Hiperglikemia adalah kondisi di mana kadar gula darah dalam tubuh yang tinggi. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup insulin maupun akibat resistensi insulin, yaitu hormon yang dilepas oleh pankreas. Orang yang mengalami hiperglikemia, biasanya penderita diabetes tipe 2, dapat mengalami koma hingga kematian.

Apa itu hiperglikemia?

Kadar gula darah Anda dikatakan terlalu tinggi jika melebihi angka 200 mg/dL. Kadar gula darah yang terlalu tinggi inilah disebut hiperglikemia.

Penderita diabetes dapat menjadi hiperglikemia jika mereka tidak menjaga kadar glukosa darah di bawah kontrol (dengan menggunakan insulin, obat-obatan, dan perencanaan makanan yang sesuai). Misalnya, jika seseorang dengan diabetes tipe 1 tidak cukup mengonsumsi insulin sebelum makan, glukosa yang dihasilkan tubuh mereka dari makanan dapat terbentuk dalam darah mereka dan menyebabkan hiperglikemia.

Ahli endokrinologi Anda akan memberi tahu Anda kadar glukosa darah target Anda. Tingkat Anda mungkin berbeda dari apa yang biasanya dianggap normal karena usia, kehamilan, atau faktor lainnya.

Apa komplikasi hiperglikemia yang bisa terjadi dalam jangka panjang?

Hiperglikemia yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang. Komplikasi tersebut meliputi:

  • Penyakit kardiovaskular
  • Kerusakan saraf (neuropati)
  • Kerusakan ginjal (nefropati diabetik) atau gagal ginjal
  • Kerusakan pada pembuluh darah retina (retinopati diabetik), yang berpotensi menyebabkan kebutaan
  • Lensa mata menjadi keruh/kabur (katarak)
  • Masalah kaki yang disebabkan oleh saraf yang rusak atau aliran darah yang buruk yang dapat menyebabkan infeksi serius dan dalam beberapa kasus yang parah, memerlukan amputasi
  • Masalah kulit, termasuk infeksi bakteri, infeksi jamur dan luka yang susah sembuh
  • Infeksi gigi dan gusi

Komplikasi hiperglikemia lebih parah yang dapat menyebabkan kematian

1. Ketoasidosis diabetik

Jika Anda memiliki diabetes tipe 1, penting untuk mengenali dan mengobati hiperglikemia karena jika tidak diobati dapat menyebabkan ketoasidosis. Kondisi ini terjadi ketika Anda tidak memiliki cukup insulin dalam tubuh Anda.

Ketika ini terjadi, glukosa tidak bisa masuk ke dalam sel Anda untuk menjadi energi. Tingkat gula darah Anda meningkat dan tubuh Anda mulai memecah lemak untuk energi. Proses ini menghasilkan asam yang dikenal dengan keton. Sel tubuh harus menggunakan keton sebagai sumber energi. Keton yang berlebihan akan menumpuk alam darah dan akhirnya menyatu dengan urine.

Menurut American Diabetes Association, ketoasidosis lebih sering terjadi pada orang dengan diabetes tipe 1. Dapat juga terjadi pada diabetes tipe 2 namun jarang terjadi. Hal ini bisa menjadi serius jika tidak diobati, dapat menyebabkan koma diabetik dan bahkan kematian.

Gejala ketoasidosis mirip dengan hiperglikemia, yaitu:

  • Keton tinggi dalam urin
  • Sesak napas
  • Napas berbau buah
  • Mulut kering

Selain itu, sakit perut, mual, muntah, dan kebingungan bisa menyertai ketoasidosis. Jika Anda memiliki beberapa gejala berikut segera hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan medis yang sesuai. Sebaiknya jika Anda memiliki diabetes, periksa kadar keton dalam tubuh Anda secara teratur.

2. Sindrom hiperosmolar hiperglikemik nonketotik

Hiperglikemia bisa menjadi parah pada orang dengan diabetes tipe 2 karena dapat memiliki komplikasi lain yaitu sindrom hiperosmolar hiperglikemik nonketotik. Kondisi ini terjadi ketika orang memproduksi insulin, tetapi tidak bekerja dengan benar. Kadar glukosa darah bisa menjadi sangat tinggi yaitu lebih besar dari 600 mg/dL. Karena insulin dapat dihasilkan tapi tidak bekerja dengan benar, tubuh tidak dapat menggunakan glukosa atau lemak untuk menjadi energi.

Tubuh Anda kemudian menyalurkan glukosa ke dalam urine, menyebabkan peningkatan buang air kecil. Jika tidak diobati, diabetes sindrom hiperglikemik hiperosmolar nonketotik dapat menyebabkan dehidrasi yang mengancam jiwa dan koma. Pengobatan medis yang secepat mungkin sangat penting untuk dilakukan.

Untuk menghindari sindrom hiperosmolar hiperglikemik nonketotik, Anda harus terus mencermati kadar glukosa darah Anda. Jika Anda memiliki kesulitan menjaga gula darah Anda dalam rentang yang diinginkan, konsultasikan hal ini dengan dokter Anda. Dokter akan membantu Anda untuk membuat perubahan pola hidup yang lebih baik.

Gejala yang mungkin muncul yaitu:

  • Haus yang berlebihan
  • Buang air kecil berlebihan, terutama di malam hari
  • Pandangan yang kabur
  • Luka sulit sembuh
  • Kelelahan

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca