Cara Cek Tekanan Darah di Rumah

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Rutin cek tekanan darah di rumah dengan tensimeter dapat meningkatkan keakuratan diagnosis hipertensi, dan lebih unggul dalam memprediksi prognosis daripada mengecek tekanan darah dengan cara konvensional di klinik atau rumah sakit.

Anda juga bisa menghemat lebih banyak biaya dan waktu yang harusnya dikeluarkan untuk bolak-balik konsultasi ke dokter. Dengan cara ini pula Anda jadi lebih proaktif untuk memantau tekanan darah Anda dari waktu ke waktu dan juga perawatannya.

Yang perlu Anda ketahui seputar cek tekanan darah

Tekanan darah menunjukkan seberapa keras jantung Anda bekerja ketika memompa darah melalui pembuluh arteri. Tekanan darah adalah salah satu tanda vital tubuh. Tanda vital lainnya adalah suhu tubuh, denyut jantung, dan pernapasan.

Tanda vital menandakan seberapa baik tubuh Anda bekerja. Jika suatu tanda vital terlalu tinggi atau rendah, kemungkinan tubuh Anda mengalami masalah tertentu, termausk tekanan darah yang terlalu tinggi.

Ketika melakukan cek tekanan darah, terdapat 2 angka yang muncul. Angka pertama yang biasanya muncul di atas adalah angka tekanan sistolik. Sementara itu, angka yang muncul di bagian bawah adalah tekanan sistolik.

Tekanan sistolik adalah tekanan di dalam pembuluh arteri ketika jantung berkontraksi dan memompa darah. Sedangkan angka diastolik menunjukkan tekanan di dalam arteri ketika jantung beristirahat di antara setiap detaknya.

Jadi, jika Anda melihat angka di tensimeter berada di 117/80 mmHg, tekanan sistolik Anda adalah 117, sedangkan tekanan diastolik adalah 80.

Cek tekanan darah sebaiknya dilakukan di saat-saat tertentu. Biasanya, dokter yang akan merekomendasikan waktu yang tepat untuk melakukan pengecekan. Misalnya setelah Anda minum obat, atau ketika Anda merasakan gejala seperti pusing.

Langkah demi langkah cek tekanan darah di rumah

Menurut sebuah jurnal dari American Heart Association pada tahun 2013, orang-orang yang rutin mengecek tekanan darah sendiri di rumah akan lebih mudah mencapai target tekanan darah yang diinginkan, dibanding dengan orang yang melakukan pengukuran hanya saat sedang berkunjung ke dokter.

Mengukur tekanan darah sendiri sangat penting, terlebih lagi jika Anda memiliki penyakit kronis seperti diabetes. Selain itu, apabila tekanan darah Anda sering meningkat dan menurun, pengukuran tekanan darah sendiri di rumah berguna agar dokter dapat memantau perkembangan kondisi Anda setiap harinya.

Cara mengecek tekanan darah di rumah sebenarnya mudah. Namun sebelum mulai sendiri, sebaiknya tetap konsultasi dulu ke dokter mengenai pemilihan alat yang tepat, untuk belajar cara menggunakannya, sekaligus memastikan apakah keakuratan tensimeter Anda sudah sesuai standar medis yang berlaku.

Ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk mulai cek tekanan darah sendiri di rumah:

1. Pastikan tubuh sedang rileks

Sebelum cek tekanan darah, Anda harus memastikan bahwa tubuh Anda sedang benar-benar rileks. Hindari merokok dan minum minuman berkafein atau alkohol karena dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara.

Akan lebih baik lagi jika Anda berolahraga 30 menit sebelum mengecek tekanan darah. Selain itu, buatlah diri Anda senyaman mungkin, seperti tidak memasang suhu yang terlalu rendah saat di ruangan ber-AC.

Duduklah dengan posisi lengan sedemikian rupa di atas meja sehingga siku berada sejajar dengan jantung Anda. Posisikan lengan sedekat mungkin dengan jantung, dan punggung Anda ditopang dengan baik oleh senderan kursi dan kedua kaki memijak lantai.

Buang air kecil dulu sebelum cek tensi. Pastikan kandung kemih Anda benar-benar kosong, karena kencing yang tidak tuntas bisa memberikan hasil bacaan yang keliru.

2. Kenakan alat pengukur tekanan darah dengan tepat

Pasang manset alat pengukur tekanan darah di lengan Anda. Pastikan ukuran manset pas dengan lingkar lengan atas Anda untuk bisa memberikan hasil bacaan yang akurat.

Hindari mengenakan pakaian yang terlalu tebal. Hasil tes tekanan darah akan lebih akurat jika manset terpasang langsung di atas kulit Anda.

3. Mulai ukur tekanan darah Anda

Cek tekanan darah Anda sesuai dengan instruksi alat. Biarkan manset yang sudah kempes tetap terlilit dulu di lengan, tunggu sebentar, lalu ambil bacaan kedua.

Jika hasil bacaan keduanya dekat, ambil rata-ratanya. Jika tidak, ulangi lagi dan ambil rata-rata dari hasil tiga bacaan. Setiap kali habis cek, tulis angka atasnya (tekanan sistolik) dan angka bawahnya (tekanan diastolik).

Jangan panik jika hasil bacaan Anda tinggi. Coba tenangkan diri sejenak, lalu ulangi lagi pengukuran tekanan darah.

Tekanan darah yang normal seharusnya berada di bawah angka 120/80 mmHg. Jika hasil bacaan masih tinggi, lakukan lagi pengecekan setelah 5 menit agar mendapatkan hasil yang lebih akurat.

Apabila tekanan sistolik mencapai lebih dari 180 mmHg, atau tekanan diastolik melebihi 120 mmHg, Anda harus segera mencari pertolongan medis karena kondisi tersebut merupakan tanda dari krisis hipertensi.

Tips saat cek tekanan darah di rumah

Jadikan cek tensi di rumah sebagai kebiasaan Anda sehari-hari. Ini memungkinkan Anda untuk mengetahui seperti apa pola perubahan tekanan darah Anda dan apa yang mungkin memicunya, sehingga sangat membantu bagi Anda dan dokter di kemudian hari.

Selain itu, pastikan Anda mengukur tekanan darah pada waktu yang sama setiap hari. Anda juga dapat membuat jurnal atau catatan mengenai hasil pengukuran, serta waktu Anda mengeceknya.

Rutin mengukur tekanan darah di rumah tidak lantas akan membebaskan Anda dari hipertensi. Namun, akan sangat membantu Anda agar bisa lebih memegang kendali atas kesehatan diri sendiri dan mematuhi terapi perawatan hipertensi.

Anda akan tahu kapan dan bagaimana melakukan penyesuaian gaya hidup untuk menjaga tekanan darah tetap stabil, serta menentukan apakah obat hipertensi Anda benar efektif atau tidak untuk mengelola gejalanya.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: September 27, 2018 | Terakhir Diedit: November 18, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca