Faktor-faktor Pemicu Risiko Diabetes Tipe 2

Oleh

Diabetes tipe 2 memiliki banyak faktor pemicu, sebagian besar berhubungan dengan masalah gaya hidup. Diabetes tipe 2 akan muncul ketika glukosa yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menghasilkan energi, menumpuk dalam darah dan tidak bisa digunakan oleh sel. Ini terjadi ketika pankreas tidak dapat memproduksi insulin yang cukup bagi tubuh atau justru tubuh tidak bisa menggunakan insulin sebagaimana mestinya, sehingga memicu resistensi (kebal)  insulin.

Resistensi insulin merupakan suatu keadaan di mana tubuh tidak mampu menggunakan insulin yang diproduksi di dalam tubuh Anda sendiri. Tubuh Anda mungkin saja mampu menghasilkan kadar insulin yang cukup untuk proses transportasi glukosa ke dalam sel, tetapi tubuh menolak insulin. Hasilnya, glukosa akan menumpuk dalam darah dan manimbulkan gejala terkait diabetes tipe 2.

Resistensi insulin dan diabetes tipe 2

Selain resistensi insulin dan diabetes tipe 2, kelainan genetik juga dipastikan menjadi penyebab berkembangnya diabetes tipe 2. Di dalam sebuah daftar penyakit yang sama, beberapa orang pengidap diabetes tipe 2 sama-sama tidak mampu menghasilkan cukup insulin yang juga dipengaruhi oleh kelainan genetik.

Artinya, tidak semua orang bisa terkena diabetes tipe 2. Selain itu, tidak semua orang yang memiliki kelainan genetik akan terkena diabetes tipe 2. Faktor risiko serta pilihan gaya hidup di bawah inilah yang memicu munculnya penyakit.

Faktor pemicu risiko untuk diabetes tipe 2 meliputi:

Riwayat keluarga: Diabetes tipe 2 merupakan penyakit yang bersifat turun-temurun, artinya dapat diwariskan. Apabila terdapat anggota keluarga Anda yang (pernah) mengidap, Anda memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan penyakit ini.

Ras/etnis: Kelompok etnis tertentu berpeluang besar terhadap ancaman diabetes tipe 2, termasuk ras Afrika-Amerika, Hispanik, penduduk asli Amerika, dan Asia.

Terdapat fenomena yang cukup menarik yang menunjukkan bahwa negara-negara tertentu kini menjadi kebarat-baratan, terutama gaya hidup serta pilihan makanan yang menjadi lebih “Amerika”, sehingga peringkat diabetes tipe 2 mengalami peningkatan. Sebagai contoh, China sempat menjadi negara dengan peringkat diabetes paling rendah. Seiring dengan perkembangan kemajuan negara tersebut (banyak orang bekerja di kantor daripada yang bekerja di ladang) maka pola makan masyarakatnya pun mulai berubah, dan diabetes tipe 2 pun meningkat.

Gaya hidup orang Amerika sangat kondusif bagi perkembangan diabetes tipe 2 akibat kurangnya aktivitas fisik, mengonsumsi lebih banyak kalori, makan dengan porsi besar dari yang seharusnya, serta kelebihan berat badan (BMI >25). Justru kelompok ras non-kulit putih (bukan golongan Kaukasia) adalah golongan yang rentan terhadap diabetes tipe 2, tetapi risikonya akan semakin tinggi apabila mereka menetap di Amerika.

Usia: Semakin tua, maka semakin berisiko Anda terkena diabetes tipe 2. Memasuki usia 45 tahun, risiko Anda mulai naik, dan setelah usia 65 tahun, risiko Anda akan meningkat secara eksponensial (berlipat ganda).

Diabetes gestasional: Apabila Anda mengidap diabetes pada saat hamil, Anda berpeluang besar untuk terkena diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Sindrom ovarium polikistik (PCOS): Sindrom ovarium polikistik (PCOS) juga meningkatkan risiko diabetes tipe 2 karena terkait dengan resistensi insulin. Untuk kasus PCOS, kista terbentuk di dalam ovarium, dan satu penyebabnya ialah resistensi insulin. Jika Anda memiliki PCOS, artinya Anda mungkin mengidap resistensi insulin dan oleh sebab itu pula Anda berpeluang mengembangkan diabetes tipe 2.

Share now :

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Maret 4, 2020

Yang juga perlu Anda baca