Kanker payudara mungkin sudah terdengar lazim, tetapi pernahkah Anda mendengar tentang ductal carcinoma in situ atau DCIS?
Kanker payudara mungkin sudah terdengar lazim, tetapi pernahkah Anda mendengar tentang ductal carcinoma in situ atau DCIS?

Untuk mengetahui kaitan DCIS dengan kanker payudara, simak uraian berikut.
Ductal carcinoma in situ (DCIS) adalah pertumbuhan sel abnormal pada saluran susu atau duktus pada payudara.
DCIS dianggap sebagai bentuk paling awal dari kanker payudara karena belum menyebar ke jaringan payudara lainnya, hanya pada duktus saja.
Karena itulah, DCIS juga disebut sebagai kanker payudara stadium 0 atau kanker non-invasif.
Umumnya, karsinoma duktal in situ tidak bermetastasis atau menyebar ke organ lain. Kondisi ini juga masih bisa disembuhkan bila ditangani sedini mungkin.
Meski begitu, ada pula DCIS yang menyebar ke luar payudara dan berubah menjadi karsinoma duktal invasif.

Umumnya, ductal carcinoma in situ tidak menimbulkan gejala yang spesifik. Penyakit ini biasanya terdeteksi saat pemeriksaan mamografi.
Akan tetapi, beberapa orang dengan DCIS mungkin merasakan berbagai gejala berikut.
Sampai saat ini, penyebab kanker payudara non-invasif belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, penyakit ini diduga berkaitan dengan mutasi genetik pada DNA pada sel-sel saluran duktus.
Di samping itu, beberapa kondisi berikut dinilai bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami jenis kanker payudara ini.
Perlu diingat bahwa memiliki faktor risiko DCIS tidak berarti bahwa Anda pasti akan mengalaminya.
Artikel terkait
Mengutip laman Cleveland Clinic, lebih dari 90% kasus DCIS diketahui secara tidak sengaja melalui pemeriksaan mammogram atau mamografi.
Mammogram adalah pemeriksaan dengan sinar-X untuk mengetahui kondisi jaringan payudara. Melalui mammogram, DCIS akan terlihat seperti bercak-bercak kecil pada jaringan payudara.
Jika dibutuhkan, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan dengan biopsi atau pengambilan sampel jaringan payudara.

Meski bersifat non-invasif, beberapa kasus DCIS yang tidak ditangani bisa berkembang menjadi kanker yang bersifat invasif. Oleh karena itu, penyakit ini tetap perlu ditangani dengan segera.
Berikut adalah beberapa metode perawatan yang bisa dilakukan untuk menangani ductal carcinoma in situ.
Setelah menjalani perawatan dan dinyatakan sembuh, penyintas DCIS biasanya akan diminta untuk melakukan pemeriksaan fisik ke dokter setiap 6–12 bulan sekali selama lima tahun. Berikutnya, Anda bisa melakukan pemeriksaan tahunan.
Pada dasarnya, wanita yang berusia di atas 40 tahun disarankan melakukan pemeriksaan mamografi setiap tahun. Pemeriksaan ini akan membantu Anda mendeteksi masalah pada payudara sedini mungkin.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Ductal carcinoma in situ (DCIS) – Symptoms and causes. (2022, May 18). Mayo Clinic. Retrieved 02 September 2024, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dcis/symptoms-causes/syc-20371889
Ductal carcinoma in situ: Symptoms, causes & treatment. (n.d.). Cleveland Clinic. Retrieved 02 September 2024, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17869-ductal-carcinoma-in-situ-dcis
Ductal carcinoma in situ (DCIS). (n.d.). Information and Resources about Cancer: Breast, Colon, Lung, Prostate, Skin | American Cancer Society. Retrieved 02 September 2024, from https://www.cancer.org/cancer/types/breast-cancer/about/types-of-breast-cancer/dcis.html
Non-invasive breast cancers. (n.d.). ACS. Retrieved 02 September 2024, from https://www.facs.org/for-patients/the-day-of-your-surgery/breast-cancer-surgery/breast-cancer-types/noninvasive-breast-cancers/
Versi Terbaru
09/10/2024
Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
Diperbarui oleh: Diah Ayu Lestari
Ditinjau secara medis oleh
dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro