Terlihat Sepele, Ini Bahaya Dehidrasi Pada Para Diabetesi

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Nyatanya, orang yang memiliki diabetes sangat rentan mengalami dehidrasi. Kondisi kekurangan cairan ini juga tidak bisa dianggap enteng lho, apalagi jika dialami oleh para diabetesi. Ya, ketika pengidap diabetes alami dehidrasi, maka kadar gula darahnya akan tidak seimbang dan membahayakan kondisi kesehatannya. Maka itu, perhatikan bahaya dehidrasi pada diabetesi.

Dehidrasi memengaruhi kadar gula darah

Sebenarnya, tubuh akan selalu berusaha supaya kadar cairan tetap seimbang, meski tidak sedang mengonsumsi air yang banyak. Nah, ketika dehidrasi alias kekurangan cairan, tubuh akan mengandalkan air di dalam pembuluh darah guna menyeimbangkan kadar cairan. Nah, kondisi ini membuat glukosa yang tadinya larut dengan cairan, malah tertinggal dalam jumlah banyak di dalam pembuluh darah.

Darah pun menjadi lebih pekat dengan kadar glukosa yang tinggi di dalamnya. Hal ini akan menyulitkan darah mengalir ke seluruh bagian tubuh, terutama ke area tepi tubuh dengan pembuluh darah yang lebih kecil.

Bila sudah begini, glukosa yang ada di dalam darah tidak bisa sampai ke sel-sel tubuh yang membutuhkan. Alhasil, sel hanya akan mendapatkan sedikit glukosa dan akhirnya merasa kekurangan. Dari sini, sel akan meminta kembali glukosa supaya dikirimkan kembali, padahal kadar glukosa di dalam darah sudah menumpuk.

Kondisi ini yang kemudian membuat kadar glukosa darah melonjak. Hal ini juga hampir mirip dengan kondisi tubuh ketika mengalami resistensi insulin. Maka itu, bahaya dehidrasi pada diabetesi bisa sangat serius.

Pemicu dehidrasi pada pengidap diabetes

Tak cuma kurang minum, beberapa kondisi juga menjadi pemicu dehidrasi pada orang yang memiliki diabetes, seperti:

  • Konsumsi alkohol
  • Diare akibat infeksi
  • Muntah-muntah
  • Baru saja melakukan aktivitas fisik yang berat
  • Mengeluarkan banyak keringat
  • Berada di lingkungan yang panas

Selain itu, diabetesi memang lebih rentan alami dehidrasi ketimbang orang yang sehat. Itu sebabnya, bahaya dehidrasi pada diabetesi harus diwaspadai.

Bahaya dehidrasi pada diabetesi

Bahaya dehidrasi tak hanya membuat kadar gula darah melonjak tajam, tapi juga bisa menimbulkan beberapa masalah kesehatan lain, seperti:

Kerusakan ginjal

Saat dehidrasi, sebenarnya organ yang paling berpengaruh adalah ginjal, karena organ ini mengatur kadar air di dalam tubuh.  Oleh karena itu jika seseorang mengalami penurunan kadar air yang sangat cepat dan disertai dengan dehidrasi dalam waktu yang lama maka akan mengganggu fungsi dari ginjal tersebut.

Penderita diabetes yang mengalami dehidrasi kronis akan mendorong ginjal untuk bekerja lebih keras untuk menyeimbangkan kadar air dalam tubuh, hal ini dapat menimbulkan kerusakan di dalam organ ginjal yang dapat memicu gagal ginjal.

Mengalami ketoasidosis

Bahaya dehidrasi lainnya adalah risiko ketoasidosis. Kondisi ini terjadi karena sel-sel tubuh mengandalkan makanan cadangan, yang berupa lemak. Nah, saat sel menggunakan lemak sebagai bahan bakar, maka senyawa keton pun akan diproduksi.  Hal tersebut dapat memicu kondisi ketoasidosis yang ditandai dengan gejala lemas, sakit perut dan muntah-muntah serta mulut beraroma seperti buah.

Meningkatkan risiko koma diabetik

Kondisi ini merupakan lanjutan dari ketoasidosis pada penderita diabetes yang tidak tertangani. Koma diabetik ditandai dengan kondisi tidak sadarkan diri dan kadar gula darah yang terlalu tinggi (atau terlalu rendah). Jika kadar gula darah tidak stabil dalam waktu yang lama maka akan sangat mungkin memicu kerusakan otak dan kematian.

Apa yang dapat dilakukan?

Selain membantu mengontrol kadar gula darah, minum air yang cukup juga diperlukan untuk menjaga agar tubuh tetap berenergi. Dengan begitu, sel-sel tubuh juga bisa mendapatkan nutrisi yang merata dan optimal.

Nah, wanita dianjurkan untuk minum setidaknya 9 gelas per hari, sementara laki-laki sekitar 13 gelas per hari agar tidak mengalami dehidrasi.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Neuropati pada Diabetesi Bisa Disembuhkan?

Meski belum ada pengobatan untuk menyembuhkan neuropati diabetik, pengidap diabetes dapat meringankan gejala dan menghambatnya menjadi lebih parah.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Pemanis Buatan dan Karbohidrat Ternyata Memengaruhi Sensitivitas Insulin

Ternyata perpaduan pemanis buatan dan karbohidrat dapat menjadi pengaruhi tingkat sensitivitas insulin seseorang. Seperti apa penjelasannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Bagaimana Strip Test Gula Darah Bisa Mengetahui Kadar Gula Kita?

Penderita diabetes pasti sudah tidak asing dengan alat tes gula darah. Namun, tahukan Anda bagaimana sebuah strip bisa memberikan informasi sepenting itu?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Rena Widyawinata

3 Makanan Manis yang Aman Dikonsumsi Meski Didiagnosis Prediabetes

Mengurangi makanan manis untuk prediabetes memang merupakan suatu keharusan. Namun, bukan berarti Anda selamanya tidak boleh mengonsumsi makanan manis, lho.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Direkomendasikan untuk Anda

diabetesi

Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020
manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes

6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020
camilan untuk penderita diabetes

Apa Saja Camilan yang Boleh Dimakan Penderita Diabetes dalam Sehari?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020
makanan untuk mencegah diabetes

Panduan Makan untuk Orang yang Punya Riwayat Diabetes

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 23/04/2020