Penyebab Perlemakan Hati Pada Orang yang Tak Minum Alkohol

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . 7 menit baca
Bagikan sekarang

Lemak merupakan sumber energi bagi tubuh Anda. Tapi terlalu banyak lemak dapat menyebabkan lebih dari sekadar kenaikan berat badan. Hal ini dapat menyebabkan perlemakan hati.

Apa itu perlemakan hati nonalkoholik (non-alcoholic fatty liver)?

Hati adalah organ di bagian kanan atas perut Anda. Peran hati termasuk menghilangkan racun dari tubuh Anda, memproduksi protein, dan menghasilkan empedu yang diperlukan untuk pencernaan. Berat hati normal adalah 1,44 sampai 1,66 kg.

Biasanya, tidak apa untuk memiliki lemak di hati, tapi terlalu banyak lemak di hati disebut perlemakan hati. Ada dua jenis perlemakan hati: perlemakan hati nonalkoholik/nonalcoholic fatty liver (NAFLD) danperlemakan hati alkoholik/alcoholic liver disease (ALD).

Perlemakan hati nonalkohol (NAFLD) adalah ketika lemak menumpuk di hati mencapai lebih dari 5-10% berat hati bahkan ketika Anda tidak minum alkohol. Ini adalah penyakit yang umum, dan dalam kasus yang ringan mungkin tidak menyebabkan tanda atau gejala atau komplikasi sama sekali. Namun, dalam kasus yang lebih berat, dapat menyebabkan peradangan dan melukai jaringan.

Perlemakan hati nonalkoholik biasanya merupakan kondisi kronis. Perlemakan hati nonalkohol lebih umum saat ini di mana kasus obesitas dan kelebihan berat badan sekarang lebih umum di dunia.

Apa saja jenis perlemakan hati nonalkoholik?

Seperti disebutkan sebelumnya, ada empat jenis perlemakan hati nonalkoholik, dari yang tidak berbahaya sampai yang mengancam nyawa. Termasuk:

  • Nonalcoholic fatty liver (NAFLD). Jenis ini adalah yang paling serius. Ada lemak menumpuk dalam hati Anda, tetapi itu tidak akan menyakiti Anda. Cukup umum untuk memiliki jenis penyakit hati berlemak nonalkohol saat ini.
  • Nonalcoholic steatohepatitis (NASH). Pada tipe ini, lemak menumpuk dapat menyebabkan peradangan pada hati. Dengan demikian, merusak bagian dari hati, yang menyebabkan luka dan mengurangi fungsi hati.
  • Perlemakan hati nonalkoholik terkait sirosis. Peradangan hati ini menyebabkan luka yang parah pada jaringan dan gagal hati (liver tidak dapat berfungsi lagi).

Apa penyebab dari perlemakan hati nonalkoholik?

Tidak ada penyebab yang jelas untuk perlemakan hati nonalkoholik. Beberapa dokter berpendapat penyebabnya adalah:

  • Viral hepatitis: Beberapa studi menunjukkan bahwa terlalu banyak virus atau bakteri di usus kecil Anda dan perubahan lain dalam usus mungkin berhubungan dengan penyakit hati berlemak nonalkohol.
  • Resistensi insulin: Resistensi insulin mengacu pada keadaan di mana tubuh tidak merespon secara memadai terhadap insulin.
  • Obat dan racun: Beberapa obat yang digunakan untuk mengobati kondisi medis telah dikaitkan dengan NASH, termasuk amiodaron (nama merek: Corderone, Pacerone), tamoxifen (nama merek: Nolvadex, Tamone), maleat perhexiline (nama merek: Pexhid), steroid (misalnya, prednison, hidrokortison), estrogen sintetis dan pestisida beracun.
  • Penurunan berat badan: Penurunan berat badan dengan cepat dapat berkontribusi terhadap lemak hati.
  • Diet: Pola makan buruk.
  • Kehamilan: Ini jarang terjadi, tapi lemak dapat menumpuk dalam hati Anda ketika Anda sedang hamil. Ini bisa sangat berbahaya bagi Anda dan anak Anda.

Lemak hati nonalkohol dapat terjadi dengan penyakit hati lainnya dan sering membuat kerusakan hati semakin memburuk. Kondisi yang sering dikaitkan dengan perlemakan hati nonalkoholik adalah:

  • Obesitas: Sekitar 70% dari orang-orang dengan perlemakan hati nonalkoholik adalah mereka yang obesitas.
  • Diabetes: Hingga 75% orang dengan perlemakan hati nonalkoholik memiliki diabetes tipe 2.
  • Hiperlipidemia: Sekitar 20 sampai 80% dari orang-orang dengan perlemakan hati nonalkoholik memiliki hiperlipidemia (kadar trigliserida darah tinggi dan/atau kadar kolesterol darah tinggi).

Siapa yang berisiko terkena perlemakan hati nonalkoholik?

Anda berada pada risiko tinggi perlemakan hati nonalkoholik jika Anda:

  • Obesitas atau kelebihan berat badan, terutama di sekitar pinggang Anda
  • Memiliki diabetes tipe 2
  • Memiliki tekanan darah tinggi
  • Memiliki kolesterol tinggi
  • Memiliki trigliserida tinggi
  • Berusia di atas usia 50
  • Merokok.

Namun, perlemakan hati nonalkoholik telah didiagnosis pada orang-orang tanpa faktor risiko ini, termasuk anak-anak.

Apa saja gejala perlemakan hati nonalkoholik?

Perlemakan hati nonalkoholik adalah penyakit diam dan sering tidak memiliki gejala. Ketika gejala terjadi, gejalanya mungkin termasuk:

  • Pembesaran hati
  • Kelelahan
  • Lemas
  • Penurunan berat badan
  • Kehilangan selera makan
  • Sakit perut
  • Mual dan muntah
  • Pembuluh darah seperti laba-laba
  • Menguning pada kulit dan mata (jaundice)
  • Gatal, penumpukan cairan dan pembengkakan pada kaki (edema) dan abdomen (ascites)
  • Kebingungan mental.

Perlemakan hati akut merupakan komplikasi kehamilan yang langka dan dapat mengancam kehidupan. Anda dapat melihat tanda-tanda dan gejala pada awal trimester ketiga. Termasuk:

  • Mual dan muntah yang persisten
  • Nyeri di perut bagian atas kanan
  • Penyakit kuning
  • Malaise umum.

Komplikasi apa yang mungkin terjadi?

Kebanyakan orang tidak akan sadar bahwa mereka memiliki perlemakan hati nonalkoholik. Tanpa pengelolaan, maka kondisi bisa memburuk dan menyebabkan kerusakan hati yang serius.

Komplikasi utama dari perlemakan hati nonalkoholik adalah:

  • Fibrosis: peradangan menyebabkan luka di sekitar hati dan pembuluh darah di dekatnya, tetapi hati masih mampu berfungsi secara normal.
  • Sirosis: tahap yang paling parah, di mana hati menyusut dan menjadi bekas luka; kerusakan ini bersifat permanen dan dapat menyebabkan gagal hati (liver di mana Anda berhenti bekerja dengan benar) dan kanker hati.

Butuh bertahun-tahun bagi fibrosis atau sirosis untuk berkembang. Penting untuk membuat perubahan gaya hidup untuk mencegah penyakit semakin memburuk.

Bagaimana mendiagnosis perlemakan hati nonalkoholik?

Perlemakan hati nonalkoholik paling sering ditemukan selama pemeriksaan rutin Anda. Tanda pertama sering terlihat pada tes pencitraan. Dokter Anda mungkin perlu tes lainnya untuk memeriksa apakah Anda memiliki kondisi hati lain yang bisa terjadi dengan perlemakan hati nonalkoholik. Cara lain yang dilakukan dokter mungkin adalah:

  • Tes darah digunakan untuk memeriksa virus hepatitis (hepatitis A, B, atau C).
  • Tes fungsi hati untuk mengukur fungsi hati dan tingkat zat yang diproduksi atau dimetabolisme oleh hati.

Dokter Anda mungkin meminta beberapa tes tambahan untuk mengkonfirmasi kehadiran lemak hati nonalkohol, tapi kadang-kadang biopsi hati diperlukan untuk mengkonfirmasi. Untuk biopsi hati, jarum dimasukkan melalui kulit untuk mengangkat sepotong kecil hati.

Bagaimana mengobati perlemakan hati nonalkoholik?

Tidak ada pengobatan khusus untuk lemak hati nonalkohol. Sebaliknya, dokter biasanya bekerja untuk mengobati faktor risiko yang berkontribusi terhadap penyakit hati Anda. Beberapa obat baru sedang diuji pada pasien dengan hati berlemak nonalkohol tapi belum satupun terbukti bermanfaat dalam sejumlah studi jangka panjang. Namun, Anda dapat meningkatkan kondisi Anda dengan mengelola diabetes Anda.

Bagaimana saya bisa mengontrol kondisi saya jika saya mengidap perlemakan hati nonalkoholik?

Kebanyakan orang dengan perlemakan hati nonalkoholik tidak akan memiliki komplikasi serius jika ditemukan pada waktu dini. Jika Anda didiagnosis dengan kondisi ini, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk tidak membuat kondisi Anda lebih buruk:

Penurunan berat badan adalah langkah pertama dari manajemen. Kehilangan berat badan dapat membantu mengurangi kadar enzim hati, insulin, dan dapat meningkatkan kualitas hidup. Anda tidak harus menurunkan berat badan terlalu cepat (tidak lebih dari 1,6 kg per minggu) karena kehilangan berat badan dengan cepat dapat memperburuk kerusakan hati Anda. Anda dapat meminta dokter Anda untuk rencana penurunan berat badan terbaik.

Bahkan jika Anda tidak memiliki perlemakan hati nonalkoholik, Anda masih harus menghindari alkohol. Beberapa hidangan mungkin dimasak dengan alkohol atau beberapa obat (obat batuk) memiliki alkohol di dalamnya.

Terakhir, Anda harus memiliki diet seimbang dan sehat dan olahraga teratur. Anda mungkin perlu untuk membatasi beberapa makanan yang Anda makan. Pelajari tentang nutrisi untuk menyembuhkan hati.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Cara Suhu Tinggi dan Alkohol Membunuh Coronavirus?

Siapa sangka alkohol dan suhu tinggi disebut-sebut dapat mengurangi hingga membunuh coronavirus yang ada di tubuh. Benarkah cara ini efektif?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 03/02/2020 . 6 menit baca

Apa Itu Kanker Hati?

DefinisiApa itu penyakit kanker hati? Kanker hati adalah karsinoma paling umum pada sel hati, yaitu tumor utama yang tumbuh di hati dan bukan disebabkan oleh penyebaran dari organ lain dalam tubuh. Hati adalah ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 16/01/2020 . 1 menit baca

4 Obat Herbal yang Efek Sampingnya Meningkatkan Risiko Penyakit Hati

Obat herbal digunakan sebagai alternatif untuk mengobati suatu penyakit. Namun, ada beberapa daftar obat herbal yang bisa meningkatkan penyakit hati.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 11/10/2019 . 3 menit baca

Kenali HBcAg, Tes untuk Mendiagnosis Penyakit Hepatitis B

Hepatitis B bisa merusak liver. Untuk mendeteksinya, orang yang berisiko perlu menjalani tes HBcAg. Apa itu HBcAg? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 06/08/2019 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

diabetes dan kanker hati

Diabetes Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Hati, Ini Tips Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 16/05/2020 . 4 menit baca
temulawak obat hepatitis

Benarkah Temulawak Bisa Dijadikan Obat Hepatitis?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 15/04/2020 . 3 menit baca
pantangan bagi penderita hepatitis

7 Pantangan Penderita Hepatitis yang Penting Dihindari

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 03/04/2020 . 4 menit baca
makanan untuk pasien hepatitis

Makanan Sehat yang Dianjurkan untuk Pasien Hepatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 18/02/2020 . 5 menit baca