Bagaimana Cara Memberi Tahu Anak Jika Anda Positif HIV

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Saat Anda didiagnosis HIV, Anda dapat merasa stress dan kesulitan memberi tahu orang lain tentang penyakit Anda, terutama pada anak yang paling Anda sayangi dan tidak ingin Anda sakiti. Apabila Anda kesulitan untuk menginformasikan anak Anda, berikut cara-cara komunikasi yang dapat membantu.

Siapkan diri Anda

Penting untuk memastikan Anda dapat mengendalikan perasaan Anda sebelum menceritakannya pada anak Anda. Kemudian, Anda perlu mencari beberapa situs atau hotline untuk anak pelajari agar mereka dapat mendukung Anda dan melindungi diri mereka sendiri. Namun, saat Anda membicarakannya pada anak Anda, siapkan diri Anda terhadap situasi yang tidak terbayangkan yang mungkin terjadi pada Anda. Anak Anda mungkin akan terkejut atau takut tertular HIV dari Anda. Pada situasi tersebut, Anda harus tetap tenang dan mengerti bahwa anak Anda takut kehilangan Anda. Mereka memerlukan waktu untuk menerima kenyataan.

Kenali anak Anda

Anda perlu mempertimbangkan waktu yang tepat untuk memberi tahu anak tentang penyakit Anda. Pastikan mereka cukup dewasa untuk mengerti kondisi ini. Usia anak berdampak pada apa yang mereka ketahui dan apa yang dapat dimengerti. Anda harus mengevaluasi apa yang anak Anda ketahui tentang penyakit sebelum memilih informasi yang akan Anda ceritakan.

Rencanakan kapan dan bagaimana untuk memberi tahu

Pertimbangkan kapan dan apa yang perlu dikatakan kepada anak Anda. Anda tidak boleh membicarakan tentang penyakit kepada anak Anda hanya karena Anda merasa Anda cukup berani. Hal ini dapat menyebabkan hal-hal jadi berantakan dan di luar kendali Anda. Inilah mengapa rencana untuk memberi tahu diperlukan. Untuk menghindari kebingungan, Anda perlu mengatur kata-kata yang akan Anda sampaikan. Anda juga dapat mencatatnya agar lebih mudah. Pilihlah waktu dan tempat yang sesuai dan nyaman untuk Anda berdua.

Bantu mereka mengerti tentang HIV

Walau kebanyakan anak pernah mendengar tentang HIV, namun hingga kelas 3 sekitar 93% dari anak-anak memiliki pengetahuan yang kurang jelas tentang HIV dan penyakit seksual lainnya. Maka dari itu, saat Anda memutuskan untuk memberi tahu anak tentang HIV, inilah kesempatan yang tepat untuk membahas tentang HIV. Anda dapat mengajari mereka bagaimana menghindari ajakan seksual dan obat-obatan yang berisiko untuk melindungi mereka di masa depan.

Bukan ide yang baik untuk memberikan terlalu banyak informasi tentang HIV. Mendapatkan terlalu banyak informasi dapat membuat anak bingung dan khawatir. Anda juga perlu memberi tahu anak bahwa mereka tidak akan terkena HIV ketika memeluk mencium, atau berada di dekat Anda.

Jangan minta anak untuk menjaganya sebagai rahasia

Anak-anak sangat jago menjaga rahasia. Begitu Anda memutuskan untuk memberi tahu anak tentang status HIV Anda, Anda tidak boleh meminta mereka menyimpan ini sebagai rahasia karena akan membuat anak Anda stress dan mengakibatkan gangguan perilaku tertentu yang serius.

Fakta tentang penyakit Anda dapat menyebabkan berbagai perasaan untuk anak Anda. Namun, cara Anda memberi tahu mereka penting untuk membuat mereka mengerti dan menerima kenyataan tentang kondisi HIV Anda. Jika Anda sangat merasa khawatir tentang akibatnya, mintalah dokter untuk memberi Anda saran.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Normalkah Jika Darah Haid Saya Berwarna Cokelat?

Meski pada umumnya darah menstruasi berwarna merah pekat, ada beberapa warna darah haid yang perlu Anda waspadai. Ini mungkin berisiko pada kesehatan Anda

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Fakta Unik 10 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Tips Mencari Tahu dan Mengembangkan Bakat Anak

Setiap anak memiliki bakat yang berbeda. Orang tua perlu mengenali dan membantu mengembangkan bakat anak sejak dini. Bagaimana caranya?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Parenting, Tips Parenting 10 September 2020 . Waktu baca 4 menit

4 Cara Menghilangkan Dahak pada Anak Secara Alami

Dahak yang menumpuk di tenggorokan bisa membuat anak Anda tidak nyaman. Berikut cara alami yang dapat membantu menghilangkan dahak pada anak.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Parenting, Tips Parenting 9 September 2020 . Waktu baca 3 menit

11 Gejala Pneumonia Pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Pneumonia pada anak diklaim sebagai penyebab kematian anak tiap 20 detik. Berikut beberapa gejala pneumonia pada anak yang sebaiknya Anda ketahui.

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Parenting, Tips Parenting 3 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gangguan atau penyimpangan makan pada remaja

Penyebab Gangguan Makan pada Remaja dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 19 September 2020 . Waktu baca 10 menit
pendidikan montessori

Mengenal Metode Pendidikan Montessori: Membebaskan Anak untuk Bereksplorasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 4 menit
mengajari anak gosok gigi

6 Cara Efektif Mengajarkan Anak Gosok Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 5 menit
syarat-donor-ginjal

Tertarik untuk Donor Ginjal? Simak Baik-Baik Prosedur dan Syaratnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 7 menit