home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Manfaatkan 8 Bahan Alami Ini Sebagai Obat Maag yang Aman

Manfaatkan 8 Bahan Alami Ini Sebagai Obat Maag yang Aman

Salah satu cara untuk membantu mengatasi gangguan lambung, seperti sakit maag, adalah konsumsi obat herbal. Simak beberapa pilihan obat maag alami yang mudah Anda jumpai di dapur. Selain mudah, mereka juga aman dikonsumsi, lho!

Pilihan obat herbal untuk sakit maag dan gangguan lambung

bahan herbal untuk obat batuk berdahak

Gangguan lambung merupakan masalah pencernaan yang dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Kondisi ini terutama bisa terjadi bila aktivitas harian Anda padat hingga membuat jadwal makan berantakan.

Selain jadwal makan yang berantakan, penyebab masalah lambung seperti maag yaitu makanan pedas, berlemak, atau bersifat asam. Gangguan lambung seperti sakit maag pun dapat dipicu oleh stres.

Bila sudah mengalami gejala maag berupa perut kembung hingga mual dan muntah, tentu aktivitas akan terganggu. Guna membantu meredakan gejala tersebut, Anda bisa mencoba sejumlah obat alami maag dan gangguan lambung di bawah ini.

1. Kunyit

Kunyit termasuk obat alami tradisional yang digunakan untuk membantu meringankan gangguan lambung, seperti gejala sakit maag. Kandungan polifenol di dalamnya ternyata memiliki sifat anti-peradangan yang membantu meredakan asam lambung.

Menurut penelitian dari International Journal of Molecular Sciences, kunyit disebut dapat membantu mencegah peradangan pada gangguan lambung atau disebut juga penyakit GERD.

Penelitian ini menunjukkan bahwa gejala gangguan lambung dapat diredakan dengan obat yang mengandung antioksidan dan anti peradangan. Kedua sifat tersebut bisa dijumpai dalam kurkumin yang terkandung pada kunyit.

2. Jahe merah

Selain kunyit, obat alami herbal lainnya untuk membantu meredakan gejala maag yaitu jahe merah. Bumbu rempah yang satu ini memiliki sifat anti peradangan yang bermanfaat untuk pasien masalah lambung dan dapat meredakan rasa mual.

Di lain sisi, jahe merah juga bisa disebut sebagai bahan alami yang bersifat gastroprotektif. Artinya, rempah yang bisa dijadikan teh ini bekerja dengan menekan bakteri Helicobacter pylori (H. pylori), yaitu penyebab asam lambung naik.

H. pylori merupakan bakteri yang hidup pada lingkungan yang asam. Bila jumlahnya berlipat ganda dan tidak terkendali, gejala maag bisa muncul. Hal ini dikarenakan infeksi pada dinding lambung terjadi.

Dengan bantuan jahe merah, jumlah bakteri dapat dikurangi, sehingga gejala gangguan lambung atau maag pun dapat diredakan.

Manfaat Jahe Merah untuk Kesehatan, dari Pencernaan Hingga Kesuburan

3. Obat maag alami dengan madu

Dunia pengobatan tradisional sudah sejak lama memanfaatkan madu untuk berbagai masalah kesehatan. Pemanis alami ini bisa membantu mengatasi masalah lambung, seperti mencegah kenaikan asam lambung dan meredakan sensasi heartburn.

Madu termasuk bahan alami yang memiliki sifat antioksidan, sehingga tidak mengejutkan bila pemanis ini dapat membantu masalah lambung. Ada sejumlah cara yang dilakukan obat alami ini untuk mengatasi gangguan lambung seperti maag, yakni:

  • tekstur madu bantu melapisi dinding esofagus (kerongkongan) dan lambung,
  • memperbaiki fungsi cincin esofagus, serta
  • membantu mengurangi peradangan pada esofagus.

4. Akar manis

gambar akar manis alias licorice yang bermanfaat untuk lambung

Akar manis (licorice) disebut sebagai obat herbal yang dapat membantu gangguan lambung secara alami. Bagaimana bisa?

Begini, akar manis diklaim dapat menguatkan otak dan bersifat analgesik. Sejumlah penelitian juga melaporkan bahwa akar manis dapat meningkatkan sekresi lambung dan menahan asam lambung agar tidak naik ke kerongkongan.

Anda bisa mengonsumsi obat herbal atau alami yang mengandung licorice untuk meredakan gejala sakit maag dan radang lambung. Tidak hanya itu, rempah yang satu ini juga memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Meski begitu, Anda tetap perlu berhati-hati saat menggunakan akar manis sebagai obat tradisional untuk sakit maag. Pasalnya, tubuh setiap orang mungkin akan bereaksi berbeda-beda ketika memakai obat herbal.

5. Daun kemangi

Selain digunakan sebagai bahan herbal dalam masakan di seluruh dunia, daun kemangi ternyata juga bisa dipakai sebagai obat alami masalah lambung, seperti maag.

Daun kemangi memiliki sifat karminatif, antibakteri, dan anti-peradangan. Artinya, obat herbal maag ini bisa digunakan untuk meredakan kejang pada saluran usus yang menjadi penyebab perut kembung.

Anda bisa mengolah daun kemangi menjadi teh atau memasukkannya ke dalam masakan. Namun, Anda perlu menambahkan daun ini secara perlahan karena mengonsumsi terlalu banyak bisa memicu sakit perut.

6. Jus lidah buaya untuk obat maag alami

Lidah buaya termasuk tanaman yang mudah dijumpai di daerah beriklim tropis. Tanaman ini telah sering dipakai sebagai pengobatan tradisional, baik secara topikal maupun oral.

Kandungan gel pada lidah buaya dipercaya memiliki senyawa anti peradangan, vitamin, mineral, dan asam amino. Itu sebabnya, beberapa orang percaya bahwa lidah buaya mempunyai efek yang menenangkan untuk pasien masalah lambung.

Penelitian dari Journal of traditional Chinese Medicine melaporkan bahwa jus lidah buaya tanpa pewarna dan pemanis termasuk obat herbal maag yang aman. Jus ini secara efektif membantu mengurangi gejala heartburn dengan mengurangi produksi asam.

Walaupun demikian, Anda tetap perlu waspada karena jus lidah buaya tidak terlepas dari efek samping, seperti diare. Pasalnya, lidah buaya mengandung antrakuinon, yaitu senyawa yang terdapat dalam obat pencahar.

Khasiat Jus Lidah Buaya untuk Membantu Atasi Gangguan Pencernaan Kronis

7. Daun mint

Sejak dulu, daun mint sering dimanfaatkan untuk mengatasi masalah pencernaan. Hingga kini, obat alami dengan kandungan daun mint juga bisa digunakan untuk meredakan gejala gangguan lambung, seperti sakit maag, perut kembung, atau mual.

Daun mint dapat membantu merilekskan otot perut yang sakit akibat perut kembung. Cara kerjanya adalah dengan mendorong keluar gas pada lambung. Namun, pemakaian daun mint tidak direkomendasikan untuk pasien GERD.

8. Kurma

Kurma memang dikenal memiliki sejumlah manfaat kesehatan, tapi tahukah Anda, penelitian dari Journal of Ethnopharmacology mengatakan bahwa kurma juga dapat meredakan maag?

Kurma juga bersifat basa sehingga mampu mengurangi tingkat keasaman pada lambung. Maka dari itu, pengidap maag atau tukak lambung disarankan untuk memakan kurma tiap pagi untuk menetralisir cairan lambung.

Selain menjaga kesehatan pencernaan, kurma juga dapat membuat kulit sehat dan bersinar alami. Kandungan antioksidan dan vitamin B5 dalam kurma berkhasiat untuk mencegah keriput dan membuat kulit lebih bersinar. Anda bisa mencoba program sehat selama 12 hari yang juga menggunakan kandungan konsentrat sarang burung untuk bersama #hidupmelawanwaktu.

Manfaat dari kombinasi ekstrak kurma dan sarang burung akan semakin optimal karena dilengkapi dengan teknologi pengemasan yang modern, tersertifikasi food safety management ISO 22000, BPOM, dan Halal sehingga membantu ibadah puasa berjalan lancar.

Itulah delapan kandungan alami yang bisa Anda konsumsi untuk tuntaskan gejala gangguan pencernaan terutama yang berhubungan dengan organ lambung.

Dengan demikian, Anda bisa segera menuntaskan gejala yang mengganggu dan bisa kembali berkegiatan seperti semula.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Peppermint. (n.d). Mount Sinai. Retrieved 27 May 2020, from https://www.mountsinai.org/health-library/herb/peppermint 

Kwiecien, S., Magierowski, M., Majka, J., Ptak-Belowska, A., Wojcik, D., Sliwowski, Z., Magierowska, K., & Brzozowski, T. (2019). Curcumin: A Potent Protectant against Esophageal and Gastric Disorders. International journal of molecular sciences, 20(6), 1477. https://doi.org/10.3390/ijms20061477. Retrieved 27 May 2020. 

Escobedo-Hinojosa, W. I., Gomez-Chang, E., García-Martínez, K., Guerrero Alquicira, R., Cardoso-Taketa, A., & Romero, I. (2018). Gastroprotective Mechanism and Ulcer Resolution Effect of Cyrtocarpa procera Methanolic Extract on Ethanol-Induced Gastric Injury. Evidence-based complementary and alternative medicine : eCAM, 2018, 2862706. https://doi.org/10.1155/2018/2862706. Retrieved 27 May 2020. 

Nikkhah Bodagh, M., Maleki, I., & Hekmatdoost, A. (2018). Ginger in gastrointestinal disorders: A systematic review of clinical trials. Food science & nutrition, 7(1), 96–108. https://doi.org/10.1002/fsn3.807. Retrieved 27 May 2020. 

Babaeian, M., Naseri, M., Kamalinejad, M., Ghaffari, F., Emadi, F., Feizi, A., Hosseini Yekta, N., & Adibi, P. (2015). Herbal Remedies for Functional Dyspepsia and Traditional Iranian Medicine Perspective. Iranian Red Crescent medical journal, 17(11), e20741. https://doi.org/10.5812/ircmj.20741. Retrieved 27 January 2021. 

Math, M. V., Khadkikar, R. M., & Kattimani, Y. R. (2013). Honey–a nutrient with medicinal property in reflux. The Indian journal of medical research, 138(6), 1020–1021. Retrieved 27 January 2021. 

Panahi, Y., Khedmat, H., Valizadegan, G., Mohtashami, R., & Sahebkar, A. (2015). Efficacy and safety of Aloe vera syrup for the treatment of gastroesophageal reflux disease: a pilot randomized positive-controlled trial. Journal of traditional Chinese medicine = Chung i tsa chih ying wen pan, 35(6), 632–636. https://doi.org/10.1016/s0254-6272(15)30151-5. Retrieved 27 January 2021.

Al-Qarawi, A., Abdel-Rahman, H., Ali, B., Mousa, H., & El-Mougy, S. (2005). The ameliorative effect of dates (Phoenix dactylifera L.) on ethanol-induced gastric ulcer in rats. Journal Of Ethnopharmacology, 98(3), 313-317. https://doi.org/10.1016/j.jep.2005.01.023 

Dates(Khajoor) and Winters: A Perfect Courtship! | Max Hospital. Maxhealthcare.in. (2021). Retrieved 23 March 2021, from https://www.maxhealthcare.in/blogs/dietetics/dateskhajoor-and-winters-perfect-courtship.

Rahmani, A., Aly, S., Ali, H., Babiker, A., Srikar, S., & Khan, A. (2014). Therapeutic effects of date fruits (Phoenix dactylifera) in the prevention of diseases via modulation of anti-inflammatory, anti-oxidant and anti-tumour activity. International Journal Of Clinical And Experimental Medicine. Retrieved 23 March 2021, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3992385/

Foto Penulis
Ditulis oleh Maria Amanda pada 18/01/2021
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x