home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Bagaimana Cara Muntaber Menular ke Orang Lain?

Bagaimana Cara Muntaber Menular ke Orang Lain?

Gastroenteritis (muntaber) merupakan salah satu gangguan pencernaan menular dan dapat terjadi pada siapa saja. Cari tahu bagaimana penyakit yang juga disebut flu perut ini dapat menular berikut ini.

Apakah muntaber bisa menular?

golongan darah flu perut

Penyebab utama muntaber yaitu infeksi, baik berasal dari virus, bakteri, maupun parasit. Ketiganya dapat menyebar dari satu orang ke lainnya lewat banyak cara. Kondisi ini pun biasanya dijumpai pada bayi dan anak-anak, tetapi orang dewasa pun dapat mengalaminya.

Salah satu penyebab flu perut sangat menular tinggi yaitu infeksi virus. Gastroenteritis akibat infeksi virus, terutama norovirus, memiliki tingkat penyebaran yang tinggi.

Bila seseorang yang terinfeksi menyebarkan virus ini ke orang lain, terutama anak dan bayi dengan sistem imun lemah, risiko kemunculan gejala flu perut pun tinggi.

Itu sebabnya, jumlah kasus muntaber cukup banyak, terutama di beberapa wilayah negara berkembang dengan sanitasi yang buruk.

Dengan mengenali bagaimana cara penularan penyakit ini, setidaknya Anda bisa menjalani upaya pencegahan muntaber.

Cara muntaber menular

penyakit muntaber pada manusia

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa berbagai patogen penyebab muntaber dapat menular dari satu orang ke orang lainnya lewat berbagai cara. Namun, flu perut biasanya menular lewat konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi.

Selain itu, ada sejumlah cara penularan lainnya yang bisa membuat seseorang terserang virus atau bakteri penyebab flu perut. Berikut ini beberapa hal yang bisa menyebabkan patogen tersebut menyebar.

1. Konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi

Salah satu cara muntaber dapat menular adalah mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi virus atau bakteri penyebab flu perut. Apa saja contohnya?

Jajan sembarangan di pinggir jalan

Salah satu contoh penularan virus atau bakteri muntaber yang paling mudah adalah jajan sembarangan di pinggir jalan.

Begini, jajan di tempat yang kebersihannya tidak terjaga terkadang membuat Anda tidak dapat memastikan apakah bahan makanannya sudah dicuci bersih. Anda pun juga tidak bisa melihat apakah bahannya sudah diolah dengan alat masak yang bersih.

Bila sudah dicuci, Anda juga tidak bisa yakin 100 persen, apakah air yang digunakan adalah air bersih atau kotor. Pasalnya, air kotor yang digunakan untuk mencuci dan mengolah bahan makanan sangat mungkin mengandung kuman penyebab flu perut.

Sebagai contoh, bakteri Shigella dan parasit Giardia yaitu patogen yang tinggal di air yang kotor.

Hidangan yang kurang matang

makanan yang dilarang untuk pasien penyakit jantung

Tidak hanya itu, muntaber juga bisa menular karena kuman penyebab flu perut mungkin saja berada dalam hidangan yang kurang makan. Sebagai contoh, bakteri E. coli sering dijumpai pada daging sapi yang kurang matang, seafood mentah, dan buah serta sayuran yang tidak dicuci bersih.

Sementra itu, bakteri Staph, Yersinia, dan Salmonella typhi juga sering ditemukan pada daging dan telur mentah, serta susu yang tidak melewati proses pasteurisasi.

Itu sebabnya, jajan di pinggir jalan menjadi salah satu contoh tempat yang menjadi penularan muntaber. Hal ini dikarenakan proses pengolahan dan memasak yang dilakukan sangat cepat, hingga Anda tidak dapat melihat apakah masakan sudah matang atau belum.

Kebersihan tangan pengolah makanan

Selain proses pengolahan bahan makanan, kebersihan orang yang mengolah bahan masakan pun perlu diperhatikan. Apakah mereka sudah mencuci tangan dengan sabun atau belum sebelum memegang makanannya.

Bila belum, kuman yang berada di tangannya bisa berpindah ke masakan dan akhirnya masuk ke dalam tubuh. Hal ini juga berlaku di rumah sendiri ketika Anda tidak mencuci tangan setelah buang air besar dan langsung memasak.

Kuman dari tangan dapat berpindah ke bahan dan peralatan masakan yang dipakai yang nantinya masuk ke dalam tubuh. Berbagai kemungkinan ini yang dapat meningkatkan risiko muntaber menular di lingkungan, baik di luar maupun di rumah sendiri.

2. Kontak langsung dengan penderita

menggunakan toilet umum

Muntaber juga tidak hanya menular lewat makanan dan minuman yang terkontaminasi, melainkan juga berkontak langsung dengan penderita. Hal ini sangat mungkin terjadi bila Anda dan penderita sama-sama tidak menjaga kebersihan diri.

Berikut ini beberapa contoh kontak langsung, baik secara langsung maupun tidak, yang dapat meningkatkan risiko penularan gastroenteritis.

Tidak mencuci tangan setelah dari toilet

Salah satu contoh mengapa kontak tidak langsung dengan penderita bisa menyebabkan muntaber menular adalah tidak mencuci tangan setelah dari toilet. Penderita yang tidak langsung cuci tangan setelah BAB di toilet rentan menularkan penyakit ini.

Pasalnya, ketika ia menyentuh benda lain yang kemungkinan orang akan sentuh, sepeti gagang pintu atau keran air, risiko penularan pun meningkat.

Flu perut mungkin terjadi bila setelah itu Anda tidak mencuci tangan dan makan dengan tangan, menjilat jari, atau menggigit kuku. Kebiasaan tersebut dapat membuat kuman penyebab muntaber berpindah masuk ke dalam tubuh.

Bila sudah begitu, Anda juga mungkin bisa menyebarkan penyakit tanpa disadari setelah terpapar kuman dari penderita sebelumnya, seperti:

  • menyentuh benda lain di sekitar,
  • berjabat tangan dengan orang lain, atau
  • menyuapi anak.

Virus dan bakteri penyebab muntaber pun dapat ditemukan pada permukaan benda apa saja yang kemungkinan Anda sentuh, tidak selalu dari toilet. Tangan adalah perantara yang tepat untuk memindahkan virus dan bakteri penyebab penyakit ke orang lain.

3. Lewat muntah penderita muntaber

gejala muntaber

Salah satu gejala muntaber yang paling sering dialami penderitanya adalah muntah. Cairan tersebut dapat mengenai baju, lantai, sprei, atau benda lain di sekitarnya.

Bagi Anda yang merawat penderita flu perut perlu waspada. Pasalnya, beberapa virus muntaber bisa menular lewat muntahan tersebut. Hal ini dapat terjadi ketika muntahan tidak segera dibersihkan atau dicuci dengan benar.

Sebagai contoh, sendok yang terkena cipratan muntah yang tidak dibersihkan dengan baik dan dipakai oleh orang lain untuk makan adalah barang yang terkontaminasi. Hal ini dikarenakan bakteri yang tertinggal di permukaan sendok bisa masuk ke mulut saat menyuap makanan dan menginfeksi sistem pencernaan.

4. Lewat udara

sakit perut saat flu

Tahukah Anda bahwa salah satu virus penyebab muntaber, yaitu norovirus, ternyata bisa menyebar lewat udara?

Menurut penelitian dari jurnal Clinical infectious disease, norovirus dijumpai pada aerosol dan bisa menyebar lewat udara. Para ahli di penelitian ini mencoba mengumpulkan sampel udara dari sekitar 26 pasien norovirus.

Sampel tersebut nantinya dianalisis terkait RNA norovirus dan dilihat berdasarkan kapan waktu terakhir pasien muntah dan diare. Hasilnya, RNA norovirus dijumpai pada 21 dari 86 sampel udara dari 10 pasien yang berbeda.

Meski begitu, hanya sampel udara selama infeksi atau sebelum infeksi berikutnya yang dinyatakan positif RNA norovirus. Selain itu, virus ini juga bertahan di udara dalam jangka waktu yang pendek sejak pasien muntah.

Para ahli kemudian menyimpulkan bahwa muntaber akibat norovirus bisa menular lewat udara melalui muntah. Adanya RNA norovirus dalam muntah tersebut menjadi faktor penting yang membuat penularan lewat udara sangat mungkin terjadi.

Walaupun demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk melihat penularan muntaber lewat udara.

Cara mencegah muntaber menular

Setelah mengenali bagaimana cara muntaber menular, tentu Anda ingin tahu bukan apa saja yang perlu dilakukan sebagai cara pencegahan gastroenteritis ini?

Walaupun mudah menular, penularan flu perut sebenarnya cukup mudah untuk dilakukan. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak tertular virus atau bakteri penyebab muntaber.

Vaksin rotavirus

Rotavirus merupakan salah satu virus penyebab muntaber. Dengan mendapatkan vaksin rotavirus, Anda setidaknya mengurangi risiko penularan muntaber. Vaksin rotavirus biasanya bisa diberikan pada anak berusia satu tahun.

Rajin mencuci tangan

mencuci tangan cara mencegah cacar air

Salah satu cara mencegah penularan muntaber adalah dengan rajin mencuci tangan. Rajin mencuci tangan dengan sabun setidaknya selama 20 detik dapat menurunkan risiko virus atau bakteri menempel di tangan.

Setelah mencuci tangan, sebaiknya hindari orang yang baru saja muntah atau diare bila memungkinkan. Bila Anda berkontak dengan orang sakit, selalu langsung cuci tangan. Hal ini juga berlaku pada orang yang merawat orang yang sakit.

Bila sedang bepergian, Anda bisa sesekali membersihkan tangan dengan hand sanitizer. Meski begitu, hal tersebut tidak dapat menggantikan rutinitas cuci tangan dengan sabun sepenuhnya.

Jaga kebersihan makanan

menurunkan gula darah

Selain tangan, Anda pun perlu memerhatikan kebersihan bahan makanan sebagai upaya pencegahan muntaber. Makanan dan minuman yang terkontaminasi menjadi salah satu penyebab utama mengapa muntaber bisa menular.

Agar virus dan bakteri tidak menempel di makanan Anda, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut.

  • Bersihkan dapur dengan desinfektan, terutama saat mengolah makanan mentah.
  • Jauhkan daging mentah, telur, dan ayam dari makanan yang dimakan mentah.
  • Hindari makan daging, telur, dan kerang mentah atau setengah matang.
  • Pilih produk susu yang sudah dipasteurisasi.
  • Selalu cuci buah dan sayuran sebelum dimakan.
  • Minum air kemasan dan hindari es batu saat bepergian.
  • Berhenti memasak untuk orang lain saat sedang sakit.

Dengan mengenali bagaimana cara muntaber menular, tentu akan memudahkan Anda untuk menjaga kebersihan demi mencegah penyakit ini terjadi.

Bila Anda mengalami gejala terkait flu perut, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan gastroenteritis.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Viral Gastroenteritis Fact Sheet. (n.d). NSW Government. Retrieved 6 August 2019, from https://www.health.nsw.gov.au/Infectious/factsheets/Pages/viral-gastroenteritis.aspx 

Gastroenteritis. (n.d). Medical University of South Carolina. Retrieved 11 August 2019, from https://muschealth.org/medical-services/ddc/patients/digestive-diseases/stomach-and-duodenum/gastroenteritis 

Gastroenteritis in Adults. (2020). Harvard Health. Retrieved 14 January 2020, from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/gastroenteritis-in-adults-a-to-z 

About Norovirus. (2019). Centers for Diseases Control and Prevention. Retrieved 14 January 2020, from https://www.cdc.gov/norovirus/index.html 

Alsved, M., Fraenkel, C. J., Bohgard, M., Widell, A., Söderlund-Strand, A., Lanbeck, P., Holmdahl, T., Isaxon, C., Gudmundsson, A., Medstrand, P., Böttiger, B., & Löndahl, J. (2020). Sources of Airborne Norovirus in Hospital Outbreaks. Clinical infectious diseases : an official publication of the Infectious Diseases Society of America, 70(10), 2023–2028. https://doi.org/10.1093/cid/ciz584. Retrieved 14 January 2020. 

Stomach Flu (Gastroenteritis) – Prevention. (2020). Cleveland Clinic. Retrieved 14 January 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12418-gastroenteritis/prevention 

Tosh, P.K. (2020). Stomach Flu: how long am I contagious?. Mayo Clinic. Retrieved 14 January 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/viral-gastroenteritis/expert-answers/stomach-flu/faq-20057899

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 08/02/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri