Mata Anak Juling? Mungkin Karena Ibu Merokok Saat Hamil

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Anda pasti sudah mengetahui bahwa merokok sangat berbahaya bagi kesehatan semua orang, tak terkecuali ibu hamil. Merokok saat hamil tentu tidak hanya membawa dampak bagi ibu, tapi juga membawa dampak bayi calon bayinya. Bahan-bahan kimia yang masuk ke tubuh ibu dapat menembus plasenta sehingga dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin.

Ibu hamil merokok dapat menyebabkan bayi lahir prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR), atau bahkan dapat menyebabkan keguguran. Namun, tak sebatas itu, merokok saat hamil juga dapat memengaruhi perkembangan penglihatan bayi.

Ibu hamil merokok berdampak pada penglihatan bayi

Asap rokok mengandung lebih dari 4000 bahan kimia, termasuk bahan kimia yang buruk, seperti nikotin, tar, karbon monoksida, dan setidaknya 60 senyawa lain penyebab kanker. Bahan-bahan kimia ini masuk ke dalam tubuh Anda saat Anda merokok maupun menghirup asap rokok (perokok pasif). Kemudian, bahan-bahan kimia ini masuk ke dalam aliran darah Anda dan janin Anda. Maka, tak heran jika banyak akibat buruk yang ditimbulkan jika Anda merokok saat hamil.

Salah satu akibat ibu hamil merokok adalah gangguan penglihatan pada janin atau anak di kemudian hari. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Acta Ophthalmologica tahun 2015 telah membuktikan hal ini. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa ibu hamil merokok (baik secara aktif maupun pasif) berhubungan dengan peningkatan risiko masalah penglihatan pada anaknya. Anak yang lahir dari ibu perokok mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk terkena strabismus, kesalahan refraksi, dan retinopati.

Retinopati dapat menyebabkan pembuluh darah mata tumbuh tidak normal dan akhirnya dapat menyebabkan anak kehilangan penglihatannya. Bayi yang lahir prematur karena ibu merokok saat hamil juga memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena retinopati, yang dapat mengakibatkan kebutaan.

Penelitian tersebut juga menyimpulkan bahwa paparan asap rokok pada janin dalam kandungan selama kehamilan merupakan faktor risiko dari masalah penglihatan pada anak di kemudian hari. Bagian penglihatan, seperti otot di dalam bola mata (intraokular) dan saraf retina merupakan bagian yang lebih terpengaruh daripada bagian lainnya.

Penelitian lain juga memperkuat hal ini. Penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Epidemiology menemukan bahwa ibu hamil yang merokok mempunyai kemungkinan 26% lebih besar untuk mempunyai bayi dengan strabismus dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak merokok. Semakin banyak rokok yang diisap selama kehamilan, maka semakin tinggi pula risiko bayinya memiliki masalah penglihatan.

Apa itu strabismus?

Strabismus atau lebih dikenal dengan mata juling menggambarkan beberapa kondisi mata yang berbeda yang mengakibatkan mata muncul tidak sejajar. Ada sekitar 30 kondisi saraf dan otot yang berbeda yang dapat mengakibatkan mata juling. Pada kondisi ini, mata Anda tidak dapat sejajar dan fokus pada satu hal. Sebanyak 2-3% anak-anak memiliki masalah penglihatan ini. Perlu perawatan khusus untuk menyembuhkan kondisi mata anak yang juling.

Jauhi rokok saat hamil

Tidak ada hal yang baik dari merokok, terutama saat Anda hamil. Sangat banyak akibat yang bisa Anda dan bayi Anda terima jika Anda merokok saat hamil, bahkan saat Anda hanya mengisap asap rokok (menjadi perokok pasif). Untuk itu, sangat disarankan bagi ibu hamil untuk tidak merokok maupun menghirup asap rokok.

Jika Anda merokok, idealnya, Anda harus berhenti merokok sebelum Anda hamil. Semakin dini Anda berhenti merokok, ini akan semakin baik untuk kesehatan Anda dan calon bayi Anda. Jika pasangan atau orang di sekitar Anda sering merokok, Anda bisa minta tolong mereka untuk tidak merokok di depan Anda atau menjauhinya saat mereka sedang merokok. Terapkanlah gaya hidup sehat dan tinggalkan gaya hidup Anda yang buruk demi kesehatan calon buah hati Anda kelak.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca