home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

9 Hal Paling Umum yang Jadi Penyebab Mual

9 Hal Paling Umum yang Jadi Penyebab Mual

Mual merupakan istilah yang menggambarkan kondisi saat Anda merasa ingin muntah. Mual termasuk gangguan umum yang dialami banyak orang, setidaknya satu kali seumur hidup. Lantas, apa saja penyebab perut mual yang perlu diwaspadai?

Berbagai penyebab mual

perbedaan mual hamil dan maag

Mual yaitu sensasi ingin muntah yang umumnya muncul akibat reaksi spontan tubuh ketika menghadapi rangsangan tidak biasanya. Sederhananya, mual merupakan insting pertahanan diri tubuh yang dipunyai setiap manusia agar terhindar dari bahaya.

Penyebab sensasi mual (eneg) muncul karena ada sesuatu yang memicu sistem saraf pada otak untuk bereaksi berlebihan. Bagian saraf yang mengatur kemunculan sensasi mual adalah chemoreceptor trigger zone (CTZ).

Zona tersebut akan bereaksi dengan memproduksi sinyal untuk dikirim ke sistem pencernaan pada perut agar merasa ingin muntah. Begitu otak mendeteksi ada sesuatu yang mencurigakan masuk ke tubuh, muntah bisa terjadi untuk mengeluarkan zat asing yang dianggap berbahaya.

Berikut ini ada sejumlah faktor penyebab perut mual yang perlu Anda ketahui.

1. Asam lambung naik

Salah satu penyebab munculnya sensasi mual yang paling sering terjadi yaitu asam lambung naik. Masalah pencernaan yang satu ini merupakan salah satu pertanda dari penyakit lainnya, seperti maag dan penyakit GERD.

Kedua penyakit ini ditandai dengan melemahnya otot sfingter pemisah kerongkongan dan lambung sehingga tidak dapat menutup rapat. Akibatnya, makanan yang dicerna dan bercampur dengan asam lambung bisa bocor dan naik ke kerongkongan.

Pada sebagian orang, kondisi ini dapat memicu rasa mual. Pasalnya, rasa asam dan panas yang terasa pada mulut bersama sendawa dan batuk dapat menimbulkan rasa ingin muntah.

2. Hamil

Jika Anda sedang hamil, masa-masa kehamilan awal mungkin bisa menjadi penyebab dari sensasi mual. Salah satu bentuk mual saat hamil yang populer yaitu morning sickness.

Hingga saat ini belum diketahui apa hubungan pasti antara rasa ingin muntah dengan kehamilan. Beberapa ahli berpendapat bahwa mual dan muntah pada ibu hamil mungkin disebabkan oleh efek human chorionic gonadotropin (HCG).

Begini, ibu hamil mulai menghasilkan HCG segera setelah sel telur yang telah dibuahi menempel pada lapisan rahim. Semakin tinggi kadar HCG, semakin parah pula rasa mual yang dialami.

Selain itu, ibu yang mengandung anak kembar lebih berisiko mengalami morning sickness karena kadar HCG yang cukup tinggi. Hal ini juga berlaku ketika estrogen meningkat dan menyebabkan rasa mual dan muntah semakin parah selama hamil.

3. Infeksi pada sistem pencernaan

Mual termasuk gejala masalah pencernaan yang paling umum terjadi, seperti infeksi bakteri atau virus, dan keracunan makanan.

Perut yang muncul ketika kuman penyebab infeksi, seperti bakteri, jamur, atau virus, menyerang dinding lambung dan lapisan usus. Patogen ini kemudian menghasilkan racun yang dapat memicu sistem imun yang membuat organ cerna menghasilkan lebih banyak cairan.

Alhasil, otak akan memicu saraf pada perut untuk menimbulkan rasa mual dan keinginan untuk muntah. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengeluarkan zat yang dianggap racun bagi tubuh.

4. Mabuk perjalanan

mabuk perjalanan

Beberapa dari Anda mungkin sering merasa mual ketika bepergian dengan kendaraan, seperti mobil, pesawat, atau kereta. Kondisi ini dapat terjadi karena sinyal campur aduk yang dikirim ke otak oleh mata dan telinga bagian dalam.

Umumnya, tubuh tetap pada posisi duduk dan diam meski Anda berada di dalam kendaraan yang melaju. Namun, mata dan telinga yang melihat ke luar jendela akan melihat bahwa semuanya bergerak ke belakang dan memicu reaksi yang tak biasa.

“Keanehan” yang disebut motion sickness ini merangsang bagian otak bernama thalamus mengirimkan sinyal ke seluruh tubuh bahwa ada yang sesuatu yang salah.

Ibaratnya, otak memberitahu bahwa mengapa tubuh diam tetapi yang lain di sekitarnya bergerak. Alhasil, otak thalamus menganggap bahwa hal tersebut adalah pertanda bahaya dan menimbulkan reaksi mual sebagai cara menghentikan bahaya ini.

5. Mabuk alkohol

Selain mabuk perjalanan, penyebab mual lainnya yaitu mabuk alkohol. Beberapa tegukan pertama pada menit-menit awal minum alkohol mungkin tidak langsung membuat Anda eneg.

Seiring dengan berjalannya waktu ditambah asupan alkohol yang berlebihan justru bisa memicu rasa mual tersebut. Hal ini dikarenakan alkohol adalah zat yang dianggap beracun.

Semakin banyak alkohol yang diminum, terutama dalam waktu singkat, otak akan menghasilkan reaksi keberatan. Otak nantinya mengirim sinyal ke sistem pencernaan untuk mengeluarkan isi perut.

Hal ini dilakukan agar Anda tahu bahwa takaran alkohol sudah terlalu berlebihan dan berbahaya bagi tubuh. Selain itu, alkohol juga dapat meningkatkan produksi asam lambung dan menunda pengosongan lambung, sehingga rasa mual pun bisa terjadi.

6. Cemas atau panik

tayangan berita anak cemas

Ketika cemas atau panik, pernahkah Anda merasa ingin muntah? Perasaan cemas atau panik adalah reaksi alami tubuh terhadap stres yang dapat merangsang gejala psikologis dan fisik, salah satunya mual.

Pada saat Anda gugup, misalnya ketika menunggu wawancara kerja, tidak heran bila Anda merasa mual. Pasalnya, stres dapat meningkatkan produksi hormon serotonin dalam tubuh.

Selain mempercepat detak jantung dan membuat pernapasan pendek-pendek, hormon serotonin juga bisa meningkatkan produksi asam lambung. Sebagai respon tersebut, otak akan memicu reaksi mual hingga ingin muntah.

7. Efek samping obat-obatan

Penggunaan obat-obatan biasanya memang bertujuan untuk mengatasi masalah kesehatan tertentu. Namun, hampir semua obat-obatan dapat menyebabkan efek samping, seperti rasa mual.

Iritasi dinding lambung

Sebagai contoh, obat penghilang rasa sakit golongan NSAID memiliki efek berupa iritasi terhadap lapisan lambung. Bagi orang yang sensitif terhadap obat seperti ibuprofen dan naproxen, mereka mungkin akan merasa mual dan muntah.

Sistem pencernaan tidak menyerap obat

Pada beberapa kasus, penyebab mual setelah minum obat dapat terjadi akibat sistem pencernaan tidak dapat menyerap obat. Alhasil, obat yang telah diminum akan tertinggal pada usus lebih lama dan memicu iritasi sampai perut terasa mual.

Interaksi antar dua obat

Interaksi antar dua obat yang berbeda juga bisa menyebabkan rasa mual bila Anda meminumnya pada waktu yang bersamaan. Itu sebabnya, selalu perhatikan instruksi cara pakai obat yang tertera pada label guna menghindari efek samping ini.

Bila Anda ragu, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter atau apoteker untuk mengetahui bagaimana cara penggunaan obat yang tepat.

Apakah Harus Setop Minum Obat Saat Efek Sampingnya Muncul?

8. Olahraga

Tahukah Anda bahwa olahraga juga menjadi salah satu penyebab mual yang paling sering terjadi?

Bila Anda sering berolahraga dengan intensitas tinggi dan dalam keadaan perut kenyang, ternyata bisa memicu perut terasa mual. Kondisi ini ternyata bisa disebabkan oleh berbagai hal.

Begini, aliran darah ke organ perut akan menurun hingga 80 persen selama berolahraga. Hal ini terjadi karena tubuh lebih banyak mengalirkan darah ke otot dan kulit. Akibatnya, Anda mungkin merasa mual, sakit perut, hingga diare.

Sementara itu, berolahraga dengan intensitas terlalu tinggi dalam kondisi kenyang atau perut kembung juga bisa menyebabkan diafragma berkontraksi. Bila hal ini terjadi, perut pun terasa mual.

9. Terlalu banyak makan

Terlalu banyak makan yang sering dilakukan ternyata juga bisa memicu perasaan mual.

Faktanya, perut orang dewasa berukuran kira-kira sekepalan tangan dan bisa menampung sekitar 75 mL ketika kosong. Walaupun demikian, ukuran lambung bisa membesar hingga 950 mL.

Bila makan terlalu banyak dan mencapai batas kapasitas lambung, hal ini bisa menjadi penyebab mual. Pada kasus yang parah, mual dapat memicu muntah yang menjadi cara tubuh mengurangi tekanan pada perut.

Oleh sebab itu, selalu atur porsi makan Anda dan makan lebih lambat untuk mencegah rasa mual.

Pada dasarnya, ada banyak kondisi yang bisa menjadi penyebab perut mual. Bila Anda merasa khawatir rasa ingin muntah ini mengganggu aktivitas harian, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Singh, P., Yoon, S. S., & Kuo, B. (2016). Nausea: a review of pathophysiology and therapeutics. Therapeutic advances in gastroenterology, 9(1), 98–112. https://doi.org/10.1177/1756283X15618131. Retrieved 20 August 2019. 

Physiology of Vomiting. (n.d). VIVO Pathophysiology. Retrieved 20 August 2019, from http://www.vivo.colostate.edu/hbooks/pathphys/digestion/stomach/vomiting.html 

Kenward, H., Pelligand, L., Savary-Bataille, K., & Elliott, J. (2015). Nausea: Current knowledge of mechanisms, measurement and clinical impact. The Veterinary Journal, 203(1), 36-43. https://doi.org/10.1016/j.tvjl.2014.10.007. Retrieved 20 August 2019. 

Nausea During Pregnancy. (2013). American Pregnancy Association. Retrieved 20 August 2019, from https://americanpregnancy.org/pregnancy-symptoms/nausea-during-pregnancy-5583/ 

What to do when your medication causes nausea. (2017). Harvard Health. Retrieved 20 August 2019, from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/what-to-do-when-your-medication-causes-nausea 

Lee, E. G., Kim, T. H., Huh, Y. J., Suh, Y. S., Ahn, H. S., Kong, S. H., Lee, H. J., Kim, W. H., & Yang, H. K. (2016). Anthropometric Study of the Stomach. Journal of gastric cancer, 16(4), 247–253. https://doi.org/10.5230/jgc.2016.16.4.247. Retrieved 15 February 2021. 

Nausea and vomiting. (2020). Mayo Clinic. Retrieved 15 February 2021, from https://www.mayoclinic.org/symptoms/nausea/basics/causes/sym-20050736 

Motion Sickness. (2021). Cleveland Clinic. Retrieved 15 February 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/12782-motion-sickness 

Hangovers. (2017). Mayo Clinic. Retrieved 15 February 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hangovers/symptoms-causes/syc-20373012 

Samborski, P., Chmielarz-Czarnocińska, A., & Grzymisławski, M. (2013). Exercise-induced vomiting. Przeglad gastroenterologiczny, 8(6), 396–400. https://doi.org/10.5114/pg.2013.39924. Retrieved 15 February 2021.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 05/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x