Manfaat Pare untuk Diabetes: Jaga Gula Darah Tetap Stabil dan Cegah Resistensi Insulin

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Meski sering tampil sebagai sayur pelengkap hidangan siomai keliling, tak semua orang suka dengan cita rasa pahit dari pare. Tapi jika Anda punya diabetes, ada baiknya mempertimbangkan untuk mulai memperbanyak konsumsi sayuran hijau bergerigi ini. Pare yang punya nama latin Momordica charantia ini dipercaya mampu menurunkan kadar gula darah orang-orang dengan diabetes. Baca lebih lanjut seputar manfaat dan khasiat pare untuk pengidap diabetes di artikel ini.

Apa saja khasiat pare untuk pengobatan diabetes?

Momordica charantia atau pare adalah salah satu sayuran yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi Anda. Sayuran ini dapat ditemukan di Asia, India, Afrika Timur, dan Amerika Selatan.

Sayuran dengan rasa pahitnya yang khas ini sering kali dimanfaatkan untuk masakan dan pengobatan, khususnya diabetes.

Diabetes tipe 2 diakibatkan oleh tubuh yang tidak sensitif terhadap insulin. Insulin sangat penting karena bertugas untuk mengontrol jumlah gula (glukosa) yang didapat sel-sel tubuh. Akibatnya, penderita diabetes memiliki kadar gula yang tinggi dalam darah.

Penelitian asal India yang dipublikasikan di Asian Pasific Journal of Tropical Disease menemukan bahwa pare memiliki sifat antidiabetes yang bekerja untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes tipe 2. Tidak hanya itu, bahan aktif dalam seperti charantin, alkaloid, vicine, dan peptida juga dilaporkan dapat memicu aktivitas pelepasan insulin yang lebih baik sekaligus melawan masalah resistensi insulin.

Zat aktif charantin bekerja merangsang pertumbuhan sel beta dalam pankreas, organ yang memproduksi insulin. Pada pasien diabetes, sel beta mengalami kerusakan sehingga pankreas tidak bisa menghasilkan cukup insulin.

Penelitian ini menemukan bahwa manfaat dan khasiat pare untuk penderita diabetes ditunjukkan dengan dua cara dalam pengaturan gula darah. Pertama, kombinasi senyawa zat kimia dalam pare mampu mengatur berapa banyak glukosa yang diserap oleh usus ke dalam darah setelah makan. Kedua, senyawa kimia yang ada di dalam pare merangsang sinyal pada sel otot untuk mengambil glukosa dari darah dan mengubahnya menjadi glikogen.

Penelitian yang telah dipublikasikan di Journal of Ethnopharmacology, menunjukkan bahwa 2.000 mg dosis pare dalam waktu empat minggu dapat menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes. Pada laporan yang telah dipublikasikan di Chemistry and Biology pada Maret 2008 menemukan bahwa manfaat pare untuk penderita diabetes adalah berpotensi meningkatan penyerapan glukosa dan meningkatkan toleransi glukosa.

Khasiat pare untuk diabetes memerlukan penelitian lebih lanjut

Walaupun telah terdapat beberapa studi yang menunjukkan khasiat pare apabila diberikan untuk penderita diabetes, tentunya hal tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Hal ini disebabkan karena ada banyak sekali jenis Momordica charantia atau pare yang terdapat di dunia. Studi lebih lanjut tentnya diperlukan untuk mengetahui bagaimana kandungan pada masing-masing jenis pare, serta pengaruhnya terhadap penderita diabetes.

Lalu, bagaimana cara pasien diabetes mengonsumsi pare?

Jika Anda ingin mendapatkan khasiat pare untuk mengatasi diabates, Anda bisa mengonsumsi pare dalam bentuk olahan sayur atau dijus. Meski begitu, ibu hamil dan menyusui tidak disarankan mengonsumsi buah ini.

Namun hati-hati jika Anda ingin mengonsumsi obat herbal atau suplemen makanan yang mengandung pare. Tidak semua obat herbal aman untuk dikonsumsi. Tak seperti obat medis, suplemen herbal tidak memiliki komposisi bahan dan takaran dosis bahan aktif yang pasti. Bisa saja produk A mengandung komposisi yang berbeda dan dosis yang lebih sedikit daripada produk B, atau sebaliknya. Hal ini tentu memengaruhi efektivitas khasiat pare untuk penderita diabetes jauh lebih maksimal.

Pastikan produk herbal yang ingin Anda beli memiliki izin edar dari BPOM. Untuk memastikan keasliannya, Anda dapat mengecek nomor yang tercantum di tautan berikut http://cekbpom.pom.go.id/. Klik di sini untuk melihat daftar lengkap obat tradisional yang diakui BPOM. Untuk daftar obat-obat tradisional yang telah ditarik dan dilarang edar, Anda bisa kunjungi laman BPOM ini.

Jika Anda ingin menggunakan racikan dari herbalis, pastikan bahwa herbalis tersebut memiliki izin praktik dan terdaftar resmi di Dinas Kesehatan.

Dengan mengecek keamanan serta berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter, Anda dapat terhindar dari risiko-risiko serta memperoleh manfaat pare secara maksimal untuk mengatasi diabetes.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kaki Diabetik, Salah Satu Komplikasi Diabetes yang Bisa Berujung Amputasi

Salah satu komplikasi yang bisa terjadi pada penderita diabetes adalah kaki diabetik. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berujung amputasi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Mengenal Komplikasi Hiperglikemi Hiperosmolar Nonketotik (HHS) pada Diabetesi

Hyperosmolar Hyperglycemic State (HHS) adalah komplikasi diabetes yang disebabkan kadar gula darah yang sangat tinggi dan dapat berakibat fatal.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Penyebab Luka Diabetes Sulit Sembuh dan Cara Perawatannya

Diabetes kering dan basah sebenarnya merujuk pada kondisi luka yang dialami. Lantas, bagaimana cara mengobati luka diabetes yang sulit sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Akantosis Nigrikans, Saat Kulit Menebal dan Menghitam Akibat Diabetes

Akantosis nigrikans adalah gangguan kulit yang ditandai dengan kulit menebal dan menggelap. Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda diabetes.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

merawat kulit orang diabetes

Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit
hipoglikemia adalah gula darah rendah

Hipoglikemia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Batasan Kadar Gula Darah yang Normal dalam Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 8 menit
gangguan penglihatan akibat diabetes

Berbagai Gangguan Mata yang Mungkin Terjadi Akibat Komplikasi Diabetes

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit