Lebih Bahaya Mana Efeknya, Makan Makanan Pedas atau Manis?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

    Ada berbagai macam rasa makanan, mulai dari pedas, manis, gurih, asam, dan lain-lain. Tergantung bumbu apa yang Anda gunakan. Untuk makanan pedas, pasti Anda akan menambahkan lebih banyak cabai atau lada. Sementara makanan manis, Anda akan menambahkan gula.

    Di antara kedua makanan tersebut, mana yang lebih bahaya efeknya bagi tubuh? Makan makanan manis atau makan makanan pedas? Simak ulasannya berikut ini.

    Efek makan makanan pedas pada tubuh

    Menurut penggemar makanan pedas, kurang lengkap rasanya jika makan tanpa cabai, lada, atau sambal. Anda pasti ingin menambahkan sambal, lada, atau bahkan potongan cabai pada makanan. Padahal, saat Anda makan makanan pedas, bibir akan terasa terbakar dan tubuh akan mengeluarkan keringat lebih banyak.

    Mengonsumsi makanan pedas umumnya akan menyebabkan rasa panas pada perut, mulas, dan akhirnya mengharuskan Anda bolak-balik ke kamar mandi akibat gangguan pencernaan. Namun, makanan pedas tidak selalu berefek buruk, kok. Saat Anda pilek, cabai yang mengandung vitamin C dan vitamin A membantu tubuh untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang bisa melawan flu.

    Kandungan capsaicin dalam cabai juga mampu mendorong metabolisme tubuh dengan meningkatkan detak jantung dan suhu inti tubuh. Itulah sebabnya Anda akan kepanasan dan berkeringat saat mengonsumsi makanan pedas.

    Efek makan makanan manis pada tubuh

    makanan manis menyebabkan gigi berlubang

    Bukan hanya makanan pedas, makanan manis juga sangat populer dan digemari banyak orang. Terutama sebagai makanan penutup atau camilan. Mulai dari permen, manisan buah, kue, cokelat, donat, dan lainnya pasti jadi salah satu makanan camilan andalan. Namun, ada juga makanan yang memang mengandung gula alami, seperti buah-buahan.

    Makanan yang mengandung gula biasanya akan berguna bagi tubuh sebagai energi. Dilansir dari Health, Susan Bowerman, BD, asisten di Human Nutrition di UCLA Center mengungkapkan bahwa makanan manis memiliki tekstur dan aroma yang mampu membuat seseorang tersenyum, bahkan dapat meningkatkan selera makan seseorang.

    Itulah kenapa makanan manis bisa meningkatkan suasana hati seseorang. Sayangnya, terlalu sering makan makanan yang mengandung pemanis tambahan bisa menyebabkan berat badan naik dan gigi berlubang.

    Lebih bahaya mana, makan makanan pedas atau manis?

    makanan pedas bisa sebabkan tuli sementara

    Baik makanan manis atau makanan pedas sebenarnya boleh-boleh saja Anda konsumsi. Asal tidak terlalu sering dan juga tidak berlebihan. Keduanya sama-sama menimbulkan efek buruk bagi kesehatan. Daripada Anda membandingkan keduanya; mana yang lebih bahaya efeknya pada tubuh, tentu Anda lebih memilih untuk hidup sehat dan seimbang, bukan? Jadi, membatasi kedua jenis makanan ini merupakan langkah terbaik bila Anda ingin terus hidup sehat.

    Terlalu sering makan pedas bisa berefek buruk bagi sistem pencernaan; menyebabkan perut mulas dan diare. Bahkan, bisa memperparah gejala refluks asam lambung (GERD). Efek ini bisa muncul beberapa jam setelah Anda mengonsumsi makanan pedas.

    Sementara makanan bergula, efeknya timbul dalam jangka panjang. Anda bisa mengalami kerusakan gigi karena gula yang bersentuhan dengan plak bisa menghasilkan asam sitrat yang memicu pengikisan pada gigi. Dalam jangka panjang, terlalu banyak mengonsumsi makanan manis dan makanan berlemak bisa meningkatkan risiko penyakit diabetes, yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi.

    Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

    Was this article helpful for you ?
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    3 Hal Penting yang Wajib Diperhatikan Jika Suka Minum Teh Saat Hamil

    Selama kehamilan, Anda harus menjaga asupan makanan dan minuman, termasuk minum teh. Simak panduan aman minum teh saat hamil berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

    7 Manfaat Kesehatan yang Bisa Anda Dapat dari Buah Mangga

    Kandungan mangga yang manis dan asam menyegarkan menjadikan buah musiman ini bintangnya rujak. Apa saja manfaat mangga untuk kesehatan?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Fakta Gizi, Nutrisi 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

    5 Langkah untuk Berhenti Merokok

    Berhenti merokok memang bukan perkara mudah. Mulailah dengan 5 langkah berikut.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Monika Nanda
    Berhenti Merokok, Hidup Sehat 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

    Selain Mempercantik Kamar, 7 Tanaman Ini Juga Bisa Bantu Tidur Nyenyak

    Beberapa jenis tanaman untuk kamar membawa efek menenangkan dan mampu membersihkan udara dari polusi, bau, dan jamur. Apa saja jenisnya?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Kebersihan Diri, Hidup Sehat 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara pakai termometer

    Mengenal 4 Jenis Termometer yang Paling Umum, dan Cara Pakainya

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
    obat alami dan tradisional sakit gigi berlubang

    7 Obat Alami untuk Mengatasi Sakit Gigi Berlubang

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
    ciri tipes yang parah

    Waspadai 3 Ciri Tipes yang Sudah Parah Agar Tidak Berakibat Fatal

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
    mencium bau

    Kenapa Beberapa Orang Cenderung Susah Mencium Bau?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit