Mengenal 5 Pengobatan Kanker Serviks Dengan Beragam Kemungkinan Efek Sampingnya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Kanker serviks atau kanker leher rahim menempati urutan nomor empat kanker yang paling banyak menyerang wanita di seluruh dunia, berdasarkan data WHO. Sebenarnya, peluang kanker serviks untuk sembuh akan lebih besar jika dideteksi sejak awal. Hanya saja, cara untuk mengobati kanker serviks biasanya bergantung pada stadium dan sejauh mana perkembangan penyebaran kanker. Lantas, apa saja pilihan pengobatan untuk kanker serviks?

Pengobatan kanker serviks dilakukan berdasarkan stadiumnya

komplikasi kanker serviks

Pengobatan untuk kanker serviks umumnya bersifat kompleks alias tidak mudah untuk dilakukan. Oleh karena itu, rumah sakit biasanya akan membentuk sebuah tim profesional yang ahli, sebagai cara mengobati kanker serviks.

Entah itu kanker serviks stadium awal, maupun kanker serviks stadium lanjut. Kanker serviks awal atau pre-kanker biasanya tidak menimbulkan gejala. Itulah mengapa sering kali pasien datang ke dokter dan didiagnosis ketika kanker sudah mencapat stadium lanjut.

Setelah sel-sel kanker berkembang hingga membentuk tumor, barulah Anda akan mengalami berbagai gejala kanker serviks. Meliputi munculnya perdarahan abnormal di luar masa menstruasi, keputihan abnormal, nyeri pada panggul atau di bagian bawah perut, hingga kelelahan parah.

Bahkan, Anda mungkin merasa tidak nyaman selama melakukan hubungan seks karena nyeri yang cukup mengganggu. Kalau gejalanya sudah berkembang seperti ini, artinya Anda harus melakukan pengobatan kanker serviks segera.

Cara mengobati kanker serviks ditentuken oleh beberapa faktor. Mulai dari stadium penyakit kanker, hingga adanya masalah keselahan lain yang mungkin juga Anda miliki.

Secara umum, ada berbagai pilihan cara mengobati kanker serviks. Misalnya operasi, radioterapi, kemoterapi, terapi terget, serta imunoterapi. 

Berbagai pilihan cara untuk mengobati kanker serviks

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengobati kanker serviks. Biasanya, dokter yang akan membantu menentukan pengobatan terbaik guna memulihkan kanker serviks yang ada di dalam tubuh Anda, tergantung stadium serta keparahan kondisinya.

Berikut pembahasan lengkap yang harus Anda simak baik-baik:

1. Cara mengobati kanker serviks dengan metode operasi

operasi bariatrik

Metode operasi (pembedahan) biasanya akan disarankan dokter sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda. Ada beberapa jenis operasi pengobatan kanker serviks.

Jenis operasi kanker serviks yang Anda ambil nantinya tergantung dari ukuran tumor kanker, stadium kanker, serta pertimbangan untuk hamil di masa depan.

Berikut beberapa jenis operasi sebagai cara mengobati kanker serviks:

  • Operasi menghilangkan kanker saja. Proses operasi ini hanya bisa dilakukan oleh ukuran tumor kanker yang sangat kecil. Caranya yakni dengan memotong tumor kanker serviks dengan bentuk kerucut, dan membiarkan sisa jaringan serviks lainnya yang sehat tetap utuh. Jenis operasi ini masih memungkinkan Anda untuk hamil kembali nantinya.
  • Trakelektomi radikal. Proses operasi ini membantu mengangkat serviks atau leher rahim beserta jaringan di sekitarnya, dan bagian atas vagina. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena bagian rahim tidak ikut diangkat. Jadi, masih ada peluang jika Anda ingin hamil.
  • Histerektomi sederhana (total). Histerektomi total dilakukan dengan mengangkat leher rahim (serviks) maupun tubuh rahim itu sendiri. Akan tetapi, ovarium dan tuba falopi tetap dibiarkan di posisi semula.
  • Histerektomi radikal. Histerektomi radikal dilakukan dengan mengangkat leher rahim serta rahim, berikut jaringan di samping rahim. Jaringan ini bernama parametria dan uterosacral ligaments, yang tidak ikut terangkat apabila menggunakan histerektomi sederhana. Sementara ovarium dan tuba falopi tetap berada di tempatnya.
  • Eksenterasi panggul. Prosedur eksenterasi panggul termasuk operasi kanker serviks yang cukup besar, karena ada banyak jaringan yang dihilangkan. Ambil contohnya yakni rahim, leher rahim (serviks), ovarium, serta tuba falopi. Bahkan, kandung kemih, vagina, rektum, atau usus besar juga dapat diambil tergantung di area mana kanker telah menyebar. Ini mengapa eksenterasi panggul merupakan operasi yang biasanya dilakukan untuk mengobati kanker serviks berulang.

Apa saja efek samping atau risiko dari operasi kanker serviks?

Berbagai prosedur operasi yang disebutkan sebelumnya berisiko menimbulkan risiko setelahnya. Pertama, trakelektomi radikal memiliki efek samping seperti meningkatkan kemungkinan untuk kegugur saat hamil nantinya.

Ya, meski sebelumnya disebutkan bahwa wanita yang melakukan operasi trakelektomi radikal dapat hamil, tapi risiko terburuknya bisa menyebabkan keguguran. Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter bila Anda berencana untuk hamil setelah pengobatan kanker serviks sembuh.

Sementara histerektomi sederhana (total) berisiko membuat wanita yang menjalaninya sulit hamil. Ini dikarenakan pada cara mengobati kanker serviks dengan histerektomi, bagian rahim wanita ikut diangkat.

Alhasil, kemungkinan besar Anda menjadi sulit atau bahkan tidak dapat hamil, karena sudah tidak memiliki rahim. Kemungkinan komplikasi lainnya yang dapat terjadi seperti perdarahan berlebih, infeksi luka, serta masalah pada saluran kemih maupun usus.

Begitu pula dengan histerektomi radikal yang meliputi pengangkatan rahim dan serviks, sehingga memperkecil kemungkinan Anda untuk bisa hamil. Selain itu, apabila beberapa saraf pada kandung kemih diangkat, biasanya ada wanita yang bermasalah dengan kandung kemihnya setelah operasi.

Akibatnya, mungkin butuh penggunaan kateter untuk sementara waktu guna memudahkan proses buang air kecil. Namun, melakukan prosedur pembedahan dengan histerektomi tidak akan mengurangi kemampuan Anda dalam berhubungan seksual.

Dalam hal ini, Anda akan tetap dapat mencapai orgasme berkat fungsi klitoris dan vagina yang tidak berubah. Sedangkan eksenterasi panggul adalah operasi besar yang biasanya hanya dilakukan ketika kanker serviks kambuh kembali, setelah rangkaian pengobatan sebelumnya yang diyakini akan berhasil.

Efek samping dan risiko yang bisa dirasakan berbeda-beda tiap orang. Umumnya Anda akan merasakan mual, muntah dan jadi mudah lelah setelah melakukan operasi ini.

Proses pemulihan dari prosedur eksenterasi panggul umumnya cukup lama. Ada yang butuh waktu sekitar 6 bulan, tapi ada juga wanita yang baru bisa pulih seutuhnya dalam kurun waktu 1-2 tahun pasca eksenterasi panggul sebagai cara mengobati kanker serviks.

2. Cara mengobati kanker serviks dengan terapi radiasi

pengobatan kanker dengan radiasi

Pada stadium tertentu kanker serviks, dokter dapat menerapkan terapi radiasi atau radioterapi sebagai cara mengobati kanker serviks. Terapi radiasi adalah pengobatan kanker seviks dengan melibatkan sinar-X berenergi tinggi atau partikel radioaktif guna membunuh sel-sel kanker di dalam tubuh. 

Terapi radiasi bisa dilakukan sendiri, dalam arti tidak bersamaan dengan pengobatan kanker serviks lainnya. Namun dalam beberapa kondisi, pengobatan yang satu ini juga bisa dikombinasikan dengan prosedur kemoterapi.

Khususnya jika tingkat keparahan kanker serviks sudah masuk ke stadium lanjut. Selain itu, terapi radiasi untuk kanker serviks juga bisa dilakukan setelah operasi apabila ditemukan ada risiko peningkatan kanker.

Pengobatan ini juga dapat digunakan untuk mengatasi kanker serviks yang telah menyebar sampai ke organ atau jaringan tubuh lainnya.

Ada 3 cara pemberian terapi radiasi, yakni meliputi:

  • Secara eksternal. Dilakukan dengan cara mengarahkan sinar radiasi pada area tubuh sasaran.
  • Secara internal. Dilakukan dengan cara meletakkan alat yang telah diisi dengan bahan radioaktif ke dalam vagina. Proses ini biasanya dilakukan selama beberapa menit saja.
  • Secara eksternal maupun internal. Mengombinasikan kedua cara eksternal dan internal.

Apa saja efek samping atau risiko dari terapi radiasi kanker serviks?

Ada beberapa efek samping pengobatan kanker serviks jenis ini. Dalam kurun waktu jangka pendeknya, Anda mungkin akan merasakan kelelahan, muntah atau diare, dan masalah pencernaan lainnya seperti sembelit.

Sedangkan untuk efek jangka panjang pengobatan radioterapi dapat menyebabkan jaringan parut terbentuk di dalam vagina, serta vagina kering. Jaringan parut yang muncul ini, bisa membuat vagina lebih sempit (disebut stenosis vagina), kurang mampu meregang, atau bahkan berukururan lebih pendek.

Hal ini bisa membuat penetrasi saat melakukan seks vaginal terasa nyeri. Melansir dari laman Mayo Clinic, Anda juga bisa segera mengalami menopause apabila belum menopause saat melakukan terapi radiasi.

Bukan hanya itu, efek samping dari terapi radiasi juga dapat melemahkan tulang dan menimbulkan pembengkakan pada tungkai kaki. Pembengkakan pada tungkai kaki bisa menyebabkan masalah lain yang dikenal dengan nama lymphedema.

3. Cara mengobati kanker serviks dengan kemoterapi

kemoterapi adalah

Kemoterapi adalah cara mengobati kanker serviks dengan menggunakan obat yang dimaksudkan untuk membunuh sel kanker. Tujuan pengobatan ini adalah untuk menghancurkan sel-sel kanker sembari mengurangi kemungkinan rusaknya bagian sel-sel yang sehat.

Kemoterapi juga bisa dianggap sebagai cara untuk mengerutkan kanker serviks dan mengurangi pertumbuhan tumor. Pemberian obat ini dapat dimasukkan ke dalam tubuh melalui pembuluh darah vena alias dengan infus, atau dalam bentuk pil yang diminum langsung (oral).

Masuknya obat-obatan tersebut diharapkan dapat menjangkau seluruh area tubuh, sehingga bisa membantu membunuh perkembangan sel kanker. Pemberian kemoterapi dilakukan dalam sebuah siklus, yang meliputi periode pengobatan dan diikuti dengan periode pemulihan setelahnya.

Kemoterapi dapat dilakukan sendiri atau dikombinasi dengan cara mengobati kanker serviks dengan terapi radiasi. Biasanya, kombinasi pengobatan ini bisa dilakukan pada kanker serviks stadium lanjut. 

Namun, dosis obat kemoterapi umumnya terbilang rendah bila dikombinasikan dengan terapi radiasi. Sedangkan dosis kemoterapi yang lebih tinggi biasanya direkomendasikan untuk mengendalikan gejala kanker serviks stadium lanjut.

Apa saja efek samping atau risiko kemoterapi kanker serviks?

Kemoterapi memiliki efek samping yang bisa dilihat dari adanya perubahan pada diri Anda. Misalnya mudah capek, merasakan mual, muntah, dan timbulnya kerontokan pada rambut. Hal ini bisa dikarenakan obat kemoterapi yang membunuh sel kanker, ternyata juga bisa merusak beberapa sel tubuh yang normal.

Kemunculan efek samping kemoterapi tersebut umumnya tergantung dari jenis obat, dosis obat, serta lama kemoterapi yang Anda jalani. Jika kemoterapi Anda diberikan bersamaan dengan pengobatan terapi radiasi, efek samping yang muncul dapat berisiko lebih parah/

Ambil contohnya, mual, kelelahan, darah rendah (anemia), dan diare. Bahkan, Anda juga mungkin mengalami perubahan pada pola menstruasi.

Entah itu tidak mendapatkan menstruasi selama beberapa waktu, atau mengalami menopause dini. Selama kemoterapi, darah Anda akan diuji secara teratur dan diberi antibiotik untuk mengobati dan mencegah adanya infeksi apapun.

Transfusi darah dapat diberikan jika Anda mengalami anemia. Beberapa obat kemoterapi yang biasa digunakan untuk mengobati kanker serviks dapat memengaruhi ginjal. Biasanya hal ini akan tidak menimbulkan gejala apapun, namun efeknya bisa parah dan ginjal bisa rusak permanen, kecuali jika pengobatan dihentikan.

4. Cara mengobati kanker serviks dengan metode terapi target

efek samping jangka panjang pengobatan kemoterapi

Perkembangan sel kanker dikarenakan adanya pembuluh darah baru (angiogenesis) yang membantu sel tumor ternutrisi untuk perkembangannya. Oleh karena itu dibutuhkan terapi target yang bertujuan untuk menghalangi berkembangnya pembuluh darah yang baru (angiogenesis inhibitor). Terapi sel target yang biasanya digunakan adalah bevacizumab (avastin).

Pengobatan dengan terapi target ini umumnya dilakukan bersama dengan prosedur kemoterapi. Biasanya, dokter akan menganjurkan pengobatan ini pada kasus kanker serviks stadium lanjut.

Apa saja efek samping atau risiko terapi target kanker serviks?

Efek samping atau risiko yang mungkin ditimbulkan oleh pengobatan dengan terapi target bisa berbeda-beda, tergantung dari obat kemoterapi yang digunakan. Namun, berikut beberapa kemunculan efek samping yang cukup umum:

  • Kelelahan
  • Nafsu makan menurun
  • Tekanan darah tinggi

Sementara efek samping lainnya yang kurang umum tapi cukup serius, meliputi:

  • Adanya masalah pada perdarahan
  • Penggumpalan darah
  • Masalah pada proses penyembuhan luka

Ada lagi efek samping yang jarang terjadi, tapi cukup parah. Terapi target dapat menimbulkan pembentukan saluran abnormal, di antara vagina dan bagian usus besar atau anus.

5. Cara mengobati kanker serviks dengan metode imunoterapi

imunoterapi untuk kanker

Imunoterapi adalah proses perawatan kanker serviks yang melibatkan penggunaan obat-obatan, guna memperkuat sistem kekebalan tubuh dalam melawan kanker. Semakin kuat sistem kekebalan tubuh, diharapkan dapat semakin mudah untuk menghancurkan sel kanker dengan lebih efektif.

Sebab terkadang, sistem kekebalan tubuh yang seharusnya bekerja untuk melawan serangan penyakit, justru tidak menyerang sel-sel kanker. Hal ini bisa dikarenakan sel kanker menghasilkan protein tertentu, sehingga membuatnya tidak terdeteksi oleh sistem kekebalan tubuh.

Di sinilah cara mengobati kanker serviks dengan imunoterapi bekerja, guna mengganggu proses tersebut. Imunoterapi umumnya dapat digunakan untuk mengobati kanker serviks yang telah menyebar ataupun kambuh. Imunoterapi yang dapat digunakan yaitu Pembrolizumab, biasanya digunakan secara intravena (IV) setiap 3 minggu sekali.

Apa saja efek samping atau risiko imunoterapi kanker serviks?

Tak jauh berbeda dengan efek samping pengobatan kanker lainnya, prosedur imunoterapi juga berisiko menimbulkan berbagai efek samping, yakni:

  • Demam
  • Mual
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Ruam kulit
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sembelit
  • Nyeri sendi atau otot
  • Diare

Terkadang, proses imunoterapi dapat membuat sistem kekebalan tubuh menyerang bagian tubuh lain. Alhasil, kondisi ini bisa menimbulkan masalah serius, seperti menghambat fungsi berbagai organ di dalam tubuh.

Contohnya usus, hati, paru-paru, ginjal, dan organ lainnya. Maka itu, penting untuk menyampaikan keluhan apa pun yang Anda rasakan selama menjalani satu atau lebih cara yang dilakukan untuk mengobati kanker serviks.

Apabila ternyata efek samping yang Anda alami cukup serius, pengobatan kanker serviks mungkin akan dihentikan. Dokter nantinya dapat melakukan penanganan lainnya guna memulihkan kondisi kesehatan tubuh Anda selama masa perawatan kanker serviks.

Baca Juga:

Sumber