Langkah Mudah Memeriksa Payudara Sendiri Dengan SADARI

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah cara termudah untuk mendeteksi kelainan pada bentuk, ukuran, serta tekstur payudara. Pemeriksaan ini juga bisa membantu memprediksi kemungkinan kanker payudara maupun penyakit lainnya sedini mungkin.

Kapan harus mulai SADARI?

penyebab kista payudara

Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) bisa dilakukan rutin di rumah tanpa memerlukan bantuan alat apa pun. Lantas, di usia berapa dan kapan sudah bisa mulai memeriksa payudara sendiri?

Setiap wanita yang sudah lewat masa puber harus menyadari adanya perubahan pada payudara mereka. Pemeriksaan payudara sendiri untuk mengeceknya sangat dianjurkan dimulai rutin sejak usia 20 tahun-an.

Sementara waktu yang tepat untuk memeriksa payudara adalah seminggu sebelum dan/atau setelah menstruasi. Rentang waktu ini dibuat bukan tanpa alasan. Kondisi payudara Anda pada masa ini masih dalam keadaan normal.

Payudara Anda belum mengalami perubahan ukuran, bentuk, maupun kepadatan, akibat pengaruh hormon khas menstruasi. Maka itu, Anda dianjurkan untuk melakukan SADARI ketika tidak sedang menstruasi.

Cara memeriksa payudara sendiri dengan SADARI

bentuk payudara

Cara memeriksa payudara dengan teknik SADARI terbilang sederhana sehingga bisa dilakukan rutin di rumah. Cara ini biasanya juga dilakukan sebagai pemeriksaan tahap pertama sebelum memastikannya dengan teknik mammografi yang melibatkan penggunaan alat canggih di rumah sakit.

Untuk memeriksa payudara sendiri, ada tiga cara utama yang bisa dilakukan, yaitu:

SADARI di kamar mandi

Saat mandi coba periksa payudara Anda dengan meraba seluruh areanya dari atas hingga ke bawah. Anda bisa menggunakan tiga jari utama yaitu telunjuk, tengah, dan jari manis.

Agar lebih mudah dan tidak terasa sakit, periksalah payudara Anda dalam keadaan licin atau sedang disabuni. Kemudian, rabalah payudara dengan gerakan melingkar mulai dari luar dekat ketiak hingga ke tengah puting. Rasakan apakah ada benjolan atau perubahan tekstur pada payudara yang sebelumnya tak pernah ada.

Selain area payudara, jangan lupa untuk memeriksa area ketiak dan atas tulang selangka. Pasalnya, area ini juga sering kali ditumbuhi sel kanker.

SADARI sambil bercermin

Pastikan Anda telah melepas semua pakaian bagian atas, kemudian berdiri di depan cermin dengan posisi kedua tangan di samping tubuh. Sekarang, Anda siap untuk mulai memeriksa payudara sendiri.

Amati dengan seksama dan perlahan mengenai beberapa poin berikut ini:

  • Perubahan pada bentuk, ukuran, serta posisi kedua payudara simetris atau tidak
  • Adanya lekukan
  • Kondisi puting masuk atau keluar
  • Kerutan pada payudara
  • Adanya benjolan abnormal pada payudara

Mulai dengan mengangkat salah satu tangan ke atas pada bagian payudara yang ingin diperiksa, kemudian tangan yang satunya bertugas untuk meraba seluruh bagian payudara dan menilai beberapa tanda penting. Lakukan hal ini secara bergantian pada kedua payudara.

Periksa bagian puting dengan membentuk gerakan memutar, dilanjutkan dengan menelusuri bagian atas payudara tepat di dekat tulang selangka, kemudian di area tulang dada, hingga ke sisi dekat ketiak. Terakhir, remas perlahan bagian puting guna memeriksa jika keluar suatu cairan abnormal dari puting.

SADARI sambil berbaring

Saat berbaring, jaringan payudara akan menyebar merata di sepanjang dinding dada. Kemudian, letakkan bantal di bawah bahu kanan dengan tanggal berada di belakang kepala.

Dengan menggunakan tangan kiri Anda, gerakkan tiga jari utama yaitu jari telunjuk, jari tengah, dan manis. Gerakkan jari-jari ini ke area payudara dengan lembut dengan gerakan melingkar kecil yang menutupi seluruh area payudara dan ketiak.

Gunakan tekanan ringan, sedang, dan kuat saat menekan area payudara. Cubit puting susu perlahan kemudian periksa apakah ada cairan yang keluar atau benjolan. Ulangi langkah yang sama untuk payudara satunya.

Anda juga bisa menggerakkan jari-jari ke atas dan ke bawah secara vertikal seperti sedang mengurutnya. Biasanya cara ini mampu menyisir semua jaringan payudara dari depan ke belakang.

Jangan lupa selain area payudara, periksa juga area atas dada yaitu tulang selangka dan dekat ketiak.

Rutin SADARI satu bulan sekali

areola adalah

Sekitar 40 persen kanker payudara yang resmi didiagnosis dokter sebetulnya sudah lebih dulu terdeteksi oleh wanita saat memeriksa payudara mereka sendiri. Dilansir dari laman National Breast Cancer Foundation, John Hopkins Medical Center States menyarankan untuk melakukan SADARI minimal sebulan sekali.

Dengan rutin SADARI, Anda akan tahu persis seperti apa kondisi, tekstur, dan tampilan payudara sehat Anda. Anda juga dapat membedakan antara kondisi payudara saat haid dan tidak. Oleh karena itu, penting untuk rutin SADARI satu bulan sekali demi mencegah penyebaran dan keparahan penyakit.

Jika ada perubahan tekstur, warna, atau tampilan, catat dalam buku khusus. Tuliskan secara detail waktu benjolan pertama kali terasa dan letak persisnya. Benjolan mungkin kerap muncul di waktu tertentu dalam sebulan tetapi bisa hilang setelahnya. Hal ini wajar karena tubuh berubah seiring dengaan siklus menstruasi.

Meski prosedur lain seperti mamografi bisa membantu mendeteksi kanker sebelum merasakan gejalanya, SADARI tetap penting dilakukan. Pasalnya, prosedur ini bisa menjadi pengingat untuk Anda saat ada perubahan pada payudara.

Apa yang harus dilakukan jika menemukan benjolan pada payudara?

merawat implan payudara

Jangan panik saat merasakan adanya benjolan di payudara untuk pertama kalinya. Anda mungkin langsung berpikir yang tidak-tidak, tetapi ingatlah bahwa tidak semua benjolan di payudara pertanda kanker.

Dalam kondisi tertentu,benjolan di payudara mungkin sebatas gumpalan non-kanker yang disebabkan oleh kadar hormon tidak seimbang, tumor jinak, atau cedera.

Jangan ragu untuk menghubungi dokter jika Anda melihat atau merasakan adanya benjolan. Apalagi jika ternyata benjolan tak kunjung hilang dan membesar selama lebih dari satu siklus haid. Biasanya dokter akan menanyakan riwayat kesehatan Anda dan melakukan pemeriksaan fisik pada payudara.

Kemudian tes pencitraan seperti ultrasonografi kerap direkomendasikan untuk memeriksa benjolan payudara untuk wanita di bawah usia 30 tahun. Sementara untuk wanita yang berusia di atas 30 tahun, dokter akan merekomendasikan mammogram dan MRI payudara.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca