Hidup dengan diabetes? Anda tidak sendiri. Ikut komunitas kami sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Diabetesi Boleh Makan Jagung Asalkan Mengikuti Panduan Ini

Diabetesi Boleh Makan Jagung Asalkan Mengikuti Panduan Ini

Salah satu mitos diet pasien diabetes yaitu semua makanan yang mengandung karbohidrat atau gula, termasuk sayuran bertepung seperti jagung, perlu mereka hindari. Faktanya, tidak selamanya jagung tidak diperbolehkan untuk pasien diabetes. Simak penjelasan lengkapnya di sini.

Jagung untuk diabetes

Indeks glikemik makanan

Tahukah Anda bahwa jagung merupakan salah satu sumber energi, vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan tubuh?

Bahkan, sumber karbohidrat ini termasuk rendah natrium dan lemak sehingga mungkin baik untuk pasien diabetes.

Hanya saja, penyandang diabetes, baik diabetes tipe 1 dan tipe 2 perlu menetapkan batasan harian jumlah karbohidrat yang akan dimakan.

Anda juga perlu mengetahui berapa banyak karbohidrat yang sudah dikonsumsi.

Selain itu, ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam konsumsi jagung untuk penyandang diabetes. Apa saja?

1. Kandungan karbohidrat

Selain nasi, banyak orang yang memanfaatkan jagung sebagai makanan pokok berkat kandungan karbohidrat di dalamnya. Setiap 100 gram jagung mentah mengandung setidaknya 31,5 gram.

Kandungan karbohidrat pada jagung memang cukup tinggi untuk pasien diabetes. Namun, jagung mengandung lebih banyak karbohidrat kompleks, serat, dan protein, yang membuatnya lebih lama dicerna tubuh.

Ketiga nutrisi ini juga berguna dalam mengendalikan kadar gula darah. Pasalnya, serat pada jagung membantu memperlambat kecepatan tubuh memecah karbohidrat (glukosa) saat dilepas ke aliran darah.

Itu sebabnya, jagung dianggap baik untuk mengontrol kadar gula darah pada pasien diabetes meskipun terasa manis.

2. Indeks glikemik

Seperti yang Anda tahu, sebuah makanan dapat memengaruhi glukosa darah (gula darah) berdasarkan indeks glikemik (GI). Makanan dengan GI 56 – 69 merupakan makanan glikemik sedang.

Sementara itu, makanan rendah glikemik memiliki skor kurang dari 55. Bila makanan yang dikonsumsi berada di indeks glikemik lebih dari 77, makanan tersebut dapat meningkatkan kadar gula darah.

Kabar baiknya, jagung merupakan makanan dengan indeks glikemik rendah, yaitu 52.

Meski begitu, Anda tetap perlu berhati-hati mengingat ada banyak olahan jagung yang ternyata memiliki GI yang bervariasi. Berikut beberapa diantaranya.

  • Tortilla jagung: 52
  • Cornflakes: 93
  • Keripik jagung: 42
  • Popcorn: 55

Bila Anda memiliki diabetes, usahakan pilih makanan rendah GI, seperti tortilla jagung atau roti tanpa ragi yang terbuat dari jagung giling. Hal ini dikarenakan tubuh Anda tidak dapat menghasilkan insulin dalam cukup, sehingga berisiko mengalami kelebihan glukosa darah.

3. Muatan glikemik

Sama seperti indeks glikemik, muatan glikemik pada sebuah makanan juga memberikan informasi bagaimana makanan memengaruhi gula darah dan insulin.

Artinya, semakin rendah muatan glikemik makanan, semakin sedikit memiliki pengaruh terhadap gula darah dan kadar insulin.

Hal ini tentu penting untuk menjadi pertimbangan pasien diabetes ketika mengonsumsi makanan, termasuk jagung.

Umumnya, setiap 150 gram jagung manis memiliki muatan glikemik 20. Sementara itu, olahan jagung lainnya yang sering dikonsumsi mempunyai muatan glikemik yang tak jauh berbeda, yaitu:

  • tortilla jagung: 12
  • cornflakes: 23
  • keripik jagung dengan garam: 11
  • popcorn tanpa rasa: 6

Normalnya, makanan dengan muatan glikemik rendah mencakup skor 0 hingga 10. Sementara itu, muatan glikemik sedang berkisar antara 11 dan 19.

Bila muatan glikemik makanan sudah lebih dari 20, artinya skor tersebut cukup tinggi.

Dengan skor jagung dan olahan di atas, Anda bisa memilih jenis olahan jagung yang mana yang baik untuk diabetes, bukan?

Tips aman makan jagung untuk diabetes

Konsumsi jagung memang memiliki manfaat. Namun, Anda perlu ingat bahwa kadar karbohidrat di dalamnya dapat meningkatkan glukosa darah dan memengaruhi perawatan diabetes.

Walaupun tidak semua pasien diabetes bereaksi dengan cara yang sama terhadap makanan tertentu, tetap ikuti panduan diet diabetes.

Hal ini juga berlaku ketika Anda ingin memasukkan jagung ke dalam pola makan untuk diabetes.

Mengonsumsi jagung sewajarnya

Jagung memang dianggap bermanfaat untuk mengendalikan kadar gula darah pasien diabetes. Anda bisa memanfaatkan jagung sebagai makanan pokok pengganti nasi.

Namun, Anda tetap perlu berhati-hati. Jika terlalu banyak mengonsumsi jagung, bukan tak mungkin kadar gula darah melonjak drastis.

Itu sebabnya, penting untuk mengonsumsi jagung dalam batas yang sewajarnya dan pilih olahan dengan indeks serta muatan glikemik yang rendah.

Aturan makan seperti ini terutama perlu diterapkan pada penyandang diabetes tipe 2.

Makan bersama makanan bergizi

Jagung memang bisa dijadikan sebagai pengganti nasi, seperti nasi jagung, tetapi jangan lupa untuk memasak menu yang ramah dan bergizi untuk diabetes.

Sebagai contoh, Anda tetap perlu mengonsumsi makanan yang bernutrisi, seperti sayur, buah, daging rendah lemak, hingga makanan yang mengandung susu.

Makanan seperti cokelat, kue, atau sate kambing masih boleh dimakan, asalkan dibatasi.

Pada prinsipnya ada beberapa jenis makanan pantangan diabetes yang perlu dibatasi, seperti:

  • gorengan,
  • minuman dengan tambahan pemanis atau gula, yaitu jus atau soda,
  • makanan manis, seperti permen atau es krim, dan
  • makanan asin atau tinggi garam (natrium).

Bila diperlukan, cobalah tanyakan kepada dokter atau ahli gizi untuk mengetahui berapa batas aman konsumsi jagung untuk diabetes. Hal ini juga bertujuan membantu merencanakan menu makanan yang ramah untuk diabetes.

Anda atau keluarga hidup dengan diabetes?

Anda tidak sendiri. Ayo gabung bersama komunitas pasien diabetes dan temukan berbagai cerita bermanfaat dari pasien lainnya. Daftar sekarang!


health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The lowdown on glycemic index and glycemic load. (2021). Harvard Health Publishing. Retrieved 30 August 2021, from https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/the-lowdown-on-glycemic-index-and-glycemic-load 

Diabetes Meal Planning. (2021). Centers for Disease Control and Prevention. Retrieved 30 August 2021, from https://www.cdc.gov/diabetes/managing/eat-well/meal-plan-method.html 

Glycemic index and glycemic load for 100+ foods. (n.d). Oregon State University [PDF File]. Retrieved 30 August 2021, from https://extension.oregonstate.edu/sites/default/files/documents/1/glycemicindex.pdf 

Glycemic index for 60+ foods. (2020). Harvard Health Publishing. Retrieved 30 August 2021, from https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/glycemic-index-and-glycemic-load-for-100-foods 

Jagung muda, kuning, mentah (Corn,baby, yellow, raw). (n.d). Data Komposisi Pangan Indonesia. Retrieved 30 August 2021, from https://www.panganku.org/id-ID/view 

Siyuan, S., Tong, L., & Liu, R. (2018). Corn phytochemicals and their health benefits. Food Science And Human Wellness, 7(3), 185-195. doi: 10.1016/j.fshw.2018.09.003. Retrieved 30 August 2021.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x