Diabetic Foot (Kaki Diabetik): Penyebab, Cara Merawat, dan Tips Mencegahnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/06/2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Diabetes melitus atau kencing manis adalah penyakit kronis yang dapat menyebabkan komplikasi serius apabila tidak diobati. Nah, salah satu risiko komplikasi yang paling umum terjadi adalah luka pada kaki pengidap diabetes disebut diabetic foot. Yuk, cari tahu lebih dalam mengenai komplikasi diabetes pada kaki di ulasan berikut ini.

Apa itu diabetic foot?

Diabetic foot adalah komplikasi pada kaki penderita diabetes akibat kadar gula darah tinggi yang tidak terkontrol.

Kadar gula darah tinggi yang tidak terkendali lama-lama dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah pada kaki. Selain itu, kadar gula darah yang tinggi seiring waktu juga akan merusak saraf sehingga mengganggu kemampuannya untuk mengirimkan sinyal.

Ketika kerusakan saraf (neuropati) terjadi, penderita diabetes tidak bisa merasakan sakit atau sensasi ganjil ketika kaki mengalami luka. Kondisi ini menyebabkan penderita diabetes tidak bisa menyadari adanya luka pada kaki mereka sehingga luka semakin parah karena tidak dirawat.

Di saat yang bersamaan, pembuluh di kaki yang rusak tidak akan dapat mengalirkan darah kaya nutrisi dan oksigen dengan lancar. Padahal aliran darah diperlukan untuk memulihkan kerusakan jaringan pada bagian tubuh yang terluka. Rendahnya ketahanan tubuh dalam menyembuhkan luka juga membuat infeksi jadi semakin parah.

Tanpa aliran darah yang baik, luka pada kaki akan lama sembuhnya atau bahkan mungkin tidak bisa sembuh sama sekali. Lambat laun luka pada kaki akan berubah menjadi borok yang berisiko terinfeksi dan akhirnya mengalami kematian jaringan (gangrene).

Kedua faktor penyebab tersebut saling berkaitan dan menyebabkan kecacatan kaki permanen pada penderita diabetes. Pada kebanyakan kasus, pasien diabetes yang mengalami infeksi parah harus menjalani amputasi kaki untuk memutus penyebaran infeksi ke area tubuh lainnya.

Selain itu, mereka yang mengalami diabetic foot juga mudah mengalami kesemutan dan kesulitan menggerakan kaki akibat kerusakan saraf kaki.

Bentuk masalah kaki akibat diabetic foot

Diabetic foot umumnya adalah kematian jaringan pada kaki karena berbagai faktor termasuk infeksi dan adanya luka pada kaki. Berikut beberapa gangguan kaki yang mungkin dialami penderita diabetes menurut American Diabetes Association.

1. Infeksi jamur

Infeksi jamur pada kulit kaki penderita diabetes biasanya disebabkan oleh Candida albicans. Jamur ini biasanya menyerang bagian kulit yang lembap, kurang sirkulasi udara, dan tidak terkena sinar matahari.

Gangguan kaki pada penderita diabetes yang mengalami diabetic foot ini menyebabkan gatal dan bercak merah di permukaan kaki. Infeksi yang umum terjadi adalah athlete’s foot  atau dikenal dengan kutu air.

Infeksi ini tidak menyebabkan luka pada ditandai dengan rasa gatal, bercak merah, disertai pecah-pecah pada kulit penderita diabetes. Warna kuku juga dapat berubah menjadi kuning kecokelatan. Namun, tanpa perawatan kuku dapat pecah dan luka terbuka akan terbentuk.

Pada beberapa kasus, infeksi ini tidak hanya menyerang kaki tapi juga menyebabkan infeksi jamur vagina pada wanita.

2. Hammertoes

Hammertoes adalah masalah yang menyebabkan jari-jemari kaki tampak menekuk ke bawah.

Kondisi ini terjadi karena otot yang melemah dan tendon (jaringan yang menghubungkan otot ke tulang) menjadi lebih pendek. Hal serupa juga dapat terjadi pada ibu jari kaki yang melengkung ke arah jari kaki kedua yang dikenal dengan bunion.

Gangguan diabetic foot ini menyebabkan penderita diabetes dapat mengalami kesulitan berjalan dan menimbulkan rasa sakit. 

3. Kapalan

Kapalan atau callous adalah bentuk gangguan diabetic foot yang menimbulkan penumpukan kulit hingga akhirnya mengeras. Gangguan ini biasanya muncul di sekitar tumit atau telapak kaki.

Proses penumpukan kulit akan lebih cepat terjadi terjadi pada individu yang mengalami diabetes sehingga kapalan akan terbentuk. Kapalan pada penderita diabetes biasanya dipicu oleh alas kaki yang tidak cocok dengan bentuk kaki yang berubah karena hammertoes.

Perlu diingat, meskipun menyebabkan rasa tidak nyaman,  jangan memotong penumpukan kulit ini karena dapat menyebabkan perdarahan dan ulserasi.

4. Lenting

Selain kapalan, bentuk diabetic foot yang umum dialami oleh penderita diabetes adalah lenting. Gangguan pada kaki ini disebabkan oleh gesekan terus-menerus pada permukaan alas kaki.

Lenting berbentuk seperti gelembung yang berisi cairan. Pada penderita diabetes biasanya lenting akan berukuran lebih besar di permukaan kaki. Hindari memecah lenting karena ini bisa menimbulkan luka pada kaki penderita diabetes sekaligus infeksi.

5. Borok

Borok (ulserasi) adalah bentuk luka terbuka pada kaki akibat diabetic foot yang memakan waktu sangat lama sampai tertutup kembali. Borok dapat menjadi gerbang bagi kuman dari luar yang kemudian menginfeksi kaki apabila tida ditangani sedini mungkin.

Perawatan kaki pada pengidap diabetes

Pengobatan akan tergantung pada jenis masalah kaki yang Anda alami.

Sebagai contoh, masalah seperti penebalan kulit di telapak kaki (kapalan) mungkin memerlukan penggunaan sepatu korektif.

Untuk meningkatkan aliran darah ke bagian tubuh bawah, penderita diabetes harus berjalan secara teratur menggunakan sepatu yang pas di kaki, nyaman, dan tertutup. Anda bisa membeli sepatu khusus pengidap diabetes yang mengalami diabetic foot yang kini sudah banyak dijual di pasaran.

Dokter juga mungkin merekomendasikan mengenakan alat-alat tertentu untuk melindungi kaki Anda seperti:

  • Gips
  • Membungkus kaki dengan kompres
  • Pakai in-sole dan cushion pad di dalam sepatu guna mencegah mengelupasnya dan kapalan pada kaki

Masalah lain seperti infeksi mungkin perlu penggunaan antibiotik. Sementara itu, gangren tidak dapat diperbaiki. Namun, ada pengobatan yang tersedia untuk mencegah gangren kering menjadi terinfeksi dan berkembang menjadi gangren basah.

Untuk gangrene yang sudah telanjur terbentuk, operasi pengangkatan jaringan mati (debridement) biasanya diperlukan. Setelahnya antibiotik dapat diberikan untuk mencegah perkembangan infeksi kambuhan di jaringan yang mati. Dalam kasus gangren yang serius, amputasi mungkin diperlukan.

Cara mencegah kaki diabetik (diabetic foot) pada pengidap diabetes

Selain makan makanan yang sehat guna mengontrol gula darah, ada beberapa langkah yang penderita diabetes dapat lakukan untuk mencegah terjadinya diabetic foot.

Periksa kaki Anda secara rutin untuk setiap perubahan yang tidak biasa. Termasuk adanya sakit, luka, atau borok kulit. Luka terbuka, luka gores, atau luka pada kaki harus dilaporkan ke dokter segera.

Agar kaki pasien diabetes senantiasa sehat dan terhindar dari diabetic foot, ikuti tips berikut ini.

  • Periksa kaki Anda setiap hari, termasuk di antara jari kaki. Lakukan di waktu yang sama setiap hari agar Anda tidak lupa, misalnya setiap sebelum tidur.
  • Kunjungi dokter jika Anda melihat luka potong, luka terbuka, luka dalam, borok, kemerahan, bengkak, area yang panas, atau cacat.
  • Jangan berjalan tanpa alas kaki, bahkan di sekitar rumah karena bisa menimbulkan luka yang bisa menjadi diabetic foot.
  • Jangan merokok karena mempersempit pembuluh darah dan berkontribusi terhadap sirkulasi darah yang buruk.
  • Jaga kaki Anda agar tetap bersih dan kering. Saat dibersihkan pijat dengan lembut dan keringkan segera.
  • Hindari air panas dengan memeriksa suhu air untuk membersihkan kaki.
  • Potong kuku kaki setelah mandi dan kikir kuku secara lembut. Hindari memotong kutikula karena berisiko terinfeksi yang bisa menjadi diabetic foot.
  • Gunakan batu apung untuk meredakan kapalan. Jangan pernah memotong kapalan sendiri atau menggunakan obat kimia yang beredar di pasaran karena bisa memperparah kondisi.
  • Kenakan sepatu dengan benar dengan kaus kaki berserat (misalnya, katun atau wol).
  • Hindari memakai sepatu baru selama lebih dari satu jam pada suatu waktu dan periksa kaki Anda dengan hati-hati setelah melepaskan sepatu.
  • Hindari sepatu hak tinggi dan sepatu dengan ujung runcing.
  • Jika kaki Anda dingin, gunakan kaus kaki agar tetap hangat.
  • Goyangkan jari-jari kaki dan gerakkan pergelangan kaki Anda saat duduk, terutama dalam waktu lama.
  • Jangan menyilangkan kaki Anda, karena hal tersebut dapat menghambat aliran darah.

Diabetic foot dapat dihindari jika mereka pasien diabetes rutin minum obat dan menjaga pola hidup sehat.

Olahraga juga perlu dilakukan untuk mengurangi risiko hipertensi, membuat berat badan turun, dan membantu peredaran darah jadi lebih lancar sehingga sangat cocok untuk mencegah diabetic foot.

Perawatan dan pemeriksaan kaki harus dilakukan rutin setiap hari. Bila mengalami gejala yang berhubungan dengan diabetic foot, segera konsultasi ke dokter untuk mendapat perawatan yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kopi Filter Berpotensi Mengurangi Risiko Diabetes Tipe 2

Jenis kopi apa yang Anda suka? Jenis kopi filter bisa mengurangi risiko terhadap diabetes. Simak penjelasan ilmiahnya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Diabetes, Health Centers 29/04/2020 . Waktu baca 4 menit

6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

Penderita diabetes perlu mengontrol diabetesnya. Salah satu yang bisa dilakukan, yaitu jalan kaki. Apa manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Diabetes, Health Centers 26/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Saja Camilan yang Boleh Dimakan Penderita Diabetes dalam Sehari?

Memilih camilan untuk penderita diabetes tidak boleh sembarangan. Selain perlu memperhatikan kandungan nutrisinya, jumlahnya pun tidak kalah penting.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
camilan untuk penderita diabetes
Diabetes, Health Centers 24/04/2020 . Waktu baca 3 menit

Panduan Makan untuk Orang yang Punya Riwayat Diabetes

Risiko diabetes pada orang dengan riwayat keluarga akan meningkat sehingga perlu upaya untuk mencegah diabetes dengan menjaga dan memilih makanan sehat.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
makanan untuk mencegah diabetes
Diabetes, Health Centers 23/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit kulit diabetes

5 Penyakit Kulit yang Umum Menyerang Pasien Diabetes

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit
penderita diabetes meninggal covid-19

Studi: 1 dari 10 Pasien COVID-19 dengan Diabetes Berisiko Meninggal Dunia

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 10/06/2020 . Waktu baca 5 menit
diabetes dan kanker hati

Diabetes Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Hati, Ini Tips Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 16/05/2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
diabetesi

Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020 . Waktu baca 4 menit