4 Pilihan Obat GERD Alami Sekaligus Tips Perawatannya di Rumah

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal tayang Mei 20, 2020
Bagikan sekarang

GERD menandakan naiknya asam lambung ke kerongkongan sehingga menimbulkan sensasi panas di dada (heartburn). Tidak hanya itu, beberapa orang juga merasakan nyeri di dada diikuti kesulitan untuk menelan. Kabar baiknya, gejala GERD dapat diredakan dengan obat yang ada di apotek seperti antasida. Anda juga bisa mempertimbangkan berbagai pilihan obat herbal GERD dari bahan-bahan alami. Apa saja pilihan obatnya? Mari lihat rekomendasinya berikut ini.

Berbagai pilihan obat alami (herbal) untuk GERD

manfaat teh chamomile obat gerd

Munculnya gejala GERD dapat menghambat aktivitas. Bila tidak diobati, gejalanya akan terus memburuk seiring waktu. Oleh karena itu, kondisi ini harus segera ditangani agar tidak menimbulkan komplikasi. Bila sudah begini, Anda harus mendapatkan perawatan kombinasi; obatan-obatan maupun prosedur medis lainnya.

Sebelum bermunculan obat-obatan medis yang sudah teruji efektivitasnya, bahan-bahan alami menjadi andalan sebagai obat tradisional untuk mengobati GERD.

Berikut ini beberapa bahan alami yang sering digunakan sebagai obat herbal untuk GERD, seperti dilansir dari situs Harvard Medical School, yaitu:

1. Jahe

Jahe cukup termashur sebagai obat-obatan herbal tradisional sejak ratusan tahun silam, salah satunya dalam meredakan heartburn —gejala utama GERD.

Menurut sebuah studi tahun 2011 pada jurnal Cancer Prevention Research menyebutkan bahwa partisipan yang mengonsumsi suplemen jahe selama satu bulan mengalami pengurangan peradangan pada sistem pencernaannya.

Dari studi ini diketahui bahwa jahe kaya dengan antioksidan dan senyawa fenolat yang dapat meredakan iritasi saluran cerna dan mengurangi kontraksi lambung. Perlu Anda ketahui bahwa bahan aktif yang terkandung pada jahe juga ada pada obat antasida.

Itu artinya, jahe  bisa dijadikan obat GERD alami karena berpotensi mengurangi kemungkinan asam lambung yang berlebihan mengalir dari perut ke kerongkongan.

Selain mengurangi peradangan dan mencegah terjadinya heartburn, obat tradisional ini juga bisa meredakan gejala GERD lainnya, seperti perut mual dan mulas.

Anda bisa mengolah jahe sebagai obat herbal untuk GERD dengan berbagai cara, seperti:

  • Dikupas dan diparut atau diiris tipis-tipis dicampur dalam masakan
  • Dikupas dan dimakan mentah
  • Diiris dan direbus bersama air, kemudian dijadikan air jahe untuk diminum

2. Chamomile

Bahan alami selanjutnya yang bisa Anda jadikan sebagai obat herbal untuk meredakan gejala GERD adalah chamomile. Tanaman berbunga ini ternyata sudah cukup lama digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi sakit perut.

Sama seperti jahe, chamomile mengandung senyawa antiradang yang khasiatnya tidak jauh berbeda dengan obat pereda nyeri golongan NSAID, seperti aspirin.

Sebuah studi tahun 2010 pada jurnal Molecular medicine reports, menyebutkan bahwa chamomile dapat meredakan banyak gangguan pencernaan, seperti kenaikan asam lambung ke kerongkongan, menghambat pertumbuhan bakteri H. pylori, dan mengurangi kejang otot di perut.

Semua khasiat tersebut menunjukkan bahwa chamomile bisa digunakan sebagai pilihan obat alami untuk meredakan GERD. Anda bisa mendapatkan manfaat chamomile sebagai obat herbal untuk GERD dengan menyajikannya sebagai teh chamomile.

3. Licorice

Mungkin cukup banyak yang tidak mengenal tanaman licorice. Namun, perlu Anda ketahui bahwa tanaman ini memiliki nama lain di Indonesia, yaitu akar manis.

Menurut situs yang dikelola oleh Milton S. Hershey Medical Center, licorice dapat melindungi lapisan perut dan kerongkongan sehingga dapat mencegah terjadinya iritasi oleh asam lambung.

Saat GERD terjadi, asam lambung bisa yang ada di perut dapat naik ke kerongkongan. Asam lambung bersifat asam lama-lama dapat mengiritasi lapisan kerongkongan, sehingga bisa menyebabkan radang tenggorokan atau batuk kronis. Guna mencegah hal ini, Anda bisa memanfaatkan tanaman herbal licorice sebagai obat GERD alami.

Anda bisa menemukan tanaman ini dalam bentuk pil atau cairan, yakni DGL-licorice (Glycyrrhiza glabra). Kunyah atau minum ekstrak licorice ini 1 atau 2 jam sebelum makan.

Sebelum pakai obat GERD alami, konsultasi ke dokter

Ivermectin adalah obat gerd

Obat tradisional mungkin jadi pilihan Anda untuk mengatasi gejala GERD. Pasalnya, obat-obatan medis diketahui dapat mempengaruhi kinerja ginjal dan hati. Namun, perlu diingatkan kembali bahwa penggunaan obat alami tidak sepenuhnya aman.

Setiap orang merespons berbagai pengobatan dengan cara berbeda-beda. Itu artinya, ada yang berhasil menggunakan obat herbal sebagai perawatan GERD, ada pula yang tidak. Risiko efek samping tetap ada, terutama pada orang yang alergi atau memang menggunakan obat secara dengan cara tidak tepat.

Oleh karena itu, jika Anda ingin menggunakan obat herbal untuk mengobati GERD, pastikan lebih dahulu dokter memberikan lampu hijau. Selama penggunaan obat alami untuk GERD ini, pengawasan dokter juga diperlukan, terutama bila Anda punya masalah kesehatan lain.

Lakukan hal ini agar obat GERD alami bekerja efektif

Kesembuhan gejala GERD tidak hanya bergantung dari obat alami yang Anda minum. Namun, juga berpengaruh pada kebiasaan maupun gaya hidup yang Anda terapkan.

Gejala GERD tetap akan kambuh sekalipun Anda minum obat herbal, jika tetap makan makanan pedas atau telat makan. Supaya tidak terjadi, perhatikan beberapa hal ini agar Anda terbebas dari gejala GERD yang mengganggu.

Konsumsi makan sehat dan hindari makanan pemicu

Makanan pedas, asam, berlemak bisa memicu gejala GERD kembali kumat. Oleh karena itu, Anda harus menghindari makanan pemicu GERD ini. Sebagai gantinya, konsumsi makanan yang sehat seperti sayur yang tidak mengandung banyak gas atau buah yang tidak asam.

Jaga berat badan tetap ideal

Efektivitas obat herbal dalam meredakan GERD tentu jadi lebih baik jika diimbangi dengan usaha Anda untuk menjaga berat badan tetap ideal.

Pasalnya, kelebihan berat badan (obesitas) menjadi salah satu faktor risiko yang menyebabkan GERD karena memberi tekanan besar pada lambung sehingga asam lambung diproduksi berlebihan.

Lakukan olahraga yang tidak menimbulkan tekanan pada perut, seperti lari atau jalan cepat. Kemudian, hindari kebiasaan tidur setelah makan atau makan dengan porsi besar sekaligus.

Berhenti merokok

Kemudian, hentikan juga kebiasaan yang bisa memicu produksi asam lambung berlebihan seperti merokok. Tindakan ini tidak hanya mencegah kekambuhan gejala GERD tapi menyehatkan tubuh secara menyeluruh.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Penyebab GERD dan Pemicu Lainnya yang Mesti Diwaspadai

Pernah mengalami asam lambung naik yang membuat nyeri dada seolah terbakar? Kondisi ini disebut sebagai GERD. Sebenarnya, apa penyebab GERD itu?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri

Daftar Obat GERD Paling Ampuh Sekaligus Prosedur Medis untuk Mengobatinya

Ada banya obat untuk menatasi GERD. Entah itu obat GERD medis di apotek, rumahan, maupun perubahan gaya hidup. Apa saja pilihannya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri

Gejala GERD pada Bayi, Anak-Anak, dan Orang Dewasa yang Perlu Diketahui

GERD termasuk penyakit yang umum terjadi. Namun, tidak semua orang tahu gejala ringan maupun kronis dari GERD. Yuk, pelajari lebih lanjut di sini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri

Benahi Pola Tidur yang Berantakan, Jika Tak Ingin Maag Kambuh Terus

Apakah Anda sering insomnia karena perut mulas yang luar biasa? Hati-hatilah karena ternyata kurang tidur juga bisa menjadi penyebab maag kambuh.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Nabila Azmi

Direkomendasikan untuk Anda

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal tayang April 13, 2020
Maag (Dispepsia)

Maag (Dispepsia)

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal tayang April 13, 2020
Panduan Olahraga Sehat dan Aman Bagi Orang dengan Gejala Maag

Panduan Olahraga Sehat dan Aman Bagi Orang dengan Gejala Maag

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal tayang Juli 20, 2019
8 Gejala Maag yang Umum dan Tidak Boleh Disepelekan

8 Gejala Maag yang Umum dan Tidak Boleh Disepelekan

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal tayang Juli 9, 2019