Pengobatan alternatif sering diartikan sebagai praktik kesehatan di luar lingkup obat konvensional. Obat konvensional adalah jenis yang diajarkan di sekolah-sekolah medis dan dipraktikkan oleh dokter. Pengobatan alternatif berikut telah menunjukkan bukti dalam menurunkan darah tinggi, berdasarkan dalam studi. Namun, sampai penelitian lebih lanjut dilakukan, Anda tetap harus berhati-hati mengenai keamanan dan efektivitas pengobatan alternatif ini.

Pengobatan alternatif mungkin dapat membantu mencegah atau menurunkan darah tinggi. Pengobatan ini harus digunakan bersamaan dengan obat hipertensi dari dokter, dan perubahan gaya hidup seperti berhenti merokok. Diskusikanlah selalu dengan dokter Anda sebelum mencoba pengobatan alternatif. Beberapa herbal dan suplemen dapat berinteraksi dengan obat dokter, jadi pastikan untuk memberi tahu dokter tentang obat atau suplemen apapun yang akan Anda konsumsi.

Obat tradisional dan pengobatan alternatif untuk menurunkan darah tinggi

Herbal dan suplemen

Ada beberapa bukti bahwa suplemen makanan dapat membantu mengontrol tekanan darah. Suplemen-suplemen ini adalah:

1. Asam lemak omega-3 (minyak ikan)

Lemak sehat ini ditemukan pada ikan, kacang, sayuran, dan suplemen. Telah terdokumentasi dengan baik manfaatnya untuk kesehatan jantung. Menurut American Heart Association, penelitian menunjukkan bahwa asam lemak omega 3 bermanfaat untuk:

  • menurunkan trigliserida
  • memperlambat penumpukan deposit lemak di dalam arteri
  • menurunkan risiko detak jantung abnormal
  • tekanan darah menjadi sedikit lebih rendah

2. Coenzyme Q-10

Coenzyme Q-10 diproduksi oleh tubuh manusia dan juga tersedia dalam suplemen untuk mendukung fungsi dasar sel. Menurut Mayo Clinic, penelitian menunjukkan bahwa ada bukti ilmiah bahwa coenzyme Q-10 memang menurunkan tekanan darah. Namun, mereka mengingatkan bahwa studi lebih lanjut diperlukan untuk menentukan dosis ideal yang diperlukan.

3. Bawang putih

Bawang putih populer sebagai makanan dan juga dijual dalam bentuk suplemen. Bawang ini mengandung senyawa sulfur yang memiliki efek positif pada tingkat kolesterol. Menurut National Institutes of Health, beberapa studi menunjukkan bahwa bawang putih dapat sedikit menurunkan tekanan darah.

4. Cokelat

Ditemukan dalam produk kakao dan dark chocolate, cokelat kaya akan bahan kimia tanaman antioksidan yang disebut flavonoids. Pada sebuah studi dari National Center for Complementary and Alternative Medicine (NCCAM), ketika orang-orang dengan tekanan darah tinggi mengkonsumsi cokelat dua kali sehari selama dua minggu, ini dapat meningkatkan kemampuan dinding arteri untuk mengendur tapi tidak menurunkan tekanan darah secara signifikan.

Teknik relaksasi

Teknik ini melawan respon tubuh terhadap stress, yang mana mungkin membantu mengontrol tekanan darah.

1. Meditasi

Meditasi adalah latihan fokus.  Meditasi menenangkan pikiran, merilekskan tubuh, dan mengurangi stres. Dalam sebuah penelitian terbaru, meditasi terbukti menurunkan tekanan darah pada kelompok siswa yang berisiko tinggi terkena tekanan darah tinggi.

2. Yoga

Latihan meditasi kuno ini menggabungkan postur fisik, teknik pernapasan, dan fokus. Yoga dapat membantu fleksibilitas dan kebugaran serta tingkat stres. Menurut NCCAM, penelitian menunjukkan bahwa yoga  dapat mengurangi denyut jantung dan tekanan darah.

3. Biofeedback

Biofeedback adalah teknik di mana Anda belajar untuk mengontrol fungsi tubuh tertentu dengan pikiran Anda. Selama sesi biofeedback, Anda terhubung ke sensor yang mengumpulkan informasi tentang apa yang terjadi di dalam tubuh Anda. Informasi ini kemudian dikirimkan kembali kepada Anda melalui isyarat visual atau pendengaran.

Misalnya, Anda terhubung ke sebuah sensor yang mengumpulkan informasi tentang denyut jantung dan informasi ini akan diberikan kepada Anda lewat grafik komputerisasi yang berubah sesuai dengan perubahan denyut jantung Anda. Tujuannya adalah untuk belajar mengendalikan grafik, dan detak jantung Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca