home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Khasiat Yoghurt untuk Pasien Diabetes dan Tips Memilih yang Aman

Khasiat Yoghurt untuk Pasien Diabetes dan Tips Memilih yang Aman

Yoghurt adalah salah satu produk olahan susu yang disukai banyak orang. Selain karena rasa asamnya yang khas, yoghurt juga terasa menyegarkan jika dikonsumsi dalam keadaan dingin. Ternyata, cemilan yang satu ini tak hanya lezat, tetapi juga direkomendasikan untuk kesehatan pengidap diabetes, lho! Apa saja efek mengonsumsi yoghurt untuk pasien diabetes? Yuk, baca ulasan lengkapnya di bawah ini!

Amankah bila yoghurt diberikan untuk pasien diabetes?

yoghurt untuk ibu hamil

Seperti yang mungkin sudah Anda tahu, diabetes adalah penyakit yang menyebabkan tubuh tidak dapat menghasilkan atau menggunakan hormon insulin dengan baik.

Akibatnya, pasien dengan diabetes memiliki kadar gula darah yang tinggi. Untuk menghindari kenaikan gula darah, pemilihan makanan dan minuman yang tepat sangatlah penting.

Yoghurt sendiri adalah susu yang diproses dengan cara fermentasi sehingga menghasilkan tekstur yang kental dan cita rasa asam.

Dari hasil fermentasi tersebut, susu yang diolah menjadi yoghurt mengalami peningkatan di segi kualitas dan kandungan gizi.

Salah satu kandungan yang diyakini aman untuk kesehatan adalah bakteri baik. Ya, di dalam yoghurt, terdapat probiotik alias bakteri baik yang memberikan banyak manfaat untuk tubuh.

Beberapa orang mungkin bertanya-tanya, apakah yoghurt aman dikonsumsi oleh pengidap diabetes atau tidak? Hal ini karena yoghurt memiliki rasa yang cenderung manis dan asam.

Ternyata, kudapan ini tergolong aman untuk diabetesi selama Anda mengonsumsinya dalam batas wajar.

Kandungan probiotik di dalam yoghurt dinilai sangat berkhasiat untuk mengatasi gejala diabetes.

Ditambah lagi, yoghurt kaya kandungan vitamin dan mineral lain yang tak kalah bermanfaat untuk kesehatan.

Selain itu, yoghurt adalah cemilan dengan angka indeks glikemik yang rendah. Indeks glikemik menunjukkan potensi suatu makanan dalam meningkatkan kadar gula darah.

Semakin tinggi angka indeks glikemik suatu makanan, maka semakin besar pula lonjakan kadar gula darah Anda setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Itulah mengapa yoghurt termasuk satu dari beberapa makanan yang aman untuk diabetes.

Manfaat yoghurt untuk pasien diabetes

body butter cream yogurt

Berikut adalah beberapa efek positif yang dapat dirasakan pasien diabetes setelah rutin mengonsumsi yoghurt.

1. Menjaga kadar gula darah

Salah satu manfaat yang bisa didapat dengan makan yogurt adalah kadar gula darah yang lebih stabil.

Berdasarkan sebuah studi dari jurnal PLOS One, kandungan probiotik dalam yoghurt membantu mengurangi kadar gula darah puasa serta kadar insulin plasma.

Ditambah lagi, probiotik juga membantu tubuh mencerna makanan lebih lambat sehingga kadar gula darah dapat terjaga.

2. Menurunkan tekanan darah

Yoghurt juga baik dikonsumsi untuk mencegah tekanan darah tinggi pada pasien diabetes.

Orang dengan diabetes memiliki risiko 2 kali lebih tinggi untuk terkena tekanan darah tinggi.

Sebanyak 2/3 orang dewasa dengan diabetes mengalami peningkatan tekanan darah sehingga harus menggunakan obat hipertensi secara berkala.

Nah, konsumsi yoghurt yang cukup tak hanya bermanfaat untuk kadar gula darah, tetapi juga membantu menurunkan tekanan darah Anda.

3. Mengurangi risiko penyakit jantung akibat diabetes

Khasiat selanjutnya dari yoghurt untuk diabetes adalah menurunkan risiko penyakit jantung.

Komplikasi diabetes yang cukup umum ditemukan adalah masalah pada jantung. Bahkan, pasien diabetes memiliki risiko 4 kali lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung dibandingkan dengan orang sehat.

Hal ini berkaitan dengan tekanan darah pada pasien diabetes yang lebih mudah meningkat sehingga kesehatan jantung pun dapat terancam.

Makanan yang kaya kandungan probiotik seperti yoghurt memiliki efek jangka panjang yang baik untuk kesehatan jantung Anda.

Selain itu, kandungan protein yang tinggi dalam yoghurt membantu Anda merasa lebih cepat kenyang sehingga mencegah keinginan makan secara berlebihan.

Ingat, salah satu faktor pemicu masalah jantung adalah berat badan berlebih. Terlebih lagi, makan berlebihan juga dapat memperburuk kadar gula darah Anda.

Tips memilih yoghurt yang tepat untuk diabetes

probiotik untuk ibu hamil

Yoghurt adalah pilihan tepat bagi Anda yang kebingungan menentukan cemilan untuk menjaga kadar gula darah.

Namun, pastikan Anda memperhatikan beberapa hal di bawah ini agar tetap aman dalam mengonsumsi yoghurt.

1. Perhatikan kandungan di dalam yoghurt

Ada banyak jenis yoghurt yang tersedia di pasaran. Sebelum membeli, Anda wajib membaca terlebih dahulu bahan-bahan serta kandungan nutrisi di dalamnya.

Pastikan Anda pilih yoghurt dengan rasa plain serta tidak mengandung perisa tambahan.

Jenis yoghurt yang dianjurkan adalah:

  • yoghurt bebas laktosa,
  • greek,
  • yoghurt organik, dan
  • yoghurt vegan (yang terbuat dari kacang almond, kedelai, oat, atau kelapa).

Selain itu, sebaiknya Anda mengonsumsi yoghurt yang bebas lemak atau rendah lemak.

2. Hindari yoghurt dengan pemanis tambahan

Pentingnya memilih yoghurt dengan rasa plain adalah untuk menghindari pemanis tambahan di dalamnya.

Anda tentu tidak ingin mengalami lonjakan kadar gula darah setelah mengonsumsi yoghurt yang terlalu manis.

Jika Anda menginginkan rasa manis pada yoghurt, sebaiknya tambahkan bahan makanan alami seperti buah-buahan, kacang, atau madu yang masih aman untuk diabetes.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Yogurts – Diabetes UK. (n.d.). Retrieved May 19, 2021, from https://www.diabetes.org.uk/guide-to-diabetes/enjoy-food/eating-with-diabetes/diabetes-food-myths/yogurts 

Is Yogurt Good for You? – Cleveland Clinic. (2020). Retrieved May 19, 2021, from https://health.clevelandclinic.org/is-yogurt-good-for-you/ 

Probiotics – Cleveland Clinic. (2020). Retrieved May 19, 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/14598-probiotics 

Diabetes and High Blood Pressure – Johns Hopkins Medicine. (n.d.). Retrieved May 19, 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/diabetes/diabetes-and-high-blood-pressure 

Diabetes and the Gut – Canadian Society of Intestinal Research. (2018). Retrieved May 19, 2021, from https://badgut.org/information-centre/a-z-digestive-topics/diabetes-and-the-gut 

Wolever, T. (2017). Yogurt Is a Low–Glycemic Index Food. The Journal Of Nutrition, 147(7), 1462S-1467S. https://doi.org/10.3945/jn.116.240770

Salas-Salvadó, J., Guasch-Ferré, M., Díaz-López, A., & Babio, N. (2017). Yogurt and Diabetes: Overview of Recent Observational Studies. The Journal Of Nutrition, 147(7), 1452S-1461S. https://doi.org/10.3945/jn.117.248229

Rezaei, M., Sanagoo, A., Jouybari, L., Behnampoo, N., Kavosi, A. (2017). The Effect of Probiotic Yogurt on Blood Glucose and cardiovascular Biomarkers in Patients with Type II Diabetes: A Randomized Controlled Trial. Evidence Based Care Journal, 6(4), 26-35. https://dx.doi.org/10.22038/ebcj.2016.7984 

Ruan, Y., Sun, J., He, J., Chen, F., Chen, R., & Chen, H. (2015). Effect of Probiotics on Glycemic Control: A Systematic Review and Meta-Analysis of Randomized, Controlled Trials. PLOS ONE, 10(7), e0132121. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0132121

Kocsis, T., Molnár, B., Németh, D., Hegyi, P., Szakács, Z., & Bálint, A. et al. (2020). Probiotics have beneficial metabolic effects in patients with type 2 diabetes mellitus: a meta-analysis of randomized clinical trials. Scientific Reports, 10(1). https://doi.org/10.1038/s41598-020-68440-1

Tao, Y., Gu, Y., Mao, X., Zhang, L., & Pei, Y. (2020). Effects of probiotics on type II diabetes mellitus: a meta-analysis. Journal Of Translational Medicine, 18(1). https://doi.org/10.1186/s12967-020-02213-2

Hemarajata, P., & Versalovic, J. (2013). Effects of probiotics on gut microbiota: mechanisms of intestinal immunomodulation and neuromodulation. Therapeutic advances in gastroenterology, 6(1), 39–51. https://doi.org/10.1177/1756283X12459294

Kesika, P., Sivamaruthi, B. S., & Chaiyasut, C. (2019). Do Probiotics Improve the Health Status of Individuals with Diabetes Mellitus? A Review on Outcomes of Clinical Trials. BioMed research international, 2019, 1531567. https://doi.org/10.1155/2019/1531567

Tiderencel, K. A., Hutcheon, D. A., & Ziegler, J. (2020). Probiotics for the treatment of type 2 diabetes: A review of randomized controlled trials. Diabetes/metabolism research and reviews, 36(1), e3213. https://doi.org/10.1002/dmrr.3213

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x