Cara Mengobati Muntaber Agar Tidak Bertambah Parah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/04/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Muntaber adalah peradangan pada saluran pencernaan, khususnya lambung, usus besar, dan usus kecil. Penyakit yang menyerang sistem pencernaan ini akan menyebabkan gejala diare, kram perut, demam, mual dan muntah. Lantas, bagaimana cara mengobati muntaber? Yuk, lihat beberapa cara untuk mengatasi muntaber, baik dengan perawatan rumahan maupun pengobatan dokter berikut ini.

Cara mengobati muntaber dengan perawatan di rumah

Air garam sebagai obat batuk alami untuk anak muntaber

Muntaber sebenarnya menandakan muntah dan berak, yang merujuk pada penyakit gastroenteritis. Disebut demikian karena gejala muntaber yang membuat seseorang yang terinfeksi terus muntah dan buang air besar berair terus-menerus.

Muntaber bisa menyerang siapa saja, tapi penyakit ini lebih sering terjadi pada anak-anak. Kabar baiknya, penyakit ini bisa diobati dengan perawatan rumah, walaupun beberapa kasus parah memerlukan perawatan dokter. Berikut ini cara mengobati muntaber yang bisa Anda lakukan di rumah.

1. Konsumsi cairan yang banyak

Pertolongan pertama ketika muntaber terjadi adalah meningkatkan asupan cairan tubuh, contohnya perbanyak minum air putih. Ini dijadikan sebagai cara ampuh mengatasi muntaber karena air mineral menjadi pengganti cairan tubuh yang hilang lewat keringat, muntah, dan diare.

Selain minum air, cara lainnya yang dapat meningkatkan asupan cairan sekaligus mengobati muntaber, antara lain:

  • Makanan berkuah, seperti sup atau makanan dengan kuah kaldu. 
  • Minuman yang mengandung cairan elektrolit, Anda bisa mengonsumsi air kelapa.
  • Minum teh mengandung jahe dan daun mint yang bisa membantu menenangkan perut dan mengurangi rasa mual (hindari teh berkafein tinggi). 

Walaupun Anda diharuskan meningkatkan asupan cairan, sebaiknya tidak minum atau makan dalam jumlah banyak sekaligus. Alih-alih mengobati muntaber, cara seperti ini malah membuat perut Anda tidak nyaman. Jadi, minum dan makan sedikit demi sedikit namun lebih sering.

2. Minum oralit

Cara mengobati muntaber tidak berbeda jauh dengan diare, karena gejalanya yang serupa. Anda bisa membuat larutan oralit untuk membantu cairan tubuh yang hilang. baik dengan mencampurkan air hangat, garam, dan gula atau membeli oralit di apotek.

Larutan oralit berbeda dengan air putih karena mengandung mineral seperti garam dan gula. Anda membeli oralit di apotek atau membuatnya larutan sendiri, dengan mencampurkan air hangat dengan garam dan gula.

3. Banyak makan makanan yang mengandung karbohidrat

Cara selanjutnya untuk mengobati muntaber adalah menyesuaikan pilihan makanan yang dikonsumsi. Pasalnya, saat Anda mengalami muntaber, usus tidak bekerja dengan baik dan sedang dalam masa pemulihan. Itulah sebabnya, pilihan makanan harus diperhatikan.

Pilihan makanan terbaik saat Anda muntaber adalah makanan yang kaya karbohidrat namun mudah dicerna, seperti:

Buah pisang

Buah pisang baik untuk yang mengalami muntaber karena teksturnya yang lembut. Selain itu, pisang bisa menggantikan potasium yang hilang dari gejala muntah dan diare yang dirasakan, dan juga dapat menguatkan lapisan lambung dari bakteri atau virus muntaber. Disarankan pisang yang dikonsumsi adalah pisang hijau.

Nasi putih dan bubur

Beras putih mengandung zat karbohidrat yang mampu mengembalikan energi bila seseorang terserang muntaber. Anda bisa mengolah beras menjadi bubur agar mudah dicerna oleh usus dan lambung. Sebaiknya hindari menggunakan beras merah, karena beras merah mengandung kandungan gas berlebih dan kurang baik untuk penderita muntaber.

Jus apel

Minum jus apel dapat memberikan dorongan energi karena kandungan apel yang mengandung karbohidrat dan gula, serta pektin. Gizi ketiganya baik untuk membantu menghentikan diare.

3. Istirahat cukup

Istirahat yang cukup merupakan salah satu cara ampuh mengobati segala macam penyakit, termasuk muntaber. Pasalnya, saat Anda sedang beristirahat, tubuh Anda bekerja keras untuk melawan infeksi dan memperbaiki kerusakan pada tingkat sel kekebalan tubuh.

Disarankan untuk beristirahat yang cukup dalam waktu beberapa hari guna mengembalikan stamina dan tenaga. Hindari berbagai hal yang bisa mengganggu waktu Anda beristirahat, seperti bermain ponsel atau menonton tv.

Cara mengobati muntaber dengan obat tanpa resep

cara menyimpan obat padat muntaber

Selain perawatan di atas, Anda juga bisa minum obat sebagai cara untuk mengobati muntaber. Cara ini terbilang cukup cepat dan mudah dalam mengatasi gejala muntaber yang mengganggu.

Saat Anda mengalami gejala demam dan sakit perut akibat muntaber, Anda bisa memilih acetaminophen. Obat ini dapat meredakan demam sekaligus mengurangi rasa sakit, serta memiliki efek samping yang tidak terlalu banyak. Namun, Anda harus menghindari obat ini jika memiliki penyakit hati.

Sementara untuk mengatasi rasa mual dan muntah, Anda bisa mengandalkan obat antiemetik (obat anti-mual dan muntah). Beberapa jenis obat antiemetik yang bisa Anda gunakan adalah prometazin, proklorperazin, metoklopramid, atau ondansetron.

Kemudian, untuk mengatasi gejala diare disertai muntah, Anda bisa minum obat loperamide hydrochloride atau bismuth subsalicylate. 

Cara mengobati muntaber terbaik, periksa ke dokter

cara mengatasi anak takut ke dokter

Meskipun muntaber umumnya dapat diatasi dengan perawatan yang telah disebutkan di atas, bukan berarti Anda tidak perlu periksa ke dokter. Pada beberapa kasus, perawatan rumahan mungkin tidak cukup ampuh dalam mengobati muntaber.

Kemungkinan besar ini menandakan bahwa infeksi yang terjadi pada saluran cerna sukup parah. Menyegerakan diri untuk periksa dokter menjadi cara terbaik untuk mengobati muntaber.

Apalagi jika Anda punya masalah kesehatan tertentu yang memang tidak boleh sembarangan dalam menggunakan obat. Mengingat obat pasti punya efek samping dan tidak semua orang bisa menggunakannya dengan bebas.

Dokter akan membantu Anda untuk mengetahui penyebab muntaber sekaligus pengobatan yang tepat. Khusus untuk kasus muntaber yang disebabkan oleh bakteri, contohnya E. coli, dokter akan meresepkan antibiotik. Obat ini bertugas untuk menghentikan infeksi dengan mengurangi jumlah bakteri penyebab muntaber.

Sementara pada muntaber yang disebabkan oleh virus, seperti rotavirus, dokter akan meresepkan beberapa obat untuk meredakan gejala. Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, dokter mungkin juga meresepkan suplemen probiotik untuk meningkatkan jumlah bakteri baik sehingga diare jadi lebih cepat pulih.

Mayo Clinic menyarankan Anda untuk segera periksa ke dokter jika mengalami kondisi seperti berikut ini:

  • Orang dewasa. Terus buang air besar dalam waktu 24 jam, mengalami muntah selama 2 hari atau muntah darah, atau menunjukkan tanda-tanda dehidrasi disertai demam di atas 40º celcius.
  • Bayi dan anak-anak. Mengalami BAB berdarah, demam di atas 38º celcius, terus muntah dalam beberapa jam, atau tidak responsif.

Menentukan cara mengobati muntaber yang tepat bukan hanya membantu mengatasi gejalanya yang mengganggu, tapi juga menurunkan risiko terjadinya komplikasi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Nokturia, Penyebab Sering Buang Air Kecil pada Malam Hari

Apakah di tengah malam, Anda lebih dari dua kali pergi untuk buang air kecil? Hati-hati, bisa jadi nokturia. Kenali penyebabnya!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

Hati-hati, tidak menjaga kesehatan kandung kemih membuat Anda rentan kena berbagai gangguan sistem kemih seperti infeksi saluran kencing hingga kanker.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Ginseng Korea: Benarkah Ampuh Atasi Berbagai Masalah Seksual Pria?

Ginseng Korea diyakini bisa mengatasi masalah pria, dari impotensi hingga ejakulasi dini. Tapi apakah manfaat ginseng ini sudah terbukti dan teruji klinis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Pijat Prostat, Benarkah Bisa Atasi Masalah Prostat dan Seksual?

Dewasa ini, pijat prostat mulai banyak dicari. Banyak yang yakin pijat ini bisa jadi solusi berbagai keluhan di area prostat. Apa memang benar?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Urologi, Prostat 05/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengobati infeksi saluran kencing obat cefixime antibiotik

7 Pengobatan Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 8 menit
cara menghilangkan varises dengan skleroterapi

Sering Menggoyang-goyangkan Kaki Saat Tidur? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 3 menit
sering kencing di malam hari

7 Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil yang Mengganggu

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
penyebab infeksi saluran kencing

Berbagai Penyebab Penyakit Infeksi Saluran Kencing yang Perlu Anda Ketahui

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit