Kekurangan vitamin B12 bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan. Salah satu dampaknya adalah membuat kondisi diabetes semakin parah atau biasa disebut sebagai komplikasi diabetes. Bagaimana bisa, 

Kekurangan vitamin B12 bisa menyebabkan komplikasi diabetes

Vitamin B12 diperlukan untuk menjaga sistem saraf dan sel-sel darah yang sehat. Sayangnya, tubuh tidak bisa menghasilkan vitamin B12 secara alami. Cara terbaik untuk mendapatkan vitamin B12 adalah melalui makanan Anda. Vitamin penting ini diperoleh dari produk daging, ikan, unggas, dan susu. Jika Anda tidak cukup makan makanan ini, tubuh dapat kekurangan vitamin B12.

Mengonsumsi vitamin B12 yang cukup bukan satu-satunya hal yang penting. Tubuh Anda juga perlu menyerapnya secara efisien. Beberapa obat-obatan seperti Pepcid AC, Prevacid, Prilosec, dan Zantac, serta obat lain yang digunakan untuk mengobati refluks asam, penyakit ulkus peptikum, dan infeksi, mungkin membuat tubuh Anda lebih sulit menyerap vitamin B12.

Obat lain yang dapat mengganggu penyerapan B12 adalah metformin yang merupakan pengobatan diabetes tipe 2 yang umum. Diabetes dapat membuat Anda lebih rentan terhadap kekurangan vitamin B12. Sebuah studi pada tahun 2009 menemukan bahwa 22% orang dengan diabetes tipe 2 mengalami kekurangan vitamin B12.

Apakah saya kekurangan vitamin B12?

Gejala kekurangan vitamin B12 pada awalnya mungkin ringan dan tidak terlalu terasa. Jika Anda kekurangan vitami ini, Anda mungkin tidak memiliki gejala sama sekali. Beberapa gejala awal yang lebih umum yaitu:

  • kelelahan
  • kelemahan
  • kehilangan selera makan
  • penurunan berat badan
  • sembelit

Mungkin mudah untuk mengabaikan keluhan ringan ini, tapi seiring berjalannya waktu, kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan masalah yang lebih besar.

Mengapa kekurangan vitamin B12 merupakan kondisi serius?

Kekurangan vitamin B12 dapat mengakibatkan komplikasi serius. Salah satunya disebut anemia pernisiosa. Anemia berarti Anda tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat. Kondisi ini mengurangi asupan oksigen masuk ke dalam sel-sel Anda.

Menurut sebuah studi dalam Journal of Oral Pathology Medicine, kurang dari 20% dari penderita anemia pernisiosa mengalami kekurangan vitamin B12.

Gejala anemia antara lain:

  • kelelahan
  • kulit pucat
  • sakit dada
  • pusing
  • sakit kepala

Anda bahkan mungkin kehilangan kemampuan indra perasa dan penciuman. Gejala yang lebih serius termasuk detak jantung yang cepat atau tidak teratur dan sesak napas.

Kekurangan vitamin ini juga dapat menyebabkan paresthesia. Kondisi ini merupakan sensasi panas atau gatal pada kulit, biasanya terjadi pada lengan, tangan, kaki, dan telapak kaki. Beberapa orang mengalami mati rasa atau kesemutan.

Vitamin B12 yang rendah kadang-kadang dikaitkan dengan tingkat asam amino tinggi yang disebut homosistein. Hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Kekurangan vitamin B12 yang parah dalam jangka panjang dapat menyebabkan hilangnya mobilitas, kesulitan berjalan, lupa ingatan, delusi, dan depresi. Hal ini bahkan dapat menyebabkan demensia.

Apa perbedaan antara neuropati diabetik dan neuropati B12?

Salah satu risiko efek samping diabetes adalah neuropati atau kerusakan saraf. Hal ini disebabkan oleh glukosa darah tinggi yang berlangsung dalam jangka panjang. Gejala yang paling umum dari diabetes neuropati adalah mati rasa, kelemahan, dan rasa sakit di tangan dan kaki. Kondisi ini disebut neuropati perifer. Hal ini juga dapat mempengaruhi bagian tubuh lainnya, termasuk saluran pencernaan.

Anda tidak harus memiliki diabetes untuk mengalami neuropati. Kekurangan vitamin B12 berkepanjangan juga dapat merusak saraf Anda. Baik Anda punya diabetes atau tidak, gejala neuropati ini sama dan tidak boleh diabaikan.

Apa yang harus dilakukan jika kekurangan vitamin B12?

Jika Anda memiliki gejala kekurangan vitamin B12, segera periksakan diri Anda ke dokter. Beberapa gejala, terutama di awal, sulit untuk bisa dilihat. Gejala ini juga dapat disebabkan oleh berbagai hal lainnya.

Tes darah sederhana dapat menentukan apakah Anda kekurangan vitamin B12. Jika Anda memiliki diabetes dan kekurangan B12, dokter Anda mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik lengkap untuk menemukan penyebabnya. Kadar glukosa darah Anda juga akan diperiksa.

Menjaga tingkat gula darah yang sehat dapat membantu Anda mengontrol penyerapan vitamin B12. Diet, olahraga teratur, dan tidur yang cukup juga dapat membantu. Dokter Anda dapat merekomendasikan rencana pengobatan yang disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Anda mungkin disarankan untuk meningkatkan asupan vitamin B12 dalam pola makan Anda. Sumber vitamin B12 termasuk daging merah, ikan, dan unggas. Vitamin B12 juga dapat ditemukan dalam telur dan produk susu. Kerang dan hati sapi memiliki kandungan vitamin B12 yang sangat tinggi.

Vitamin B12 tidak terbentuk secara alami pada tanaman. Namun beberapa makanan, seperti nutritional yeast (penyedap jamur), roti, sereal, dan tahu, yang diperkaya dengan vitamin B12. Banyak pula makanan yang tidak mengandung vitamin B12, jadi pastikan untuk membaca label nutrisi dengan hati-hati.

Dokter Anda mungkin juga menyarankan Anda untuk mengonsumsi suplemen vitamin B12, terutama jika Anda memiliki pola makan vegetarian atau Anda adalah seorang vegan. Jika Anda sangat kekurangan vitamin B12, dokter Anda dapat memberikan suntikan B12.

Ikuti saran dokter Anda untuk menghindari komplikasi serius dari kekurangan vitamin B kompleks ini. Selain itu, lakukan tes dan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan Anda sehat.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca