3 Penyebab Muntaber yang Perlu Anda Ketahui

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Gastroenteritis atau muntaber adalah masalah pencernaan yang menyebabkan peradangan pada sistem pencernaan, terutama usus besar, lambung, dan usus kecil. Penyebab muntaber atau flu perut dibagi menjadi tiga bagian, yaitu infeksi virus, bakteri, dan parasit. Yuk, kenali ketiga penyebab gastroenteritis tersebut di sini. 

Infeksi virus penyebab muntaber

gejala muntaber

Muntaber adalah salah satu penyakit pencernaan yang dapat menyerang siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak. Salah satu penyebab dari flu perut ini adalah infeksi virus. Bagaimana bisa? 

Sebagian besar virus memang dapat menyebabkan penyakit. Namun, virus dapat ‘memilih’ karena hanya akan menyerang sel atau jaringan tertentu secara spesifik. Salah satunya adalah sistem pencernaan yang dapat menyebabkan diare dan muntah. 

Nah, beragam jenis virus ini bisa menyebabkan Anda diare yang bisa disertai dengan rasa mual hingga muntah.

1. Rotavirus

Salah satu virus yang paling sering menjadi penyebab muntaber, terutama pada anak dan bayi, adalah rotavirus. Meski begitu, orang dewasa pun dapat terserang oleh virus ini. 

Gejala muntaber akibat rotavirus biasanya baru muncul dalam 2 hari setelah terpapar. Anda atau anak Anda mungkin merasa tubuh masih fit pada saat dua hari pertama tersebut. Kondisi ini disebut masa inkubasi, yakni ketika virus berkembang biak di tubuh. 

Setelah infeksi rotavirus mulai mengganggu organ sistem pencernaan, tentu dapat memicu gejala yang mengganggu, seperti: 

  • diare encer, 
  • mual atau muntah, 
  • demam, 
  • sakit perut, 
  • kehilangan nafsu makan, dan 
  • dehidrasi. 

Umumnya, gejala flu perut akibat rotavirus, seperti muntah dan diare, dapat berlangsung selama 3 hingga 8 hari. Selain itu, gejala muntaber ini perlu diwaspadai karena bisa berdampak buruk terhadap kesehatan bayi dan anak kecil. Untungnya, kini sudah tersedia vaksin untuk mencegah rotavirus yang umumnya diberikan pada bayi dan anak kecil.

2. Norovirus

Infeksi adenovirus

Selain rotavirus, jenis virus penyebab muntaber lainnya adalah norovirus. Berbeda dengan jenis sebelumnya, virus ini secara merata dapat menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, maupun orang dewasa. 

Norovirus biasanya menyerang orang yang sering bepergian dengan kapal, termasuk dengan kapal pesiar. Sayangnya, penularan virus ini lebih mudah terjadi, terutama ketika Anda menyentuh feses atau muntahan pasien muntaber. 

Bahkan, norovirus juga dapat menyebar dari makanan mentah, seperti tiram mentah dan sayur, atau buah mentah. Sama seperti rotavirus, gejala yang dipicu oleh norovirus pun dapat memicu muntah-muntah dan buang air besar yang cair. 

3. Adenovirus

Adenovirus adalah virus yang biasanya menyerang saluran pernapasan bagian atas. Namun, beberapa kasus menunjukkan bahwa virus ini bisa menjadi penyebab muntaber, bahkan salah satu yang paling mudah menular lewat kontak kulit. 

Selain kontak kulit langsung, virus ini juga bisa memiliki cara penularan lainnya, yaitu memegang benda yang terkontaminasi dan menyentuh area sekitar mulut. Bahkan, minum air yang terpapar virus tersebut juga berisiko terpapar virus penyebab gastroenteritis ini. 

Gejala flu perut yang disebabkan oleh virus ini pun sedikit berbeda dengan virus lainnya. Hal ini mungkin dikarenakan adenovirus lebih sering menyerang saluran pernapasan atas, sehingga gejala yang timbul kurang lebih seperti: 

  • pneumonia, 
  • mata merah (konjungtivitis), 
  • sakit tenggorokan, dan
  • bronkitis. 

4. Astrovirus

Sama seperti rotavirus, astrovirus adalah virus penyebab muntaber yang cenderung terjadi pada bayi, anak-anak, dan lansia. Ketiga kelompok usia ini memiliki satu persamaan yang menjadi lebih rentan terhadap virus, yaitu sistem imun yang lemah. 

Penyebaran virus ini bisa terjadi melalui kontak kulit langsung, seperti: 

  • tidak mencuci tangan setelah berjabat tangan dengan orang sakit, 
  • menyentuh feses atau benda yang terkontaminasi virus, dan
  • konsumsi makanan atau minuman yang terpapar astrovirus. 

Infeksi astrovirus menyebabkan muntaber dengan gejala diare. Kabar baiknya, diare akibat astrovirus tidak separah norovirus atau rotavirus. Meski begitu, infeksi astrovirus tetap membutuhkan obat diare dan penanganan lainnya. 

Infeksi bakteri penyebab muntaber

Infeksi Bakteri E Coli

Tahukah Anda bahwa sebenarnya hanya kurang dari 1% jenis bakteri yang dapat menyebabkan penyakit? Hal ini ternyata juga berlaku pada jenis bakteri yang memicu gejala flu perut. 

Jenis bakteri penyebab gastroenteritis antara lain: 

  • Yersinia yang biasa ditemukan dalam daging babi.
  • Staphylococcus biasa ditemukan dalam produk susu, daging, dan telur.
  • Shigella biasa ditemukan di air, seperti kolam renang. .
  • Salmonella yang sering ditemukan dalam daging, produk susu, dan telur.
  • Campylobacter sering ditemukan dalam daging dan unggas, dan
  • E. coli yang biasa ditemukan dalam daging sapi, sayuran, atau buah mentah. 

Bagaimana cara penularan bakteri penyebab flu perut? 

Pada dasarnya, penularan bakteri penyebab muntaber dapat terjadi melalui beberapa cara di bawah ini. 

Konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi

makan malam lebih awal

Anda bisa berisiko terinfeksi bakteri penyebab gastroenteritis akibat makan atau minum hidangan yang terkontaminasi bakteri. Makanan atau minuman bisa terpapar bakteri akibat cara penyimpanan, penanganan, dan cara memasak yang salah. 

Bila Anda mengonsumsinya, bakteri dapat masuk ke sistem pencernaan dan menyebabkan peradangan. Akibatnya, gejala muntaber pun muncul. Bahkan, hal ini juga berlaku ketika Anda menyentuh makanan atau minuman tersebut. 

Kontak kulit langsung

Selain makanan dan minuman, Anda juga bisa mengalami muntaber akibat infeksi bakteri bila menyentuh permukaan benda. Risiko penularan juga bisa terjadi ketika bersentuhan dengan pasien muntaber. 

Sebagai contoh, ketika seseorang yang terinfeksi tidak mencuci tangan setelah BAB dapat membuat benda lain yang disentuhnya terkontaminasi oleh bakteri. Bila Anda memegang benda tersebut dan menyentuh area mulut, tentu berpotensi tertular. 

Jenis patogen penyebab muntaber

golongan darah flu perut

Tidak hanya virus dan bakteri, jenis parasit tertentu juga bisa menjadi penyebab flu perut, yaitu Giardia dan Cryptosporidium. 

Giardia adalah parasit yang umumnya dijumpai di tanah, makanan, atau air yang terkontaminasi oleh kotoran hewan atau manusia yang terinfeksi. Sementara itu, Cryptosporidium merupakan parasit yang ditemukan di air, baik air minum maupun kolam renang

Kedua parasit ini dilengkapi dengan kulit luar pelindung. Alhasil, parasit ini bertahan hidup di luar tubuh manusia dalam jangka waktu yang lebih lama. 

Dengan mengenali apa saja penyebab flu perut, Anda akan lebih mudah mendapatkan penanganan dari dokter. Pasalnya, pengobatan muntaber akan bergantung pada hal yang menyebabkan peradangan pada sistem pencernaan Anda. 

Itu sebabnya, ketika Anda mengalami gejala muntaber, seperti diare dan muntah-muntah, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Infeksi Bakteri E. coli

Infeksi bakteri E. coli adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang biasanya hidup di dalam usus manusia dan hewan. Apa obatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pencernaan, Keracunan Makanan 6 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Sistiserkosis

Sistiserkosis adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, serta cara mengontrol dan mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 3 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis gravidarum adalah komplikasi di trimester pertama kehamilan yang menyebabkan mual dan muntah amat parah. Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 3 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Langsung BAB Setelah Makan, Apakah Normal?

Banyak orang butuh waktu untuk mencerna makanan, namun ada juga yang langsung merasa ingin BAB setelah makan. Apakah ini normal? Benarkah bisa bikin kurus?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi 1 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pertolongan pertama keracunan makanan

Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
penyakit pada sistem pencernaan

11 Penyakit yang Paling Sering Terjadi pada Sistem Pencernaan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
ingin muntah saat cemas hingga batuk

Mual Sampai Ingin Muntah Saat Cemas dan Panik? Ini Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
keracunan makanan

Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit