Menguak Manfaat Hebat Menyusui: Turunkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Menyusui menyimpan banyak manfaat kesehatan bagi wanita. Selain menurunkan risiko penyakit jantung, program ASI eksklusif juga bisa menurunkan risiko hipertensi pada ibu menyusui. Apa hubungannya menyusui dengan tekanan darah, ya? Berapa lama Anda harus menyusui agar terhindar dari risiko hipertensi? Simak jawabannya di bawah ini. 

Sekilas tentang manfaat menyusui untuk ibu

Pakar kesehatan di seluruh dunia menganjurkan setiap ibu menyusui ASI untuk bayinya setidaknya selama 6 bulan pertama setelah kelahiran. Ini karena menyusui menawarkan segudang manfaat kesehatan, baik untuk ibu maupun si buah hati.

Khususnya bagi ibu, berbagai penelitian telah membuktikan bahwa menyusui dapat membantu membakar lemak, mengurangi stres, memelihara kesehatan jantung, hingga menurunkan risiko berbagai penyakit kronis — mulai dari penyakit jantung, kanker payudara, kanker ovarium, hingga osteoporosis.

ASI eksklusif bisa menurunkan risiko hipertensi pada ibu menyusui

Hasil penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam American Journal of Epidemiology melaporkan bahwa risiko hipertensi pada ibu menyusui menurun secara drastis apabila mereka menjalani program ASI eksklusif selama setidaknya 6 bulan. Tidak hanya itu, semakin lama Anda menyusui juga dapat mengurangi risiko obesitas dan resistensi insulin.

Secara keseluruhan, penelitian ini menemukan bahwa wanita yang menyusui ASI eksklusif setidaknya selama 6 bulan berpeluang lebih kecil untuk mengalami tekanan darah tinggi dalam 14 tahun setelahnya dibandingkan ibu yang hanya memberikan susu botol. Penelitian tersebut dilakukan terhadap lebih dari 50 ribu ibu menyusui (yang ASI ekslusif dan yang memberikan susu formula) di Amerika Serikat.

ibu dengan penyakit lupus menyusui

Penelitian ini tidak secara langsung membuktikan bahwa menyusui dapat membuat tekanan darah menjadi lebih sehat. Namun, peneliti menduga bahwa pelepasan hormon oksitosin ketika menyusui dapat memiliki efek jangka panjang pada kesehatan pembuluh darah dan kestabilan tekanan darah, yang kemudian dikaitkan pada penurunan risiko hipertensi pada ibu menyusui.

Oksitosin adalah hormon pemicu rileksasi, yang efeknya mungkin juga tercermin pada fungsi pembuluh darah.

Menyusui menurunkan risiko aterosklerosis, yang terkait dengan hipertensi

 Sanne Peters, seorang peneliti di Oxford University mengatakan bahwa menyusui dapat mengurangi risiko wanita mengalami pengerasan pembuluh darah alias aterosklerosis. Aterosklerosis menjadi faktor risiko stroke dan penyakit jantung.

Mengapa bisa begitu? Menyusui ternyata mengubah metabolisme tubuh ibu segera setelah melahirkan. Selama hamil tubuh wanita “diprogram” untuk mengumpulkan lemak demi memastikan bayi dalam kandungan mendapatkan cukup nutrisi dan juga untuk persiapan menyusui ketika nanti bayi telah lahir.

Nah, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa menyusui bisa menggelontorkan cadangan lemak tersebut dengan lebih cepat. Apabila ibu tidak menyusui, maka cadangan lemak yang kini tak lagi dibutuhkan itu akan tetap bersemayam dalam tubuh. Hal ini dapat menyebabkan penambahan berat badan dan meningkatkan faktor risiko untuk hipertensi dan penyakit jantung setelah melahirkan.

Itu sebabnya para ahli merekomendasikan bahwa bayi disusui secara eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupannya, kemudian terus dilanjutkan sambil diselingi dengan pemberian makanan padat sampai mereka berumur satu tahun.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca