Waspadai Tanda-Tanda Hepatitis B, Kenali Perbedaan Gejala pada Hepatitis B Akut dan Kronis

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Hepatitis B merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B (HBV). Seseorang yang terinfeksi HVB mulanya terjangkit hepatitis B akut yang secara umum tidak memunculkan gejala yang kentara pada tahap awal infeksi.

Gejala yang muncul bukanlah gejala yang khas sehingga membuat hepatitis B sulit dideteksi secara langsung.

Tanpa penanganan yang baik, penyakit ini bisa berkembang menjadi hepatitis B kronis yang dapat berlangsung selama lebih dari 6 bulan. Seiring dengan perkembangan penyakitnya, maka gejala hepatitis B yang muncul juga semakin berat. 

Penting bagi Anda untuk mengenali gejala-gejala berdasarkan tingkat keparahan penyakit hepatitis B agar bisa mencari penanganan medis dengan tepat.

Perbedaan hepatitis B akut dan hepatitis B kronis

Hepatitis B termasuk penyakit yang sangat mudah menular. Virus hepatitis B (HBV) ditularkan dari satu orang ke orang lainnya melalui kontak dengan darah dan cairan tubuh lainnya yang terkontaminasi HBV. Di Indonesia, penularan hepatitis B paling sering terjadi dari ibu kepada bayinya melalui proses persalinan.

Infeksi HBV di dalam hati bisa bersifat akut (kurang dari 6 bulan), tapi jika infeksi bertahan lama dapat berlanjut menjadi infeksi kronis (lebih dari 6 bulan). Infeksi HBV kronis berisiko tinggi menyebabkan penyakit serius, seperti sirosis, kanker hati, dan kerusakan hati permanen. 

Namun dalam kebanyakan kasus, bayi yang tertular hepatitis B melalui proses persalinan akan langsung terjangkit hepatitis B kronis. Gejala hepatitis B kronis pada bayi bisa berlangsung selama bertahun-tahun.

Apa saja gejala hepatitis B akut?

Sakit perut gejala hepatitis B

Dalam banyak kasus, gejala hepatitis B akut tidak langsung disadari oleh penderita. Pasalnya, beberapa orang yang terinfeksi tidak memunculkan gejala hepatitis B yang berarti. Karena minimnya kesadaran akan gejala ini, maka penyakit ini makin sulit dideteksi sehingga tingkat penularannya pun semakin tinggi.

Pada orang yang merasa sakit, gejala pada hepatitis B akut muncul sekitar 1 sampai 4 bulan setelah terinfeksi. Namun, tanda dan gejala hepatitis B bervariasi antara satu orang dan yang lain. Gejala yang muncul pada tahap awal infeksi bisa ringan mirip gejala flu biasa, tapi juga bisa menampakkan gejala berat yang menyebabkan mual dan muntah. 

Berikut ini adalah beberapa gejala yang disebabkan infeksi HBV akut yang harus Anda waspadai:

  • Kelelahan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Nyeri perut
  • Urin berwarna gelap seperti teh
  • Warna feses yang pucat seperti dempul
  • Demam 
  • Nyeri sendi 
  • Mual dan muntah
  • Ikterus atau kulit dan mata yang menguning (jaundice)

Gejala hepatitis B akut sulit dibedakan dengan penyakit hepatitis lain yang disebabkan oleh virus, seperti hepatitis A dan C. 

Meskipun jarang terjadi, hepatitis B akut juga berisiko menyebabkan kerusakan hati secara permanen, sehingga hati tidak lagi bisa berfungsi secara optimal. Kondisi ini dikenal dengan fulminate hepatitis dan biasanya memunculkan gejala, seperti:

  • Mengalami gangguan fokus, kelesuan, rasa kantuk yang esktrem, atau halusinasi.
  • Kelelahan
  • Tiba-tiba kehilangan kesadaran
  • Ikterus atau jaundice yaitu menguningnya warna kulit dan mata
  • Pembengkakan pada abdomen atau perut bagian atas

Apa saja gejala hepatitis B kronis?

Seseorang yang terjangkit hepatitis B kronis akan mengalami gejala yang disebabkan dari kerusakan hati.

Hati memiliki peran penting dalam pencernaan dan sistem kekebalan tubuh. Organ ini berfungsi mempercepat pembekuan darah, membersihkan tubuh dari zat beracun, mencerna obat-obatan, menyimpan nutrisi untuk keberlangsungan metabolisme, dan lain-lain. Maka gejala hepatitis B kronis yang muncul akan berkaitan dengan gangguan pada setiap fungsi hati tersebut.

Akan tetapi, gejala yang muncul akan sangat bergantung dengan seberapa parah kerusakan hati yang terjadi, sehingga biasanya bervariasi. Gejala hepatitis B kronis secara relatif bersifat sedang hingga berat yang dapat mengindikasikan munculnya penyakit hati serius, seperti sirosis dan gagal hati.

Berikut ini adalah beberapa gejala yang disebabkan infeksi HBV kronis yang harus Anda waspadai:

  • Kelelahan
  • Sakit perut
  • Nyeri otot dan sendi
  • Kehilangan nafsu makan
  • Urin berwarna gelap seperti teh
  • Feses berwarna pucat 
  • Mual dan muntah-muntah
  • Pembengkakan pada perut bagian atas
  • Ikterus atau kulit dan mata yang menguning (jaundice)

Tidak tertutup kemungkinan jika Anda terinfeksi hepatitis B kronis, Anda tidak mengalami gejala sama sekali selama bertahun-tahun. Bahkan pada periode tersebut, hati Anda tetap bekerja dengan normal atau hanya sedikit mengalami gangguan.

Jika gejala berlangsung parah seperti mual dan muntah-muntah yang berpotensi menyebabkan tubuh Anda kekurangan cairan, maka gejala dehidrasi juga bisa muncul, seperti:

  • Kelelahan ekstrem
  • Kesulitan untuk konsentrasi
  • Sakit kepala
  • Warna urin menjadi lebih pekat atau gelap
  • Mulut dan tenggorokan kering

Apa saja gejala yang muncul ketika komplikasi terjadi?

Ada beberapa komplikasi serius yang disebabkan oleh infeksi HBV kronis. Peradangan pada hati dapat berkembang menyebabkan kerusakan dan pengerasan hati. Misalnya:

  • Kerusakan jaringan hati (sirosis) yang mengganggu fungsi hati
  • Kanker hati
  • Gagal hati — Anda mungkin perlu transplantasi hati untuk bertahan hidup
  • Kondisi lainnya, seperti penyakit ginjal, peradangan pembuluh darah atau anemia.

Ketika komplikasi berlangsung gejala hepatitis B akan semakin bertambah parah. Dilansir dari Medicinet, beberapa gangguan kesehatan yang bisa Anda alami saat terjadi komplikasi meliputi:

  • Kehilangan kesadaran hingga koma hal ini disebabkan karena hati tidak bisa lagi membersihkan tubuh dari zat-zat beracun
  • Meningkatnya tekanan darah hingga menurunkan jumlah sel-sel darah merah yang menyebabkan anemia
  • Darah sukar membeku dan mudah mengalami pendarahan
  • Munculnya ikterus atau penyakit kuning akibat hati tidak mampu menyaring zat bilirubin

Kapan sebaiknya memeriksakan diri ke dokter?

Sebaiknya segera periksakan diri ke dokter jika Anda mencurigai salah satu gejala hepatitis B seperti yang sudah disebutkan di atas. Risiko infeksi berkembang parah bisa menurun drastis jika Anda menerima pengobatan atau pencegahan dengan segera. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter umum seputar keluhan gejala hepatitis B yang Anda alami.

Bagaimana dokter mendiagnosis penyakit hepatitis B?

Mengenali gejala hepatitis B dapat membantu dokter mendiagnosis penyakit ini. Setelah mengetahui apa saja gejala hepatitis B yang Anda alami, dokter akan meminta Anda untuk melakukan prosedur skrining melalui tes darah dan tes fungsi hati serum untuk mendeteksi keberadaan virus hepatitis dalam tubuh. 

Hasil tes darah juga dapat menentukan apakah penyakit tersebut akut atau kronis. Jika diperlukan, dokter mungkin ingin mengambil sampel jaringan hati untuk diperiksa (biopsi) untuk menentukan apakah Anda mengalami kerusakan hati. 

Baca Juga:

Sumber