Mengenal Jenis, Bagian, dan Fungsi Stetoskop

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Ketika Anda sakit dan pergi ke dokter, umumnya Anda akan melihat benda yang satu ini tergeletak di meja atau dikalungkan di lehernya. Ya, stetoskop, sebuah alat yang berfungsi untuk mendengar suara detak jantung di dalam tubuh. Sebetulnya bukan hanya untuk mendengar suara detak jantung saja, alat medis ini umumnya bisa digunakan untuk mendengar suara organ tubuh lainnya. Apa sajakah itu? Mari simak ulasannya di bawah ini.

Apa fungsi stetoskop?

Stetoskop adalah alat medis yang fungsinya tidak hanya untuk mendengar suara detak jantung saja, tetapi juga untuk mendengarkan suara organ lain yang berada di dalam tubuh. Beberapa organ yang dibisa didengarkan oleh alat ini di antaranya adalah suara organ pencernaan, paru-paru, bahkan sampai suara janin yang masih di dalam kandungan pun bisa didengar detak jantungnya.

Selain untuk mendengar suara-suara di dalam tubuh, dokter juga akan menggunakan stetoskop untuk  mendengar apakah terdapat sesuatu yang tidak normal dari suara di dalam tubuh. Dengan begitu, diagnosis suara di dalam tubuh lewat alat ini bisa membantu dokter memilih tindakan dan pengobatan yang tepat untuk pasien.

Bagian-bagian stetoskop dan fungsinya

Stetoskop HelloSehat

1. Eartips

Bagian ini merupakan bagian yang diletakkan atau dimasukkan ke dalam telinga. Eartips menjadi pintu keluar suara yang didengar dari organ dalam tubuh, termasuk dada. Eartips umumnya terbuat dari karet atau bahan silikon yang dirancang dengan bentuk yang pas dipakai di dalam telinga sehingga suara lain yang tidak diinginkan tidak masuk tercampur.

Selain itu, eartips dibuat dengan bahan karet bertujuan agar lebih nyaman dipakai di telinga dan tidak menimbulkan rasa sakit. Oleh karena ukurannya yang kecil dan harganya murah, eartips adalah salah satu komponen stetoskop yang mudah diganti.

2.Tubing

Tubing adalah bagian dari alat yang berfungsi untuk menjaga dan mentransfer frekuensi suara yang ditangkap oleh diafragma stetoskop dan mengirimkannya kembali ke eartip. Dengan begitu suara dapat didengar oleh telinga pengguna.

3. Bell

Bell biasanya terdapat dalam stetoskop berkepala ganda. Biasanya bagian ini berada di ujung alat dan berbentuk melingkar, menempel pada bagian lain yang lebih pipih (diafragma). Bell memiliki bentuk lingkaran yang lebih kecil. Bagian ini berfungsi mendengarkan suara berfrekuensi rendah yang mungkin tidak mudah dideteksi oleh bagian lain alat ini, yaitu diafragma. Bell juga membantu untuk mendengarkan suara pada lokasi yang tidak datar, yang biasanya tidak dapat dijangkau secara optimal dengan menggunakan diafragma.

4. Diaphragm

Diafragma atau diaphragm stetoskop adalah bagian datar di ujung kepala alat ini. Fungsinya untuk  mendengarkan nada tinggi, contohnya suara paru-paru. Beberapa jenis alat ini ada yang memiliki diafragma tetapi tidak punya bell untuk mendeteksi suara rendah.

Jenis-jenisnya

Anda bisa memilih alat ini sesuai kebutuhan Anda, bisa yang berkualitas tinggi atau lebih rendah. Umumnya alat ini punya banyak warna, ukuran panjang yang berbeda, dan kegunaan yang berbeda pula.

Pada dasarnya setiap jenis dari alat ini dirancang untuk melakukan fungsi yang sama, yakni mendengar suara di dalam tubuh. Berikut adalah berbagai jenis stetoskop yang perlu Anda ketahui:

1. Stetoskop kardiologi

Alat jenis ini umumnya terlihat sama layaknya stetoskop biasa. Bedanya, kemampuan alat kardiologi ini dapat mendengarkan suara detak jantung dengan lebih jelas. Alat ini dapat mendengar suara dari frekuensi rendah ke tinggi dari diafragma tanpa perlu menggunakan bell yang biasanya ditemukan dalam stetoskop berkepala ganda.

2. Stetoskop bayi

Ini adalah jenis alat medis yang digunakan untuk memeriksa bayi yang sudah berusia sekitar tiga bulan lebih. Alat pediatrik ini berbeda dengan stetoskop pada umumnya, karena pada bagian ujung kepalanya memiliki diameter yang kecil, sekitar 2,6 cm. Mengapa diameternya dibuat sangat kecil?

Hal tersebut bertujuan untuk memberikan kejelasan suara yang akurat saat memeriksa bagian tubuh, terutama detak jantung bayi. Selain itu, bagian ujung kepala dari alat ini didesain dengan bahan non-lateks  untuk menghindari reaksi alergi pada bayi. Alat ini digunakan oleh praktisi medis dan juga mahasiswa kedokteran untuk mendengarkan dan mempelajari jantung serta suara lain untuk mendiagnosis dan menilai masalah yang mungkin muncul pada pasien bayi.

3. Stetoskop bayi baru lahir

Jenis alat medis ini adalah tipe terkecil untuk bayi yang baru lahir. Alat ini memiliki diameter yang sangat kecil, kira-kira hanya 2 cm. Dibuat sangat kecil dengan tujuan untuk mendengar kejelasan suara yang akurat tanpa risiko tercampur suara lain yang berasal dari luar dan sekitarnya.

Sama seperti stetoskop bayi biasa, alat medis ini juga dibuat dari bahan non-lateks yang berguna menghindari reaksi alergi dan sensasi dingin ketika besi ujung kepala alat ini diletakkan ke dada bayi yang baru lahir.

Alat medis ini sengaja dibuat sedemikian kecil untuk mendapatkan diagnosis yang akurat di waktu singkat. Biasanya alat ini digunakan untuk diagnosis dan penilaian fisik pada bayi yang baru lahir.

4. Stetoskop anak-anak

Alat ini terlihat seperti stetoskop biasa, tetapi dapat dibedakan dari warna dan ukuran kepala alat ini alias bagian yang ditempelkan ke tubuh. Alat ini memiliki ujung kepala yang lebih kecil agar penempatan ke bagian tubuh yang ingin didengar, seperti jantung, menjadi lebih jelas dan akurat.

Diberikannya warna pada alat ini juga bisa menjadi fungsi agar mirip seperti mainan. Jadi nantinya, anak-anak tidak akan merasa takut jika dokter hendak memeriksa. Alat medis jenis ini umumnya digunakan untuk mendiagnosis dan juga secara fisik menilai anak-anak yang sakit.

5. Stetoskop elektronik

Alat medis elektronik ini fungsinya untuk membantu memecahkan masalah suara dan memperkuat suara yang didengar pada dada atau bagian tubuh lainnya secara elektronik. Suara elektronik itu kemudian diubah menjadi sebuah gelombang listrik yang nantinya akan menghasilkan suara yang lebih jelas lagi jika sudah sampai ke telinga dokter.

Stetoskop jenis ini terbagi lagi ke dalam dua jenis, ada yang jenis amplifikasi dan digitalisasi. Alat ini sangat berguna, karena dapat memperkuat suara jantung atau pernapasan, sehingga memudahkan diagnosis dalam kasus suara yang samar. Umumnya, alat ini digunakan untuk diagnosis pada masalah kesehatan jantung atau paru.

Gunakan stetoskop sesuai fungsinya

Selain jenis-jenis di atas, yang digunakan untuk urusan medis langsung, ada lagi stetoskop untuk belajar. Jenis ini memiliki bagian satu bagian tubing namun dengan headset ganda. Artinya, satu alat ini bisa dipakai dua orang dalam waktu yang bersamaan. Itu sebabnya jenis ini secara khusus berfungsi untuk kegiatan belajar-mengajar.

Untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam mendengarkan suara tubuh sejelas dan seakurat mungin, tentu dibutuhkan alat yang berkualitas. Seberapa baik kualitas suara yang Anda dapatkan juga bergantung dengan kualitas produk yang Anda pilih. Kuncinya, pilihlah stetoskop yang sesuai dengan kebutuhan Anda agar bisa mendapatkan hasil yang optimal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Fungsi Testis, Anatomi, dan Risiko Penyakit yang Menyertainya

Fungsi testis sangat penting sebagai salah satu bagian organ reproduksi pria. Kenali anatomi testis normal dan risiko penyakit yang menyertai berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Semua Hal yang Penting Diperhatikan Pasca Operasi Usus Buntu

Pasca operasi usus buntu Anda tidak dianjurkan kembali beraktivitas. Anda juga perlu menghindari beberapa pantangan setelah operasi usus buntu.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Pencernaan, Radang Usus Buntu 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Segudang Manfaat Daun Sirih Hijau dan Merah yang Sayang Dilewatkan

Anda pasti sudah akrab dengan manfaat daun sirih untuk hentikan mimisan. Meski begitu, masih ada banyak lagi khasiat daun sirih untuk kesehatan. Penasaran?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

5 Manfaat Propolis, Getah Lebah yang Penuh Khasiat (Tidak Kalah dari Madu!)

Propolis disebut-sebut berkhasiat sebagai obat herbal untuk mengatasi gejala herpes, mengobati luka kulit, dan meredakan maag. Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara tahan lama

Berbagai Cara Agar Pria Tahan Lama Saat Berhubungan Seks

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
hidung meler

7 Penyebab Hidung Meler serta Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
urat menonjol pada orang muda

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
pertolongan pertama keracunan makanan

Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit