Hidup dengan diabetes? Anda tidak sendiri. Ikut komunitas kami sekarang!

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Kaki Mati Rasa? Waspadai Kaki Charcot Akibat Diabetes

Kaki Mati Rasa? Waspadai Kaki Charcot Akibat Diabetes

Pasien diabetes yang kadar gulanya sangat tinggi bisa mengalami luka pada kaki yang sulit sembuh atau disebut juga kaki diabetes. Selain itu, ada lagi komplikasi diabetes yang menyerang kaki yaitu kaki Charcot (Charcot’s foot). Kondisi ini bisa melemahkan sendi dan tulang kaki hingga menyebabkan perubahan bentuk.

Apa penyebab kaki Charcot?

Charcot arthropathy yang lebih familiar dikenal sebagai kaki Charcot adalah kerusakan struktur tulang dan sendi kaki. Kondisi ini bisa memengaruhi area lutut hingga pergelangan kaki.

Ini biasanya disebabkan kondisi neuropati diabetik (gangguan saraf) pada penyandang diabetes.

Hal tersebut disebutkan dalam penelitian dari Journal of clinical & translational endocrinology (2020): hilangnya sensasi pada kaki disebabkan oleh kerusakan saraf yang disebut neuropati perifer.

Kadar gula darah yang terlalu tinggi jika dibiarkan lama-kelamaan akan menghambat aliran darah ke jaringan saraf. Sel-sel saraf tidak lagi mendapatkan pasokan oksigen dan zat gizi yang cukup.

Kerja saraf yang terganggu bisa menurunkan kepekaan pasien diabetes terhadap sensasi, seperti sentuhan, suhu panas, dan rasa sakit, yang diterima jaringan saraf yang terdampak.

Itu sebabnya pasien diabetes terkadang tidak peka terhadap rangsangan di kulit kaki atau mengalami mati rasa.

Jika kadar gula darah dibiarkan tidak terkendali, lambat laun kondisi neuropati diabetik akan memengaruhi tulang kaki.

Saat ini terjadi, tulang kaki akan melemah sehingga sangat rentan mengalami patah tulang dan dislokasi (posisi tulang bergeser).

Kondisi tulang kaki yang kian melemah bisa membuat sendi kaki gampang terkilir, kemudian mengubah bentuk kaki.

Alhasil, kaki pasien diabetes jadi terlihat melengkung ke bawah atau disebut rocker-bottom foot (lihat gambar).

Kaki charcot

Penyebab lain kaki Charcot

Meski sebagian besar kondisi kaki Charcot lebih banyak dialami oleh pengidap diabetes, beberapa hal ini turut mengakibatkan kerusakan saraf pada kaki:

  • penyalahgunaan dan ketergantungan alkohol serta obat-obatan terlarang,
  • cedera saraf tulang belakang,
  • penyakit Parkinson,
  • HIV,
  • sifilis,
  • polio,
  • kerusakan pada saraf perifer (saraf-saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang),
  • patah tulang atau terkilir yang tidak segera diobati,
  • luka di kaki yang tidak kunjung sembuh, dan
  • infeksi dan peradangan pada kaki.

Tak jarang, Charcot foot dapat menimbulkan luka diabetes yang cukup sulit untuk disembuhkan.

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berisiko menyebabkan perubahan bentuk, cacat kaki, hingga amputasi.

Apa saja gejala dari kaki Charcot?

Umumnya, Charcot foot akan menimbulkan gejala berupa pembengkakan pada kaki, kemerahan, hingga kaki terasa hangat saat disentuh.

The American Orthopaedic Foot & Ankle Society menjabarkan semua gejala tersebut bukan muncul sekaligus, melainkan berkembang secara bertahap.

Tahap 1

Pada tahap awal ini, gejala ditandai dengan munculnya kemerahan dan pembengkakan pada kaki serta pergelangannya.

Setelah itu, area kaki pun mulai terasa panas ketika disentuh. Ini karena adanya pembengkakan jaringan lunak dan patah tulang di bagian dalam kaki.

Selanjutnya, timbul tonjolan tulang di bagian bawah kaki sehingga membuatnya tampak datar. Jika tidak segera diobati, proses ini bisa terus bertahan dalam waktu yang lama.

Tahap 2

Setelah melewati perubahan yang terjadi di tahap 1, kemudian tubuh melanjutkannya dengan memulihkan sendiri jaringan kaki yang rusak.

Kerusakan sendi dan tulang mulai membaik, yang akhirnya membuat pembengkakan, kemerahan, dan sensasi hangat tidak lagi berkembang.

Tahap 3

Di tahap ini sebenarnya sudah tidak terjadi lagi perkembangan yang cukup signifikan pada kaki.

Namun sayangnya, kondisi kaki tetap tidak bisa kembali ke bentuk semula. Akhirnya, bentuk kaki tampak tidak normal.

Bagaimana cara mengobati kondisi ini?

Tujuan dari pengobatan untuk kondisi kaki Charcot adalah untuk meredakan pembengkakan dan sensasi panas, sekaligus menjaga agar bentuk kaki tidak semakin berubah.

Sebisa mungkin, sebaiknya hindari memberikan tekanan berlebihan pada kaki guna menghindari kerusakan yang lebih parah.

Anda bisa melakukan beberapa perawatan berikut ini untuk membantu menghentikan perkembangan Charcot foot.

  • Memakai sepatu boot khusus maupun pelindung lainnya pada kaki.
  • Mengurangi tekanan yang terlalu berat pada kaki, seperti menggunakan kursi roda, tongkat kruk, atau skuter.
  • Menggunakan ortotik kaki.
  • Menggunakan gips yang dipasang pada kaki.

Meskipun sudah melakukan perawatan sedemikian rupa untuk menjaga kaki, jangan lupa untuk tetap rutin memeriksakan kondisi Anda ke dokter.

Pada kasus yang sudah tergolong parah, pembedahan mungkin menjadi jalan tempuh terbaik yang disarankan dokter.

Operasi semakin dibutuhkan ketika pengobatan yang telah dilakukan sebelumnya tidak menunjukkan hasil yang positif.

Setelah dinyatakan sembuh, Anda biasanya masih harus menggunakan sepatu terapeutik atau sepatu diabetes untuk mencegah kemungkinan kambuhnya kaki Charcot di kemudian hari.

Sepatu ini memang dikhususkan bagi Anda yang mengalami cedera ataupun kerusakan saraf pada kaki.

Cara mencegah Charcot’s foot

cara mencegah kaki charcot

Jika Anda menderita diabetes untuk waktu yang lama atau memiliki kerusakan saraf di kaki, Anda berisiko lebih tinggi terkena kaki Charcot.

Namun, kabar baiknya adalah ada hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko ini.

Memeriksa kaki Anda setiap hari dapat membantu Anda menemukan gejala atau perubahan yang tidak biasa pada kaki Anda.

Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter jika Anda menderita neuropati diabetik.

Berhenti merokok, menjaga kadar gula darah, lemak darah, dan tekanan darah dapat mencegah kaki Charcot berkembang.

Selain itu, penting untuk menghindari jumlah aktivitas fisik sehari-hari yang terlalu berat.

Kaki Charcot bisa sangat sulit untuk ditangani. Anda mungkin perlu menjalani banyak perawatan dan bahkan membutuhkan pengawasan kesehatan ekstra.

Anda juga perlu melakukan kontrol rutin untuk memastikan perkembangan dari perawatan Charcot’s foot.


Anda atau keluarga hidup dengan diabetes?

Anda tidak sendiri. Ayo gabung bersama komunitas pasien diabetes dan temukan berbagai cerita bermanfaat dari pasien lainnya. Daftar sekarang!


Verifying...

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Dardari D. (2020). An overview of Charcot’s neuroarthropathy. Journal of clinical & translational endocrinology, 22, 100239. https://doi.org/10.1016/j.jcte.2020.100239.

Rogers, L. C., Frykberg, R. G., Armstrong, D. G., Boulton, A. J., Edmonds, M., Van, G. H., Hartemann, A., Game, F., Jeffcoate, W., Jirkovska, A., Jude, E., Morbach, S., Morrison, W. B., Pinzur, M., Pitocco, D., Sanders, L., Wukich, D. K., & Uccioli, L. (2011). The Charcot foot in diabetes. Diabetes care, 34(9), 2123–2129. https://doi.org/10.2337/dc11-0844.

Tavakoli, M., Gogas Yavuz, D., Tahrani, A. A., Selvarajah, D., Bowling, F. L., & Fadavi, H. (2017). Diabetic Neuropathy: Current Status and Future Prospects. Journal of diabetes research, 2017, 5825971. https://doi.org/10.1155/2017/5825971.

Charcot Foot. (2019). Cleveland Clinic. Retrieved April 9, 2022 from, https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15836-charcot-foot 

Charcot foot and diabetes. Diabetes UK. Retrieved April 9, 2022 from, https://www.diabetes.org.uk/guide-to-diabetes/complications/feet/charcot-foot

Charcot Foot. Foot Health Facts. Retrieved April 9, 2022 from, https://www.foothealthfacts.org/conditions/charcot-foot 

Peripheral neuropathy. (2021). Mayo Clinic. Retrieved April 9, 2022 from, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/peripheral-neuropathy/symptoms-causes/syc-20352061 

Reddy S., Sathe, V.WHAT IS CHARCOT ARTHROPATHY?. AOFAS FootCareMD. Retrieved April 9, 2022 from, https://www.footcaremd.org/conditions-treatments/the-diabetic-foot/charcot-arthropathy

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui a week ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Jimmy Tandradynata, Sp.PD