home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ini Penyebab Bintik Merah dan Ruam Pada Kulit Bayi yang Sering Muncul

Ini Penyebab Bintik Merah dan Ruam Pada Kulit Bayi yang Sering Muncul
Penyebab Umum|Penyebab bintik merah lainnya |Cara mengatasi bintik merah

Anda pasti merasa cemas dan khawatir meliha bercak atau bintik merah pada kulit bayi. Ruam berupa bercak atau bintik merah pada kulit si kecil belum tentu pertanda masalah besar. Meski begitu, bintik merah yang disertai gejala lain mungkin juga merupakan tanda suatu penyakit. Agar lebih jelas, pahami lebih dalam macam-macam bintik merah serta ruam pada kulit bayi di artikel ini.

Penyebab Umum

Kondisi umum penyebab bintik merah pada bayi

biang keringat, bintik merah pada kulit bayi

Dikutip dari Pregnancy, Birth, & Baby, kebanyakan anak mengalami bintik maupun ruam.

Perlu diketahui orangtua bahwa bintik merah umumnya muncul pada pipi, lengan, kaki, bokong, maupun bagian tubuh bayi lainnya.

Kulit bayi masih sangat sensitif dan perlu beradaptasi dengan lingkungan baru, sehingga perubahan luar sedikit saja dapat membuatnya merah.

Berikut ini adalah beberapa penyebab umum munculnya bintik merah pada kulit bayi:

1. Biang keringat

Biang keringat (miliaria) adalah penyebab paling umum munculnya bercak merah pada kulit bayi.

Bintik merah khas biang keringat terasa panas, gatal, dan perih, serta tampak menyebar di sekitar leher, bahu, dada, ketiak, lipatan siku, dan lipatan paha.

Biang keringat terjadi akibat keringat yang terjebak di bawah kulit dan menyumbat pori-pori pada kulit bayi.

Bayi sangat mungkin terkena biang kering akibat paparan cuaca panas, kondisi kamar yang panas, atau baju yang terlalu tebal dan tidak menyerap keringat.

Namun, Anda tidak perlu khawatir dengan salah satu penyebab bintik merah atau ruam pada kulit bayi yang satu ini.

Biang keringat ringan bisa sembuh tanpa pengobatan medis khusus. Ada banyak cara mudah mengatasi biang keringat pada bayi.

2. Ruam popok

Bintik merah yang khusus muncul pada sekitar kulit bokong bayi bisa disebabkan oleh ruam popok.

Bercak merah akibat ruam popok juga dapat muncul pada kulit alat kelamin dan pangkal paha bayi.

Ruam popok dapat terjadi ketika kulit bayi terus-terusan lembap akibat tertutupi oleh bahan popok yang basah oleh feses dan urine.

Selain karena basah, bintik merah pada kulit bayi juga dapat terjadi akibat sensitivitas terhadap kotoran dalam popok. Jika popok yang kotor jarang diganti, kulit akan semakin lembap dan iritasi.

Kulit yang terbuka karena iritasi bisa memungkinkan bakteri atau jamur untuk masuk dan membuat ruam popok menjadi lebih buruk.

3. Gigitan nyamuk

Gigitan Nyamuk, bintik merah atau ruam pada kulit bayi

Jika Anda melihat bintik merah pada kulit wajah bayi, kemungkinan penyebabnya adalah gigitan nyamuk.

Cukup mudah untuk membedakan mana bintik merah akibat gigitan nyamuk dan biang keringat pada kulit bayi.

Bercak merah pada kulit bayi yang menandakan biang keringat tampak banyak dan menyebar. Sementara bentol gigitan nyamuk hanya terdiri dari satu bintik merah yang kadang menonjol.

Bekas gigitan nyamuk memang menimbulkan rasa gatal. Untungnya, kondisi ini cepat membaik dan Anda tidak perlu khawatir.

Anda mungkin perlu mengoleskan minyak telon bayi pada kulitnya menjelang tidur.

Aroma minyak ini tidak disukai nyamuk sehingga cukup ampuh melindungi kulit bayi dari gigitan nyamuk.

4. Jerawat

Jerawat bayi bukan seperti halnya jerawat yang muncul pada kulit remaja atau orang dewasa.

Jerawat ini menyebabkan kemunculan bercak merah atau bintik putih kecil pada kulit di sekitar pipi, hidung, dan dahi bayi.

Bintik merah pada kulit bayi ini biasanya muncul sekitar dua sampai empat minggu setelah bayi dilahirkan.

Penyebabnya tidak diketahui secara pasti. Namun, ada kemungkinan ini terjadi karena adanya perubahan hormon bayi dan ibu.

Biasanya jerawat pada bayi akan hilang sendiri dalam tiga sampai empat bulan tanpa meninggalkan bekas.

Maka dari itu, orangtua perlu untuk menggunakan produk perawatan kulit yang tepat agar bintik merah atau ruam pada bayi tidak bertambah parah.

5. Biduran

Ruam di perut bayi mungkin juga gejala biduran, yaitu masalah kulit yang ditandai dengan bentol merah yang melebar dan terasa gatal.

Biduran atau kaligata pada bayi umumnya muncul karena alergi makanan, suhu dingin, atau bisa juga disebabkan oleh alergi obat atau infeksi.

Untuk meredakan gatalnya, Anda bisa mengompres area kulit bayi yang biduran dengan air suam-suam kuku.

Namun, sebaiknya segera bawa si kecil ke dokter anak terdekat untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

6. Ruam air liur

Keluarnya air liur adalah hal yang normal, terutama bayi yang baru lahir. Air liur yang keluar akan mengalir melewati pipi, dagu, lipatan leher, bahkan sampai dada si kecil.

Kondisi ini bisa membuat iritasi kulit pada bayi kemudian terjadi ruam. Lalu, menyebabkan kulit tidak nyaman, bintik merah pada kulit bayi, gatal, dan permukaan kulit tidak rata.

Sebagai cara mencegahnya, pakaikan celemek yang tahan air, mengganti baju anak saat basah, serta membersihkan air liur secara teratur.

Apabila ruam atau bintik merah pada kulit bayi sudah muncul, jangan khawatir. Anda hanya perlu memastikan kebersihkan kulit serta mengoleskan krim khusus secara teratur.

7. Folikulitis

Bintik merah atau ruam pada kulit bayi yang satu ini muncul akibat iritasi atau infeksi dari bakteri di folikel rambut. Maka dari itu, kondisi ini terjadi pada tubuh di tempat rambut tumbuh.

Tidak hanya itu saja, folikulitis juga mungkin terjadi karena pakaian yang ketat. Ini menyebabkan terjadinya bintik merah, bentol, benjolan berupa cairan, hingga gatal.

Walaupun bisa hilang dengan sendirinya, pastikan Anda menjaga kebersihan tubuh anak dan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Penyebab bintik merah lainnya

Kondisi serius penyebab bintik merah pada bayi

Bintik merah yang muncul pada kulit bayi umumnya tidak membahayakan. Namun, Anda harus memperhatikan beberapa hal yang menandakan kondisi tersebut adalah serius.

Sebaiknya segera konsultasikan ke dokter jika bercak merah pada kulit bayi mengalami perubahan.

Sebagai contoh, adanya benjolan berisi cairan buram kekuningan (vesikula) atau bintik merah berubah menjadi ungu (petechiae).

Berikut beberapa kondisi serius penyebab munculnya bintik merah pada kulit bayi yang perlu diwaspadai:

1. Eksim

eksim pada bayi

Eksim menimbulkan ruam kulit kronis yang menyebabkan kulit menjadi bintik-bintik merah, terasa gatal, bersisik, dan terkadang terasa nyeri.

Apabila terus digaruk akan menyebabkan iritasi kulit atau bisa menyebabkan jaringan parut.

Bintik merah atau ruam pada kulit bayi ini bisa muncul di bagian tubuh mana saja.

Akan tetapi, cenderung lebih sering di bagian leher, pergelangan tangan, kaki, pergelangan kaki, lipatan siku atau lutut, dan pantat bayi.

Penyakit eksim pada bayi dipicu oleh hal-hal yang sifatnya alergen atau zat kimia yang mengiritasi kulit, contohnya seperti tungau, debu, detergen, atau bulu bintang peliharaan.

2. Selulitis dan impetigo

impetigo, bintik merah atau ruam pada kulit bayi

Selulitis disebabkan oleh infeksi pada kulit oleh bakteri Streptococcus. Infeksi tersebut memunculkan bercak merah pada kulit bayi disertai dengan pembengkakan yang hangat.

Terkadang kondisi ini muncul disertai dengan demam. Ini harus segera diobati supaya infeksi tidak menyebar dengan cepat.

Ada pula impetigo yang merupakan infeksi virus bakteri Streptococcus atau Staphylococcus yang masuk melalui pori-pori kulit yang terbuka akibat luka.

Awalnya akan muncul bintik merah atau ruam pada kulit bayi yang kemudian membengkak membentuk lenting dan akan pecah bila terus digaruk.

Cairan yang keluar ini bisa menyebarkan bakteri ke kulit sekitarnya. Luka akibat lenting yang pecah akan berkembang selama empat atau enam hari menjadi kering dan membentuk koreng.

Kondisi ini biasanya diobati dengan obat antibiotik yang diresepkan oleh dokter.

3. Cacar air

Penyakit cacar air disebabkan oleh virus varicella dan ditandai dengan bercak merah pada kulit bayi seperti gigitan nyamuk.

Namun, dalam beberapa jam, bercak tersebut akan membentuk lenting berisi cairan dan menimbulkan rasa gatal dan menyebar ke seluruh tubuh.

Kemunculan bintik merah biasanya disertai dengan demam dan nyeri pada tubuh. Penyakit ini menular dari cairannya yang bisa pecah jika terkena goresan.

Setelah lima atau tujuh hari, bekas luka akan mengering dan tidak akan menularkan penyakitnya pada orang lain.

Jika bayi Anda mengalami hal tersebut, segera konsultasi ke dokter untuk diberikan obat minum atau salep.

4. Penyakit kelima (fifth disease)

Penyakit kelima atau fifth disease adalah infeksi parvovirus B19 yang gejala awalnya ditandai dengan demam, hidung berair, sakit kepala, dan nyeri tubuh.

Kemudian, bintik merah atau ruam pada kulit bayi semakin kemerahan di area pipi setelah satu minggu dan pucat di sekitar mulut.

Kondisi ini memberi kesan seperti bayi habis ditampar (slapped cheek syndrome). Ruam bisa menyebar ke seluruh tubuh hingga telapak tangan atau bahkan telapak kaki selama satu hingga tiga minggu.

Cleveland Clinic menyebutkan bahwa tidak pengobatan khusus untuk mengobati penyakit ini. Dalam waktu dua minggu, virus akan hilang dengan sendirinya.

5. Meningitis

meningitis pada bayi
Sumber: Pinterest

Meningitis adalah salah satu penyakit yang dapat menimbulkan bintik merah pada kulit bayi. Kondisi ini menandakan adanya infeksi bakteri atau virus pada lapisan saraf tulang belakang.

Apabila diperhatikan, ruamnya cenderung keunguan dan dapat menyebar ke seluruh tubuh.

Selain munculnya ruam, bayi mungkin akan mengalami demam menggigil, tangan dan kaki terasa dingin, lesu, muntah, diare, dan tidak mau makan.

Gejala khas lain yang perlu Anda perhatikan adalah menonjolnya fotanel, yakni ubun-ubun bayi.

Cara mengatasi bintik merah

Cara menghilangkan dan mencegah bintik merah pada kulit bayi

merawat dan mencegah bintik merah pada kulit bayi

Umumnya, cara menghilangkan bintik atau ruam merah pada kulit bayi hanya dengan perawatan sederhana.

Namun, tetap penting bagi Anda memahami pencegahan serta cara mengatasi kemunculannya di lain waktu.

Berikut ini ada beberapa tips merawat terjadinya bercak-bercak merah pada kulit bayi, seperti:

1. Jaga kebersihan kulit bayi

Kulit bayi sangat sensitif sehingga perlu perhatian ekstra dalam menjaga kebersihannya.

Anda harus memandikan bayi dengan benar dan mengeringkan tubuhnya dengan handuk lembut sebelum dipakaikan baju.

Namun, ingat jangan terlalu sering memandikan bayi karena bisa membuat kulitnya kering. Idealnya, bayi cukup mandi dua kali sehari.

Jangan lupa mengganti popoknya bila sudah kotor atau basah. Setelah dipakaikan popok baru, bersihkan dulu area tersebut dengan tisu bebas pewangi dan alkohol.

2. Hindari produk yang bisa mengiritasi

Saat kulit bayi bermasalah, sebaiknya hentikan pemakaian produk yang tertentu, contohnya minyak telon atau bedak pada area tersebut.

Pasalnya, produk ini bisa menimbulkan rasa perih di kulit atau meningkatkan risiko penyumbatan di pori-pori.

Lalu, perhatikan apabila anak tidak cocok dengan produk perawatan kulit tertentu. Sebaiknya segera menggantinya dengan produk yang lebih lembut di kulit.

3. Hindari pakaian panas dan ketat

Kulit merah pada bayi dapat teriritasi bila ada gesekan dan tekanan berlebihan.

Maka dari itu, hindari pakaian atau popok yang terlalu ketat. Sesuaikan pakaian bayi dengan suhu udara di sekitarnya.

Bila cuacanya panas jangan biarkan bayi memakai jaket, selimut, atau penutup tubuh yang bisa membuatnya banyak berkeringat.

4. Jauhkan bayi dari orang sakit dan lakukan imunisasi

Bayi memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna. Itulah sebabnya ia akan lebih mudah sakit atau mengalami gejala yang lebih parah ketika terserang penyakit.

Nah, untuk menghindari hal tersebut pastikan anak melakukan jadwal imunisasi dengan sesuai. Salah satunya adalah mendapatkan vaksin MMR tepat pada waktunya.

Ini akan membuat sistem kekebalan tubuhnya lebih kuat dalam melawan infeksi karena sudah memiliki antibodi tertentu.

Selain itu, hindari bayi dari paparan orang yang sakit supaya ia tidak tertular.

5. Minta bantuan dokter

Merah-merah pada kulit bayi pada beberapa kondisi tidak dapat diobati dengan perawatan rumahan, contohnya seperti campak, demam scarlet, atau penyakit kelima.

Namun, biang keringat dan ruam popok juga perlu perawatan dokter bila kondisinya semakin memburuk.

Sebagai pertimbangan untuk membawa si kecil ke dokter, perhatikan tanda dan gejala berikut ini:

  • Ruam kemerahan tidak kunjung membaik walaupun Anda sudah melakukan pengobatan rumahan
  • Ruam menyebabkan pembengkakan kulit dan hangat ketika disentuh
  • Merah di kulit bayi disertai munculnya demam atau gejala lain yang menyerupai flu

Kemunculan bercak-bercak merah atau ruam pada kulit bayi adalah hal yang umum.

Namun, bayi harus mendapatkan diagnosis yang tepat dari dokter mengenai penyebab pasti dari kemunculan bercak tersebut.

Dengan begitu, dokter dapar memberikan pengobatan yang sesuai dengan penyebab bintik merah pada kulit bayi.

Pengobatan bercak merah pada kulit bayi dapat berupa pemberian:

  • Krim atau salep antijamur
  • Antibiotik
  • Bedak atau losion pereda gatal
  • Obat pereda demam, seperti parasetamol

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Skin problems in children: Frequently asked questions. (2013). Retrieved 9 November 2020, from https://uichildrens.org/health-library/skin-problems-children-frequently-asked-questions

Folliculitis (Child). (2020). Retrieved 9 November 2020, from https://www.fairview.org/patient-education/511635EN

Rashes (for Kids) – Nemours KidsHealth. (2020). Retrieved 9 November 2020, from https://kidshealth.org/en/kids/rashes.html

Common Childhood Rashes. (2020). Retrieved 9 November 2020, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/common-childhood-rashes

What are those bumps on my child’s skin?. (2020). Retrieved 9 November 2020, from https://www.aad.org/public/parents-kids/childhood-conditions/rashes-cause-bumps

Fifth Disease Management and Treatment | Cleveland Clinic. (2020). Retrieved 9 November 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15774-fifth-disease/management-and-treatment

Skin care for your baby. (2007). Paediatrics & Child Health, 12(3), 245-247. doi: 10.1093/pch/12.3.245

Heat rash – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 9 November 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heat-rash/symptoms-causes/syc-20373276

Drooling and Your Baby. (2020). Retrieved 9 November 2020, from https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/teething-tooth-care/Pages/Drooling-and-Your-Baby.aspx

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 03/03/2018
x