Mengatasi Penyakit Asam Lambung Pada Orang Lanjut Usia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Penyakit asam lambung adalah gangguan pencernaan yang paling banyak terjadi. Namun di antara banyaknya orang yang memiliki gangguan tersebut, sebagian besar didominasi oleh kelompok lansia. Ya, semakin bertambahnya usia, Anda semakin berisiko untuk mengalami gangguan asam lambung. Selain itu, penyakit ini bisa menjadi masalah yang serius bagi lansia. Lalu apa yang membedakan penyakit asam lambung yang terjadi pada lansia dan orang dewasa? 

Apa yang menyebabkan penyakit asam lambung pada lansia?

Penyakit asam lambung atau dalam medis disebut dengan Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah kondisi di mana asam lambung naik hingga ke tenggorokan akibat lemahnya otot katup tenggorokan. Gangguan ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, namun pada lansia cenderung disebabkan oleh beberapa faktor.

Lansia dengan beberapa kondisi kronis memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit asam lambung. Sebagian besar dari mereka mungkin mengonsumsi obat-obatan untuk mengatasi gejala penyakit kronis yang dialami namun obat tersebut dapat menyebabkan otot-otot katup tenggorokan menjadi kendor.

Peningkatan berat badan yang sering terjadi pada lansia, juga bisa menyebabkan penyakit asam lambung terjadi. Lemak yang menumpuk di perut dapat menekan lambung, sehingga meningkatkan tekanan di dalam organ pencernaan. Kondisi ini yang kemudian menyebabkan asam lambung naik ke tenggorokan.

Apa saja gejala penyakit asam lambung yang bisa dialami lansia?

Sebenarnya, gejala penyakit asam lambung yang dialami oleh lansia tidak jauh berbeda dengan penyakit asam lambung yang terjadi pada orang dewasa.  Tetapi, pada lansia gejala penyakit asam lambung bisa lebih parah dan beragam. Berikut adalah beberapa gejala penyakit asam lambung yang bisa muncul pada lansia:

  • Batuk kering.
  • Suara menjadi serak.
  • Merasa seperti ada benjolan (tumpukan makanan) di tenggorokan
  • Sulit menelan, hal ini mengakibatkan nafsu makan berkurang dan penurunan berat badan.
  • Sulit bernapas.
  • Heartburn, sensasi panas di ulu hati.
  • Mengalami sakit tenggorokan yang kronis.

gejala penyakit asam lambung

Bagaimana mengatasi penyakit asam lambung pada lansia?

Bila Anda mengalami hal tersebut maka sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Namun, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut untuk mengurangi gejala gangguan asam lambung yang muncul:

  • Hindari makan makanan yang menjadi pemicu dari naiknya asam lambung, seperti cokelat, jeruk, tomat, cuka, makanan pedas, dan makanan yang mengandung lemak tinggi.
  • Hindari mengonsumsi minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, dan minuman bersoda. Jenis minuman ini dapat menyebabkan otot katup tenggorokan rileks dan meningkatkan risiko asam lambung naik.
  • Usahakan untuk mengonsumsi makanan dalam porsi yang kecil namun dengan frekuensi yang sering.
  • Jangan langsung tidur atau rebahan setelah makan. Setidaknya Anda harus menunggu selama tiga jam terlebih dahulu untuk tidur.
  • Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi 15-20 cm dari badan Anda. Hal ini akan mencegah asam lambung naik ketika Anda tidur.
  • Menggunakan pakaian yang longgar dan nyaman. Hindari memakai pakaian yang ketat di daerah pinggang dan perut.
  • Anda dapat mengonsumsi obat-obatan untuk membantu meredakan asam lambung yang naik, yaitu obat yang mengandung antasida. Namun, sebaiknya sebelum Anda mengonsumsi obat tersebut, diskusikan dulu pada dokter Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Banyak kebiasaan sehari-hari yang tanpa Anda sadari dapat berdampak negatif pada kesehatan mulut dan gigi. Begini cara mengakalinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Obat apa yang Anda andalkan ketika sakit gigi menyerang? Berikut adalah obat sakit gigi paling ampuh yang bisa dijadikan pilihan!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Suka gatal dan bersin saat di dekat hewan berbulu? Bisa jadi itu pertanda Anda alergi binatang seperti kucing atau anjing. Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
perlukah lansia minum susu

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
bahaya makanan asin

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
vaksin MMR

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit