HBsAg, Tes Darah untuk Mendiagnosis Penyakit Hepatitis B

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

HBsAg adalah kepanjangan dari Hepatitis B surface Antigen, yang merupakan antigen permukaan virus hepatitis B. Pemeriksaan HBsAg dilakukan untuk memastikan diagnosis hepatitis B. 

Jika hasil pemeriksaan HBsAg positif, berarti Anda terinfeksi virus hepatitis B (VHB) dan berisiko menularkan penyakit ini ke orang lain melalui darah atau cairan tubuh Anda. 

Simak informasi lengkap tentang penyakit hepatitis B dan pemeriksaan HBsAg dalam artikel ini.

Apa itu penyakit hepatitis B?

gejala hepatitis

Penyakit hepatitis B adalah infeksi hati serius yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Menurut South East Asian Region, Indonesia merupakan negara dengan kejadian endemik hepatitis B tertinggi kedua setelah Myanmar.

Secara umum, terdapat dua jenis penyakit hepatitis B, yaitu akut dan kronis. Kebanyakan orang yang tertular hepatitis B sewaktu dewasa mengalami infeksi akut, tetapi ini bisa berlanjut menjadi infeksi kronis.

Sementara itu, hepatitis B kronis lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak. Jika dibiarkan tanpa pengobatan yang tepat, infeksi ini dapat meningkatkan risiko Anda untuk terkena gagal hati, kanker hati, ataupun sirosis, sebuah kondisi kerusakan hati permanen.

VHB ditularkan dari satu orang ke orang lainnya melalui darah, air liur, cairan mani, dan cairan vagina. Beberapa cara penularan penyakit hepatitis B yang paling umum adalah melalui transfusi darah, penggunaan jarum suntik yang tidak steril, dan melalui hubungan seksual

Infeksi virus hepatitis B dapat didiagnosis melalui keberadaaan antigen HBV atau HBsAg yang terdapat di dalam darah.

Siapa saja yang perlu melakukan pemeriksaan HBsAg?

Hepatitis D adalah

Seseorang mungkin memerlukan pemeriksaan HBsAg jika dokter mencurigai adanya kemungkinan Anda mengalami infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B.

Anda mungkin juga akan memerlukan pemeriksaan HBsAg jika Anda mengalami gejala khas hepatitis B seperti jaundice atau ikterus (penyakit kuning), air kencing berwarna pekat atau gelap, nyeri perut bagian bawah, serta nafsu makan yang menurun secara drastis selama beberapa waktu.

Anda mungkin juga dianjurkan melakukan pemeriksaan HBsAg jika Anda termasuk golongan orang-orang  yang berisiko tinggi terkena penyakit hepatitis B, seperti:

  • Sering melakukan seks dengan tidak aman, misalnya tanpa kondom dan berganti-ganti pasangan seks
  • Baru-baru ini berhubungan seks dengan orang yang menderita VHB
  • Mendapatkan hasil tes fungsi hati dengan kelainan yang tidak dapat dijelaskan
  • Menderita HIV atau hepatitis C
  • Traveling ke negara dengan kasus hepatitis B yang tinggi, termasuk Asia, Kepulauan Pasifik, Afrika, dan Eropa Timur
  • Orang yang memiliki penyakit hati atau mengalami kegagalan fungsi hati
  • Menggunakan narkoba suntik
  • Merupakan pria yang berhubungan seks dengan pria lainnya
  • Menjalani pengobatan dialisis ginjal (cuci darah)
  • Menggunakan obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh, seperti obat anti-penolakan yang digunakan setelah transplantasi organ
  • Bekerja di rumah sakit atau klinik kesehatan]
  • Orang yang pergi ke wilayah yang mengalami wabah hepatitis B
  • Perempuan yang sedang hamil
  • Orang yang akan mendonorkan darah

Selain digunakan untuk mendiagnosis penyakit hepatitis B, pemeriksaan HBsAg juga dilakukan untuk melihat seberapa baik pengobatan hepatitis B yang Anda jalani bekerja.

HBsAg adalah tes darah untuk mendiagnosis hepatitis B

mendeteksi kanker

Virus hepatitis B memiliki antigen permukaan (disebut HBsAg) yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh Anda membuat antibodi. HBsAg dapat ditemukan dalam darah beberapa minggu setelah Anda terinfeksi. Apabila setelah pemeriksaan diketahui hasil HBsAg adalah positif, artinya Anda terinfeksi virus hepatitis B dan berpotensi menyebarkan VHB ke orang lain. 

Meski pemeriksaan HBsAg dapat membantu mendiagnosis hepatitis B, tes ini tidak dapat membedakan apakah infeksi yang dialami oleh penderita bersifat akut atau kronis.

Pada dasarnya hasil pemeriksaan HBsAg positif ataupun negatif bergantung pada usia, jenis kelamin, riwayat kesehatan, metode yang digunakan untuk tes, dan hal-hal lain.

Perlu digarisbawahi bahwa hasil pemeriksaan HBsAg tidak selalu menandakan bahwa Anda memiliki masalah kesehatan serius. Namun, hasil pemeriksaan ini dapat menentukan kemungkinan Anda untuk terinfeksi virus hepatitis B.

Kapan HBsAg efektif dilakukan?

Virus hepatitis B (HBV) tidak lantas aktif bereplikasi ketika masuk ke dalam tubuh. Virus ini akan menjalani masa inkubasi terlebih dahulu yang rata-rata berlangsung selama 90 hari.

Antigen HbsAg dan DNA HBV sudah bisa dideteksi di dalam darah ketika infeksi HBV telah berlangsung selama 1 sampai 9 minggu. Namun dalam beberapa kasus, saat gejala sudah berlangsung selama 7 minggu keberadaan HBsAg juga bisa tidak ditemukan.

Memahami hasil pemeriksaan HBsAg

Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter secara langsung untuk bisa mengerti hasil pemeriksaan HBsAg yang Anda jalani. Terdapat tiga kemungkinan yang bisa ditunjukkan pada hasil tes tersebut yaitu apakah Anda terbukti terinfeksi, terlindungi, atau berisiko terinfeksi.

Hasil negatif atau non-reaktif

Hasil pemeriksaan yang negatif menandakan bahwa tidak adanya HBsAg yang ditemukan di dalam serum. Hasil negatif juga dapat ditemukan pada orang yang telah sepenuhnya sembuh dari hepatitis B.

Dalam artian, Anda sepenuhnya bebas dari infeksi virus hepatitis B (HVB). Akan tetapi, ketika Anda terinfeksi hepatitis D yang mana virusnya menekan jumlah HVB saat bereplikasi maka biasanya HBsAg juga tidak bisa ditemukan.

Jika infeksi HBV berhenti, Anda akan memiliki antibodi terhdapa virus tesebut dan tidak lagi bisa menularkan virus kepada orang lain.

Hasil positif atau reaktif

Hasil pemeriksaan HBsAg yang positif atau reaktif menunjukan bahwa seseorang terinfeksi hepatitis B, berati terdapat  HBV yang bisa aktif bereplikasi merusak sel-sel hati.

Infeksi yang berlangsung dapat merupakan infeksi aktif, infeksi berisiko rendah atau berada dalam level tidak aktif.

Ketika Anda terinfeksi maka Anda merupakan carier yang dapat menularkan virus penyakit ini kepada orang lain.

Untuk mencegah perkembangan infeksi, dokter biasanya akan menganjurkan Anda untuk mengurangi konsumsi alkohol dan obat-obatan lain yang berisiko mengakibatkan gangguan fungsi hati, seperti paracetamol.

Dibutuhkan pemeriksaan secara lebih lanjut untuk menentukan apakah infeksi yang terjadi merupakan infeksi akut atau kronis.

Tes lain untuk mendiagnosis hepatitis B

komponen darah tes darah

Pembacaan hasil tes HBsAg tidak bisa dilakukan secara tunggal.Hasil ini harus dikombinasikan dengan jenis tes serologis untuk mendeteksi hepatitis B lainnya yaitu tes antibodi HBc dan tes antibodi permukaan HBc.

Hasil kombinasi tiga tes untuk hepatitis B ini digunakan untuk mengidentifikasi fase infeksi HBV apakah telah berlangsung secara akut atau kronis.

Total hepatitis core antibody (Anti-HBc)

Antibodi ini muncul sejak terjadinya infeksi akut dan bertahan seumur hidup Anda. Keberadaan anti-HBc menunjukkan adanya infeksi lama atau infeksi yang sedang berlangsung dalam waktu yang tidak dapat ditentukan. 

Hepatitis B surface antibody (anti-HBs)

Berbeda dari tes HBsAg, pemeriksaan anti-HBs ini dilakukan untuk melihat sistem kekebalan tubuh Anda terhadap virus hepatitis B. Jika pemeriksaan anti-HBs menunjukkan hasil yang positif, kemungkinan besar Anda akan terlindungi dari paparan virus hepatitis B.

Biasanya hasil pemeriksaan positif karena Anda sebelumnya sudah pernah melakukan vaksin hepatitis B. Selain itu, hasil pemeriksaan yang positif juga berarti bahwa Anda sedang dalam masa pemulihan dari infeksi hepatitis B akut.

Tes darah lainnya.

Dokter juga mungkin akan menyarankan pasiennya melakukan pemeriksaan darah lainnya bersamaan dengan tes hepatitis di atas untuk mencari tahu jenis virus dan tahap infeksi apa yang mungkin Anda alami.

Tak hanya itu, tes darah juga dapat dilakukan untuk melihat fungsi hati Anda apakah bekerja lebih keras dari biasanya, sedang dalam tekanan, atau malah tengah mengalami kerusakan yang parah.

Kegunaan lain dari pemeriksaan HBsAg

Ketika fase infeksi virus hepatitis B telah berhasil diketahui, pemeriksaan HBsAg akan digunakan untuk memantau perkembangan infeksi.

Apabila hasil tes menunjukkan bahwa infeksi yang berlangsung adalah infeksi kronis, dokter akan memberikan pengobatan untuk menekan laju infeksi virus sekaligus mengurangi jumlah HBV yang terdapat di dalam tubuh.

Untuk menentukan apakah pengobatan berjalan dengan efektif maka perlu dilakukan sejumlah tes darah secara berkala, salah satunya adalah tes HBsAg.

Jika HBsAg menunjukan hasil negatif dan anti-HBs berubah positif selama pengobatan berlangsung, hasil ini menandakan obat yang diberikan efektif mengurangi jumlah virus termasuk menghentikan infeksi.

Orang yang terinfeksi bisa sepenuhnya pulih seterah menjalani pengobatan selama 6 sampai 12 bulan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca