Apa Benar Kanker Serviks Bisa Menular, Atau Hanya Sekadar Hoax?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Kanker serviks adalah jenis kanker kedua yang paling sering menyerang wanita. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), kanker serviks telah menjadi penyebab kematian lebih dari 300.00 wanita di dunia. Sampai saat ini, banyak yang mengira kalau kanker serviks menular layaknya penyakit infeksi. Apakah anggapan penularan kanker serviks ini benar, atau hanya sekadar hoax belaka?

Mungkinkah bisa terjadi penularan kanker serviks?

komplikasi kanker serviks

Kanker serviks terjadi saat sel dalam jaringan leher rahim (serviks) tumbuh tak terkendali. Perubahan abnormal pada sel leher rahim ini sebenarnya belum diketahui secara pasti.

Namun, infeksi human papillomavirus (virus HPV) umumnya disebut-sebut sebagai penyebab kanker serviks. Ketika seorang wanita baru terinfeksi virus HPV, virus tersebut tidak akan langsung menyebabkan kanker.

Virus HPV biasanya membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun sampai benar-benar berubah menjadi sel kanker. Pada awalnya, virus ini akan berkembang dan merusak sel serta jaringan di dalam serviks atau leher rahim. Kondisi ini biasanya disebut dengan tahap prakanker dan tidak menyebabkan gejala apapun.

Jika kerusakan semakin bertambah parah, sel-sel tersebut akan berubah menjadi sel kanker dan merusak leher rahim. Alhasil, kemudian muncullah gejala kanker serviks.

Pertanyaan selanjutnya, sebenarnya mungkinkah penularan kanker serviks bisa terjadi? Jawaban singkatnya, tentu tidak. Meski kemungkinan penyebab utama kanker serviks adalah karena virus HPV, tapi perpindahan virus ini dari satu orang ke orang lainnya tidak akan membawa sel kanker.

Dengan kata lain, ketika sudah berkembang di dalam tubuh, sel kanker serviks maupun gejalanya tidak bisa menular ke orang lain melalui media apa pun.

Penularan bukan dari sel kanker serviks, tapi dari virus HPV

Mengenal 3 Gejala Utama Kanker Serviks

Melihat proses pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh, dapat disimpulkan bahwa kanker serviks bukanlah penyakit menular. Akan tetapi, yang perlu digarisbawahi, penyebaran atau penularan virus HPV yang seharusnya diwaspadai.

Pasalnya, virus HPV yang diyakini dapat menjadi penyebab utama kanker serviks ini bisa menular pada siapa saja tanpa pandang bulu. Khususnya saat Anda melakukan hubungan seks tidak aman, seperti tanpa seks menggunakan kondom.

Selain itu, adanya kontak langsung antar kulit, hubungan seks melalui anal, serta seks oral juga bisa menjadi perantara penularan virus HPV, hingga berujung pada kanker serviks.

Jika nantinya sudah berhasil masuk ke dalam tubuh, virus HPV akan menyerang dan menginfeksi sel skuamosa (squamous cell) yang melapisi permukaan organ bagian dalam. Atas dasar itulah, kebanyakan penyakit kanker yang diawali oleh virus HPV, merupakan jenis kanker yang disebut dengan karsinoma sel skuamosa.

Begitu pula dengan kanker serviks, yang dikenal sebagai adenokarsinoma karena berasal dari infeksi virus HPV pada sel dan kelenjar di dalam serviks. Jadi singkatnya, yang perlu Anda waspadai adalah penularan virus HPV, dan bukan penularan kanker serviks.

Apa yang harus dilakukan agar tidak tertular virus HPV?

vaksin HPV

Salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker serviks, yakni dengan menghindari penularan virus HPV. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk membuat diri Anda terlindungi dari penularan serta infeksi virus HPV penyebab kanker serviks, meliputi:

1. Lakukan hubungan seks yang aman

Jalur penyebaran utama virus HPV adalah melalui hubungan seks yang berisiko. Maka, sebaiknya pahami dulu seperti apa prinsip seks yang aman.

Salah satunya dengan memastikan menggunakan kondom selama melakukan hubungan seks, khususnya apabila pasangan Anda memiliki infeksi menular seksual (IMS).

Rutin menjalani tes penyakit kelamin juga bisa membantu mendeteksi dan melindungi diri serta pasangan Anda dari serangan infeksi menular seksual. Tak lupa, pastikan juga Anda dan pasangan saling setia dan tidak melakukan hubungan seks dengan orang lain. 

2. Pastikan Anda mendapat vaksin HPV

Upaya lain guna menurunkan risiko penularan virus HPV yang bisa berujung pada kanker serviks, yakni dengan mendapatkan vaksin HPV. Secara tidak langsung, vaksin HPV ini yang juga digunakan sebagai vaksin kanker serviks.

Pemberian vaksin HPV bukan hanya terbatas pada orang dewasa. Namun, vaksin ini juga sudah mulai gencar diberikan untuk anak-anak, terutama perempuan, mulai dari usia 10 tahun ke atas.

Intinya, pemberian vaksin HPV sebaiknya mulai dilakukan sebelum seseorang aktif berhubungan seksual. Cara ini setidaknya bisa membantu proses pembentukan antibodi di dalam tubuh untuk melawan serangan virus HPV.

Apalagi, saat ini sudah ada banyak pelayanan kesehatan yang menyediakan vaksin HPV. Jadi, jangan lupa untuk mendapatkannya, ya!

3. Rutin melakukan pemeriksaan medis

Pap smear adalah pemeriksaan yang wajib dilakukan oleh kaum wanita yang telah berusia di atas 21 tahun dalam kurun waktu 3 tahun sekali. Pemeriksaan ini juga menjadi salah satu metode untuk deteksi dini kanker serviks.

Oleh karena itu, Anda dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan pap smear secara rutin sesuai jadwal. Bukan itu saja, jika Anda ingin mencari tahu kemungkinan adanya virus HPV di dalam tubuh, Anda bisa melakukan tes HPV. 

Akan tetapi, sedikit berbeda dengan pap smear yang bisa dilakukan sendiri, tes HPV lebih dianjurkan untuk dilakukan bersama dengan pemeriksaan pap smear. Terutama bagi wanita yang berusia lebih dari 30 tahun.

Pemeriksaan medis ini bertujuan untuk mengetahui sedini mungkin mengenai keberadaan sel-sel prakanker yang bisa mengarah pada kanker serviks. Hasil pemeriksaan yang tampak abnormal nantinya akan membantu dokter untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Entah itu dengan melakukan pemeriksaan lain, maupun memberikan pengobatan sesuai kondisi Anda. Di sisi lain, menerapkan pola hidup sehat juga tak kalah penting untuk mencegah penularan virus yang dapat berkembang menjadi kanker serviks.

Misalnya saja melakukan olahraga yang rutin, menjaga berat badan ideal, serta meninggalkan kebiasaan buruk seperti merokok.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca