Bolehkah Ibu Dengan Diabetes Menyusui Bayinya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Diabetes merupakan salah satu di antara banyak penyakit yang bisa diwariskan melalui gen orangtua kepada anaknya. Ini juga yang membuat sebagian besar ibu dengan diabetes khawatir untuk menyusui bayinya. Mereka takut penyakit tersebut akan memberikan efek buruk bagi dirinya dan bayinya. Jadi, apakah aman bagi ibu dengan diabetes menyusui anaknya? Simak ulasannya berikut ini.

Ibu dengan diabetes tetap bisa menyusui bayinya

Dilansir dari WebMD, menurut American Diabetes Association, menyusui merupakan cara terbaik untuk memberi asupan nutrisi kepada bayi. Idealnya, ibu akan menyusui secara ekslusif selama enam bulan pertama. Lebih lanjut, American Diabetes Association memaparkan bahwa ibu dengan diabetes boleh tetap menyusui bayinya, justru sangat dianjurkan.

Pada ibu hamil, diabetes gestasional bisa terjadi. Diabates disebabkan oleh stres metabolik selama kehamilan yang menyebabkan kadar gula darah naik di atas normal. Untungnya, ini hanya bersifat sementara. Kadar gula akan kembali normal setelah proses melahirkan. Namun, tetap masih ada risiko terhadap diabetes tipe 2. Nah, menyusui justru menjadi salah satu cara mencegah diabetes tipe 2.

Menyusui berarti menggunakan insulin dengan cara yang positif sehingga kebutuhan insulin Anda berkurang, membantu menurunkan berat badan berlebih, mencegah obesitas, serta dapat menurunkan risiko bayi terkena diabetes. Pada ibu dengan diabetes tipe 1 atau diabetes tipe 2, menyusui membantu mereka mengendalikan penyakitnya dan mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut. Sebab, Anda mungkin akan mengurangi penggunaan obat insulin selama menyusui.

Selain itu, manfaat lain yang bisa diperoleh dari menyusui bagi kesehatan tubuh ibu adalah menurunkan risiko terkena kanker payudara dan kanker ovarium.

Manfaat menyusui bagi bayi walaupun ibu punya diabetes

Menyusui diketahui membantu buah hati Anda terhindar dari masalah kesehatan seperti penyakit asma, infeksi saluran pernapasan dan telinga, atau masalah pencernaan.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2008 menunjukkan bahwa semakin lama bayi diberi asupan ASI, bayi semakin jauh dari risiko diabetes tipe 1. ASI juga melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi dan faktor risiko lain yang dapat menyebabkan diabetes.

manfaat menyusui

Tips menyusui bagi ibu dengan diabetes

Menyusui memang bukan hal yang mudah. Pada penderita diabetes mungkin akan terjadi beberapa masalah. Misalnya saat gula darah turun karena terbakarnya kalori untuk dijadikan energi selama menyusui. Jadi sebelum menyusui, sebaiknya Anda melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mendapatkan saran mengenai dosis insulin, pola hidup, asupan kalori, dan makanan tertentu yang bisa dimakan selama menyusui dan mendukung produksi ASI.

Beberapa tips berikut dapat membantu ibu dengan diabetes selama menyusui bayinya, seperti:

  • Memberikan ASI ketika bayi baru dilahirkan mampu meningkatkan kemampuan menyusu bayi di kemudian hari. Pada ibu dengan diabetes, biasanya ASI mengalami penundaan produksi selama tiga hari setelah melahirkan. Ini normal terjadi. Namun, untuk menghindari hal demikian, Anda bisa mengumpulkan kolostrum terlebih dahulu sebelum bayi dilahirkan. Kolostrum (ASI berwarna kekuningan) bisa menjadi pengganti susu formula bila keterlambatan produksi susu terjadi dan sebagai antibodi yang melindungi bayi dari bakteri dan virus.
  • Makanlah beberapa camilan yang dianjurkan oleh dokter sebelumnya selama menyusui. Banyak ibu yang mengeluh gula darahnya turun dalam waktu satu jam setelah menyusui.
  • Konsultasikan obat-obatan yang Anda gunakan kepada dokter, apakah akan berpengaruh atau tidak terhadap bayi ketika menyusui. Hindari penggunaan obat herbal, seperti fenugreek yang bisa mengubah kadar gula darah.
  • Rutin memantau kadar gula darah selama menyusui dan kurangi stres yang bisa memicu menurunnya produksi ASI.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Para ibu mungkin sudah tidak asing lagi dengan kemunculan ruam susu atau ruam di pipi bayi. Namun, apakah ruam susu itu dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Baru-baru ini ilmuwan jepang menemukan rahasia cara sempurna memeiuk bayi. Bagaimana caranya agar bayi nyaman dan tenang?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Parenting, Tips Parenting 25 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22 Juni 2020 . Waktu baca 8 menit

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

camilan untuk penderita diabetes

6 Camilan Sehat yang Aman untuk Orang Diabetes

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 9 menit
penyakit diabetes melitus

Diabetes (Kencing Manis)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 7 September 2020 . Waktu baca 11 menit
bayi tidur

Informasi Seputar Jam Bayi Tidur, Cara Menidurkan, dan Posisi yang Tepat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 September 2020 . Waktu baca 11 menit
Konten Bersponsor
penyebab stunting

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit