Siapa Saja yang Boleh Melakukan CT Scan dan Seperti Apa Persiapannya?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Apakah Anda diminta dokter untuk melakukan pemeriksaan CT scan? CT (computed tomography) scan adalah pemeriksaan medis lanjutan yang biasanya dilakukan untuk membantu dokter mengetahui kondisi kesehatan pasien. Prosedur medis ini dilakukan dengan menggunakan teknologi yang canggih. 

Sebelum melakukan pemeriksaan CT scan, sebaiknya cari tahu dulu beberapa hal yang harus Anda siapkan.

Apa itu pemeriksaan CT scan?

CT scan adalah pemeriksaan medis yang menggunakan teknologi sinar X dan komputer sekaligus. Pemeriksaan ini membuat tim medis dapat melihat apa yang terjadi di dalam tubuh pasien. Bisa dibilang CT scan adalah alat yang digunakan untuk membaca kondisi tubuh seseorang. Pemeriksaan ini lebih jelas serta lebih rinci ketimbang pemeriksaan rontgen.

Dokter biasanya meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan CT scan untuk:

  • Mencari tahu ada tidaknya masalah pada tulang dan sendi Anda. Dengan melakukan pemeriksaan ini, dokter mampu mendeteksi adanya patah tulang atau tumor di tulang. 
  • Mendeteksi tumor, penggumpalan darah, kelebihan cairan, dan infeksi.
  • Jika Anda mengalami suatu kondisi kesehatan khusus seperti kanker, penyakit jantung, atau gangguan fungsi hati, maka dokter menggunakan pemeriksaan ini untuk melihat perkembangan penyakit yang Anda derita.
  • Menunjukkan letak cedera internal dan perdarahan akibat kecelakan atau benturan keras.
  • Memandu rencana dan prosedur perawatan, seperti biopsi, operasi, dan terapi radiasi.
  • Melihat perkembangan pengobatan yang sudah dilakukan pasien. Misalnya, melihat respon kemoterapi atau terapi radiasi yang dilakukan pasien kanker.

Persiapan sebelum menjalani prosedur pemeriksaan

Sebenarnya, Anda tak perlu mempersiapkan apa pun untuk melakukan pemeriksaan ini. Namun, ada beberapa hal yang harus Anda sampaikan pada dokter sebelum menjalani CT scan. Simak daftarnya di bawah ini. 

  • Sedang hamil atau berencana untuk hamil dalam waktu dekat
  • Memiliki gangguan fungsi jantung, seperti gagal jantung
  • Menderita diabetes
  • Sedang mengonsumsi metformin
  • Memiliki asma
  • Mengalami gangguan fungsi ginjal

Sementara kalau Anda tak memiliki kondisi-kondisi tersebut, maka Anda tinggal datang saja ke rumah sakit ketika pemeriksaan Anda dijadwalkan. Sesaat sebelum pemeriksaan berlangsung, maka Anda akan diminta untuk melakukan beberapa hal berikut ini.

  • Melepas pakaian dan menggantinya dengan pakaian yang disediakan khusus dari rumah sakit.
  • Melepas perhiasan atau aksesoris yang dikenakan seperti jam tangan, gelang, kalung, dan cicin. Anda juga harus melepaskan gigi palsu, jepit rambut, dan alat bantu dengar.
  • Jika Anda memiliki implantasi metalik di dalam tubuh, seperti pemasangan ring jantung, atau mur di tulang, segera laporkan ke dokter. Pasalnya, benda-benda tersebut akan memblokir sinar X untuk menembus ke dalam tubuh.
  • Tidak makan dan minum beberapa jam sebelum melakukan prosedur pemeriksaan ini.

Apabila Anda merasa gugup yang berlebihan, sebaiknya bicarakan dengan dokter. Dokter mungkin akan memberikan obat penenang sehingga Anda bisa melakukan pemeriksaan dengan lebih rileks.

Proses pemeriksaan CT scan

tes medis diagnosis kanker usus besar

Berikut tahapan proses pemeriksaan CT scan:

  • Jika Anda sudah memenuhi semua persyaratan yang sudah disebutkan di atas, selanjutnya dokter akan meminta Anda untuk berbaring di meja scanner.
  • Selama scan berlangsung, Anda dapat merasakan meja scanner bergerak di dalam scanner yang berbentuk seperti donat. CT scan berkecepatan tinggi ini akan menangkap beberapa gambar dari setiap bagian tubuh Anda. Termasuk organ, tulang, atau bahkan pembuluh darah Anda.
  • Selama proses tes berlangsung, Anda tidak diperbolehkan untuk bergerak karena dapat membuat gambar menjadi buram. Anda juga mungkin saja diminta untuk menahan napas selama beberapa saat.

Pemeriksaan ini biasanya hanya memakan waktu sekitar 30-60 menit. Durasi waktu mungkin akan berbeda-beda tergantung dengan bagian tubuh yang akan diperiksa. 

Jika diperlukan, dokter mungkin akan memberikan cairan kontras sebelum dilakukan pemeriksaan. Tergantung pada bagian tubuh mana yang akan dipindai, dokter bisa memberikan cairan kontras dalam bentuk suntikan ke dalam aliran darah atau minuman. Cairan kontras sendiri membantu proses pemindaian sehingga gambar yang dihasilkan akan lebih jelas.

Namun sebelum diberikan cairan pewarna kontras ini, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, di antaranya:

  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap cairan pewarna kontras. Anda mungkin akan diminta untuk meminum obat tertentu sebelum tes supaya tubuh Anda bisa “menerima” pewarna kontras ini.
  • Beri tahu dokter tentang semua oba yang sedang Anda minum, karena Anda mungkin diminta untuk tidak meminum obat-obat tersebut sementara sebelum tes berlangsung. Beberapa obat-obatan yang biasanya harus dihentikan pemakiannya dalam sementara waktu adalah obat diabetes dan metformin (Glucophage).

Apakah ada risiko melakukan pemeriksaan ini?

Sama seperti rontgen, CT scan menggunakan sinar X untuk membaca organ tubuh Anda. Jadi pemeriksaan ini memang sebaiknya tak dilakukan oleh ibu hamil maupun bayi. Pasalnya, sinar X dapat memengaruhi perkembangan serta pertumbuhan bayi dan janin. 

Jika Anda sedang tidak hamil, pemeriksaan ini aman untuk dilakukan. Anda tak perlu khawatir dengan paparan sinar X yang Anda terima saat pemeriksaan dilakukan. Radiasi yang dikeluarkan sinar X tersebut sudah diatur dosisnya, sehingga tidak menimbulkan bahaya bagi kesehatan Anda.

Ada sebuah penelitian yang menyatakan bahwa prosedur pemeriksaan ini meningkatkan risiko kanker dan bisa merusak DNA. Namun, risiko ini sangat kecil untuk terjadi, kemungkinannya hanya 1 banding 2.000 kasus. Jadi, CT scan masih dianggap sebagai pemeriksaan yang cukup aman dan dapat membantu dokter dalam mengevaluasi kondisi pasiennya.

Hanya, memang pada beberapa kasus, CT scan dapat menimbulkan alergi akibat suntikan obat yang diberikan sebelum melakukan pemeriksaan. Tetapi tenang saja, efek samping tersebut jarang terjadi. Bila Anda masih cemas untuk melakukan pemeriksaan ini, maka sebaiknya Anda diskusikan hal ini pada dokter yang menangani Anda.  

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca