home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bolehkah Lansia Konsumsi Minuman Beralkohol?

Bolehkah Lansia Konsumsi Minuman Beralkohol?

Minuman beralkohol identik dengan gaya hidup anak muda. Namun, banyak orang yang telah memasuki usia lanjut masih melakukannya. Nah, sebenarnya, bolehkah para lansia mengonsumsi minuman beralkohol? Mengingat tidak mudah meninggalkan kebiasaan mengonsumsi alkohol, serta memberi manfaat kesehatan jika diminum sewajarnya. Jadi, sebenarnya lansia boleh atau tidak minum alkohol? Simak penjelasan berikut ini.

Apakah lansia boleh minum alkohol?

Pada dasarnya, tidak ada aturan khusus yang melarang lansia minum alkohol. Ini artinya, boleh-boleh saja lansia mengonsumsi minuman beralkohol selama tidak berlebihan. Pasalnya, seiring dengan pertambahan usia, tubuh terus mengalami perubahan atau proses penuaan.

Proses penuaan yang terjadi secara alami ini menyebabkan kemampuan tubuh untuk mencerna alkohol menurun drastis. Sementara itu, jika organ liver sudah tidak kuat lagi mencernanya, alkohol akan lebih lama berada dalam tubuh lansia. Semakin lama alkohol berada dalam tubuh, akan semakin banyak kerusakan yang ditimbulkannya.

Bahkan, hanya dengan minum alkohol dalam jumlah sedikit, alkohol sudah bisa membuat lansia merasa mabuk. Tak hanya itu, konsekuensi serius lainnya mungkin terjadi pada lansia meski hanya minum alkohol dalam jumlah paling sedikit.

Nah, Anda juga sudah tidak bisa lagi mengukur kemampuan tubuh dalam mengonsumsi alkohol menggunakan acuan saat masih muda dulu. Pasalnya, pengaruh alkohol dalam tubuh anak muda dan lansia bisa berbeda wujudnya. Sebagai contoh, saat masih muda, Anda bisa meneggak tiga sampai empat gelas bir besar tanpa merasa mabuk.

Akan tetapi, saat berusia 65 tahun ke atas, Anda sudah merasa mabuk meski baru menghabiskan setengah gelas saja. Hal tersebut menunjukkan bahwa tubuh lansia sudah tidak kuat lagi melawan efek buruk dari alkohol. Akibatnya, konsumsi alkohol selama usia lanjut dapat memicu efek samping jangka pendek maupun jangka panjang.

Risiko bagi lansia yang mengonsumsi alkohol

Ada beberapa risiko yang perlu lansia perhatikan jika ingin tetap mempertahankan kebiasaan mengonsumsi alkohol:

1. Risiko keselamatan

Mengonsumsi alkohol dapat membahayakan keselamatan bagi lansia. Pasalnya, minum alkohol dapat memperlambat waktu reaksi dan koordinasi tubuh, mengganggu pergerakan mata, dan proses penerimaan informasi. Bahkan, kondisi tersebut tidak hanya terjadi pada lansia, tetapi juga anak muda.

Ya, anak muda yang minum alkohol dalam porsi sedikit saja sudah memiliki risiko kecelakaan lalu lintas yang besar. Risiko kecelakaan mobil akibat pengaruh alkohol ini pun akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Bahkan, tanpa mengonsumsi alkohol, risiko kecelakaan mobil pada umumnya meningkat mulai usia 55 tahun.

Oleh sebab itu, lansia yang mengendarai mobil dalam keadaan baru minum alkohol tentu lebih rentan mengalami luka serius dalam kecelakaan jika dibandingkan dengan anak muda. Tak heran, lansia yang mengonsumsi alkohol tentu memiliki risiko kesehatan yang lebih besar.

2. Risiko kesehatan

Mengonsumsi terlalu banyak alkohol memberikan pengaruh buruk terhadap kesehatan. Bahkan, tidak hanya pada lansia, kondisi tersebut juga bisa terjadi pada anak muda. Pasalnya, minum alkohol bisa merusak organ liver, jantung, dan otak seiring waktu.

Tak hanya itu, mengonsumsi alkohol juga dapat menyebabkan risiko mengalami kanker, gangguan sistem imun, hingga kerusakan tulang dan otot pada lansia meningkat. Bahkan, minum alkohol juga dapat memperparah masalah kesehatan lansia.

Ada beberapa masalah kesehatan yang berpotensi menjadi lebih parah saat lansia minum alkohol. Contohnya, diabetes, tekanan darah tinggi, gagal jantung kongestif, gangguan liver, dan masalah ingatan pada lansia. Belum lagi masalah kesehatan mental pada lansia yang juga mungkin terdampak, termasuk gangguan kecemasan dan depresi.

3. Risiko interaksi dengan obat

Menurut National Institute of Aging, ada pula obat-obatan tertentu yang dapat berinteraksi dengan alkohol. Interaksi yang terjadi dapat menyebabkan masalah atau penyakit pada lansia. Bahkan, pada tingkatan yang parah, interaksi antara obat dan alkohol dapat menyebabkan kematian.

Masalahnya, seiring dengan pertambahan usia, semakin banyak masalah kesehatan yang bermunculan pada tubuh lansia. Hal ini menyebabkan lansia harus mengonsumsi berbagai macam obat dan vitamin untuk meningkatkan kondisi kesehatannya.

Nah, jika lansia minum alkohol dalam kondisi rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu, hal tersebut bisa berbahaya untuknya. Demi memastikan keamanan minum alkohol, lansia perlu bertanya terlebih dahulu kepada dokter atau apoteker mengenai interaksi yang mungkin terjadi.

4. Risiko jatuh

Pada lansia, terlalu banyak minum alkohol dapat memperparah masalah keseimbangan. Hal ini dapat meningkatkan risiko jatuh pada lansia. Jika sudah demikian, potensi patah tulang panggul atau lengan serta luka lainnya pun semakin besar.

Apalagi, lansia memiliki tulang yang lebih tipis daripada anak muda, sehingga lebih rentan patah. Nah, tingkat patah tulang pinggul pada orang lanjut usia meningkat dengan penggunaan alkohol. Oleh sebab itu, alangkah baiknya jika lansia mulai mengurangi minum alkohol. Hal ini juga perlu mendapatkan perhatian khusus bagi perawat lansia.

Bagaimana agar lansia tetap bisa minum alkohol?

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, boleh saja lansia mengonsumsi alkohol. Akan tetapi, ada banyak hal yang perlu lansia perhatikan sebelumnya. Salah satunya, lansia harus membatasi jumlah alkohol yang hendak dikonsumsi, yaitu kurang dari tujuh gelas dalam satu minggu.

Namun ingat, setiap produk mengandung kadar alkohol yang berbeda-beda. Selalu perhatikan dan hitung kadar alkohol yang hendak Anda konsumsi. Pasalnya, dua gelas besar bir saja sudah setara denagn minum empat gelas alkohol dalam sehari.

Tak hanya itu, aturan aman minum alkohol tersebut hanya berlaku bagi lansia yang tidak memiliki masalah kesehatan apapun. Anda juga perlu mempertimbangkan kondisi tubuh dan risiko penyakit sebelum mengonsumsi alkohol. Oleh sebab itu, sebaiknya sebisa mungkin hindari mengonsumsi alkohol untuk hidup lansia yang sehat dan bahagia.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Facts About Aging and Alcohol. Retrieved 26 March 2021, from https://www.nia.nih.gov/health/facts-about-aging-and-alcohol

Safer Drinking. Retrieved 26 March 2021, from http://www.southernhealth.nhs.uk/health-and-wellbeing/opmh/safer-drinking/ 

Alcoholism in Seniors. FRetrieved 26 March 2021, from https://www.alcoholrehabguide.org/resources/alcoholism-in-seniors/

Alcohol Use in Older Adults. Retrieved 26 March 2021, from https://wa.kaiserpermanente.org/healthAndWellness/index.jhtml?item=%2Fcommon%2FhealthAndWellness%2FhealthyLiving%2Flifestyle%2Falcohol-seniors.html

Are Your Drinks Getting Stronger, or Are You Just Getting Older? Retrieved 26 march 2021, from https://health.clevelandclinic.org/why-youll-feel-alcohols-effects-more-after-age-65/

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Annisa Hapsari
Tanggal diperbarui 10/03/2021
x