Temuan Baru, Obat Diabetes Mungkin Picu Infeksi Pada Alat Kelamin

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Setiap obat-obatan yang diminum tentu ada efek sampingnya masing-masing, sama halnya obat diabetes. Tergantung jenis obat dan dosis yang diminum, efek samping obat diabetes bisa ringan hingga sedang.

Salah satu efek samping obat diabetes yang mesti Anda waspadai adalah munculnya risiko infeksi kelamin yang bisa saja terjadi. Apa saja obat diabetes yang bisa menyebabkan hal ini? Lalu, apakah obat diabetes tidak aman?

Infeksi kelamin, efek samping obat diabetes yang harus diwaspadai

obat aspirin untuk diabetes

Badan Administrasi Obat dan Makanan (FDA) di Amerika Serikat atau setara dengan BPOM di Indonesia mengeluarkan peringatan tentang efek samping obat diabetes tipe 2, yaitu jenis inhibitor natrium-glukosa cotransporter-2 (SGLT2).

Pasalnya, obat diabetes tipe 2 yang satu ini ternyata tak hanya mampu mengendalikan kadar gula darah. Akan tetapi juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena infeksi kelamin dari bakteri pemakan daging. Adapun obat yang termasuk ke dalam SGLT2 dan memiliki efek yang cukup mengkhawatirkan ini yaitu canagliflozin, dapagliflozin, empagliflozin, dan ertugliflozin.

Menurut laporan FDA, dalam jangka waktu lima tahun, yaitu dari Maret 2013 hingga Mei 2018 obat-obatan ini ternyata memunculkan penyakit necrotizing fasciitis alias sindrom bakteri pemakan daging.

Penyakit ini sebenarnya bisa menyerang bagian tubuh mana pun. Namun, pada orang yang mengonsumsi obat SGLT2, penyakit yang diakibatkan bakteri pemakan daging ini biasanya menyerang jaringan di bawah kulit seperti otot, saraf, lemak dan pembuluh darah di area kelamin. Akibatnya, jaringan kulit yang berada di antara anus dan vulva atau skrotum hancur dan mati.

Infeksi akibat necrotizing fasciitis yang menyebabkan matinya jaringan tubuh di area kelamin disebut dengan gangren Fournier. Dilansir dari Mayo Clinic, gangren Fournier adalah infeksi yang menyebabkan alat kelamin mengalami pembengkakan, nyeri jika disentuh, dan juga kemerahan.

Lama-lama infeksi ini dapat menyebabkan matinya jaringan tubuh akibat bakteri pemakan daging. Apalagi orang dengan diabetes berisiko lebih tinggi untuk mengalami luka gangren.

Diketahui bahwa infeksi ini terjadi setelah 9 bulan pasien minum obat diabetes tersebut. Dari 12 pasien yang mengalami gangren Fournier, lima di antaranya membutuhkan lebih dari satu operasi dengan satu orang di antaranya memerlukan cangkok kulit.

Selain itu, empat pasien mengalami komplikasi seperti ketoasidosis diabetik, cedera ginjal akut, dan syok septik. Sementara dua pasien lainnya dipindahkan ke rumah sakit lain dan satu pasien meninggal dunia.

Mengapa obat diabetes ini bisa menyebabkan infeksi pada kelamin?

penyakit kelamin paling berbahaya

Obat inhibitor SGLT2 bekerja menurunkan gula darah dengan cara mengatur ginjal untuk mengeluarkan glukosa dari tubuh melalui urin. Tujuannya untuk menstabilkan kadar gula di dalam darah. Nah, sementara itu menurut Jamie Alan, asisten dosen farmakologi dan toksikologi di Michigan State University, gula adalah makanan yang sangat disukai bakteri.

Ketika tubuh mengeluarkan gula melalui urine maka bakteri akan mudah berkumpul di sekitar alat kelamin. Nah, bakteri pemakan daging termasuk salah satu bakteri yang bisa berkumpul di bagian tersebut. Alat kelamin termasuk area yang rentan mengalami luka akibat pisau pencukur. Selain itu, karena lapisannya yang cukup tipis maka area ini lebih mudah mengalami luka.

Luka pada area kelamin, bisa jadi pintu masuk bakteri ini dan akhirnya menggerogoti semua jaringan tersebut. Memang, kondisi ini masih sangat langka, tapi Anda harus tetap waspada dan peka terhadap risiko yang mungkin menyebabkan infeksi tersebut.

FDA menyarankan jika Anda mengalami gejala seperti gatal, iritasi di daerah kelamin, dan demam lebih dari 38 derajat celcius setelah mengonsumsi obat SGLT2 maka segera konsultasikan ke dokter. Pasalnya, bakteri yang satu ini dapat menyebar dengan sangat cepat sehingga harus segera ditangani begitu tanda-tanda infeksi muncul.

Namun, meski efek obat diabetes ini cukup mengkhawatirkan Anda tidak bisa berhenti begitu saja tanpa persetujuan dokter. Selalu konsultasikan ke dokter agar perawatan yang Anda harus dapatkan bisa disesuaikan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Akibatnya Jika Kadar Insulin Rendah Sampai di Bawah Normal?

Kadar insulin di dalam tubuh tak boleh terlalu tinggi atau terlalu rendah. Akan ada masalah kesehatan serius yang muncul jika kadar insulin rendah.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Diabetes, Health Centers 19/01/2019 . 4 menit baca

Bisakah Diabetes Mellitus Tipe 2 Lama-Lama Berubah Jadi Tipe 1?

Ada mitos yang menyatakan bahwa diabetes mellitus tipe 2 bisa berubah menjadi diabetes tipe 1. Jangan termakan mitos, temukan faktanya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Diabetes, Health Centers 16/01/2019 . 3 menit baca

Macam-Macam Jenis Penyakit Gula: Diabetes Tipe 1, Tipe 2, Diabetes Gestasional, dan Diabetes Labil

Selama ini Anda mungkin mengira ada dua jenis diabetes, yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Padahal kenyataannya ada 4 jenis yang berbeda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diabetes, Health Centers 28/12/2018 . 12 menit baca

Mengatur Pola Makan untuk Orang Pradiabetes, Agar Tidak Kena Diabetes

Anda masuk dalam kategori prediabetes? Jangan anggap sepele! Yuk, segera terapkan tips mengatur makanan untuk prediabetes berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Diabetes, Health Centers 06/12/2018 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

kopi filter mengurangi risiko diabetes

Kopi Filter Berpotensi Mengurangi Risiko Diabetes Tipe 2

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020 . 4 menit baca
merawat orangtua yang sakit diabetes

Panduan Merawat Orangtua yang Sakit Diabetes

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 15/11/2019 . 4 menit baca
cara mencegah dan pencegahan diabetes

10 Cara Mencegah Diabetes yang Bisa Dilakukan Mulai Hari Ini

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 14/11/2019 . 11 menit baca
penyakit diabetes melitus

Diabetes Melitus

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25/04/2019 . 1 menit baca