Rutin cek tekanan darah di rumah dengan tensimeter dapat meningkatkan keakuratan diagnosis hipertensi, dan lebih unggul dalam memprediksi prognosis daripada mengecek tekanan darah dengan cara konvensional di klinik atau rumah sakit.

Anda juga bisa menghemat lebih banyak biaya dan waktu yang harusnya dikeluarkan untuk bolak-balik konsultasi ke dokter. Dengan cara ini pula Anda jadi lebih proaktif untuk memantau tekanan darah Anda dari waktu ke waktu dan juga perawatannya.

Langkah demi langkah cek tekanan darah di rumah

Cara mengecek tekanan darah di rumah sebenarnya mudah. Namun sebelum mulai sendiri, sebaiknya tetap konsultasi dulu ke dokter mengenai pemilihan alat yang tepat, untuk belajar cara menggunakannya, sekaligus memastikan apakah keakuratan tensimeter Anda sudah sesuai standar medis yang berlaku.

Ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk mulai cek tekanan darah sendiri di rumah:

  • Jangan merokok, minum minuman berkafein dan olahraga 30 menit sebelum cek tekanan darah
  • Buang air kecil dulu sebelum cek tensi. Pastikan kandung kemih Anda benar-benar kosong, karena kencing yang tidak tuntas bisa memberikan hasil bacaan yang keliru.
  • Hindari mengukur tekanan darah Anda di ruang dingin ber-AC.
  • Jangan berbicara atau mengeluarkan suara saat cek tensi.
  • Duduk dengan posisi punggung Anda ditopang dengan baik oleh senderan kursi dan kedua kaki memijak lantai.
  • Pastikan ukuran manset pas dengan lingkar lengan atas Anda untuk bisa memberikan hasil bacaan yang akurat.
  • Pengukuran terbaik adalah manset terpasang di atas kulit telanjang, hindari pakaian yang tebal.
  • Posisikan lengan sedemikian rupa di atas meja sehingga siku berada sejajar dengan jantung Anda. Posisikan lengan sedekat mungkin dengan jantung.
  • Ukur tekanan darah Anda sesuai dengan instruksi alat. Biarkan manset yang sudah kempes tetap terlilit dulu di lengan, tunggu sebentar, lalu ambil bacaan kedua. Jika hasil bacaan keduanya dekat, ambil rata-ratanya. Jika tidak, ulangi lagi dan ambil rata-rata dari hasil tiga bacaan.
  • Setiap kali habis cek, tulis angka atasnya (tekanan sistolik) dan angka bawahnya (tekanan diastolik).
  • Jangan panik jika hasil bacaan Anda tinggi. Coba santaikan diri lalu ulangi bacaan.
  • Ukur tekanan darah pada waktu yang sama setiap hari.
  • Simpan catatan hasil bacaan tensi Anda dalam sebuah jurnal dan catat juga waktu Anda mengeceknya.

Jadikan cek tensi di rumah sebagai kebiasaan Anda sehari-hari. Ini memungkinkan Anda untuk mengetahui seperti apa pola perubahan tekanan darah Anda dan apa yang mungkin memicunya, sehingga sangat membantu bagi Anda dan dokter di kemudian hari.

Rutin mengukur tekanan darah di rumah tidak lantas akan membebaskan Anda dari hipertensi. Namun, akan sangat membantu Anda agar bisa lebih memegang kendali atas kesehatan diri sendiri dan mematuhi terapi perawatan hipertensi. Anda akan tahu kapan dan bagaimana melakukan penyesuaian gaya hidup untuk menjaga tekanan darah tetap stabil, serta menentukan apakah obat hipertensi Anda benar efektif atau tidak untuk mengelola gejalanya.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca