home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

3 Penyebab Muntaber yang Perlu Anda Ketahui

3 Penyebab Muntaber yang Perlu Anda Ketahui

Gastroenteritis (muntaber) merupakan masalah yang menyebabkan peradangan pada sistem pencernaan, terutama usus besar, lambung, dan usus kecil. Kenali tiga penyebab gastroenteritis yang penting untuk dikenali berikut ini.

Infeksi virus penyebab muntaber

penyebab muntaber

Penyebab gastroenteritis (muntaber) dibagi menjadi tiga bagian yaitu infeksi virus, bakteri, dan parasit.

Muntaber atau disebut juga flu perut termasuk salah satu gangguan pencernaan yang dapat menyerang siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak. Salah satu penyebab dari flu perut ini adalah infeksi virus. Bagaimana bisa?

Sebagian besar virus memang dapat menyebabkan penyakit. Namun, virus dapat ‘memilih’ karena hanya akan menyerang sel atau jaringan tertentu secara spesifik. Salah satunya adalah sistem pencernaan yang dapat menyebabkan diare dan muntah.

Nah, beragam jenis virus ini bisa menyebabkan Anda diare yang bisa disertai dengan rasa mual hingga muntah. Berikut daftarnya.

1. Rotavirus

Salah satu virus yang paling sering menjadi penyebab muntaber, terutama pada anak dan bayi, yaitu rotavirus. Meski begitu, orang dewasa pun dapat terserang oleh virus ini.

Gejala muntaber akibat rotavirus biasanya baru muncul dalam 2 hari setelah terpapar. Anda atau anak Anda mungkin merasa tubuh masih fit pada saat dua hari pertama tersebut. Kondisi ini disebut masa inkubasi, yakni ketika virus berkembang biak di tubuh.

Setelah infeksi rotavirus mulai mengganggu organ sistem pencernaan, tentu dapat memicu gejala yang mengganggu, seperti:

  • diare encer,
  • mual atau muntah,
  • demam,
  • sakit perut,
  • kehilangan nafsu makan, serta
  • dehidrasi.

Umumnya, gejala flu perut akibat rotavirus, seperti muntah dan diare, dapat berlangsung selama 3 hingga 8 hari. Selain itu, gejala muntaber ini perlu diwaspadai karena bisa berdampak buruk terhadap kesehatan bayi dan anak kecil.

Untungnya, kini sudah tersedia vaksin untuk mencegah rotavirus yang umumnya diberikan pada bayi dan anak kecil.

2. Norovirus

Infeksi adenovirus

Selain rotavirus, jenis virus penyebab muntaber lainnya yaitu norovirus. Berbeda dengan jenis sebelumnya, virus ini secara merata dapat menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, maupun orang dewasa.

Norovirus biasanya menyerang orang yang sering bepergian dengan kapal, termasuk dengan kapal pesiar. Sayangnya, penularan virus ini lebih mudah terjadi, terutama ketika Anda menyentuh feses atau muntahan pasien muntaber.

Bahkan, norovirus juga dapat menyebar dari makanan mentah, seperti tiram mentah dan sayur, atau buah mentah. Sama seperti rotavirus, gejala yang dipicu oleh norovirus pun dapat memicu muntah-muntah dan buang air besar yang cair.

3. Adenovirus

Adenovirus merupakan virus yang biasanya menyerang saluran pernapasan bagian atas. Namun, beberapa kasus menunjukkan bahwa virus ini bisa menjadi penyebab muntaber, bahkan salah satu yang paling mudah menular lewat kontak kulit.

Selain kontak kulit langsung, virus ini juga bisa memiliki cara penularan lainnya, yaitu memegang benda yang terkontaminasi dan menyentuh area sekitar mulut. Bahkan, minum air yang terpapar virus tersebut juga berisiko terpapar virus penyebab gastroenteritis ini.

Gejala muntaber yang disebabkan oleh virus ini pun sedikit berbeda dengan virus lainnya. Hal ini mungkin dikarenakan adenovirus lebih sering menyerang saluran pernapasan atas. Gejala yang timbul kurang lebih yaitu:

  • pneumonia,
  • mata merah (konjungtivitis),
  • sakit tenggorokan, dan
  • bronkitis.

4. Astrovirus

Sama seperti rotavirus, astrovirus termasuk virus penyebab muntaber yang cenderung terjadi pada bayi, anak-anak, dan lansia. Ketiga kelompok usia ini memiliki satu persamaan yang menjadi lebih rentan terhadap virus, yaitu sistem imun yang lemah.

Penyebaran virus ini bisa terjadi melalui kontak kulit langsung, seperti:

  • tidak mencuci tangan setelah berjabat tangan dengan orang sakit,
  • menyentuh feses atau benda yang terkontaminasi virus, serta
  • konsumsi makanan atau minuman yang terpapar astrovirus.

Infeksi astrovirus menyebabkan muntaber dengan gejala diare. Kabar baiknya, diare akibat astrovirus tidak separah norovirus atau rotavirus. Meski begitu, infeksi astrovirus tetap membutuhkan obat diare dan penanganan lainnya.

Infeksi bakteri penyebab muntaber

Infeksi Bakteri E Coli

Tahukah Anda bahwa sebenarnya hanya kurang dari 1% jenis bakteri yang dapat menyebabkan penyakit? Hal ini ternyata juga berlaku pada jenis bakteri yang memicu gejala flu perut. Jenis bakteri penyebab gastroenteritis antara lain sebagai berikut.

  • Yersinia yang biasa ditemukan dalam daging babi.
  • Staphylococcus biasa ditemukan dalam produk susu, daging, dan telur.
  • Shigella biasa ditemukan di air, seperti kolam renang.
  • Salmonella yang sering ditemukan dalam daging, produk susu, dan telur.
  • Campylobacter sering ditemukan dalam daging dan unggas, dan
  • E. coli yang biasa ditemukan dalam daging sapi, sayuran, atau buah mentah.

Bagaimana cara penularan bakteri penyebab flu perut?

Pada dasarnya, penularan bakteri penyebab muntaber dapat terjadi melalui beberapa cara di bawah ini.

1. Konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi

makan malam lebih awal

Anda bisa berisiko terinfeksi bakteri penyebab gastroenteritis akibat makan atau minum hidangan yang terkontaminasi bakteri. Makanan atau minuman bisa terpapar bakteri akibat cara penyimpanan, penanganan, dan cara memasak yang salah.

Bila Anda mengonsumsinya, bakteri dapat masuk ke sistem pencernaan dan menyebabkan peradangan. Akibatnya, gejala muntaber pun muncul. Bahkan, hal ini juga berlaku ketika Anda menyentuh makanan atau minuman tersebut.

2. Kontak kulit langsung

Selain makanan dan minuman, Anda juga bisa mengalami muntaber akibat infeksi bakteri bila menyentuh permukaan benda. Risiko penularan juga bisa terjadi ketika bersentuhan dengan pasien muntaber.

Sebagai contoh, ketika seseorang yang terinfeksi tidak mencuci tangan setelah BAB dapat membuat benda lain yang disentuhnya terkontaminasi oleh bakteri. Bila Anda memegang benda tersebut dan menyentuh area mulut, tentu berpotensi tertular.

Jenis patogen penyebab muntaber

golongan darah flu perut

Tidak hanya virus dan bakteri, jenis parasit tertentu juga bisa menjadi penyebab flu perut, yaitu Giardia dan Cryptosporidium.

Giardia termasuk parasit yang umumnya dijumpai di tanah, makanan, atau air yang terkontaminasi oleh kotoran hewan atau manusia yang terinfeksi.

Sementara itu, Cryptosporidium merupakan parasit yang ditemukan di air, baik air minum maupun kolam renang.

Kedua parasit ini dilengkapi dengan kulit luar pelindung sehingga menyebabkan parasit ini dapat bertahan hidup di luar tubuh manusia dalam jangka waktu yang lebih lama.

Dengan mengenali apa saja penyebab flu perut, Anda akan lebih mudah mendapatkan penanganan dari dokter. Pasalnya, pengobatan muntaber akan bergantung pada hal yang menyebabkan peradangan pada sistem pencernaan Anda.

Itu sebabnya, ketika Anda mengalami gejala muntaber, seperti diare dan muntah-muntah, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Viral Gastroenteritis Fact Sheet. (n.d). Florida Department of Health in Charlotte County [PDF File]. Retrieved 7 September 2016, from http://charlotte.floridahealth.gov/programs-and-services/infectious-disease-services/epidemiology/_documents/Recommendations%20for%20GI%20Illness%20Additional%20document.pdf.

Rotavirus – Symptoms. (2019). Centers for Diseases Control and Prevention. Retrieved 21 July 2019, from https://www.cdc.gov/rotavirus/about/symptoms.html 

Stomach virus gastroenteritis. (2018). Family Doctor. Retrieved 21 July 2019, from https://familydoctor.org/condition/stomach-virus-gastroenteritis/ 

About Norovirus. (2018). Centers for Diseases Control and Prevention. Retrieved 21 July 2019, from https://www.cdc.gov/norovirus/about/index.html

Adenovirus – Transmission. (2019). Centers for Diseases Control and Prevention. Retrieved 21 July 2019, from https://www.cdc.gov/adenovirus/about/transmission.html 

Adenovirus – Symptoms. (2019). Centers for Disease Control and Prevention. Retrieved 27 March 2020, from https://www.cdc.gov/adenovirus/about/symptoms.html 

Gastroenteritis | Diseases of the Stomach/Duodenum | MUSC DDC. (n.d.). MUSC Digestive Health. Retrieved 27 March 2020, from https://muschealth.org/medical-services/ddc/patients/digestive-diseases/stomach-and-duodenum/gastroenteritis 

Stomach Flu. (2020). Cleveland Clinic. Retrieved 13 January 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12418-gastroenteritis

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 08/02/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x