Komplikasi Hipertensi yang Mungkin Terjadi Jika Tidak Segera Diatasi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Hipertensi pada umumnya tidak bisa dirasakan dan tidak juga menimbulkan gejala berarti. Makanya banyak orang yang seringnya tidak menyadari kalau mereka punya darah tinggi, atau buruknya malah menyepelekan kondisi ini — “Kalau sudah sakit saja, baru nanti ke dokter”. Padahal, tekanan darah tinggi yang dibiarkan atau tidak dirawat dengan baik dapat berdampak serius bagi kesehatan tubuh. Bahkan bukannya tidak mungkin dapat berujung kematian. Apa saja komplikasi hipertensi yang mungkin terjadi?

Komplikasi hipertensi yang harus diwaspadai

Tekanan darah normal adalah 120/80 mmHg. Jika lebih dari angka ini, maka seseorang dikatakan berisiko mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Hipertensi terjadi jika tekanan darah seseorang sudah mencapai 140/90 mmHg saat diperiksa beberapa kali.

Jika tekanan darah tinggi dibiarkan begitu saja, ini bisa merusak pembuluh darah dan organ dalam tubuh dan bisa menyebabkan komplikasi hipertensi. Dilansir dari Mayo Clinic, beberapa komplikasi hipertensi yang bisa terjadi adalah:

1. Kerusakan pada pembuluh arteri

Pembuluh arteri yang sehat memiliki bentuk yang elastis, kuat, dan fleksibel. Bagian dinding dalam pembuluh arteri bertekstur lembut, sehingga darah dapat mengalir dengan lancar dan menyuplai organ-organ penting di dalam tubuh dengan oksigen dan gizi lainnya.

Namun, jika Anda menderita hipertensi yang tidak segera ditangani di awal, tekanan ketika darah mengalir akan semakin meningkat. Kemungkinan komplikasi yang dapat Anda alami akibat hipertensi adalah:

Pembuluh arteri menyempit dan rusak

Tekanan darah yang meningkat dapat merusak sel-sel yang terdapat di dinding pembuluh arteri Anda. Ketika lemak dari makanan Anda memasuki aliran darah, lemak tersebut akan menumpuk pada arteri yang rusak.

Seiring dengan berjalannya wakt, dinding pembuluh arteri Anda semakin tidak elastis, sehingga membatasi jumlah suplai darah ke seluruh tubuh.

Aneurisma

Tekanan darah yang sangat tinggi dapat menyebabkan salah satu bagian pembuluh darah arteri melemah dan menonjol seperti balon, membentuk komplikasi lain dari hipertensi, yaitu aneurisma.

Aneurisma biasanya tidak menyebabkan tanda atau gejala selama bertahun-tahun. Namun, jika aneurisma terus membesar dan akhirnya pecah, ini bisa mengancam nyawa.

Penyakit arteri perifer

Penyakit arteri perifer merupakan kondisi di mana terjadi penyempitan pada pembuluh arteri perifer yang terdapat di kaki, perut, lengan, dan kepala.

Penyempitan pada pembuluh darah ini disebut dengan aterosklerosis. Aterosklerosis menyebabkan penyumbatan pembuluh darah akibat penumpukan lemak, kolesterol, dan zat lainnya, sehingga jantung tidak mendapatkan cukup oksigen.

2. Kerusakan pada jantung

Jantung Anda berperan dalam memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Jika tekanan darah tidak terkendali dan terlalu tinggi, kondisi tersebut dapat merusak fungsi jantung Anda dan menimbulkan beberapa komplikasi hipertensi, seperti:

Penyakit arteri koroner

Penyakit ini terjadi pada pembuluh arteri yang menyuplai darah menuju otot jantung Anda. Arteri mengalami penyempitan, sehingga darah tidak dapat mengalir dengan lancar.

Ketika darah tidak mengalir dengan baik di dalam jantung Anda, kemungkinan Anda dapat mengalami nyeri dada, serangan jantung, atau detak jantung tidak beraturan (aritmia).

Pembesaran jantung bagian kiri

Komplikasi lain dari hipertensi pada jantung adalah pembesaran jantung bagian kiri. Kondisi ini terjadi ketika hipertensi menyebabkan jantung Anda memompa darah lebih keras dari biasanya.

Bila jantung bekerja terlalu keras, bagian kiri ventrikel jantung akan menebal atau kaku, sehingga ventrikel tidak dapat memompa darah dengan baik.

Apabila kondisi ini tidak segera diatasi, ada kemungkinan penderita mengalami serangan jantung, gagal jantung, hingga henti jantung.

Serangan jantung

Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan pengerasan dan penebalan arteri dinding pembuluh darah arteri. Kondisi ini juga berkaitan dengan aterosklerosis, seperti yang terjadi pada penyakit arteri perifer.

Akibatnya, Anda bisa terkena serangan jantung. Gejala peringatan serangan jantung yang paling umum adalah nyeri dada dan sesak napas.

Gagal jantung

Saat tekanan darah tinggi, otot jantung memompa darah lebih keras agar dapat memenuhi kebutuhan darah ke semua bagian tubuh. Hal ini membuat otot jantung lama-lama menebal sehingga jantung kesulitan memompa cukup darah.

Konsekuensinya, gagal jantung bisa terjadi. Gejala umum dari gagal jantung adalah sesak napas, kelelahan, bengkak di pergelangan tangan, kaki, perut, dan pembuluh darah di leher.

3. Stroke

Stroke bisa terjadi saat aliran darah kaya oksigen ke sebagian area otak terganggu, misalnya karena ada sumbatan atau ada pembuluh darah yang pecah. Penyumbatan ini terjadi karena adanya aterosklerosis dalam pembuluh darah.

Pada orang yang punya hipertensi, stroke mungkin terjadi ketika tekanan darah terlalu tinggi sehingga pembuluh darah di salah satu area otak pecah. Gejala stroke meliputi kelumpuhan atau mati rasa pada wajah, tangan, dan kaki, kesulitan berbicara, dan kesulitan melihat.

4. Masalah ginjal

Ginjal Anda bekerja dengan cara membuang sisa makanan dan cairan berlebih dari tubuh. Proses ini sangat bergantung pada pembuluh darah yang sehat.

Jika Anda menderita tekanan darah tinggi, hal tersebut berisiko merusak pembuluh darah yang mengarah dan berasal dari ginjal. Kondisi ini memicu terjadinya komplikasi hipertensi berupa nefropati, sekumpulan penyakit yang menyerang ginjal.

Gagal ginjal

Salah satu penyebab utama gagal ginjal adalah tekanan darah tinggi. Hal ini dikarenakan hipertensi dapat merusak seluruh arteri yang terhubung dengan ginjal Anda.

Kerusakan tersebut menyebabkan ginjal tidak dapat menyaring sisa pembuangan dari darah Anda. Akibatnya, cairan berlebih akan menumpuk ginjal Anda, sehingga Anda harus menjalani proses cuci darah (dialisis), atau transplantasi ginjal.

Glomerulosklerosis

Glumerulosklerosis adalah luka yang terdapat di glomeruli, yaitu pembuluh-pembuluh darah kecil yang terdapat di ginjal. Fungsi dari glomeruli adalah menyaring cairan dan sisa pembuangan dari darah.

Glumerulosklerosis juga merupakan salah satu pemicu utama terjadinya gagal ginjal.

Aneurisma arteri ginjal

Aneurisma juga dapat terbentuk pada dinding pembuluh darah di ginjal. Jika aneurisma muncul di arteri menuju ginjal, kondisi ini disebut dengan aneurisma arteri ginjal. Salah satu penyebab utamanya adalah aterosklerosis

Penyakit ginjal kronis

Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan pembuluh darah di ginjal menyempit dan melemah. Hal ini kemudian dapat mengganggu fungsi ginjal dan menyebabkan penyakit ginjal kronis (chronic kidney disease)

5. Masalah mata

Tak hanya bisa memengaruhi pembuluh darah di ginjal, tekanan darah tinggi juga bisa memengaruhi pembuluh darah di mata. Pembuluh darah di mata juga bisa menyempit dan menebal akibat tekanan darah tinggi.

Pembuluh darah kemudian bisa pecah dan mengakibatkan kerusakan mata, mulai dari penglihatan kabur sampai kebutaan.

6. Sindrom metabolik

Sindrom metabolik merupakan kumpulan dari kelainan metabolisme dalam tubuh. Salah satu faktor risikonya adalah tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi yang dibarengi dengan kondisi kadar gula darah tinggi, kadar kolesterol tinggi (kadar kolesterol baik rendah dan kadar trigliserida tinggi), dan lingkar pinggang besar didiagnosis sebagai sindrom metabolik.

7. Kesulitan dalam mengingat dan fokus

Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan perubahan kognitif. Anda mungkin akan mengalami masalah dalam berpikir, mengingat, dan belajar.

Tanda-tandanya seperti kesulitan dalam menemukan kata-kata saat berbicara dan kehilangan fokus saat dalam pembicaraan.

Komplikasi yang terjadi dari kondisi ini apabila hipertensi tidak segera ditangani adalah demensia. Demensia merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan gejala-gejala hilang ingatan, kebingungan, sulit berbicara, serta sulit memahami atau menerima informasi.

Kondisi ini biasanya bersifat progresif. Artinya, gejala-gejala akan semakin memburuk seiring dengan berjalannya waktu. Jenis demensia yang biasanya terjadi akibat hipertensi adalah demensia vaskuler.

Penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah pada penderita hipertensi dapat menyebabkan bermasalahnya suplai darah menuju otak. Hal ini yang dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi berupa demensia.

8. Disfungsi seksual

Seiring dengan bertambahnya usia, kerusakan dinding pembuluh darah akibat hipertensi juga dapat memengaruhi fungsi organ reproduksi.

Pada pria, komplikasi seksual akibat hipertensi dapat terjadi ketika penis sulit berereksi. Sementara itu, wanita juga mungkin akan mengalami penurunan gairah seksual, vagina kering, atau kesulitan mencapai orgasme saat berhubungan seksual.

Baca Juga:

Sumber