home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

6 Fakta Penting yang Perlu Anda Ketahui Tentang Air Putih

6 Fakta Penting yang Perlu Anda Ketahui Tentang Air Putih

Air disebut sebagai sumber kehidupan manusia. Entah untuk mencuci piring, mencuci pakaian, mandi, buang air, atau makan dan minum pasti kita membutuhkan air. Sayangnya, masih ada saja beberapa mitos dan kesalahpahaman mengenai manfaat dan bahaya dari air putih. Nah, berikut adalah fakta sebenarnya tentang air putih yang perlu Anda ketahui.

1. Kita tak perlu minum 8 gelas sehari

Anda mungkin sering mendengar anjuran untuk minum air putih sebanyak delapan gelas per hari. Namun faktanya, jumlah ini belum tentu tepat untuk semua orang.

Banyak faktor yang harus dipertimbangkan untuk menentukan seberapa banyak air putih yang sebaiknya Anda minum dalam sehari. Di antaranya adalah tingkat aktivitas, kondisi kesehatan, serta lingkungan.

Meski demikian, Institute of Medicine’s Food and Nutrition Board memberikan rekomendasi lain terkait jumlah konsumsi air putih.

Rata-rata wanita memerlukan 2,6 liter air atau setara dengan delapan gelas air per hari. Sedangkan pria memerlukan sekitar 3,7 liter atau setara dengan 12 gelas air putih per hari.

2. Kandungan fluorida dalam air kemasan tidak berbahaya

Terdapat mitos bahwa kandungan fluorida dalam air putih dapat membahayakan kesehatan. Padahal, kabar ini tidak sepenuhnya benar.

Fluorida sendiri merupakan salah satu jenis mineral alami yang penting untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. Kandungan fluorida pada air putih kemasan dapat berfungsi untuk mencegah munculnya karang gigi dan gigi berlubang.

Bahkan, kebutuhan fluorida juga telah diatur dalam Peraturan Kementerian Kesehatan tahun 2019. Disebutkan bahwa kebutuhan fluorida untuk laki-laki dewasa adalah sebesar 4 miligram per hari, sedangkan perempuan sebesar 3 miligram per hari.

Sementara itu, batas maksimal kandungan fluorida yang diperbolehkan pada minuman kemasan yaitu sebesar 1,5 miligram per liter. Tentunya, jumlah fluorida dalam air putih kemasan sudah disesuaikan dengan batasan tersebut, bahkan seringnya jumlahnya kurang dari itu.

Fluorida baru akan berbahaya bila dikonsumsi secara berlebihan.

3. Banyak minum air putih belum tentu membuat kulit jadi halus

Fakta selanjutnya, jumlah air minum yang Anda konsumsi ternyata hanya memiliki sedikit pengaruh terhadap kondisi kulit Anda.

Memang, bila lapisan terluar kulit atau epidermis tidak mengandung cukup air, kulit akan kehilangan elastisitas dan akan terasa kasar. Namun, belum ada studi yang dapat membuktikan adanya pengaruh langsung antara konsumsi air dengan hidrasi kulit.

Pada dasarnya pun, tingkat kelembaban kulit Anda tidak ditentukan oleh faktor internal, melainkan disebabkan oleh faktor eksternal seperti cara Anda dalam menjaga kebersihan kulit atau jumlah kelenjar minyak pada tubuh.

Meski demikian, minum air putih dapat membantu Anda mencegah kulit kering saat Anda mengalami dehidrasi.

4. Anda tidak boleh menggunakan kembali botol minum plastik

Sering kali, Anda membeli air minum kemasan di sebuah tempat perbelanjaan. Kemudian, setelah airnya habis, Anda menggunakan botolnya kembali untuk melakukan isi ulang air.

Sayangnya, hal tersebut tidak diajurkan untuk dilakukan karena botol minum plastik terbuat dari bahan kimia. Bahan kimia tersebut akan meresap ke dalam botol saat digunakan berulang kali.

Selain itu, jika botol tersebut tidak dibersihkan dengan benar, maka akan menjadi tempat pelabuhan bakteri dari mulut Anda.

5. Konsumsi air dapat mengeluarkan racun dalam tubuh

Meskipun air putih tidak selalu dapat menetralkan racun, ginjal tetap akan menggunakan air untuk menyingkirkan produk-produk limbah yang ada di dalam tubuh.

Sehingga, jika Anda kurang konsumsi air, maka ginjal tidak bisa melakukan tugasnya dengan baik. Sebab, jumlah cairan yang ada masih kurang dari yang dibutuhkan.

Lain halnya bila tubuh memiliki cukup air, maka limbah metabolik dalam tubuh akan dihilangkan secara efisien.

6. Minum air dapat membantu Anda menurunkan berat badan

Fakta air putih yang satu ini tentunya merupakan kabar baik bagi Anda yang sedang dalam proses penurunan berat badan tubuh.

Air 100% bebas kalori, sehingga dapat membantu Anda dalam membakar lebih banyak kalori. Air juga dapat membuat Anda merasa kenyang, sebab air mengalir dengan cepat sampai ke perut, membuat perut lebih renggang.

Selain itu, air putih juga berfungsi untuk melancarkan pencernaan. Semakin tubuh Anda terhidrasi, semakin mudah pula sistem pencernaan Anda bekerja dan bergerak untuk mengeluarkan limbah metabolik. Hasilnya, Anda terhindar dari sembelit atau kembung.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hydration skin: Does drinking water help? (2020). Mayo Clinic. Retrieved 6 July 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/expert-answers/hydrated-skin/faq-20058067

Dietary References Intake for Water, Potassium, Sodium, Chloride, and Sulfate. (2004). Food and Nutrition Board. Retriebed 6 July 2021, from https://www.nal.usda.gov/sites/default/files/fnic_uploads/water_full_report.pdf

Yes, drinking more water may help you lose weight. (2020). HUB at work. Retrieved 6 July 2021, from https://www.nal.usda.gov/sites/default/files/fnic_uploads/water_full_report.pdf

Peraturan Menteri Kesehatan No.28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. (2019). Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Retrieved 6 July 2021, from http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia tentang Persayaratan Kualitas Air Minum. (2010). Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Retrieved 6 July 2021, from https://www.mapurna.id/files/SK_Permenkes_492_2010.pdf

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novi Sulistia Wati Diperbarui 16/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro