home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Papiloma Intraduktal (Polip Payudara)

Definisi papiloma intraduktal|Tanda & gejala papiloma intraduktal|Penyebab papiloma intraduktal|Faktor risiko papiloma intraduktal|Diagnosis & pengobatan papiloma intraduktal|Pengobatan papiloma intraduktal di rumah|Pencegahan papiloma intraduktural
Papiloma Intraduktal (Polip Payudara)

Definisi papiloma intraduktal

Apa itu papiloma intraduktal?

Papiloma intraduktal atau yang Anda kenal juga dengan sebutan polip payudara adalah tumor jinak yang tumor pada bagian dalam saluran payudara. Tumor ini terdiri dari jaringan kelenjar, jaringan fibrosa, dan pembuluh darah fibrovaskular.

Biasanya, tumor ini muncul di sekitar puting, atau area lain pada payudara. Perlu Anda ketahui bahwa tumor jenis ini tidak sama dengan kanker payudara papiler, karena tumor tidak tumbuh, menyebar, dan merusak fungsi jaringan atau organ di sekitarnya.

Seberapa umumlah kondisi ini?

Menurut situs Breast Cancer Now, papiloma intraduktural paling sering terjadi pada wanita berusia lebih dari 40 tahun. Namun, biasanya juga berkembang secara alami seiring bertambahnya usia dan perubahan payudara. Pria juga bisa mengalaminya, tapi kasusnya cukup jarang.

Tanda & gejala papiloma intraduktal

breast fat necrosis

Ada dua jenis polip payudara, serta satu kondisi lain yang terkait erat. Gejala tumor payudara yang muncul bergantung dengan jenis yang Anda miliki.

Papiloma intraduktal soliter

Jenis tumor payudara ini menimbulkan gejala khas, yakni membentuk satu benjolan kecil pada area dekat atau tepat pada bagian samping puting. Ketika tumor merusak saluran payudara, cairan bening atau darah bisa keluar dari puting.

Papiloma multipel

Terdiri dari banyak benjolan, yang biasanya terjadi dalam payudara dan tidak mudah Anda rasakan ketika disentuh. Jenis tumor payudara ini tidak menimbulkan keluarnya cairan maupun darah.

Papilomatosis

Sekelompok kecil sel dalam saluran yang tidak berbeda dengan papiloma, namun tidak menyebabkan keluarnya cairan dari puting.

Kapan harus ke dokter?

Jika Anda menemukan adanya benjolan payudara atau gejala lain seperti yang telah disebutkan, segera periksa ke dokter.

Menurut American Cancer Society, memiliki satu tumor pada payudara memang tidak meningkatkan risiko kanker payudara. Kecuali, jika terjadi perubahan payudara, seperti hiperplasia duktus atipikal (ADH).

ADH merupakan adanya pertumbuhan sel di payudara, yang polanya abnormal. Meskipun belum menjadi kanker, ADH berkaitan erat dengan peningkatan risiko kanker payudara sebesar 4-5 kali pada masa yang akan datang.

Penyebab papiloma intraduktal

Munculnya tumor tunggal maupun banyak tumor pada saluran payudara merupakan proses yang berkembang secara alami, seiring dengan pertambahan usia dan perubahan pada payudara.

Faktor risiko papiloma intraduktal

Meskipun polip payudara bisa menyerang siapa saja, wanita yang berusia 35-55 tahun paling sering mengalami kondisi ini. Selain usia, wanita cenderung lebih sering mengalaminya ketimbang pria.

Diagnosis & pengobatan papiloma intraduktal

santan untuk ibu hamil

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Polip payudara biasanya ditemukan secara kebetulan selama skrining payudara rutin atau setelah Anda menjalani operasi payudara. Namun, beberapa orang mungkin menyadari adanya masalah kesehatan pada payudaranya ketika mengalami gejala.

Guna menegakkan diagnosis papiloma intraduktal, dokter akan meminta Anda untuk menjalani serangkaian tes kesehatan.

Wanita usia kurang dari 40 tahun cenderung menjalani pemindaian USG ketimbang mamografi. Ini karena payudara pada wanita yang usianya lebih muda memiliki jaringan yang lebih padat, sehingga membuat hasil mamogram kurang jelas.

Jika biopsi inti tidak memberikan hasil yang pasti dan lebih banyak jaringan payudara diperlukan untuk membuat diagnosis, dokter mungkin akan merekomendasikan Anda untuk menjalani biopsi vakum. Prosedur ini memakan waktu sedikit lebih lama dari biopsi inti.

Apa saja cara mengobati papiloma intraduktural?

Berikut beberapa cara mengobati papiloma intradukturan secara efektif:

Biopsi eksisi dengan proses pembedahan

Pengobatan polip pada payudara biasanya dengan proses pembedahan untuk mengangkat jaringan tumor.Dokter mungkin merekomendasikan biopsi eksisi dengan bius lokal atau bius umum. Jaringan payudara yang sudah diangkat akan dibawa ke laboratorium penelitian lebih lanjut dengan mikroskop, guna memastikan kanker atau tidak.

Dokter bedah akan menggunakan jahitan larut yang pada bawah kulit dan tidak perlu dilepas. Namun, jika jahitan yang tidak dapat larut, jahitan tersebut harus dilepas beberapa hari setelah operasi.

Kemudian, dokter akan memberitahu informasi lebih lanjut dan cara merawat luka bekas operasi sebelum meninggalkan rumah sakit. Operasi pembedahan ini awalnya meninggalkan bekas luka, tapi seiring waktu akan memudar dengan sendirinya.

Biopsi eksisi dengan vakum

Selain cara tersebut, ada juga biopsis eksisi dengan bantuan vakum. Dokter akan menyuntikkan anestesi lokal, dan membuat sayatan pada kulit. Sebuah probe berongga yang terhubung ke perangkat vakum ditempatkan melalui sayatan tersebut.

Dengan menggunakan mammogram atau ultrasound sebagai panduan, jaringan payudara diisap melalui probe oleh vakum. Kemudian, jaringan akan dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut. Jaringan tersebut akan dikirim ke laboratorium pemeriksaan.

Apa yang harus dilakukan jika timbul komplikasi?

Jika setelahnya, puting Anda terus mengeluarkan cairan, Anda perlu menjalani operasi lagi, seperti operasi pengangkatan saluran yang terkena (mikrodokektomi) atau operasi pengangkatan semua saluran utama (eksisi saluran total).

Operasi biasanya akan meninggalkan bekas luka kecil dekat areola (area yang berwarna lebih gelap di sekitar puting). Beberapa juga akan mengalami memar kulit.

Anda akan memiliki luka kecil pada area dekat areola (area kulit yang lebih gelap sekitar puting susu) dengan jahitan atau jahitan pada bagian dalamnya. Mungkin ada beberapa memar dan puting menjadi lebih kurang sensitif ketimbang sebelumnya.

Pengobatan papiloma intraduktal di rumah

kualitas tidur

Setelah operasi, Anda mungkin perlu menjalani opname di rumah sakit. Bila Anda sudah boleh pulang ke rumah, selalu jaga kebersihan dalam merawat luka bekas operasi. Selain itu, Anda perlu beristirahat dan menjalani diet yang dokter sarankan. Selama masa pengobatan Anda lebih baik menghentikan kebiasaan minum alkohol agar luka cepat pulih.

Pencegahan papiloma intraduktural

Tidak ada cara yang bisa mencegah polip pada payudara ini, karena kondisi ini terjadi secara alami. Meski begitu, pada kasus tertentu, Anda perlu menjalani tes skrining untuk kanker payudara dan pemeriksaan payudara secara rutin. Tujuannya, untuk mendeteksi adanya tumor lebih awal sehingga lebih cepat tertangani.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Li A, Kirk L. Intraductal Papilloma. [Updated 2020 Dec 4]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK519539/

Benign breast conditions: Intraductal papilloma. (2018, December 18). Retrieved May 28, 2021, from https://breastcancernow.org/information-support/have-i-got-breast-cancer/benign-breast-conditions/intraductal-papilloma.

Intraductal papillomas of the breast. (n.d.). Retrieved May 28, 2021, from https://www.cancer.org/cancer/breast-cancer/non-cancerous-breast-conditions/intraductal-papillomas.html.

Hyperplasia of the BREAST (Ductal Or lobular). (n.d.). Retrieved May 28, 2021, from https://www.cancer.org/cancer/breast-cancer/non-cancerous-breast-conditions/hyperplasia-of-the-breast-ductal-or-lobular.html.

Ko, D., Kang, E., Park, S. Y., Kim, S. M., Jang, M., Yun, B. L., . . . Kim, E. (2017). The management strategy of Benign Solitary intraductal Papilloma on Breast Core biopsy. Clinical Breast Cancer, 17(5), 367-372. doi:10.1016/j.clbc.2017.03.016.

Debnath, D., Al-Okati, D., & Ismail, W. (2010). Multiple Papillomatosis of Breast and Patient’s Choice of Treatment. Pathology research international2010, 540590. https://doi.org/10.4061/2010/540590.

Khan, S., Diaz, A., Archer, K. J., Lehman, R. R., Mullins, T., Cardenosa, G., & Bear, H. D. (2017). Papillary lesions of the breast: To excise or observe? The Breast Journal, 24(3), 350-355. doi:10.1111/tbj.12907.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 29/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x