backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

10

Tanya Dokter
Simpan

Belum Tentu Kanker, Ini Penyebab Payudara Terasa Nyeri

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 09/11/2022

Belum Tentu Kanker, Ini Penyebab Payudara Terasa Nyeri

Mastalgia atau nyeri payudara kerap dikaitkan sebagai gejala dari kondisi serius, seperti tumor atau kanker payudara. Apakah anggapan itu benar? Lalu, apa saja penyebab payudara nyeri? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Ragam penyebab payudara nyeri

Rasa sakit pada payudara bukanlah gejala umum dari kanker payudara. Kondisi ini lebih sering muncul akibat perubahan normal yang terjadi pada payudara Anda.

Pada sebagian  wanita, penyebab payudara terasa nyeri dan kencang berkaitan dengan gejala sindrom premenstruasi. Meski begitu, beberapa kondisi lain juga bisa menjadi penyebabnya.

Berikut ini merupakan beberapa kondisi atau penyakit yang bisa menyebabkan payudara nyeri.

1. Ukuran payudara besar

pembesaran payudara

Sering tidak disadari, ukuran payudara besar bisa menjadi salah satu penyebab timbulnya rasa sakit pada payudara. Bahkan, rasa sakit bisa menjalar hingga ke bagian leher, bahu, dan punggung.

Penumpukan berat pada bagian dada juga membuat postur tubuh cenderung membungkuk (lordosis). Gejala umum pada orang yang mengalami lordosis ialah nyeri otot.

2. Trauma payudara

Penyebab payudara nyeri lainnya ialah trauma pada saluran atau kelenjar susu. Ini bisa terjadi setelah kecelakaan atau pasca-operasi untuk mengangkat kista payudara.

Anda mungkin akan merasakan nyeri yang tajam bila payudara tersentuh. Hal ini biasanya bertahan selama beberapa hari hingga minggu setelah trauma.

3. Menstruasi

Pada kebanyakan wanita, siklus menstruasi merupakan penyebab dari segudang rasa sakit dan nyeri menusuk pada payudara. Jenis nyeri ini biasa disebut dengan nyeri siklik.

Hal ini merupakan reaksi normal dari naik-turunnya hormon yang berkaitan dengan menstruasi, seperti estrogen dan progesteron. Nyeri ini akan mereda begitu menstruasi selesai.

4. Kehamilan

Selain saat menstruasi, peningkatan hormon estrogen dan progesteron juga sering terjadi pada trimester awal kehamilan. Kondisi ini juga bisa menyebabkan rasa nyeri pada payudara.

Rasa sakit pada payudara akibat kehamilan bisa terus berlangsung jika hormon progesteron masih terus meningkat selama kehamilan Anda.

5. Menopause

payudara sakit saat menopause

Memasuki usia menopause juga menjadi penyebab munculnya nyeri pada payudara. Pada masa ini, hormon progesteron dan estrogen terus mengalami perubahan.

Ketika hormon-hormon ini melonjak, jaringan payudara akan mengalami perubahan yang bisa membuat payudara terasa nyeri. 

Nyeri payudara akan menghilang setelah hormon stabil dan Anda melewati masa menopause.

6. Infeksi payudara

Penyebab payudara nyeri juga bisa berasal dari infeksi payudara atau mastitis. Kondisi ini lebih banyak dialami oleh wanita menyusui akibat penyumbatan saluran air susu (ASI).

Sementara pada wanita yang tidak menyusui, mastitis biasanya terjadi akibat infeksi bakteri.

Infeksi pada payudara bisa menimbulkan sejumlah gejala, mulai dari demam hingga rasa sakit, kemerahan, dan pembengkakan pada payudara.

7. Efek samping obat-obatan

Obat kesuburan dan pil KB juga bisa menyebabkan payudara terasa sakit. Efek ini juga dapat terasa setelah Anda minum obat antidepresan SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitor).

Jangan berhenti atau mengurangi dosis obat tanpa saran dokter. Konsultasikan dengan dokter bila Anda mengalami payudara nyeri akibat efek samping obat.

8. Ketidakseimbangan asam lemak

Ketidakseimbangan asam lemak bisa memengaruhi jaringan payudara. Ini membuat payudara lebih sensitif terhadap hormon sehingga menjadi penyebab payudara sakit bila tersentuh.

Sebuah studi dalam International Journal of Family Medicine (2014) menemukan bahwa diet tinggi asam lemak membantu mengurangi nyeri payudara siklik selama menstruasi.

9. Berolahraga terlalu keras

kelelahan karena panas

Tanpa disadari, Anda mungkin melakukan push-up atau angkat beban terlalu berat. Ini bisa menjadi penyebab sensasi tidak nyaman pada payudara yang mirip dengan rasa sakit.

Rasa tidak nyaman ini berasal dari otot pektoral di bawah payudara yang tertarik. Otot-otot ini meregang dan mengendur saat Anda berolahraga terlalu berat.

Untuk mengatasi kondisi ini, Anda bisa menggunakan koyo ataupun minum obat pereda nyeri.

10. Kegiatan menarik atau mengangkat sesuatu yang berat

Otot pektoral juga bekerja terlalu keras saat Anda menarik atau mengangkat benda berat. Menggeser perkakas berat atau furnitur rumah Anda tentu bisa menyebabkan rasa sakit.

Cobalah minta bantuan saat mengangkat atau menggeser benda-benda berat. Dengan begitu, kerja otot bisa lebih ringan dan menghindarkan Anda dari nyeri payudara.

11. Salah memilih ukuran bra

memilih ukuran bra

Jika ukuran bra harian Anda terlalu ketat atau cup-nya terlalu kecil, kawat penyangga mungkin akan makin mendorong dada sehingga menyebabkan rasa sakit.

Begitu pula sebaliknya, bila bra terlalu besar dan payudara tidak memperoleh sokongan yang baik, gravitasi akan memengaruhi payudara Anda saat berjalan.

Hal ini membuat payudara melambung ke atas bawah sehingga otot pektoral Anda tertarik.

12. Tidak memakai bra olahraga

Wanita yang sering berolahraga mungkin sering mengeluhkan nyeri payudara. Penggunaan bra olahraga yang sesuai dengan ukuran Anda bisa membantu meredakan rasa sakit ini.

Saat mencoba bra, lakukanlah beberapa lompatan kecil atau lari di tempat. Pastikan tidak ada bagian payudara yang melorot turun atau mencuat keluar.

Sangat penting untuk memilih bra yang mampu menyangga payudara dengan tepat. Dengan begitu, payudara Anda akan tetap berada di tempat dan tidak menarik otot pektoral.

Kapan harus periksa ke dokter?

Sebagian besar penyebab payudara nyeri bisa hilang dengan sendirinya. Dokter Anda dapat meresepkan obat pereda nyeri dan antibiotik, tergantung kondisi yang menyebabkannya.

Segera hubungi dokter bila nyeri payudara tak kunjung hilang dalam satu hingga dua minggu. Terlebih, bila Anda mengalami tanda dan gejala lain yang meliputi:

  • adanya tumor di payudara,
  • keluar cairan dari puting,
  • kulit sekitar payudara terlihat tidak biasa, dan
  • tanda infeksi seperti demam, kemerahan, dan bengkak.

Dokter akan melakukan pemeriksaan klinis untuk memastikan penyebab nyeri pada payudara Anda.

Apabila dokter menemukan benjolan yang dicurigai sebagai kanker payudara, pemeriksaan tambahan seperti USG payudara, mamografi, dan biopsi mungkin dilakukan.

Selalu konsultasi dengan dokter bila Anda mengalami gangguan pada payudara. Deteksi dini bisa membantu mencegah komplikasi dan mempercepat pemulihan Anda.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 09/11/2022

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan