Daftar Obat GERD Paling Ampuh Sekaligus Prosedur Medis untuk Mengobatinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22/04/2020 . 7 menit baca
Bagikan sekarang

Setiap orang yang mengalami GERD alias gastroesophageal reflux disease, biasanya akan mengeluhkan gejala berupa nyeri dada seolah terbakar (heartburn). Namun, sebenarnya masih ada beragam gejala GERD yang kerap membuat pengidapnya merasa kurang nyaman. Kalau sudah begini, apa saja pilihan obat GERD di apotek yang bisa diminum untuk mengatasi gejala?

Pilihan obat medis untuk mengatasi penyakit GERD

GERD adalah kondisi yang menandakan naiknya asam lambung yang berlebihan ke kerongkongan. Penyebabnya beragam, mulai dari kebiasaan merokok, menggunakan obat NSAID jangka panjang, atau masalah kesehatan tertentu.

Ketika mulai merasakan kemunculan gejala GERD, konsumsi obat-obatan medis biasanya menjadi pilihan pertama untuk membantu meredakan keluhannya.

Bila tidak diobati, gejala GERD tidak hanya mengganggu aktivitas. Akan tetapi, bisa juga bertambah parah dan menyebabkan komplikasi.

Sebelum meminumnya, ketahui dulu 2 kelompok obat untuk penyakit GERD, yakni meliputi obat-obatan resep dan tanpa resep.

Obat GERD yang dijual bebas (OTC)

obat paten

Obat yang dijual bebas, atau disebut juga sebagai obat over the counter (OTC), merupakan obat-obatan yang bisa didapatkan secara bebas. Dengan kata lain, Anda tidak membutuhkan resep atau rekomendasi dari dokter untuk bisa memperoleh obat tersebut.

Itulah mengapa obat GERD OTC ini bisa dengan mudah Anda dapatkan di apotek maupun warung. Berikut beberapa jenis obat yang dijual bebas untuk mengatasi GERD, antara lain:

1. Antasida

Antasida adalah jenis obat yang bekerja untuk membantu menetralisir jumlah asam, sekaligus meringankan naiknya asam lambung (heartburn) ringan. Selain untuk mengobati gastritis, obat ini juga digunakan untuk mengobati GERD.

Contoh obat antasida meliputi obat-obatan cair seperti Mylanta dan Maalox, serta obat-obatan yang tersedia dalam bentuk tablet kunyah seperti Rolaids, Riopan, dan Tums.

Namun di sisi lain, peradangan pada kerongkongan yang disebabkan oleh asam lambung tidak bisa disembuhkan hanya dengan minum obat antasida.

Penting untuk memerhatikan dosis minum obat GERD ini sebelumnya, karena konsumsi dalam jangka panjang bisa berisiko menimbulkan efek samping. Kemungkinan efek samping dari obat GERD ini meliputi konstipasi (sembelit), diare, serta gangguan pada ginjal.

2. Obat H-2 receptor blockers

Obat GERD golongan H-2 receptor blockers ini bertugas untuk mengurangi produksi asam serta meredakan gejala. Contoh obat-obatan ini seperti cimetidine (Tagamet HB), famotidine (Pepcid AC), nizatidine (Axid AR) dan ranitidine (Zantac).

Dibandingkan dengan obat antasida, kerja obat H-2 receptor blockers memang tidak terlalu cepat. Meski begitu, jenis obat H-2 receptor blockers dapat membantu memulihkan gejala dalam kurun waktu yang lebih lama, sekitar 12 jam.

Jika Anda merasakan kenaikan asam lambung setelah makan, dokter biasanya akan menyarankan untuk minum obat antasida dan H-2 receptor blockers bersamaan. Di sini, obat antasida akan membantu menetralisir asam lambung, sementara obat H-2 receptor blockers menekan produksi asam pada lambung.

Anda bisa mendapatkan obat GERD ini dalam dua versi, yakni dibeli secara bebas dan untuk dosis yang lebih kuat harus melalui resep dokter di apotek.

3. Obat proton pump inhibitors (PPI)

Obat protom pump inhibitors (PPI) juga bisa disebut sebagai obat penghambat pompa proton. Obat-obatan ini bekerja dengan cara menghambat produksi asam yang jauh lebih kuat ketimbang obat H-2 receptor blockers.

Selain itu, obat PPI juga bertugas untuk mengobati kerongkongan yang bermasalah akibat GERD. Berbagai macam obat-obatan PPI yang dijual bebas meliputi lansoprazole (Prevacid 24 HR) dan omeprazole (Prilosec OTC, Zegerid OTC).

Obat GERD yang diperoleh melalui resep dokter

pasien demensia tidak lupa minum obat

Jika konsumsi obat GERD OTC ternyata tidak cukup ampuh untuk meredakan gejala GERD, dokter dapat meresepkan obat dengan dosis yang lebih kuat di apotek, seperti:

1. Obat H-2 receptor blockers dengan resep

Cara kerja obat H-2 receptor blockers dengan resep ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan obat GERD yang didapatkan secara bebas. Hanya saja, dosis yang terkandung di dalam obat H-2 receptor blockers dengan resep ini jauh lebih kuat.

Contohnya seperti famotidine (Pepcid), nizatidine, dan ranitidine (Zantac). Ada aturan jangka waktu tertentu untuk mengonsumsi obat ini. Jika digunakan dalam waktu yang lama, bisa meningkatkan risiko patah tulang dan kekurangan vitamin B-12.

2. Obat proton pump inhibitors (PPI) dengan resep

Obat PPI dengan resep biasanya diberikan dokter untuk membantu mengatasi GERD dalam jangka panjang. Ada berbagai macam obat PPI yang diperoleh melalui resep.

Misalnya esomeprazole (Nexium), lansoprazole (Prevacid), omeprazole (Prilosec, Zegerid), pantoprazole (Protonix), rabeprazole (Aciphex), dan dexlansoprazole (Dexilant). Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan ada efek samping dari penggunaan obat ini untuk jangka panjang.

Mulai dari diare, sakit kepala, mual, kekurangan vitamin B-12, hingga meningkatkan risiko patah tulang pinggul, pergelangan tangan, dan tulang belakang. Aturan terbaik untuk minum obat ini yakni saat perut sedang dalam keadaan kosong.

3. Obat penguat katup (sfringter) kerongkongan bagian bawah

Jenis obat yang bekerja untuk menguatkan sfringter kerongkongan adalah baclofen (Lioresal®). Obat GERD ini menjalankan tugasnya dengan mengurangi kemungkinan otot bagian bawah kerongkongan untuk berelaksasi.

Dengan begitu, kerongkongan tidak akan dengan mudah terbuka secara tiba-tiba yang akhirnya membuat asam lambung naik. Namun, efek samping dari obat ini bisa menyebabkan mual dan kelelahan.

4. Prokinetik

Dokter juga bisa meresepkan obat prokinetik untuk membantu mempercepat pengosongan perut, sekaligus memperkuat otot kerongkongan bagian bawah. Obat prokinetik yang didapatkan melalui resep seperti bethanechol (Urecholine) dan metoclopramide (Reglan).

Kedua obat tersebut tidak lepas dari efek samping meliputi mual, diare, depresi, kelelahan, kecemasan, dan gerakan fisik yang abnormal. Obat GERD ini tidak boleh sembarangan dicampur dengan jenis obat-obatan lainnya.

Maka itu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter mengenai semua jenis obat yang sedang rutin Anda minum.

5. Antibiotik

Pada.kasus dimana GERD disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori, dokter akan meresepkan antibiotik. Obat antibiotik ini akan dikombinasikan dengan obat PPI dan perlu dikonsumsi selama jangka waktu tertentu untuk memastikan bakteri tersebut mati dan organ cerna yang mengalami peradangan pulih.

Pengobatan medis lain untuk mengatasi penyakit GERD

darah menggumpal setelah operasi

Dalam kasus penyakit GERD yang sudah cukup parah, dokter biasanya akan merekomendasikan jalan tempuh berupa operasi atau pembedahan. Terlebih jika gejala GERD tidak mempan lagi diobati dengan obat yang ada di apotek maupun perawatan rumahan.

Menurut The American College of Gastroenterology guidline, ada beberapa cara mengobati GERD dengan prosedur operasi, seperti:

Fundoplikasi

Fundoplikasi adalah prosedur pembedahan yang paling umum untuk mengobati GERD. Tujuannya untuk menguatkan otot pada sfringter kerongkongan, sehingga mencegah kenaikan asam lambung.

Caranya dengan mengikat area otot pada kerongkongan bagian bawah, agar sfringter bisa lebih kuat untuk menahan naiknya asam lambung.

LINX

Prosedur LINX juga membantu menguatkan otot pada sfringter kerongkongan. Caranya yakni dengan melilitkan cincin di bagian persimpangan antara perut dan kerongkongan.

Kemudian, akan muncul daya tarik magnetik yang memperkuat katup kerongkongan untuk menutup, sehingga mencegah asam lambung naik ke kerongkongan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Pilihan Obat GERD Alami Sekaligus Tips Perawatannya di Rumah

Jangan panik jika gejala GERD datang menyerag. Selain obat GERD medis, redakan gejala dengan menggunakan bahan alami sebagai obat herbal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Gastritis, Health Centers 20/05/2020 . 6 menit baca

Pengobatan Gastritis, Mulai dari Perawatan Dokter Hingga Cara Alami

Munculnya gejala gastritis bisa mengganggu aktivitas. Jangan khawatir, simak pengobatan gastritis berikut ini agar gejalanya tidak lagi kumat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Gastritis, Health Centers 18/05/2020 . 6 menit baca

Beragam Cara Pencegahan Gastritis yang Paling Ampuh

Salah satu masalah lambung yang umum terjadi adalah gastritis. Kondisi ini menandakan adanya peradangan pada lambung sehingga menimbulkan berbagai gejala, seperti mual dan mulas. Kabar baiknya, gastritis bisa dicegah ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Gastritis, Health Centers 17/05/2020 . 6 menit baca

Panduan Berpuasa Bagi Penderita Maag

Makan sekaligus dalam porsi besar baik saat berbuka maupun sahur, justru bisa memicu serangan maag kambuh. Simak berbagai tips berpuasa untuk penderita maag.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Hari Raya, Ramadan 30/04/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

obat maag alami herbal asam lambung

Manfaat Bahan-bahan Herbal untuk Pengobatan Gangguan Lambung

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . 5 menit baca
gambar junk food yang menyebabkan asam lambung naik, namun obat alami asam lambung dapat mengatasinya

Junk Food Bikin Asam Lambung Naik, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . 5 menit baca
sakit perut setelah makan pisang

Sakit Perut Setelah Makan Pisang, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 11/06/2020 . 3 menit baca
komplikasi gastritis

4 Komplikasi Gastritis yang Patut Diwaspadai

Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020 . 6 menit baca