Bagi diabetesi, menjalani puasa dan menjaga kadar gula darah tetap normal adalah tantangan tersendiri. Ya, merencanakan dan mengatur makan di saat puasa sangat penting untuk dilakukan diabetesi jika ingin mengendalikan gula darahnya. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan pilihan menu yang akan disajikan di awal hari, yakni saat sahur. Pasalnya, makanan yang Anda makan saat sahur akan menentukan bagaimana metabolisme tubuh bekerja sepanjang hari. Berikut berbagai makanan yang perlu dihindari saat sahur untuk diabetes.

Jenis makanan sahur untuk diabetes yang harus dihindari

Sebuah penelitian tahun 2016 yang diterbitkan di British Medical Journal menemukan fakta bahwa perubahan pola makan selama ramadhan dapat meningkatkan risiko hiperglikemia (kadar gula darah tinggi) atau hipoglikemi (kadar gula darah rendah). Maka itu, Anda harus perhatikan makanan apa saja yang dipantang sebagai menu sahur untuk diabetes.

1. Karbohidrat dengan nilai indeks glikemik tinggi

makan nasi putih

Roti, nasi putih, kentang, dan makanan olahan merupakan jenis makanan karbohidrat yang juga memiliki indeks glikemik yang cukup tinggi. Makanan ini mengandung sedikit serat sehingga penyerapan gula ke dalam aliran darah sangat cepat.

Orang dengan diabetes yang berniat untuk berpuasa sebaiknya menghindari jenis makanan tersebut agar tidak terjadi lonjakan gula darah yang akan berakibat buruk pada kesehatan.

Penelitian menunjukkan makanan yang mengandung karbohidrat dengan indeks glikemik tinggi tidak hanya menaikkan kadar gula darah namun juga menurunkan fungsi otak pada penderita diabetes tipe 2. Pilihlah menu makanan yang mengandung karbohidrat kompleks dengan indeks glikemik rendah seperti nasi merah dengan tambahan sayur jagung dan wortel.

2. Makanan tinggi lemak trans

makanan tidak sehat

Lemak trans merupakan lemak jahat yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Meskipun lemak trans tidak secara langsung meningkatkan kadar gula darah, akan tetapi lemak ini dapat meningkatkan risiko resistensi insulin.

Akibatnya, kadar kolesterol baik dan fungsi arteri menjadi terganggu. Efek ini akan sangat cepat dirasakan oleh orang dengan diabetes karena sangat berisiko tinggi terkena penyakit jantung.

Oleh karena itu, hindari mengonsumsi makanan yang mengandung lemak trans dalam menu sahur untuk diabetes. Jadi, usahakan untuk tidak sahur dengan makanan yang digoreng seperti tempe goreng, bakwan, atau ayam goreng.

Pasalnya, salah satu sumber terbesar lemak trans adalah minyak goreng. Lemak trans juga ditemukan pada margarin, selai kacang, hingga makanan cepat saji.

3. Makanan dengan kadar garam tinggi

batas maksimal makan garam

Makanan yang terlalu asin perlu dihindari oleh penderita diabetes. Garam memang secara langsung tidak memengaruhi kadar gula darah. Akan tetapi, jika Anda atau orang terkasih memiliki diabetes, maka usahakan untuk membatasi garam dalam menu makanan Anda termasuk menu sahur.

Asupan garam yang terlalu tinggi dapat menaikkan tekanan darah. Orang dengan diabetes, cenderung jauh lebih mudah mengalami komplikasi yang berkaitan dengan tekanan darah tinggi seperti penyakit jantung, ginjal, dan stroke.

Tak hanya meningkatkan risiko komplikasi penyakit, terlalu banyak mengonsumsi makanan asin dalam menu sahur juga dapat membuat Anda merasa haus sepanjang hari. Oleh karena itu, usahakan untuk membatasi dan menghindari kandungan garam yang terlalu tinggi pada makanan.

Makanan sahur untuk diabetes yang dianjurkan

Mempersiapkan menu sahur untuk diabetes pada dasarnya mudah, hanya perlu memperhatikan beberapa pantangannya. Menu makan sahur haruslah mengandung keseimbangan nutrisi untuk mencukupi kebutuhan Anda selama seharian.

Berbagai makanan yang baik dan dianjurkan untuk menu sahur orang dengan diabetes yaitu makanan yang mengandung gandum utuh dengan beberapa protein dan lemak sehat yang dapat membantu memperlambat pencernaan dan membantu rasa kenyang bertahan lebih lama.

Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi camilan sebagai makanan tambahan yang kaya serat, mineral, vitamin, dan yang tak kalah penting memiliki indeks glikemik rendah. Tak hanya menu makan, waktu makan juga penting untuk diperhatikan.

Usahakan untuk makan sahur mendekati waktu imsak, tidak di tengah malam. Hal ini akan membantu menjaga tingkat glukosa lebih seimbang sepanjang puasa.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca