Hidup dengan diabetes? Anda tidak sendiri. Ikut komunitas kami sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Pemeriksaan Kaki Diabetes, Cegah Luka yang Bisa Memicu Amputasi

Pemeriksaan Kaki Diabetes, Cegah Luka yang Bisa Memicu Amputasi

Diabetes melitus yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi serius, salah satunya kaki diabetes atau diabetic foot. Untuk mencegahnya, penting bagi Anda untuk melakukan pemeriksaan kaki diabetes secara berkala.

Apa fungsi pemeriksaan kaki diabetes?

Pemeriksaan kaki pada pasien diabetes bertujuan mendeteksi masalah yang bisa memperparah luka pada kaki.

Diabetesi (pasien diabetes) memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami masalah pada kaki yang tak kunjung sembuh.

Luka pada kaki pasien diabetes bisa semakin parah akibat kerusakan saraf (neuropati diabetik) akan membuat kaki mati rasa dan kesemutan.

Kerusakan saraf kaki membuat diabetesi tidak menyadari adanya cedera atau luka pada kaki, seperti lecet atau kapalan.

Kadar gula darah yang tinggi juga bisa mengganggu kelancaran aliran darah di bagian kaki sehingga tubuh sulit melawan infeksi dan sembuh dari cedera.

Akibatnya, luka diabetes sulit sembuh bahkan bisa memicu kematian jaringan (gangren diabetik) dan kaki pun perlu diamputasi.

Oleh karena itu, pasien diabetes perlu melakukan pemeriksaan kaki dengan rutin agar luka bisa tertangani sedini mungkin.

Kapan pemeriksaan kaki diabetes diperlukan?

fungsi tulang jari kaki

Dokter menyarankan pasien diabetes untuk melakukan pemeriksaan kaki diabetes setidaknya setahun sekali di rumah sakit.

Anda memerlukan prosedur medis ini lebih sering apabila kaki mengalami gejala, termasuk:

  • mati rasa,
  • nyeri dan sensasi terbakar,
  • kaki bengkak, hingga
  • kesulitan saat berjalan.

Sebagian pasien diabetes mungkin mengabaikan gejala di atas hingga tanda-tanda infeksi muncul, seperti:

  • luka melepuh,
  • cedera kaki yang tidak sembuh dalam beberapa hari,
  • kaki bengkak dan terasa hangat saat disentuh,
  • kemerahan sekitar cedera kaki, dan
  • kapalan atau penebalan kulit kaki.

Infeksi serius juga dapat mengakibatkan kematian jaringan atau gangren yang ditandai luka berwarna hitam dan berbau.

Segera kunjungi dokter untuk melakukan pengobatan karena bisa menyebabkan amputasi kaki hingga kematian.

Proses pemeriksaan kaki diabetes

Dokter terlebih dahulu akan mengajukan sejumlah pertanyaan berkaitan dengan gejala, riwayat kesehatan, dan masalah kaki yang dialami sebelumnya.

Selain itu, dokter juga menanyakan tentang kebiasaan penggunaan alas kaki. Pasalnya, sepatu yang tidak pas atau tidak nyaman dapat menyebabkan lecet dan kapalan.

Selama pemeriksaan, dokter akan mengamati kondisi kulit, saraf, pembuluh darah, serta tulang dan otot pada kaki melalui prosedur penilaian ini.

1. Penilaian dermatologis

Dokter kulit akan memeriksa apakah Anda mengalami kulit kering, pecah-pecah, lecet, kapalan, dan bisul.

Dokter pun mengamati bagian sela-sela jari dan kuku kaki guna memeriksa ada tidaknya tanda-tanda retakan atau infeksi.

Apabila sudah timbul luka atau ulkus (luka bernanah), dokter akan mengidentifikasi derajat keparahan lukanya berdasarkan Wagner Ulcer Classification System berikut ini.

  • Derajat 0: tidak ada lesi terbuka atau mungkin lesi telah sembuh sebelumnya.
  • Derajat 1: ulkus dangkal tidak memengaruhi ke lapisan kulit yang lebih dalam.
  • Derajat 2: ulkus lebih dalam, mencapai tendon, tulang, atau kapsul sendi.
  • Derajat 3: ulkus telah memengaruhi jaringan yang lebih dalam, mungkin timbul kantung bernanah.
  • Derajat 4: gangren pada jari-jari kaki, kaki bagian depan, atau tumit.
  • Derajat 5: gangren meluas pada hampir seluruh bagian kaki.

2. Penilaian neurologis

Kadar gula darah tinggi (hiperglikemia) pada pasien diabetes bisa menimbulkan kerusakan saraf yang membuat kaki sering kesemutan hingga mati rasa.

Serangkaian pemeriksaan neurologis berikut akan membantu dokter mengetahui apakah pasien diabetes sensitif terhadap rangsangan pada kaki mereka.

Tes monofilamen

Tes dilakukan dengan mengusapkan monofilamen atau serat nilon lembut di atas kaki dan jari kaki untuk menguji kepekaan kaki terhadap sentuhan.

Tes persepsi visual (VPT)

Tes dengan alat bantu berupa garpu tala atau perangkat lain pada kaki dan jari kaki.

Pemeriksaan kaki ini melihat apakah pasien diabetes merasakan getaran yang dihasilkan atau tidak.

Refleks pergelangan kaki

Tes ini akan memeriksa refleks pergelangan kaki dengan mengetukkan palu kecil pada pergelangan kaki.

Selain itu, pemeriksaan kaki diabetes ini juga dapat dokter lakukan dengan mengetuk tepat di bagian bawah lutut.

Tes tusuk jarum

Pemeriksaan ini dilakukan dengan menusukkan jarum secara lembut di bagian bawah kaki untuk menguji apakah pasien merasakannya atau tidak.

3. Penilaian muskuloskeletal

Kelainan bentuk dan struktur tulang kaki dapat menyebabkan timbulnya luka kaki pada orang dengan diabetes.

Tes pencitraan seperti sinar-X (rontgen) dan MRI bisa membantu dokter menentukan tingkat keparahan masalah kaki pasien diabetes.

Sinar-X

Tes pencitraan dasar untuk menilai perubahan dalam keselarasan tulang dalam kaki.

Pemeriksaan ini juga untuk menemukan kehilangan massa tulang akibat adanya ketidakseimbangan hormon terkait diabetes.

Pemindaian MRI

Tes dengan medan magnet dan gelombang radio untuk membuat citra tiga dimensi dari jaringan lunak dalam tubuh.

Hal ini umumnya dokter lakukan sebagai pemeriksaan kaki diabetes lanjutan dari sinar-X (rontgen).

4. Penilaian vaskular

Dokter melakukan penilaian vaskular dalam mendiagnosis luka diabetes serta menentukan proses penyembuhan luka.

Penilaian vaskular meliputi pemeriksaan denyut nadi pada kaki pasien diabetes.

Selain itu, tes waktu pengisian kapiler dan ultrasound Doppler dapat melihat seberapa baik aliran darah di kaki Anda.

Waktu pengisian kapiler (capillary refill time)

Dalam tes ini, dokter menekan jari kaki pasien hingga kondisinya memucat. Dokter selanjutnya menghitung waktu sampai warna kulit kembali normal.

Ultrasound Doppler

Prosedur USG khusus untuk membantu mengukur seberapa baik laju aliran darah pada kaki orang dengan diabetes.

Apa hasil dari pemeriksaan kaki diabetes?

pantangan setelah operasi batu empedu

Secara umum, tidak ada efek samping serius dari prosedur medis ini.

Dokter akan menganalisis seluruh hasil pemeriksaan untuk menentukan apakah terdapat komplikasi diabetes atau Anda berisiko mengalaminya.

Setelah itu, dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai dengan masalah kaki yang Anda alami.

Perawatan tersebut bisa berupa pemberian antibiotik untuk mengobati infeksi kaki atau prosedur pembedahan untuk memperbaiki kerusakan pada kaki.

Jika Anda memiliki pertanyaan tentang hasil pemeriksaan kaki diabetes, konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan solusi terbaik.

[embed-community-10]

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Anda atau keluarga hidup dengan diabetes?

Anda tidak sendiri. Ayo gabung bersama komunitas pasien diabetes dan temukan berbagai cerita bermanfaat dari pasien lainnya. Daftar sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Foot Complications. American Diabetes Association. Retrieved 6 October 2021, from https://www.diabetes.org/diabetes/complications/foot-complications

Diabetes and Foot Problems. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. (2017). Retrieved 6 October 2021, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/diabetes/overview/preventing-problems/foot-problems

Diabetes and Your Feet. Centers for Disease Control and Prevention. (2021). Retrieved 6 October 2021, from https://www.cdc.gov/diabetes/library/features/healthy-feet.html

Ibrahim, A., Jude E., Langton, K., et. al. (2017). Clinical Practice Recommendations on the Diabetic Foot. International Diabetes Federation. Brussels, Belgium. Retrieved 6 October 2021, from https://www.idf.org/component/attachments/?task=download&id=1152

Kruse, I. (2006). Evaluation and Treatment of Diabetic Foot Ulcers. Clinical Diabetes, 24(2), 91-93. https://doi.org/10.2337/diaclin.24.2.91

Huang, E. T., Mansouri, J., Murad, M. H., Joseph, W. S., Strauss, M. B., Tettelbach, W., Worth, E. R., & UHMS CPG Oversight Committee (2015). A clinical practice guideline for the use of hyperbaric oxygen therapy in the treatment of diabetic foot ulcers. Undersea & hyperbaric medicine : journal of the Undersea and Hyperbaric Medical Society, Inc, 42(3), 205–247

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui 19/10/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan