Jangan Anggap Sepele, Ini 8 Gejala Maag yang Biasanya Muncul

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Maag bisa terjadi kapan pun dan dimana pun, bahkan tanpa memandang usia. Ketika maag tiba-tiba kambuh, biasanya bisa mengacaukan segala aktivitas yang sedang maupun akan dilakukan. Oleh karena itu, sebaiknya kenali gejala maag agar bisa diatasi lebih cepat. Lantas, apa saja gejala yang muncul ketika Anda sakit maag? Mari simak informasinya berikut ini.

Berbagai gejala maag yang perlu Anda ketahui

Maag adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan berbagai masalah pencernaan. Biasanya, kondisi ini muncul ketika asam lambung diproduksi secara berlebihan atau adanya luka pada lapisan lambung. Ini sering terjadi akibat kebiasaan makan yang buruk, penyakit pada pencernaan, atau penggunaan obat-obatan tertentu.

Sebagian besar orang mungkin menggambarkan maag adalah nyeri pada perut. Padahal, tidak hanya itu saja gejala yang ditimbulkan. Berikut ini berbagai gejala umum yang terjadi ketika Anda sakit maag.

1. Sakit perut (gejala khas maag)

obat sakit maag paling ampuh

Semua kondisi yang menyerang sistem pencernaan, umumnya akan menimbulkan rasa nyeri atau sakit pada perut.

Biasanya, Anda akan merasakan kondisi perut seakan penuh oleh gas. Alhasil, kondisi tersebutlah yang kemudian membuat Anda mengeluhkan sakit perut. Gejala inilah yang paling khas dan dikenal sebagai tanda maag.

Sakit perut sebagai gejala maag ini bisa disebabkan oleh beragam penyakit tertentu. Contoh beberapa penyakit yang menimbulkan sakit perut sebagai gejalanya antara lain:

Selain itu, tingkat keparahan sakit perut ini juga biasanya berbeda-beda pada setiap orang, bahkan setiap waktu. Terkadang, Anda mungkin mengalami sakit perut hebat sampai membuat sulit beraktivitas. Sementara beberapa lama kemudian, gejala maag ini mungkin mulai mereda secara perlahan menjadi lebih ringan.

2. Nyeri pada dada seperti terbakar (heartburn)

penyebab dada terasa sesak sakit maag

Gejala maag yang disebabkan oleh tingginya asam lambung adalah heartburn. Gejala ini digambarkan sebagai sensasi panas pada ulu hati, dada, dan kerongkongan.

Asam lambung yang berlebihan membuatnya mengalir ke atas. Selanjutnya, asam lambung akan terus mengalir hingga ke ulu hati, dada, lalu mencapai kerongkongan. Biasanya gejala sakit maag ini terjadi pada orang yang memiliki GERD atau refluks asam lambung.

Setiap orang mengalami gejala heartburn berbeda-beda. Ada yang hanya terasa ringan, biasa saja, bahkan sangat kuat. Rasa nyeri pada dada seolah terbakar ini bisa terjadi kapan saja. Umumnya, gejala maag ini akan semakin memburuk di malam hari.

3. Perut kembung

penyakit usus halus pendek

Selain heartburn, sebagian besar orang juga sering merasakan gejala berupa perut kembung saat sakit maag. Ini terjadi karena adanya penumpukan gas di dalam perut.

Gejala perut kembung ini bila digambarkan seperti rasa kekenyangan setelah Anda banyak makan atau minum. Gejala maag ini umumnya dialami oleh orang dengan tukak lambung, maupun gangguan pencernaan lainnya yang mengarah pada penyebab maag.

4. Mual dan muntah

ingin muntah saat cemas

Mual dan muntah bisa menjadi gejala sakit maag yang disebabkan oleh berbagai gangguan pencernaan, seperti peradangan lambung (gastritis), tukak lambung, maupun infeksi perut.

Selain karena penyakit tertentu, maag juga bisa disebabkan oleh kebiasaan makan yang terlalu berlebihan bahkan sangat cepat. Terlebih ditambah dengan adanya peningkatan asam lambung yang naik ke kerongkongan, sakit perut, hingga nyeri pada dada.

Semua hal tersebut semakin memicu timbulnya rasa mual, hingga kemudian membuat Anda muntah-muntah. Mual dan muntah biasa saja mungkin tidak terlalu berbahaya.

Namun, Anda tidak boleh menyepelekannya karena bisa membuat Anda kekurangan cairan dan nutrisi. Jika tidak segera diketahui penyebabnya, kondisi ini dapat menjadi tanda dari penyakit yang lebih serius.

5. Mulut terasa asam atau pahit

cara mencegah mulut kering saat puasa

Selain mengalami ketidaknyamanan pada perut, dada, disertai dengan mual dan muntah, mulut biasanya juga terasa asam atau pahit. Ini terjadi karena asam lambung, serta makanan dan minuman yang baru dikonsumsi justru kembali ke kerongkongan.

Padahal normalnya, makanan, minuman, dan asam lambung seharusnya tetap berada di sistem pencernaan. Setelah naik ke arah kerongkongan atau esofagus, asam lambung serta makanan dan minuman yang telah cukup lumat tersebut akan masuk ke bagian belakang tenggorokan.

Kenaikan semua hal tersebutlah yang kemudian membuat mulut terasa pahit atau asam, yang tentunya aneh tidak seperti biasanya. Rasa aneh pada mulut tersebut lebih cenderung timbul di bagian belakang.

Refluks asam lambung atau GERD merupakan salah satu penyebab maag yang bisa menimbulkan gejala mulut terasa asam atau pahit. Gejala maag yang muncul pada orang yang memiliki GERD ini mungkin tidak disadari sebagai gejala maag. Alasannya, karena saat sakit sebagian besar orang merasa mulutnya pahit.

6. Sering bersendawa

mengatasi sensasi mulut panas maag

Sebelumnya sempat dijelaskan bahwa peningkatan produksi jumlah asam, bisa memicu asam lambung tersebut naik ke kerongkongan. Terlebih ketika hal tersebut ditambah dengan adanya rasa tidak nyaman pada perut disertai dengan penumpukan gas.

Kalau sudah begini, bersendawa sering kali menjadi pilihan terbaik untuk membantu melegakan perut dan kerongkongan. Pasalnya, asam lambung, gas, serta udara yang menumpuk di dalam perut biasanya akan ikut keluar ketika Anda bersendawa.

Akan tetapi, sendawa yang dilakukan oleh orang dalam kondisi normal atau sehat ternyata berbeda dengan orang yang mengalami gejala maag. Jika biasanya sendawa hanya terjadi sesekali khususnya setelah makan, hal tersebut tidak berlaku bagi Anda yang mengalami maag.

Sendawa yang merupakan satu dari beberapa gejala maag ini biasanya terjadi berulang kali, tidak peduli Anda sudah atau belum makan. Kondisi ini memang bisa terjadi secara otomatis, demi meringankan keluhan perut yang sakit dan penuh dengan asam, gas, serta udara.

Namun sayangnya, terkadang Anda bisa terus bersendawa meski sedang tidak ada gas maupun asam yang menumpuk berlebih di dalam perut. Akibatnya, sendawa yang terkesan “dipaksakan” ini hanya akan mengalirkan udara ke kerongkongan saja, dan berbeda dengan sendawa yang seharusnya.

Alih-alih mengeluarkan gas atau udara sehingga membuat perut lebih lega, sendawa tersebut justru dapat memasukkan banyak udara dari luar. Tak menutup kemungkinan, nantinya akan ada lebih banyak gas berlebih di dalam perut yang juga harus dikeluarkan melalui sendawa.

Akan tetapi, jika ternyata masalah yang membuat perut tidak nyaman bukanlah karena udara berlebih di perut, sendawa tidak akan membuat lebih lega. Seperti yang dijelaskan tadi, sendawa bahkan bisa memperburuk kondisi karena memperbanyak jumlah udara di perut.

Ketika sendawa tidak memberikan kenyamanan, tentu menjadi pertanda ada masalah dengan pencernaan Anda. Gejala maag ini bisa dialami oleh berbagai gangguan pencernaan, misalnya tukak lambung.

7. Mudah merasa kenyang

menaikkan berat badan

Ketika diserang oleh gejala maag, perut biasanya terasa sakit karena dipenuhi oleh produksi asam lambung serta gas yang berlebihan. Kondisi ini yang tanpa sadar membuat Anda merasa kenyang, seperti baru saja makan dan minum.

Padahal, mungkin belum ada sesuap nasi atau bahkan setenggak air pun yang masuk ke dalam perut Anda. Itu sebabnya, gejala maag kadang bisa membuat Anda malas makan karena merasa sudah kenyang.

Bahkan saat makan pun, Anda akan merasa cepat sekali kenyang meski hanya menyuap beberapa sendok nasi, lauk, dan sayur. Singkatnya, porsi makanan Anda ketika sedang mengalami gejala maag jauh lebih sedikit, dan berbeda dengan porsi makan di hari-hari biasanya.

8. Merasa tidak nyaman setelah makan

gula darah setelah makan

Serupa dengan perasaan yang mudah kenyang, Anda juga akan merasakan perut yang sangat penuh dan kekenyangan setelah makan. Padahal mungkin saja, porsi makanan yang Anda makan sebenarnya sedikit.

Jika dibandingkan ketika tidak sedang mengalami maag, porsi makanan sekali makan bisa jauh lebih banyak daripada saat maag. Tentu saja, porsi makanan dalam keadaan normal tersebut tidak akan membuat Anda merasa kekenyangan setelahnya.

Rasa kekenyangan tersebut yang kemudian membuat Anda mengeluhkan ketidaknyamanan setelah makan, terutama di perut bagian atas.

Kapan harus ke dokter saat merasakan gejala maag?

Berbagai gejala maag yang ringan biasanya akan membaik dengan sendirinya. Anda hanya perlu menghindari berbagai pemicu, agar gejalanya tidak kembali kambuh, seperti menghindari makanan pedas, berhenti merokok, dan minum alkohol. Namun bila gejala cukup parah, obat-obatan medis sangat diperlukan, contohnya antasida.

Jika tidak juga sembuh, kemungkinan kalau gangguan pencernaan ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius.

Anda wajib memeriksakan diri ke dokter jika gejala maag yang Anda alami tidak juga sembuh dengan perawatan rumahan, contohnya minum madu atau obat maag tanpa resep yang dijual di toko obat. Apalagi jika tidak juga membaik dalam waktu 2 minggu.

Namun, Anda tidak perlu menunggu selama itu. Terutama, bila gejala maag yang dirasakan sudah sangat mengganggu hingga membuat aktivitas terhambat.

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, jangan tunda untuk memeriksakan kesehatan Anda ke dokter ketika gejala maag berkembang semakin buruk, seperti:

  • Muntah darah, atau tampak seperti bubuk kopi
  • Sulit untuk mengunyah atau menelan
  • Susah sekali makan karena kehilangan selera makan
  • Berat badan semakin menurun dari hari ke hari
  • Feses berwarna hitam, atau tampak disertai darah di dalamnya
  • Rasa sakit pada perut tidak kunjung membaik, bahkan bertambah parah
  • Nyeri hebat di perut sebelah kanan atas maupun bawah
  • Sesak napas
  • Berkeringat deras terus-menerus
  • Frekuensi muntah terus bertambah dan tidak kunjung membaik

Perlu Anda ketahui bahwa menunda pengobatan bisa membuat kondisi tambah parah, meningkatkan risiko terjadi komplikasi, sekaligus menyulitkan pengobatan.

Memahami gejala maag membantu diagnosis penyakit

Sudah paham bukan, jika gejala maag itu sangat beragam? Ya, memahami berbagai gejala bukan hanya membantu Anda untuk mendeteksi adanya masalah kesehatan, yang berkaitan dengan sistem pencernaan. Namun, juga membantu dokter untuk menegakkan diagnosis. Contohnya, orang yang memiliki GERD cenderung lebih sering mengalami heartburn, ketimbang orang yang mengalami gastritis.

Supaya Anda tidak lupa degan gejala maag yang muncul, buatlah cacatan. Dengan begini, Anda bisa mengamati seberapa sering gejala tersebut Anda kambuh. Adanya catatan ini sebagai laporan keluhan gejala saat Anda berkunjung ke dokter.

Selain melihat catatan gejala maag ini, dokter akan meminta Anda melakukan berbagai tes kesehatan untuk menegakkan diagnosis, seperti tes pencitraan, endoksopi, tes darah, tes feses, dan tes napas.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juli 9, 2019 | Terakhir Diedit: Februari 24, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca