Panduan Makan untuk Orang yang Punya Riwayat Diabetes

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23/06/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Meski bukan satu-satunya faktor risiko, tapi kemungkinan Anda mengidap diabetes dapat meningkat apabila memiliki keluarga dengan riwayat diabetes sehingga perlu langkah pencegahan yang tepat, misalnya dengan pengaturan pola makan. Apa sajakah makanan yang perlu dikonsumsi dan dihindari untuk mencegah diabetes? Yuk, kita simak!

Pola makan untuk mencegah diabetes

Memperhatikan dan memilih makanan bagi Anda yang memiliki riwayat keturunan diabetes dapat membuat perubahan cukup besar sebagai upaya awal pencegahan diabetes. Ternyata, panduan pola makan yang dianjurkan untuk seseorang dengan keturunan diabetes dan penderita diabetes (diabetesi) sebagian besar sama.

Berikut beberapa pola makan dan sumber makanan untuk mencegah diabetes:

Mengurangi asupan gula dan karbohidrat

makanan untuk prediabetes

Makanan tinggi gula dan karbohidrat sederhana dapat meningkatkan risiko diabetes karena tubuh dengan cepat akan mencerna makanan tersebut menjadi molekul gula yang lebih kecil dan berdampak pada meningkatnya kadar gula darah. Ketika peningkatan gula darah terlalu ekstrim, tidak teratur, dan terjadi dalam jangka panjang, maka dapat menyebabkan diabetes. 

Pilih karbohidrat kompleks atau makanan dengan indeks glikemiks (GI) yang rendah  agar Anda dapat terhindar dari diabetes. Sebagai panduan, berikut beberapa alternatif dalam memilih makanan:

  • Nasi putih dengan nasi merah
  • Kentang (goreng atau tumbuk) dengan ubi
  • Roti putih dengan roti dari gandum atau biji-bijian utuh

Contoh makanan tersebut memiliki nilai GI (indeks glikemik) yang rendah. Oleh sebab itu, mampu menjaga kadar gula darah dan tidak akan meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh secara drastis.

Mengikuti pola makan tinggi serat dan protein untuk mencegah diabetes

manfaat quinoa

Konsumsi serat dalam jumlah banyak bermanfaat bagi kesehatan saluran pencernaan  dan menjaga berat badan. Terdapat dua jenis serat, yaitu serat larut dan serat tidak larut.

Jenis serat yang bermanfaat untuk menjaga kadar gula darah adalah serat larut. Menurut sejumlah penelitian, peningkatan asupan serat larut membantu menurunkan kadar gula darah sehingga menurunkan risiko diabetes.

Salah satu  makanan yang tinggi serat adalah kedelai. Penelitian dari University of Massachusetts, Amherst membuktikan bahwa kedelai mengandung isoflavon dan serat larut yang dapat meringankan diabetes dan risiko penyakit jantung.

Selain itu, mengonsumsi makanan yang mengandung kedelai terbukti menurunkan tingkat kolesterol, menjaga kadar glukosa dalam darah, dan meningkatkan toleransi glukosa pada diabetesi. 

Oleh karena itu, kedelai dapat menjadi pilihan alternatif sumber makanan untuk mencegah diabetes dan jaga gula darah Anda. Di samping manfaat dari kandungan seratnya, kedelai juga merupakan sumber protein nabati terbaik, dan mengandung karbohidrat kompleks. Mengonsumsi protein yang berasal dari kedelai diketahui dapat bantu menurunkan kadar kolesterol.

Menghindari konsumsi junk food atau gorengan

faktor penyebab diabetes

Tak hanya untuk mencegah diabetes, berhenti konsumsi junk food atau gorengan juga dapat mencegah berbagai macam penyakit seperti penyakit jantung, obesitas, kanker, dan diabetes. Penelitian menemukan bahwa pola makan yang buruk, termasuk gorengan atau junk food dapat meningkatkan risiko diabetes hingga 30 persen.

Sebisa mungkin, hindari mengonsumsi berbagai jenis  junk food serta gorengan dan lebih mengutamakan makanan sehat bernutrisi agar risiko diabetes tidak meningkat.

Oleh karena itu, menjaga pola makan dan memilih sumber makanan yang tepat membantu jaga gula darah, sehingga terhindar dari diabetes. Apalagi jika Anda adalah keturunan diabetes. Selain itu, cemilan yang baik juga akan bantu Anda untuk tetap menjaga keseimbangan kadar gula darah sehingga tingkat resiko diabetes dapat menurun.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

Diabetesi termasuk golongan yang rentan terjangkit virus COVID-19. Selain lakukan upaya pencegahan, jaga juga kadar gula darah di rumah dengan tips berikut.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
diabetesi
Coronavirus, COVID-19 30/04/2020 . Waktu baca 4 menit

6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

Penderita diabetes perlu mengontrol diabetesnya. Salah satu yang bisa dilakukan, yaitu jalan kaki. Apa manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Diabetes, Health Centers 26/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Saja Camilan yang Boleh Dimakan Penderita Diabetes dalam Sehari?

Memilih camilan untuk penderita diabetes tidak boleh sembarangan. Selain perlu memperhatikan kandungan nutrisinya, jumlahnya pun tidak kalah penting.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
camilan untuk penderita diabetes
Diabetes, Health Centers 24/04/2020 . Waktu baca 3 menit

Apakah Neuropati pada Diabetesi Bisa Disembuhkan?

Meski belum ada pengobatan untuk menyembuhkan neuropati diabetik, pengidap diabetes dapat meringankan gejala dan menghambatnya menjadi lebih parah.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
neuropati diabetik
Diabetes, Health Centers 20/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

diabetes insipidus adalah

Diabetes Insipidus

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 12 menit
sering buang air kecil

8 Kondisi yang Menjadi Penyebab Sering Buang Air Kecil

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
prostatitis

Prostatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 10 menit
penyakit kulit diabetes

5 Penyakit Kulit yang Umum Menyerang Pasien Diabetes

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit