10 Pilihan Obat Herbal untuk Kanker Payudara Berdasarkan Penelitian

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Kanker payudara termasuk salah satu penyakit mematikan. Itu sebabnya, penderitanya akan mengupayakan berbagai pengobatan untuk kanker payudara, salah satunya obat herbal. Apa benar obat herbal ampuh untuk kanker payudara? Pilihan apa saja yang tersedia?

Rekomendasi obat herbal untuk kanker payudara

aturan minum obat 3 kali sehari

Sejauh ini belum ada penelitian yang membuktikan obat herbal mampu menyembuhkan kanker payudara.

Meski begitu, beberapa bahan alami dan obat herbal tertentu diyakini dapat membantu meringankan gejala kanker payudara dan efek samping pengobatannya. Mengombinasikan perawatan alami dipercaya turut membantu menjaga daya tahan dan stamina tubuh selama menjalani pengobatan utama.

Berikut berbagai pilihan obat herbal yang potensinya sudah pernah diteliti secara medis untuk pengobatan kanker payudara.

1. Echinacea

Echinacea adalah tanaman dari keluarga Asteraceae. Penelitian yang diterbitkan dalam Saudi Pharmaceutical Journal menyebutkan tanaman Echinacea purpurea berpotensi membantu mengobati kanker. 

Echinacea mengandung flavonoid yang merupakan antioksidan. Flavonoid adalah senyawa yang bisa merangsang sistem kekebalan tubuh. Flavonoid juga bisa meningkatkan aktivitas limfosit, yaitu bagian dari sel darah putih untuk meningkatkan sistem imun.

Senyawa antioksidan ini juga diduga kuat bisa mengurangi efek samping radioterapi dan kemoterapi.

Itu sebabnya, obat herbal ini disebut dapat membantu memperbaiki kualitas hidup pasien selama menjalani terapi kanker stadium lanjut, termasuk kanker payudara.

2. Bawang putih

Obat herbal yang disebut dapat menangkal kanker payudara selanjutnya adalah bawang putih.

Terkait potensinya untuk obat herbal kanker payudara, bawang putih mengandung zat bernama ajoene yang diketahui dapat menghambat pertumbuhan sel kanker sementara.

Selain itu, bawang putih sebagai obat herbal kanker payudara juga mengandung senyawa antioksidan seperti bioflavonoid, cyanidin, dan quercetin yang dikenal mampu menangkal radikal bebas di dalam tubuh.

Salah satu dampak negatif dari penumpukan radikal bebas itu sendiri adalah mutasi genetik yang bisa memicu kanker.

Tingginya jumlah sulfida organik dan polisulfida dalam bawang putih pun turut diduga meningkatkan potensinya sebagai obat herbal antikanker.

3. Kunyit

Kunyit yang bernama latin Curcuma longa termasuk salah satu obat herbal yang bisa dikonsumsi selama pengobatan kanker payudara.

Rimpang dan batang bawah kunyit terutama kaya akan kurkumin, bahan aktif yang diduga kuat bersifat antikanker karena zat fenoliknya.

Selain itu, kurkumin mengubah senyawa eikosanoid seperti prostaglandin E-2 (PGE-2) di dalam tubuh menjadi senyawa antioksidan dan zat antiradang.

Kurkumin diketahui mampu menghambat fase pertumbuhan kanker dari mulai pembentukan awal hingga pembelahan.

4. Karotenoid

Karotenoid adalah pigmen berwarna merah, kuning, dan oranye terang yang ditemukan dalam banyak buah dan sayuran.

Menurut Linus Pauling Institute di Oregon State University, karotenoid mengandung antioksidan penting untuk membantu mematikan efek radikal bebas dan melindungi tubuh dari kerusakan yang diakibatkannya.

Karotenoid juga memiliki sifat antiradang sekaligus menguatkan sistem imun untuk bisa terus aktif melawan penyakit.

Selain itu, makanan yang mengandung karotenoid diduga kuat bisa mengurangi risiko tumbuhnya tumor di tubuh.

Berdasarkan sifatnya ini, karotenoid dipercaya bisa menjadi salah satu obat herbal yang membantu melawan kanker payudara.

Makanlah buah dan sayur yang tinggi karotenoid seperti wortel, jeruk, bayam untuk membantu menguatkan stamina dan daya tahan tubuh selama pengobatan kanker payudara.

Brokoli, jambu biji, mangga, tomat, ubi manis, labu, dan semangka juga termasuk makanan tinggi karotenoid yang dapat dikonsumsi sebagai obat herbal kanker payudara.

5. Teh hijau

Daun teh hijau yang juga dikenal dengan nama Camellia sinensis kaya akan polifenol. Polifenol yang terdapat di dalam teh hijau yaitu epigallocatechin (EGGG), yang bersifat antitumor dan anti-mutagenik.

Sebuah penelitian menunjukkan fakta bahwa polifenol dalam teh hijau mampu membatasi pembelahan sel kanker dan memicu kerusakan sel. Meski begitu, penelitian ini masih terbatas dilakukan pada hewan percobaan.

Teh hijau juga mengandung senyawa antioksidan lain yang disebut katekin. Katekin menghambat penyebaran dan pembelahan sel tumor. Dengan kata lain, katekin bisa mengurangi risiko tumbuhnya tumor di area tubuh lain, selain payudara.

Teh hijau juga dapat mengurangi efek radiasi berkat kandungan antioksidannya. Namun, dibutuhkan penelitian lanjutan secara khusus untuk melihat manfaat teh hijau sebagai obat herbal kanker payudara.

6. Ginseng

Ginseng termasuk salah satu obat herbal yang terkenal mampu meringankan berbagai masalah kesehatan, termasuk kanker payudara. Tanaman yang banyak tumbuh di Tiongkok, Korea, dan Jepang ini memiliki zat aktif yang bisa membantu menghambat penyebaran dan pembelahan sel kanker.

Sebuah investigasi yang dilakukan di Korea merekomendasikan ginseng untuk mengurangi risiko kanker pada manusia. Ekstrak dan bubuk kering dari akar ginsenglah yang biasanya memiliki kandungan paling kuat untuk membantu mengatasi kanker payudara sebagai obat herbal.

Kandungan ginseng akan bekerja dengan mengganggu pembentukan DNA, sehingga menghambat sel tumor yang seharusnya tumbuh. Selain itu, senyawa aktifnya juga membantu meningkatkan antibodi dan sel-sel yang rusak selama kemoterapi dan radioterapi.

7. Flax seed

Flax seed atau biji rami mungkin kurang familier terdengar di telinga Anda, tapi potensi manfaatnya sebagai obat herbal menguntungkan untuk pengidap kanker, termasuk kanker payudara. Biji rami kaya akan serat, asam lemak omega 3 dan lignan yang memiliki sifat antioksidan.

Sekelompok peneliti di Toronto University menunjukkan bahwa biji rami juga memiliki sifat antikanker yang kuat. Hasil percobaan menunjukkan bahwa biji rami membantu mengurangi keganasan tumor. Meski begitu, penelitian ini masih terbatas dilakukan pada hewan tikus.

Penelitian lain yang ada juga dilakukan pada tikus lab dengan menyuntikkan sel kanker payudara ke dalam tubuhnya. Ketika kanker merambat, satu kelompok tikus diberi makan dengan biji rami sementara kelompok lainnya dengan makanan lain.

Hasil menunjukkan tingkat pertumbuhan kanker pada tikus yang makan biji rami berkurang hingga 45 persen.

8. Daun belalai gajah

Daun belalai gajah memiliki nama ilmiah Clinacanthus nutans. Tanaman ini mengandung banyak antioksidan seperti flavonoid, triterpenoid, dan asam fenolik.

Antioksidan menjadi salah satu senyawa yang mampu menangkal radikal bebas di dalam tubuh sebagai salah satu penyebab kanker.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Evidence-Based Complementary And Alternative Medicine membuktikan efek antikanker dari obat herbal ini kemungkinan bisa digunakan untuk kanker payudara. Daun belalai gajah diduga berguna untuk membantu mengatasi sel adenokarsinoma dan karsinoma pada payudara.

Karsinoma adalah jenis sel kanker yang bermula di jaringan epitel. Sementara adenokarsinoma adalah sel kanker yang muncul pada sel organ yang menghasilkan cairan, termasuk payudara.

Namun, tentu saja Anda tak bisa mengobati kanker payudara hanya dengan minum daun belalai gajah sebagai obat herbal. Masih dibutuhkan penelitian lanjutan untuk membuktikan keefektifannya.

9. Daun sirsak

Sirsak tak hanya enak dimakan buahnya. Daun sirsak juga bisa dimanfaatkan sebagai obat herbal kanker payudara.

Dilansir dari penelitian yang diterbitkan dalam Oxidative Medicine and Cellular Longevity, daun sirsak memiliki senyawa untuk mengurangi pertumbuhan kanker. 

Senyawa asetogenin dan alkaloid dalam daun sirsak diduga kuat bisa membantu mengurangi pertumbuhan kanker.

Hal ini diperkuat oleh sebuah laporan kasus yang dialami oleh wanita berusia 66 tahun dengan kanker payudara metastasis. Sel kanker pada payudaranya dilaporkan terus menyebar ke bagian tubuh lainnya meski sudah beberapa kali kemoterapi dengan antrasiklin dan taxane.

Namun, disebutkan bahwa wanita ini rajin merebus 10-12 daun sirsak kering selama 5-7 menit. Air rebusannya kemudian diminum setiap hari sebagai obat herbal kanker payudara.

Saat selanjutnya diperiksa, dokter menemukan penyebaran kankernya tetap stabil selama 5 tahun. Artinya, sel kanker tidak lagi menyebar terlalu luas ataupun berkurang.

Meski begitu, Anda tak bisa mengganti pengobatan utama kanker payudara dari dokter dengan obat herbal yang satu ini. Masih dibutuhkan penelitian lanjutan pada manusia untuk membuktikan khasiatnya.

10. Daun keladi tikus

Daun keladi tikus yang memiliki nama lain Typhonium flagelliforme termasuk herbal yang juga diduga kuat bisa menjadi obat herbal kanker payudaraSebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Malaysia menguji efek sitotoksisitas atau tingkat merusaknya suatu zat pada sel pada daun keladi tikus.

Hasil pengujian menemukan bukti bahwa sebagai obat herbal, esktrak daun sirsak ini bisa membantu menghambat pertumbuhan sel MDA-MB-231 pada kanker payudara. Namun meski bisa menghambat, efektivitasnya untuk menyembuhkan tidak diketahui secara pasti.

Penelitian daun keladi tikus sebagai obat herbal kanker payudara sejauh ini masih dilakukan pada hewan. Maka, manfaatnya untuk manusia belum bisa dibuktikan secara pasti.

Konsultasikan ke dokter sebelum minum obat herbal

tanya dokter

Obat herbal umumnya hanya dapat membantu meredakan gejala yang muncul akibat kanker payudara. Itu sebabnya, jangan menjadikan obat herbal sebagai terapi utama dalam pengobatan kanker payudara Anda.

Belum ada penelitian yang mampu membuktikan obat herbal bisa menggantikan obat-obatan medis sebagai terapi utama kanker, termasuk kanker payudara.

Jika Anda berencana mengonsumsi obat-obatan herbal saat punya kanker payudara, selalu konsultasikan terlebih dahulu ke dokter. Hal ini terutama jika Anda berencana mengonsumsi obat herbal kanker payudara ini melalui suplemen.

Pastikan pula bahwa pemilihan obat herbal untuk membantu pengobatan kanker payudara telah dipilih dengan cermat. Izin BPOM adalah salah satu syarat utama yang perlu Anda penuhi ketika memilih obat herbal.

Anda bisa mengecek terlebih dahulu produk yang akan dibeli di laman Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), untuk memastikan mereknya terdaftar. Anda bisa mengeceknya melalui nomor registrasi, merek, atau nama produknya.

Dilansir dari laman Cancer Research UK, obat herbal mungkin bisa memengaruhi cara tubuh untuk memproses obat kanker. Terutama bila Anda sedang menjalani kemoterapi.

Jangan menggunakan obat herbal untuk kanker payudara tanpa sepengetahuan dokter untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sebagian obat bisa meningkatkan efek obat sehingga membuat perawatan menjadi berlebih. Sedangkan sebagian lainnya bisa mengganggu kerja obat.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: September 4, 2019 | Terakhir Diedit: Januari 28, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca