dan perut bawah untuk pergi ke dokter kandungan. Dokter akan mendiagnosis masalah pada bagian sekitar area kelamin dan rahim Anda untuk mengetahui penyebab dan dampak yang akan timbul. Masalahnya, nyeri pada bagian panggul dan perut merupakan sebuah tanda adanya infeksi pada area tersebut.

Contoh penyakit yang sering timbul adalah kista ovarium atau bahkan Anda mengalami kehamilan ektopik. Sedangkan menurut survei dari American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), wanita yang mengalami nyeri pada panggul dan perut biasanya mengidap fibroid rahim atau endometriosis.

2. Perdarahan di luar menstruasi, atau setelah menopause

Bercak darah dari vagina belum tentu Anda sedang mengalami menstruasi. Perdarahan abnormal bisa saja terjadi, dan gejalanya mirip seperti menstruasi. Bedanya, perdarahan ini disertai rasa sakit dan beberapa gejala kondisi tubuh yang tidak sehat, seperti, mual, nyeri parah, dan wajah pucat pasi.

National Institutes of Health menyatakan, jika terdapat gejala seperti yang telah disebutkan di atas, bisa jadi ada sesuatu yang bermasalah pada vagina Anda. Biasanya, ini menjadi tanda adanya cedera vagina, keguguran, dan bahkan kanker serviks. Begitupun dengan wanita yang mengalami perdarahan setelah menopause. Bisa jadi, ini sebagai tanda adanya kanker pada rahim.

3. Masalah saat menstruasi

Penting bagi para wanita untuk mengetahui ciri-ciri menstruasi yang normal dan tidak normal. Kadang, beberapa keluhan muncul akibat mentruasi yang terjadi lebih dari satu kali dalam sebulan, atau menstruasi yang tidak teratur. Ini menandakan adanya masalah pada bagian rahim dan kelamin Anda. Apalagi jika masalah menstruasi ini disertai dengan tubuh yang merasa lemah atau pusing selama menstruasi berlangsung.

Dr. Weiss dari American College of Obstetricians and Gynecologists menyatakan, jika terjadi gejala menstruasi yang normal, tidak ada alasan bagi wanita untuk tidak pergi ke dokter kandungan. Menstruasi yang jarang atau tidak teratur bisa menjadi sebuah gejala dari kondisi kesehatan seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS), masalah ketidakseimbangan hormon, atau bahkan menjadi tanda bahwa Anda sedang hamil.

4. Keputihan berwarna dan berbau, atau nyeri di bagian kelamin

Pada dasarnya, keputihan adalah cara dari vagina membersihkan dirinya sendiri. Jumlah dan warna cairan vagina ini menentukan apakah keputihan tersebut normal atau tidak. Jika Anda mengalami keputihan dalam jangka waktu yang lama dan warnanya tidak putih, apalagi jika berbau menyengat, sebaiknya Anda pergi ke dokter kandungan atau kelamin.

Menurut ACOG, jika gejala keputihannya disertai gatal-gatal dan sakit di bagian kelamin, itu merupakan tanda-tanda vaginitis. Ada dua penyebab utamanya, pertama adalah infeksi ragi dan bakteri di kelamin Anda. Dan yang kedua adalah herpes yang menyebabkan luka pada bagian dalam kelamin.

5. Nyeri saat berhubungan seks

Jangan sampai hubungan seksual yang biasa Anda lakukan menjadi sebuah derita tersendiri akibat rasa sakit yang dirasakan. Nyeri saat berhubungan seks dapat dikatakan sebagai nyeri panggul dalam atau nyeri di daerah kelamin Anda. Penyebab umumnya adalah vagina yang kering (tidak terangsang dengan baik), infeksi pada vagina, atau fibroid rahim vagina.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca